NovelToon NovelToon
Cinta Lelaki Biasa

Cinta Lelaki Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:962k
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Alya Safitri gadis berusia 18 tahun itu kini harus menikah dengan laki-laki bernama Ardi Wijaya, laki-laki pilihan sang ibunda yang di gadang-gadang baik dan lemah lembut tutur katanya, mampu mengasihi dan menjaga Alya dengan sepenuh hati.

Alya menyangkal, namun rasa sakit yang ia terima dari ibu orang tercinta nya mendorong nuraninya untuk menerima tawaran ibunda nya. Meski tak ada rasa ia terpaksa mengambil langkah.

Dia mempertaruhkan hidup, cinta dan masa depan nya demi menjujung harga diri yang telah porak poranda.

Tak ayal bahwa terkadang sebuah ucapan memang lebih menyakitkan dari bilahan pisau tajam. Mampukah Alya menerima Ardi dalam kehidupan dan cinta nya? Atau Ardi hanya akan menjadi tameng balas dendam sakit hati nya?


Ini adalah novel pertama ngothor nganu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Terlihat dikediaman rumah Ibu Maria, Arya baru saja datang dari luar kota setelah mengurusi beberapa bisnisnya disana, ia turun dari mobil lalu melangkah dengan menarik kopernya masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum? " ucapnya.

"Waalaikumussalam. " jawab Pak Nandar ayah dari Arya yang juga baru pulang dari luar kota, tepatnya dua hari yang lalu.

"Ayah sudah pulang? Kapan? Kenapa tidak mengabari Arya?"

"Kalo Ayah bilang padamu akan pulang, memangnya kamu mau menjemput Ayah juga ?"

"Engga, hehehe."

Seperti mendengar suara Arya dari arah ruang tamu, Bu Ratih akhirnya melangkah kesana untuk memastikan benar apa tidak pendengarannya.

"Eh Den Arya sudah pulang?" tanya Bu Ratih.

"Hehe iya Bi, baru aja datang. " balas Arya.

"Yasudah sini biar Bibi beresin kopernya."

"Oke Bi, aku minta tolong ya."

Bi Ratih mengangguk sambil meraih koper milik Arya, untuk di bawa ke kamar dan membereskannya. Belum juga melangkah jauh Bi Ratih di panggil kembali.

"Eh Bi." panggil Arya.

"Iya Den." balas Bu Ratih.

"Ini ada oleh-oleh buat Bibi, sama ini aku titip buat Dek Alya ya, ini keripik kentang kesukaannya. " ucap Arya seraya memberikan bungkus plastik kresek putih ke arah Bu Ratih.

"Oh iya makasih banyak ya Den, repot-repot segala membelikan Bibi oleh-oleh."

Arya hanya menjawab ucapan rasa terimakasih Bi Ratih dengan anggukan dan senyuman. Lalu Bi Ratih melangkah kembali.

Aku tidak akan memberikan titipan ini pada alya, yang ada ini akan jadi malapetaka.

Sedangkan Arya kembali duduk di sofa disebelah ayahnya, ia menyandarkan punggungnya disana.

"Ibu kemana yah?" tanya Arya, pada Ayahnya.

"Ibumu sedang ikut arisan di RT sebelah, mungkin sebentar lagi juga dia pulang ." balas Pak Nandar.

Arya manggut-manggut dengan jawaban Ayahnya.

"Bagaimana bisnis mu di kota B Nak." tanya Pak Nandar, sambil sesekali membolak balikan koran .

"Sejauh ini sih berjalan lancar yah, pernah ada sedikit kendala, tapi Arya masih bisa menangani nya. "

"Ayah bangga pada mu Arya, oiya Ayah juga ingin bertanya padamu."

"Bicaralah, Ayah ingin tanya apa?"

"Ada masalah apa kamu dengan Ibu mu? Dia selalu mengadu pada Ayah bahwa kamu tak lagi menghormati nya sebagai Ibu yang sudah melahirkanmu."

