Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
suatu malam yang sunyi di balik selimut di atas kasur tampak Eli meringkuk melihat sebuah lantai bawah. tubuhnya merasakan gerakan seseorang naik ke atas kasur tidak lain Cherly sehabis di kamar mandi untuk membersihkan diri dengan menggunakan pakaian tidur polosnya.
Sebelum ingin tidur kebiasaan Cherly adalah membaca buku tebalnya dengan lampu tidur di samping dirinya membuka lembaran yang belum ia selesaikan untuk di baca duduk santai samping eli yang sedang meringkuk membelakangi.
malam yang sunyi dan hening tidak ada nada suara yang di ucapkan Cherly, saat membaca hanya melihat dengan tenang. keheningan membuat Eli merasa aneh, terlalu tenang mungkin sangat tenang. ia berbalik memastikan apakah Cherly tertidur apa tidak
"Lah... aku pikir tidur". ucap Eli melihat Cherly sedang membaca buku tebalnya.
Sangat hening tanpa Eli sadar ternyata dari tadi Cherly hanya membaca buku tidak bersuara.
" Kenapa membaca buku tidak bersuara!? ". Tanya Eli heran.
" Aku takut kamu sedang tidur, hanya tidak ingin terganggu ". Jawabnya tidak melihat Eli terus melihat buku yang ia baca.
"Kamu sepanjang hari seperti ini. setiap tidur harus membaca buku lebih dulu. apa tidak bosan!? ".
" Tidak..! ini adalah kebiasaan ku dan tidak seharusnya hanya sebuah hobi".
Eli melirik seluruh tubuh Cherly melihat dari atas hingga bawah paha kaki mengenakan baju tidur seperti halus surta, sesuatu godaan yang tidak bisa berfikir jernih rasanya ingin sekali memeluk tubuh wangi Cherly. Wajah cantiknya begitu manis tidak pernah berubah saat waktu sekolah dulu masih sama.
"Jangan melihat ku seperti itu". Ucap Cherly fokus melihat buku
Eli terkejut bagaimana bisa Cherly tahu memperhatikannya, padahal dia sedang membaca buku tidak melihat. Eli pun berbalik membelakangi dengan perasaan malu.
Keesokan harinya dengan matahari yang cerah menyoroti jendela kaca sinarnya membuat Eli terbangun dari tidur, berlahan membuka mata melihat jendela kaca yang silaw karna matahari. ia berbalik ke arah samping kiri ternyata masih ada Cherly di samping, Eli mengira sudah berangkat kerja rumah sakit tapi sekarang tumben masih tertidur apa kah lagi libur?? _____sesuatu heran di benak Eli tidak biasanya. Ia terdiam sejenak memperhatikan wajah cantiknya Eli tersenyum manis bisa lebih dekat lirikan matanya memperhatikan bibir lembut terlihat pucat namun sangat manis. Saat lama memperhatikan bibir manis Cherly berlahan mendekat ingin mencium bibir lembut itu.
"Ngapain!! ? ".
" eh... " Baru juga hampir dekat tapi terlanjur Cherly terbangun
"Jangan macam-macam" Ucap Cherly
"hemmm! nyebelin padahal dikit lagi". Ucap eli bete
" Kamu iya... jangan lakukan sesuatu di luar batas!! ".
" apasih... cuman ingin mencium... apa salah. boleh iya cium hemmm! ". Minta eli
" Tidak... "
"Ayo lah... sekali kecup aja... hemm! "
Sebenarnya Cherly juga ingin sekali mencium bibir eli namun ia harus menahan diri, Cherly hanya terdiam kaku saat eli meminta
"Cherly... sekali tolong" eli Memohon
Eli yang melihat Cherly terdiam berlahan mendekat lirikan mata mengarah bibir Cherly yang lembut dan____
Cup...
Eli pun berlahan mencium bibir Cherly memakan bibirnya dengan lembut. Bukannya hanya sekedar kecupan tapi yang di rasakan Cherly adalah ciuman namun tetap diam dan membiarkan eli melakukan itu. Cup...
Eli melepaskan ciumannya
"Bibir mu sangat sexy". Ucap lembut eli
Cherly terdiam mendengar nada suara rintihan lembut eli menatap datar.
