NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di usir

Dua hari berlalu. Dan, selama itu juga Fio tak melihat Gio lagi. Namun, kata – katanya yang ingin menikahinya masih terngiang. Hal itu membuat Fio susah tidur. Beruntung, dua hari ini dia libur.

Rencananya, pagi ini Fio ingin ke panti. Tapi sayang, dia malah bangun siang.

“Ck, ini tidak benar!” umpatnya sembari mengacak – acak rambutnya sendiri.

Sebelumnya, dia tidak pernah merasa begini. Fio selalu bisa menata hati. Menahan keinginan dan tidak brutal saat ada orang yang menyenggolnya. Fio tahu diri. Ia juga bisa menahan emosi, termasuk menahan rasa di hati.

“Hei, jl4l4ng! Keluar lu!”

“Enak ya, bangun siang di rumah orang!”

Teriakan itu terdengar sampai dalam kamar Fio. Dia bergegas bangkit dari ranjang dan berlari keluar. Paman Arif sedang tak ada di rumah. Kemarin, dia pamit ke Kalimantan untuk urusan dokumen tambang. Dia pergi sendirian, tidak bersama Gala. Dan Paman Arif meyakinkan Fio untuk datang tepat waktu saat pernikahan.

“Tenang, Non Dara. Jangan masuk!” Pak Budi menahan perempuan itu. Tapi, Bukan Dara namanya kalau bisa dinasehati.

“Lepas Pak,” ucap Fio saat sudah berada di bawah. Ia menatap Dara. “Paman sedang tidak ada di rumah.”

“Gue tahu. Justru karena Papa sedang tidak di rumah. Makanya, gue ke sini.”

Fio melipat kedua tangannya di dada. “Mau ngusir saya lagi?”

“Iya lah. Mau ngapain lagi emangnya gue ke sini kalau bukan untuk itu. Lagian, lu muka tembok banget sih. Udah berapa kalu di usir, masih aja tinggal di sini. Udah dua puluh tahun, Fio. Dua puluh tahun lu nikmatin kekayaan Bokap gue. Seharusnya, gue yang disayang Papa bukan lu. Gue yang anak kandung Papa. Sedangkan, lu Cuma ponakan.”

Fio menerima kemarahan Dara. Sejak dulu, selalu begitu. Fio hanya diam saat Dara marah – marah. Tapi, jika Dara sudah main tangan baru Fio bertindak. Namun, tidak untuk membalasnya melainkan menghindar saja.

“Aku sudah beberapa kali pergi dari rumah ini, tapi Paman sendiri yang memintaku untuk tinggal lagi di sini.”

“Ya karena lu p3lacur. Gue yakin, Bokap gue kena pelet. Atau tiap malam lu ng4ngkang di depan dia. Iya kan?”

“Tutup mulut kamu, Dara!” Aku ikut marah. “Itu tuduhan keji.”

Dara tertawa sinis. “Jaman sekarang, mana ada yang memberi tanpa pamrih. Dan, gue yakin Bokap gue ga sedermawan itu, termasuk sama lu. Lu cuma jadi tameng dia buat dapetin apa yang dia mau.”

Kalau itu, Fio tahu. Saat ini pun sudah terjadi. Arif tidak peduli perasaannya terhadap Gala. Arfi juga menutup mata jika Gala memiliki s3x menyimpang dan meniduri banyak wanita diluaran sana, tapi dia tetap meminta Fio untuk segera menggelar pernikahan.

“Dara!”

Seseorang memanggilnya dari belakang. Perempuan yang sama angkuhnya dengan Dara karena dia adalah ibunya, mantan istri Paman Arif yang diceraikan tepat setelah Fio masuk rumah sakit karena patah tulang akibat dibuang olehnya ke sumur yang cukup dalam. Ketika itu, Fio baru sebulan tinggal bersama Arif paska tragedi yang terjadi pada orang tuanya.

“Cepat, bereskan barang – barangmu. Sekarang, rumah ini milikku!” ucapnya sombong.

Fio mengernyit. “Tunggu! Apa Paman Arif tahu tentang ini?”

Fio menatap Pak Budi. Pak Budi menggeleng. “Saya tidak tahu, Non.”

“Saya harus telepon Paman Arif dulu.” Fio mengambil ponselnya dan hendak men dial nomor Arif, tapi tiba – tiba Dara merebut benda itu.

“Gue dan Mama yang berha atas rumah ini. Gue anaknya dan Mama istrinya. Ga perlu tanya Papa lagi.”

“Tapi, ini tidak benar. Saya harus bicara dengan Paman dulu. Berikan ponselnya!”

“Enggak,” jawab Dara dengan wajah menyebalkan.

Sungguh, Emosi Fio benar – benar diuji. Rasanya, dia ingin mengeluarkan kebisaan ilmu bela dirinya untuk dua wanita ini tapi itu tidak mungkin. Fio masih waras dan tak akan membuat suasanya semakin kacau.

“Kembalikan Dara! Itu ponselku,” pintaku lembut.

“Enggak, kalau lu coba – coba telepon Papa. Tapi, gue bakal berikan ponsel ini kalau lu pergi sekarang juga.”

Inhale

Exhale

Fio berusaha menenangkan diri dengan menarik napas pelan dan mengeluarkannya dalam.

“Baik, saya akan pergi. Tapi berikan dulu ponsel saya.”

Lagi – lagi, Dara menggeleng. “Enggak, nanti lu telepon Papa. Sekarang sana, cepat berkemas!”

Fio menatap Pak Budi. Dia tidak punya kendali, apalagi Pak Budi. Ini bukan rumahnya, Arif juga bukan ayahnya. Selama ini, Fio hanya menumpang. Walau, sebelumnya sudah lama Fio pamit untuk mencari tempat kos sendiri. Namun, Arif selalu menolak. Dan, akhirnya ini jalannya.