"Heuh! Ibu selalu saja menyalahkan sikap orang lain kepadanya, tanpa mau melihat bagaimana dia juga bersikap."

" Arya, dia itu Ibu mu, orang yanh sudah mengandung dan membesarkanmu, mengalahlah sedikit padanya, dia tau yg terbaik untukmu Nak ."

"Sedikit kata Ayah? Aku selalu mengalah pada keinginan Ibu dari kecil yah, aku ingin dan itu, ibu selalu melarang, aku ingin melakukan sesuatu yang sesuai dengan impianku, Ibu juga melarangnya, apa pernah aku membantah? Apa pernah aku tidak berkata "Ya" padanya? Tidak yah, aku selalu menuruti semua kemauan Ibu, tapi kenapa hanya satu saja keinginan terbesar ku Ibu tak pernah mau memberikannya, Salah ku dimana yah? Aku hanya memperjuangkan cintaku pada Alya walau dia hanya orang biasa, aku sampai memohon berlutut di kakinya untuk menerima orang yang aku cinta tapi Ibu tak juga iba, jadi sekarang siapa yang harusnya sedikit saja mengalah diantara kita, aku atau Ibu?"

"Dan juga terbaik apa yang Ayah maksud? Apa hanya karena soal harta Alya tak bisa menjadi yang terbaik untukku? Apa hanya karena soal tahta Alya tak bisa menemani sisa hidupku? Dia itu wanita yang luar biasa dimata Arya, Arya tak pernah memandang latar belakangnya, Alya juga punya hati Ayah, aku bisa merasakan bagaimana sakitnya menjadi Alya yang slalu diinjak-injak harga dirinya, bahkan semua itu keluar dari mulut Ibu Arya, Arya tak bisa apa-apa yah, karena rasa cinta Arya yang begitu besar pada Alya, Arya tak mampu untuk melepaskannya begitu saja . Ia sempat bertahan disisi Arya tapi lagi-lagi Ibu memilih menghancurkan hubungan kita berdua, dan sekarang Ayah lihat? Alyaku sudah menjadi milik orang lain? Kini hatinya tak lagi hanya untukku yah, kini pandangan matanya tak tertuju hanya padaku, senyum nya yang indah tak lagi ia tunjukan dihadapanku, aku gagal memperjuangkan nya. Hiks hiks."

"Arya gagal Ayah, Arya gagal hiks hiks. "

Arya mengungkapkan seluruh isi hatinya pada sang Ayah, ia tak mampu lagi memendam ini sendirian, sungguh ia tak sanggup, tangis Arya pecah pada kalimat terakhirnya . Pak Nandar bisa merasakan kesedihan anaknya, sebagai seorang laki-laki ia juga mengerti akan hal ini, tapi yang ia yakini bahwa manusia tidak akan pernah mendapatkan cinta paling baik sebelum ia merasakan patah hati paling buruk. Karena bintang paling terang muncul pada malam paling pekat. Beliau mengusap usap punggung anaknya yang kini sudah dewasa, Arya tak lagi sungkan menumpahkan semuanya, hingga pundak sang Ayah terlihat basah oleh air matanya.

Sore menjelang petang Ardi baru saja pulang, dengan mengendarai vespa butut kesayangan nya, ia parkiran si Moly begitu ia menyebut nya tepat di bawah pohon mangga yang berada dihalaman rumah .

"Assalamualaikum?" Ucapnya.

"Waalaikumussalam." balas Alya dari dalam, lalu bergegas melangkah keluar.

"Mas ardi udah pulang?" tanyanya.

"Udah. " ucap Ardi sambil tersenyum ke arah istrinya "Salim dong sayang" sambungnya.

"Hih aku bukan sayangmu. " balas Alya sambil meraih tangan suaminya.

