NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Tangga Ujian Langit

Kemenangan Qin Xuan atas Kuang Gang membuat seluruh Menara Pertarungan gempar.

Namun, yang paling mengejutkan bukanlah keberhasilannya meraih seratus kemenangan berturut-turut, melainkan kekuatan yang diperlihatkannya dalam pertandingan terakhir.

Lima puluh empat banteng!

Di Alam Bela Diri Sejati, kekuatan tersebut menandakan bahwa Qin Xuan telah mencapai tingkat kekuatan keenam dalam sistem sembilan tingkatan, dengan setiap tingkatan memiliki batas kekuatan sembilan banteng.

Pencapaian itu dikenal sebagai batas enam-sembilan, yaitu kekuatan 54 Banteng. Hanya segelintir pendekar berbakat yang mampu mencapainya.

“Lima puluh empat banteng! Dia sudah mencapai tingkat kekuatan keenam!” seru seorang murid Akademi Bela Diri Tianyuan dengan wajah terkejut.

“Bahkan Putra Mahkota yang disebut sebagai jenius terbaik dalam seratus tahun, baru mencapai tingkatan itu pada usia delapan belas tahun,” sahut rekannya dengan wajah tak percaya.

Para murid akademi yang sebelumnya dikalahkan Qin Xuan kini memandangnya dengan kekaguman berbeda.

Mereka telah menyaksikan banyak pendekar berbakat selama belajar di Akademi Bela Diri Tianyuan. Karena itu, kemenangan Qin Xuan sebelumnya belum cukup membuat mereka menganggapnya luar biasa.

Namun, kekuatan lima puluh empat banteng mengubah penilaian mereka.

Dengan kemampuan tersebut, Qin Xuan bahkan berpeluang memasuki sepuluh besar murid Alam Bela Diri Sejati di akademi, atau bersaing memperebutkan tiga posisi teratas.

Para murid yang mencapai tiga besar biasanya memiliki peluang besar untuk menjadi Raja Bela Diri atau mencapai Alam Kemuliaan pada masa depan. Sosok seperti itu kelak dapat menjadi salah satu kekuatan utama Dinasti Zhao Agung.

Ketika kerumunan masih membicarakan Qin Xuan, sesosok lelaki tiba-tiba muncul di udara.

Lelaki itu tampak berusia sekitar empat puluh tahun. Wajahnya pucat tanpa janggut, sedangkan jubah mewah yang dikenakannya berkibar meski tidak ada angin.

“Penguasa Menara Liu!”

Seruan terdengar dari berbagai penjuru arena.

“Bukankah beliau sedang berada di Pegunungan Sepuluh Ribu Iblis?”

“Kuang Gang adalah murid pribadinya. Wajar kalau beliau datang setelah muridnya dikalahkan.”

Lelaki tersebut adalah Liu Chengfeng, Penguasa Menara Pertarungan cabang Kota Tianfeng. Kedudukannya begitu tinggi sehingga Penguasa Kota Tianfeng pun menghormatinya.

Kekuatan Liu Chengfeng telah melampaui Alam Bintang Langit. Bahkan beredar kabar bahwa ia hampir mencapai tingkatan Raja Bela Diri atau Alam Kemuliaan.

Liu Chengfeng perlahan turun dan mendarat di arena. Guru Liu segera menghampirinya, lalu membungkuk hormat.

“Yunshi memberi hormat kepada Paman Liu.”

Liu Chengfeng tersenyum ramah. “Rupanya kau, Yunshi. Bagaimana keadaan ayahmu?”

“Ayah baik-baik saja, Paman. Terima kasih sudah menanyakannya.”

“Syukurlah.”

Kuang Gang yang masih berada di arena segera mendekat. Ia menundukkan kepala, tidak berani menatap gurunya.

“Guru, murid telah mengecewakan Anda.”

Kuang Gang selama ini sangat percaya pada kemampuannya. Ia bahkan pernah menolak bergabung dengan Akademi Bela Diri Tianyuan karena merasa tidak memiliki tandingan di antara pendekar seusianya.