*****
*****
*****
*Di ruang rumah sakit*
Cherly hanya duduk terdiam dengan mengenakan baju jas dokternya, ia teringat kejadian tadi pagi saat dicium oleh eli, jari-jari tangan menyentuh bibirnya yang lembut sudah di cium oleh bibir eli. Sentuhan hangat dan basah begitu terasa di mulut Cherly."Huffttt "dengan menghela nafas bingung sambil menyeder dengan duduk santai
Tok
Sesaat melamunkan seorang suster masuk tersenyum.
" Maaf dok... ada seseorang ingin berkunjung ". Ucapnya
" Siapa?? ".
" Pak Gavin ".
" Ouhhh suruh masuk saja".
"Baik".
Suster pun melangkah keluar, Cherly beranjak dengan duduk tegak. kedua tangan berada di atas mejanya.
Tidak lama Gavin datang dengan pakaian jas hitam melangkah masuk ternyata membawa buket bunga
" Maaf mengganggu ".
" Tidak masalah "
"ini untuk mu". Ucapnya sambil menyodorkan buket bunga.
" Terimakasih" Mengambil buket bunga dari tangan Gavin.
Gavin duduk di kursi depan Cherly
"Aku kesini, mau minta maaf atas terjadi tempo hari... Memang benar dulu aku pernah pacaran dengan eli... itu murni memang salahku waktu itu, berselingkuh dan menghianatinya".Jelasnya dengan raut wajah murung
" Jangan minta maaf padaku.. tapi pada eli... kamu yang menyakitinya bikin dia marah hingga hubungan pertemanannya retak karena kamu"
"iya"
Cherly dengan perasaan lega walaupun tetap masih dengan kebingungannya.
*di kantor*
mata melihat kedepan dengan duduk manis sambil mendengarkan apa yang di katakan Tera dengan sorotan cahaya di layar sebuah gedung mewah yang akan di bangun, Tera yang menjelaskan berdiri sambil presentasi pada karyawannya. Eli yang memperhatikan apa yang di jelaskan cukup fokus begitu juga karyawan yang lainnya. beberapa menit kemudian semua karyawan membubarkan diri setelah selesai menjelaskan. Eli yang sedang merapikan leptop dan berkas beranjak berdiri membawa leptop dan berkas melangkah jalan keluar.
Sesampainya di meja kerja leptop yang ia bawa diletakkan di atas meja duduk di kursi
"nih... ". Tiba-tiba saja Tera muncul sambil meletakkan beberapa berkas di samping meja depan eli.
Eli yang melihat berkas begitu banyak hanya melongo terdiam.
" Ini serius... sebanyak ini?? ".
" Iya"..
"Apa kurang banyak... ada lagi??". Senyum kekeh bercanda
" Kalau mau... aku ambil sekarang"
"Ettt.... jangan dong... nanti aku tidak dapat pulang ke rumah... yang ada tidur di sini dong... aku kan takut kalau sendirian". Senyum lebar
" Kalau kamu tahu itu... kenapa masih bertanya!? ".
" Iya.. tahu.. cuman bercanda.. kenapa harus serius amat".
"Ya sudah kerja itu". Tera pun melangkah jalan pergi.
" Huffttt " Eli hanya menghela nafas panjang melihat banyaknya berkas yang harus ia kerjakan. "Yang benar saja... tapi tidak apa-apa, aku akan jadi kaya... asyik... " Seketika ekpresi eli berubah senang bahagia dengan berharap mendapatkan uang banyak hasil kerja kerasnya.
Waktu terus berjalan demi waktu, terlihat eli terus berkerja dengan fokus, beberapa karyawan lainnya satu persatu meninggalkan ruangan untuk pulang ke rumah, malam hari tiba seorang pria di belakang eli berjalan keluar meninggalkan ruangan kantor, kini tinggal eli sendiri di ruang kantor dengan komputer yang menyala. Kegelisahan tampak di rasakan eli takut sendirian di kantor ini, apa lagi jam sudah pkl 21:30 malam membuat dirinya mulai panik, hanya tinggal sedikit lagi perkerjaannya akan selesai, jari-jari tangan terus bergenre tanpa henti untuk mengetik di layar dengan beberapa baris paragraf, Mata mulai perih terus melihat layar di tambah dengan mengantuk.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