"Hehe gatau kenapa padahal Adek bukan kuyang tapi kok Mas bisa sayang." mulai menggombal.

"Pretttt."

"Kok prettt Dek? Ah Mas tau Adek pengen nya dipanggil prett ya?"

Alya mendelikan matanya.

"Pretty maksudnya." ucap Ardi sambil menaikkan sebelah alis nya, menggoda istri kecilnya.

Ihhhhh orang ini tuh kadang bikin aku pengen marah-marah, tapi pengen ketawa juga. dilema Alya 😂

"Dek." panggil Ardi.

"Apalagi, kamu mau menggombal apalagi hah?"

"Hehe jangan marah-marah terus dong Dek Alya , nanti cantiknya nambah, bisa-bisa Mas makin tergila gila nantinya." ucap Ardi sambil terkekeh pelan.

"Mas bisa gak sih serius, sekali aja. "

"Iya-iya maaf. Yaudah nih, Mas mau kasih ini buat Adek. " sambil menyerahkan sesuatu kepada Alya.

"Uang belanja? Kok tumben lebih banyak?"

"Iya sengaja Mas lebihin, siapa tau Adek mau beli sesuatu yang Adek pengenin, dan juga sebagai bentuk terimakasih, karena Adek sudah sebaik mungkin melayani dan meladeni Mas setiap hari."

"Yehhhh beneran Mas ini uang buat Alya semua?" ucap Alya sambil tersenyum kegirangan. Ardi sampai mengusak-usak puncak kepala Alya saking gemashnya melihat tingkah kekanakan istri kecilnya.

Tapi sejenak Alya kembali memicingkan matanya, seperti menemukan kecurigaan ." Tapi ini lagi gaada mau nya kan?"

"Gaada lah dek, emang mas mau apa?"

"Eh engga, engga hehe, yaudah Alya mau taro uangnya dulu ya dikamar. "

Ardi mengangguk, lalu membiarkan Alya melenggang ke dalam, Ardi mengekor dibelakang, tapi ia tak mengikuti Alya ke kamar, ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.

Ketika Alya sudah hampir sampai di depan kamar, Ardi memanggil nama istrinya kembali.

"Dek Alya. "

Huhhhh! Oke Alya jangan marah yaaa.

"Iya Mas Ar. " jawabnya, sambil melangkah ke arah suaminya.

"Stop." kata Ardi memberi peringatan.

"Kenapa?" tanya Alya heran.

"Cantiknya kelewatan."

Ahhh gombal, gombal, gombal.

Setelah menaruh uang yang diberikan suaminya ke dalam lemari, ia jadi termenung memikirkan hubungan nya dengan Ardi.

Mas ardi selalu baik padaku, dia memberikan nafkah, tanggung jawabnya, perhatian nya, kerap mengajakku beribadah bersama, ketika aku sakit dia juga yang mengobatiku, melayaniku, bahkan mencemaskan keadaan ku, tapi aku? Aku tidak pernah memberi nya apa-apa, selain hanya memasakan makanan untuknya, itupun uang nya dari dia juga.

Bagaimana ya perasaan nya? Lagian dia juga ga pernah memintanya.

Apa aku bertanya saja ya.

Ia juga jadi ingat pesan Ira sahabat nya. " Al, mau lo kasih itu ke dia nanti atau pun sekarang, itu ngga akan ngerubah apa-apa, Mas Ardi tuh orang baik, gue bisa liat itu dari sikap dia ke lo, lo ga mungkin balik lagi sama Mas Arya, karena itu akan buat perasaan Mas Ardi terluka, please lupain Mas Arya ya, dan coba buka hati lo buat suami lo sekarang, dia keliatan cinta banget sama lo, gue yakin dia bakal kasih apapun yang lo minta sama halnya Mas Arya, bahkan bisa lebih. Tapi satu, jangan minta harta sama dia, Mas Ardi itu hanya lelaki biasa, tapi gue yakin dia punya cinta yang luar biasa buat lo Alya."

