NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Adara

Di dalam gedung perkantoran besar nan tinggi yang menjulang megah di pusat kota, tepatnya di dalam sebuah ruangan CEO berukuran sangat luas dan mewah, Douglas tengah duduk di kursi kebesarannya. Pria berdarah dingin dengan sepasang netra biru setajam elang itu tampak sibuk memeriksa beberapa berkas pekerjaan yang menumpuk di atas meja kerjanya. Sesekali, jari-jarinya yang kokoh membalikkan halaman berkas dengan teliti, seolah ia tengah mencari celah atau kesalahan kecil dalam laporan keuangan tersebut.

​Suasana ruangan yang tadinya senyap dan penuh konsentrasi mendadak terusik ketika suara dentuman pintu terbuka dengan kencang dari luar.

​Brak!

​Pintu kayu jati berukuran besar itu terdorong terbuka secara paksa. Sesosok wanita cantik berpenampilan modis dengan pakaian berbalut brand ternama yang melekat indah di tubuh rampingnya melangkah masuk dengan penuh amarah. Di belakangnya, sosok Logan asisten pribadi Douglas yang berwajah kaku dan sedingin es tampak berlari kecil dengan gestur panik yang tertahan.

​Wanita itu adalah Adara, tunangan sah Douglas Essen.

​"Tuan Essen, saya sudah mencoba melarang Nona Adara untuk masuk karena Anda sedang sibuk, tapi—" ucap Logan terengah-engah berusaha menjelaskan situasi.

​Adara tidak memedulikan Logan. Dengan wajah cemberut dan angkuh, ia berjalan cepat menghampiri meja kerja Douglas, lalu tanpa aba-aba langsung mendudukkan tubuhnya di atas pangkuan sang CEO begitu saja.

​"Douglas! Lihat asistenmu ini!" adu Adara dengan nada suara manja yang dibuat-buat, menatap Logan dengan sorot mata tidak suka.

"Dia melarangku masuk! Berani sekali dia menahan calon Nyonya Besar Essen sepertiku dan memperlakukanku dengan tidak baik!"

​Douglas menghentikan aktivitas membaca berkasnya. Ia mengangkat kepala, lalu melirik sekilas ke arah Logan dengan tatapan mata yang setajam belati.

​"Keluar, Logan. Dan tutup pintunya," perintah Douglas dengan suara berat bernada dingin mutlak.

​Logan menghela napas pendek dalam diam, menerima isyarat atasannya tanpa banyak bicara.

"Baik, Tuan," balas Logan patuh, lalu berbalik dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan pasangan itu di dalam ruangan privat tersebut.

​Begitu pintu tertutup, Adara langsung merangkul erat leher Douglas. Ia menempelkan tubuhnya manja, sesekali jemari lentiknya mengusap lembut rahang tegas sang tunangan.

​"Kamu sibuk terus, sih," rengek Adara dengan nada manja bercampur kesal.

​Sayangnya, Douglas tampak seolah tidak terganggu sama sekali dengan kehadiran Adara di pangkuannya. Pria itu kembali memalingkan wajahnya ke arah meja, melanjutkan membaca berkas laporan di depannya tanpa membalas pelukan sang tunangan.

​Sikap dingin dan acuh tak acuh itu kontan membuat Adara merasa gemas dan kesal setengah mati. Wanita berambut panjang itu mendengus tajam, menarik dagu Douglas agar menatap ke arahnya.

​"Douglas! Kamu mendengarkanku tidak, sih?!" protes Adara dengan nada tinggi penuh tuntutan.

"Kamu benar-benar sudah berubah! Kamu sudah tidak mencintaiku lagi, kan?! Buktinya dari tadi kamu cuma fokus sama berkas-berkas sialan ini dan mengabaikanku begitu saja!"

​Douglas menghela napas panjang dengan berat. Ia meletakkan pulpennya di atas meja, menepis berkas-berkas itu ke samping, lalu dengan terpaksa melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk erat tubuh Adara yang tengah merajuk.

​Douglas tahu betul karakter tunangannya ini. Jika Adara sudah mulai ngambek dan histeris seperti ini, wanita itu akan sangat sulit dibujuk dengan kata-kata manis biasa. Hanya ada satu cara paling ampuh untuk meredakan amarah Adara yaitu memberikan wanita itu kemewahan tanpa batas.

​Tanpa ragu, Douglas merogoh saku jas dalamnya, mengambil sebuah kartu kredit berwarna hitam legam berlogo unlimited miliknya, lalu menyerahkannya secara sukarela ke hadapan Adara.

​"Gunakan ini," ucap Douglas datar.

"Kamu bebas berbelanja apa pun yang kamu mau hari ini."

​Melihat kartu hitam berlian di depan matanya, mata Adara seketika membelalak lebar. Kemarahan di wajahnya langsung lenyap, berganti dengan senyuman sumringah yang merekah lebar.