Fio berkemas. Dia menuruni anak tangga sembari menenteng kopernya. Tampak, Dara dan ibunya duduk bersantai di sofa. Ketika melihat Fio dengan kopernya, dia langsung menyeringai dan memberikan ponsel Fio dengan cara melemparnya.

Hap

Untung saja, Fio tangkas. Dengan cepat, dia menangkap benda itu dan tepat.

“Didikan bokap gue emang ga pernah salah, tapi untuk membiarkan lu berada di rumah ini. Itu salah,” kata Dara lagi. “Dan, sebelum itu terjadi. Gue harus ambil alih.”

“Silakan!” jawab Fio. “Saya tidak pernah tertarik dengan harta Paman.”

Fio keluar. Namun, Pak Budi menahan.

“Non, jangan pergi! Nanti kalau Pak Arif kembali, saya bilang apa?”

“Ya, bilang apa adanya.”

“Tapi, Non …?” Pak Budi tercekat. Dia bingung dan tak tahu ingin mengatakan apa.

Sementara, Fio tetap berjalan keluar, diiringi Dara dan ibunya di belakang untuk memastikan. Fio berjalan menuju mobil. Mobil miliknya yang dia beli dari hasil keringatnya sendiri.

“Eh, enak aja lu mau bawa mobil ini. Ga ada satu barang pun yang lu bawa dari rumah ini.”

“Mobil ini saya beli dari hasil kerja saya sendiri,” balas Fio.

Dara tertawa. “Hasil jerih payah? Jerih payah yang mana? Semuanya dari Bokap gue. Makan lu, sekolah lu. Bahkan, kerjaan lu juga dari Papa. Jadi, mobil ini juga milik kita.”

“Sumpah, Non Dara dzalim sama anak yatim,” bisik Bibi yang berdiri di samping Pak Budi.

Dara menoleh dan kembali memerintah. “Bi, buka kopernya! Periksa, siapa tau ada barang berharga yang dia bawa.”

Untuk ini, Fio emosi. Dia menarik kopernya sendiri dan membukanya. “Lihat! Tidak ada yang saya bawa kecuali pakaian yang saya beli sendiri. Pu4s!”

Dara tertawa.

Fio menutup kopernya lagi dan menariknya. Dia pamit pada Pak Budi dan Bibi, lalu pergi. Yang penting, ponselnya sudah di tangan. Banyak hal – hal penting di sana termasuk kontak … Gio.

Entah mengapa, justru yang terlintas di kepala Fio malah Gio. Bukan, Gala yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.

Fio menatap ponselnya. Dia melihat nomor dan nama Gio yang tertera di layarnya. Nomor dan nama yang diketik sendiri oleh si empunya nama.

1
Rosa Lia
sukurin luh gala edan
~Hartwyn_Dee~
akhirnya semua terbongkar siapa kamu Manggala 🤭🤪🤪 sok meremehkan Fio apa lagi sekarang suami Fio mantan Mafia yg udah tobat..._sangat mudah buat membongkar aib..mu
~Hartwyn_Dee~
semua ngga ada yg gratis Fio,,udah mending km sambut suami bucin .mu dengan baik 🤣🤭
~Hartwyn_Dee~
hahahaa ternyata dugaan..mu salah Fio,, Gio mengingatkan supaya kamu ngga lupa 🤭🤣
ryuka
mampus kamu gala udah ga bisa berkutik kamu 🤭🤭
Siti Kamsiah
akhirnya yg di tunggu tunggu up juga terimakasih kak Elis 😘😘💪💪
~Hartwyn_Dee~
ngga perlu di ganti Fio cukup km jadi istri gio dan menerima cintanya 🤣🤪
NUR..8537
sabar ya fio..blum saat..nya km kenalan sm si kutilang gio 🤭🤭 good job kak elis 👍 makasih unt up..nya🙏 tetap semangat dan sehat slalu kak 💪😘🫶
NUR..8537
haduh..dasar si gio mafia Bucin..ada sj ulah..nya yg bikin istri..mu kelabakan..🤭🤭
Lestari melia Melia
puas rasakan manggala
Nurul Hidayati
ya iya gala kamu lebih dari virus rabies 🤣🤣 waaaoh kejutan atau hadiah pernikahan dari gio untuk fio berupa aib gala yang di bongkar 👍👍👍
Nurul Hidayati
fio sok sok an nolak pesona gio padahal dalam hati ngarep 🤣🤣
Dien Elvina
waw serangan yg sangat telak mampus kamu Gala ..makanya jangan maen² sama Fio apalagi skrng dia punya suami mantan mafia sdh pasti begitu mudah membuka semua aib mu ..n Fio harus membalas kebaikan suami nya dgn sesuatu yg pastinya membuat Gio bahagia 😂
NUR..8537
ayo fio laksanakan tugas..mu🤭dosa Lo nolak dan gak melayani suami🤭🤭
NUR..8537
boom.. akhirnya terbongkar jg siapa seorang gala🤭🤭 good job kak elis 👍 makasih unt up..nya🙏😘🫶
~Hartwyn_Dee~
🤣🤣🤣🤣 liat apa Fio
Neni Suryani
kutilangnya sebesar apa tuh Fio 🤣🤣🤣🤣
May .Nst
mampus kamu gala😁😁😁. untuk fio siap siap untuk nanti mlam ya... eeeehhh maksudnya besok malam. gio mau minta di pijit plus plus.... 🤣🤣
Bu Yudi Wahono
fio are you ready🤣
Bu Yudi Wahono
kak elis kok belum nambah bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!