Ahhh kenapa aku jadi memikirkan dia.

Setelah makan malam, seperti biasa Alya langsung membereskan sisa-sisa makanan yang ada di meja, lalu mencuci piring dan menaruhnya di tempat semula.

"Nduk Ibu langsung istirahat ya, badan Ibu pada pegal-pegal." ucap Bu Ratih pada putri sulungnya.

"Apa mau Ardi pijat Bu?" tanya Ardi menawarkan jasa pijat dadakan.

"Eh ngga perlu Ar, minum tolak angin sama istirahat juga nanti mendingan." balas Bu Ratih merasa tidak enakan.

"Ibu yakin?" Ardi memastikan.

"Iya Ar, udah kamu sama Alya juga istirahat ya."

"Yaudah kalo gitu, Ardi antarkan Ibu sama Hayrul sampai ke kamar saja ya."

"Terimakasih Ar, ayo Hayrul kita ke kamar. "

"Hayrul mau di gendong Bu sama Mas Ar. " pintanya.

"Hehe siap jagoan ."

Hayrul bertepuk tepuk tangan kecil sambil meloncat kegirangan.

Bahkan kamu juga baik pada hayrul dan juga ibu.

🐼🐼🐼🐼🐼

Ketika Alya masuk ke kamar, ternyata sudah ada Ardi di dalam, ia sedang membaca buku yang biasa ia pelajari saat malam menjelang istirahat. Alya membuka kuncir rambutnya, meletakannya di meja rias, lalu ia mengoleskan cream malam yang biasa ia gunakan, setelah selesai ia melangkah mendekati ranjang, membaringkan badan menghadap suaminya.

"Mas Ar ." Panggil alya untuk mengalih kan pandangan suaminya agar menghadap dirinya juga.

"Hemmmm." jawab Ardi singkat tanpa menoleh kearah istrinya.

"Masss, liat aku dong." rengek Alya.

"Wah istri Mas mulai pandai menggoda kayanya." kelakar Ardi. Lalu menghadap sang istri. "Ada apa hemmm?"

"Aku mau ngomong serius Mas."

"Tentang?"

"Kita."

"Cie-cie, emang kita kenapa?"

"Aku mau lanjutin kalo Mas jawabnya serius." Alya mulai cemberut karena Ardi kurang serius dalam menanggapinya.

"Iya iya, ada apa?" sambil memperhatikan istrinya dengan seksama.

"Apa Mas tidak menginginkannya?" ucap Alya hati-hati.

"menginginkan apa?"

"Eummm itu." alya menggigit bibir bawahnya, jujur ia sangat malu untuk mengatakan nya.

"Apa? " Ardi menaikan sebelah alisnya.

"Eummm ... Hubungan, eummm, hubungan suami istri. " ucap Alya lemah, bahkan hampir tak terdengar ditelinga suaminya.

"Maksudnya, kita melakukan, ahh Alya malu ngomongnya. " ia menutup wajahnya karena sekarang pasti pipinya memerah.

"Maksudnya hubungan seperti pasangan suami istri lain, itu maksud Adek?"

Alya mengangguk samar tanpa mau memperlihatkan wajahnya kearah suaminya.

"Dek, lihat Mas, dan dengarkan baik-baik. Mas ini laki-laki normal, Mas bisa melakukan apapun pada Adek karena kita halal, tapi kenapa Mas tidak pernah memintanya, kenapa Mas tidak memaksa Adek untuk melakukannya dengan Mas padahal kita sudah sah secara negara dan agama, Adek tahu? Mas menahannya, Mas menahan rasa itu karena tak mau membuat Adek terluka, dan membenci Mas akhirnya. Sekarang Mas tanya, apa Adek sudah membuka hati Adek untuk Mas dan melupakan Arya?"

Alya menggelengkan kepala.