​"Wah... black card unlimited?!" seru Adara kegirangan. Tanpa membuang waktu, ia langsung merampas kartu tersebut dari tangan Douglas. Sebagai bentuk terima kasihnya, Adara menciumi pipi dan bibir Douglas beberapa kali dengan penuh antusias.

"Kamu memang yang terbaik, Douglas! Aku sayang banget sama kamu!"

​Douglas membiarkan ciuman itu terjadi sejenak. Bahkan, tangan besar Douglas sempat refleks menahan bagian tengkuk Adara, seolah-olah ia ingin menahan ciuman itu agar berlanjut lebih dalam.

​Namun, hanya dalam hitungan detik, Douglas tiba-tiba menarik tangannya dan menjauhkan wajah Adara dengan gerakan kaku, seolah ia merasa ada sesuatu yang salah atau keliru yang baru saja ia lakukan.

​Adara mengerjap bingung, menghentikan kegiatannya. "Ada apa, Douglas? Kenapa berhenti?" tanya Adara dengan nada heran, menatap lekat-lekat manik mata sang tunangan.

"Apakah ada sesuatu yang salah?"

​"Tidak ada apa-apa," jawab Douglas singkat, kembali memasang topeng dinginnya dan mengalihkan pandangan.

​Mendengar jawaban itu, ekspresi Adara kembali berubah masam. Rasa kesalnya tersulut lagi. Sudah menjadi rahasia di antara mereka berdua bahwa setiap kali Adara mencoba melakukan gestur yang sedikit lebih intim atau mesra, Douglas selalu menunjukkan gestur menolak secara halus maupun terang-terangan.

​"Bohong!" cecar Adara dengan mata menyipit tajam, mulai kehilangan kesabarannya.

"Setiap kali aku mencoba melakukan sesuatu yang berbau intim denganmu, kamu selalu bersikap seolah menolakku, Douglas! Kenapa, hah?"

​Adara bergeser sedikit di atas pangkuan Douglas. Wanita itu mulai mencoba membangkitkan gairah prianya, mendekatkan bibirnya ke leher Douglas, melingkarkan tangan dengan menggoda untuk mencium rahang tegas sang CEO.

​Namun, reaksi Douglas di luar dugaan. Pria itu mendadak marah besar.

​Brug!

​Tanpa belas kasihan, Douglas mendorong tubuh Adara dari pangkuannya hingga wanita itu hampir terjatuh ke lantai karpet ruangan kerja tersebut.

​"Jangan mulai, Adara!" bentak Douglas dengan suara baritonnya yang menggelegar dingin, menatap tajam penuh peringatan.

​Adara terpekik kaget. Air matanya langsung menggenang di pelupuk mata akibat diperlakukan kasar oleh tunangannya sendiri. Ia bangkit berdiri dengan napas memburu, menatap Douglas sambil terisak keras.

​"Kamu keterlaluan, Douglas!" tangis Adara pecah, meluapkan seluruh emosinya. "Kamu sebenarnya tidak pernah benar-benar mencintaiku, kan?! Kalau kamu cinta, buktinya kamu selalu menolak saat aku ajak melakukan hubungan badan! Kamu bahkan tidak pernah mau menyentuhku selayaknya seorang tunangan!"

​Melihat Adara menangis histeris di hadapannya, Douglas menghembuskan napas kasar. Pria itu berdiri dari kursi kerjanya, melangkah mendekati Adara, lalu dengan gerakan cepat mencengkeram kuat rambut panjang wanita itu ke belakang, memaksa kepala Adara mendongak menatapnya.

​"Dengarkan baik-baik, Adara," ucap Douglas dengan suara rendah, berat, dan penuh penekanan mutlak di depan wajah sang tunangan.

"Kita baru akan melakukan hubungan itu setelah kita resmi menikah nanti. Aku ingin tetap menjaga kesucianmu... aku ingin kamu tetap suci sampai hari pernikahan kita tiba. Paham?!"

​Adara terdiam sesenggukan, merasakan sakit di kulit kepalanya akibat cengkeraman Douglas, namun kata-kata sang CEO berhasil menghantam logikanya.

​Melihat Adara yang masih terisak dan tampak merajuk, Douglas mengendurkan cengkeramannya. Pria itu menghela napas panjang untuk kesekian kalinya, lalu merengkuh tubuh Adara ke dalam dekapan bidangnya, mendekap sang tunangan dengan erat.

​"Sudah... jangan menangis lagi," bisik Douglas melembutkan suaranya, mencoba menenangkan wanita di pelukannya.

"Kita akan melakukannya nanti setelah kita menikah, Adara. Aku mencintai dan sangat menghormati kedudukanmu sebagai istriku kelak."

​Mendengar kata-kata penenang dan penuh kepastian dari Douglas pria yang selama ini dikenal paling dingin sedunia amarah dan tangisan Adara perlahan-lahan mulai mereda. Pada akhirnya, Adara kembali luluh sepenuhnya oleh buaian kata-kata manis sang CEO, memeluk erat tubuh Douglas dan mempercayai setiap janji yang diucapkan pria itu.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!