Namun, di tempat yang selama ini menjadi kebanggaannya, ia justru dikalahkan Qin Xuan hanya dalam satu serangan.

Liu Chengfeng tidak memarahinya. Ia menepuk bahu muridnya dan berkata, “Jangan terlalu menyalahkan dirimu, Xiao Gang. Kau sudah berusaha dengan baik.”

Setelah itu, pandangannya beralih kepada Qin Xuan.

“Salam hormat, Penguasa Menara Liu.” Qin Xuan menyatukan kedua tangan di depan dada.

Ia dapat merasakan bahwa kekuatan lelaki tersebut jauh melampaui Tetua Agung Qin Cangming. Bahkan Ketua Sekte Bintang Langit, pendekar terkuat yang pernah dilihatnya di luar Pagoda Pemakaman Langit, tampaknya masih lebih lemah daripada Liu Chengfeng.

Meski demikian, Qin Xuan tidak menunjukkan ketakutan.

Sikap itu justru membuat Liu Chengfeng semakin tertarik. Menurutnya, seorang pendekar berbakat memang seharusnya memiliki keberanian untuk tetap tenang di hadapan orang yang jauh lebih kuat.

“Qin Xuan, selamat atas seratus kemenanganmu,” ujar Liu Chengfeng.

“Sesuai peraturan Menara Pertarungan, kau berhak menerima sepuluh ribu poin, satu juta keping emas, lima ribu kilogram Batu Energi tingkat menengah, dan satu set Baju Zirah Tempur Empat Tempaan.”

Mendengar hadiah tersebut, para penonton langsung gaduh.

Sepuluh ribu poin Menara Pertarungan merupakan jumlah yang sangat besar. Biasanya, seorang petarung hanya memperoleh sepuluh poin dari setiap kemenangan.

Batu Energi tingkat menengah juga jauh lebih berharga daripada Batu Energi tingkat rendah.

Setiap kilogram Batu Energi tingkat menengah memiliki nilai yang setara dengan sepuluh kilogram Batu Energi tingkat rendah.

Dengan demikian, hadiah lima ribu kilogram Batu Energi tingkat menengah yang diterima Qin Xuan setara dengan lima puluh ribu kilogram Batu Energi tingkat rendah.

Adapun Baju Zirah Tempur Empat Tempaan merupakan perlengkapan yang bahkan diinginkan para ahli Alam Bintang Langit karena mampu meningkatkan kemampuan bertarung pemakainya.

Qin Xuan sendiri tidak menyangka hadiahnya akan sebesar itu.

“Terima kasih, Penguasa Menara Liu.”

“Tidak perlu berterima kasih. Semua itu memang pantas kau terima.” Liu Chengfeng tersenyum, kemudian melanjutkan, “Sekarang, apakah kau ingin mengikuti ujian untuk memasuki Peringkat Manusia?”

Qin Xuan langsung mengangguk. “Aku bersedia.”

Meskipun telah mengalahkan Kuang Gang, Qin Xuan tetap harus melewati ujian khusus sebelum namanya dapat tercantum dalam Peringkat Manusia.

Liu Chengfeng mengangkat telapak tangannya. Seberkas energi terang melesat menuju lonceng kuno yang berada di puncak Menara Pertarungan, lalu menghilang ke dalamnya.

Sesaat kemudian, lonceng itu memancarkan Kekuatan Hukum yang sangat besar. Aliran energi turun dari puncak menara dan berkumpul di udara, perlahan membentuk sebuah gerbang kuno.

Ruang di balik gerbang tersebut tampak gelap dan begitu dalam sehingga tidak seorang pun mampu melihat apa yang berada di dalamnya..

“Apakah itu perwujudan Kekuatan Hukum?” gumam seseorang dengan takjub.

Menurut legenda, lonceng kuno di setiap Menara Pertarungan menyimpan Kekuatan Hukum peninggalan Orang Suci Kuno. Jika digunakan untuk menyerang, kekuatannya bahkan mampu menghancurkan sebuah kota.

Namun, kali ini Liu Chengfeng menggunakan kekuatan tersebut untuk membuka dunia ujian di dalam menara.