"Apa Adek mau memberi kesempatan Mas, agar Mas juga bisa mendapatkan cinta Dek Alya?"

Alya bergeming. Sudahkah hatinya siap untuk mencintai suaminya sendiri? Sudah siapkah ia menghapus bayang-bayang Arya, dan menjadikan ia hanya sebatas masa lalunya?

"Apa Adek siap untuk itu?"

Alya mengangguk pelan, lalu kembali menegakan kepala menghadap suaminya.

"Ak-u, aku siap Mas. " ucapnya pelan.

"Adek yakin dengan keputusan yang Adek buat?"

Alya mengangguk kembali. Terlihat senyum merakah terbit dari sudut bibir Ardi.

"Baiklah, kita coba mulai sekarang yaaa." Ucap Ardi.

"Iyaaa tapi pelan-pelan."

"Oiya, tapi kan Adek masih datang bulan." Ardi mengingatkan.

"Ihhhhh Mas Arrrr. "

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaaa ❤❤❤

1
komalia komalia
waah siaga satu kamu mas ar
komalia komalia
semua nurun dari Amah nya
komalia komalia
jadi ingat sama kata kata anak ku,kalau lagi pc selalu bilang mah ujang ini kaya ngurus dua anak ya Mamah nya ya anak nya,hahaha
komalia komalia
🤣🤣🤣🤣si ira gesrek
komalia komalia
udah ku tebak si jomblo karatan nikah nya Pasti sama arya
komalia komalia
kasihan juga kamu ar akibat Orang mama nya jadi kamu menderita,padahal baik juga kamu ar
komalia komalia
ko tledor di rumah sendiri mandi kamar pun engga di kunci bahkan,,terus tadi engga sampai di stubuhin kan sama si arya
komalia komalia
ooh Ini juga calon suami masa depan ku.
LENY
DUH ARA BANDEL KERAS KEPALA GAK BISA DIOMONGIN
LENY
PARAH ARYA INI GILA KALI GAK MIKIR PERASAAN ISTRI IRA ORANG TUA IH AMIT2 😡
LENY
Baru jg 23 thn msh muda pak / Bu😊
LENY
TAPI ARYA SALAH BAWA ANAK ORANG TANPA PAMIT IZIN SAMA DGN CULIK ITU. DAN LAGI ARA MAU AJA DIBAWA ORANG YG GAK KENAL YA. BIASA ANAK2 DIWANTI WANTI JGN PERCATA SAMA ORANG TG BELUM KENAL.
LENY
DUA2 NYA HYPER GAK LIHAT TEMPAT& WAKTU 🙈
LENY
CANTIK NYA ARA GEMESS❤🥰
LENY
DUH ALYA GAK TAHU DIRI JG GAK LIHAT SUAMI LG KERJA DAN ORANG ANTRI MAU NYA DITURUTIN TERUS LIHAT SIKON ALYA KASIHAN SUAMI MU😱
LENY
MENGENAI RENA TERBALIK KOK PEREMPUAN YG MELAMAR LAKI2😊
Cici Mamatoni: di daerah asal suamiku..di lamongan ada adat dimana pihak wanita yg melamar duluan ke pihak pria..namanya NGGANJURI...lalu setelah itu barulah pihak pria datang ke rumah si gadis untuk menentukan hari pernikahan
total 1 replies
LENY
BENAR2 TERHARU ARDI DI DUNIA NYATA MUNGKIN HAMPIR TAK ADA ORANG SEPERTI KAMU SETIA AGAMIS BERHATI MALAIKAT😭
LENY
Ara cantik bener ❤👍👍
LENY
DUH MASAK BAYI NYA NYUSU BARENG SAMA BPK NYA JG BENER2 GILA DUNIA HALU.
LENY
Duh Alya hamil bnyk bener mau nya bikin suami susah kasihan Ardi hrs kerja kurang tidur kl kecapekkan ngantuk celaka gmn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!