“Silakan masuk, Qin Xuan,” katanya.

Qin Xuan mengangguk. Tubuhnya melesat melewati gerbang dan menghilang.

Kuang Gang memperhatikan kepergiannya dengan perasaan rumit. Ia masih mengingat ujian yang pernah dilaluinya ketika berusaha memasuki Peringkat Manusia.

Saat itu, ia baru memahami betapa banyak pendekar yang jauh lebih kuat daripada dirinya. Kenangan tersebut masih membuatnya merasa kecil hingga sekarang.

Sementara itu, Qin Xuan telah memasuki sebuah dunia yang sangat luas.

Energi langit dan bumi memenuhi udara, disertai jejak Kekuatan Hukum yang terasa begitu kuat. Qin Xuan mengenali sebagian kekuatan itu karena dirinya terlahir dengan Hukum Api.

Namun, kemampuan menciptakan dunia tersendiri di dalam ruang kosong tetap membuatnya kagum.

Begini kah kemampuan seorang Sage Kuno?

Tidak jauh di hadapannya, sebuah tangga panjang membentang ke atas, seolah tidak memiliki ujung.

Qin Xuan mengamati sekeliling. Tidak ada pendekar lain ataupun petunjuk mengenai ujian yang harus dihadapinya.

Akhirnya, ia melangkah ke anak tangga pertama.

Tekanan tak terlihat segera turun ke tubuhnya. Namun, tekanan itu masih sangat ringan.

Qin Xuan terus menaiki tangga.

Pada anak tangga kesepuluh, tekanan yang diterimanya setara dengan kekuatan satu banteng. Ketika mencapai anak tangga ketiga puluh, tekanan tersebut meningkat menjadi tiga banteng.

Ia segera memahami bahwa setiap sepuluh anak tangga akan menambah tekanan sebesar satu banteng.

Tanpa memperlambat langkah, Qin Xuan terus mendaki.

Anak tangga kesembilan puluh dilewatinya dengan mudah. Begitu pula anak tangga keseratus delapan puluh, yang membutuhkan kekuatan delapan belas banteng untuk menahan tekanannya.

Tidak lama kemudian, ia mencapai anak tangga keempat ratus.

Kini tekanan yang turun dari atas setara dengan kekuatan empat puluh banteng. Bahkan pendekar biasa Alam Bintang Langit mungkin tidak mampu menahannya.

Namun, Qin Xuan justru tersenyum.

Di bawah tekanan tersebut, ia merasakan Darah Sejati Iblis Pedang dalam tubuhnya semakin cepat menyatu. Energi yang terkandung di dalam darah itu terus memperkuat otot, tulang, dan seluruh tubuhnya.

Bagus. Tekanan ini ternyata bisa membantuku menyerap kekuatan darah sejati yang tersisa.

Qin Xuan baru hendak melanjutkan pendakian ketika sesosok lelaki muncul di hadapannya.

Lelaki itu memiliki wajah dan tubuh yang sama persis dengan Kuang Gang.

“Kuang Gang, peringkat ketiga puluh tiga dalam Peringkat Manusia,” ucap sosok tersebut tanpa ekspresi.

“Kalahkan aku untuk mendapatkan tempat dalam peringkat.”

Qin Xuan segera memahami bahwa sosok itu bukan Kuang Gang yang sebenarnya, melainkan Jejak Bela Diri yang ditinggalkannya ketika mengikuti ujian dahulu.

Saat meninggalkan jejak tersebut, Kuang Gang baru memiliki kekuatan empat puluh banteng.

Qin Xuan tidak menunggu lebih lama. Ia mengerahkan tenaga dan melancarkan satu pukulan.

Ledakan keras mengguncang Tangga Ujian Langit.

Tubuh tiruan Kuang Gang langsung hancur dan berubah menjadi butiran cahaya yang berhamburan ke udara.

Butiran cahaya itu kemudian bergerak menuju Qin Xuan dan memasuki tubuhnya.

Qin Xuan terdiam sesaat, merasakan energi asing yang mulai mengalir di dalam tubuhnya.

......................

Bersambung...

1
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!