NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: tamat
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 BAYANG-BAYANG YANG SEMAKIN MEMUDAR

🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄

🗓️🗓️🗓️🗓️🗓️🗓️🗓️

Waktu terus berlalu tanpa terasa.

​Sore itu, langit di ufuk barat melukiskan semburat jingga keemasan yang begitu memanjakan mata.

Zaki duduk bersandar di kursi kayu teras rumahnya, memandangi matahari yang perlahan turun ke peraduan di balik bukit.

Segelas teh tubruk panas yang mengepulkan asap tipis menemaninya, menyebarkan aroma teh dan melati yang menenangkan.

​Ini adalah minggu kedelapan (2 bulan) sejak keputusannya untuk menetap di desa dan melepaskan ikatan gaibnya dengan Sekar Mayang.

​Tubuh Zaki terasa sedikit lelah setelah seharian membantu Pak Doyo memupuk kebun kopi milik Zaki, namun lelah itu adalah lelah fisik yang justru membuatnya merasa sangat hidup.

Ia meregangkan kedua tangannya, menghirup udara sore sedalam mungkin, dan membiarkan ketenangan meresap hingga ke rongga dadanya yang paling dalam.

​Di tengah keheningan sore itu, tanpa sengaja, memori Zaki terlempar mundur ke masa-masa sebelum ia menginjakkan kaki di desa ini.

Tepatnya...

Pada sebuah perjalanan panjang di atas Kereta Api Brantas yang membawanya dari ibu kota Jakarta menuju ke tempat asalnya di Jawa Timur ini.

​Zaki memejamkan matanya, mencoba menggali kembali ingatan tentang seorang perempuan yang saat itu duduk di depannya.

Perempuan yang sempat berbagi tawa, ketakutan, dan bahkan sebungkus biskuit dengannya. Perempuan yang diramalkan oleh Sekar Mayang sebagai takdir masa depannya, tepat perempuan itu menginjak usia 31 tahun nanti.

Iya...

Perempuan itu adalah ​Nisa Purnamasari.

​Zaki berusaha memunculkan siluet wajah perempuan itu di pelupuk matanya. Ia mencoba mengingat bentuk hidungnya, lengkung senyumnya, hingga nada suaranya saat mereka berbincang di tengah malam yang mencekam di gerbong kereta.

​Namun, sesuatu yang sangat ganjil—sekaligus membebaskan—terjadi.

​Wajah Nisa di dalam kepalanya terasa buram. Kabur.

Semakin keras Zaki mencoba memfokuskan ingatannya pada Nisa, semakin pudar pula bayangan perempuan itu.

Suaranya yang dulu sempat terngiang, kini terdengar bagaikan kaset rusak yang tak bisa lagi diputar.

​Zaki membuka matanya perlahan.

Dadanya tak berdesir sedikit pun saat nama Nisa terlintas di pikirannya.

Tak ada kerinduan.

Tak ada rasa penasaran tentang bagaimana kabar perempuan itu sekarang di pondok pesantren Ustadz Furqon.

Hatinya benar-benar kosong dari nama Nisa, sedatar permukaan air telaga yang tak tertiup angin.

​Kesadaran itu menghantam batin Zaki dengan sebuah pencerahan yang luar biasa besar.

​Selama ini, ketertarikannya pada Nisa, rasa pedulinya yang berlebih, dan perasaan terikat yang selalu muncul setiap kali memikirkan perempuan itu... ternyata bukanlah murni berasal dari naluri manusiawinya.

​Zaki sekarang merasa bahwa semua itu adalah ilusi dari benang merah secara gaib.

​Kehadiran Sekar Mayang di dalam batinnya, yang terus-menerus merespons energi dari Dayang Putri (perewangan Nisa), telah menciptakan sebuah resonansi mistis.

Resonansi itulah yang memanipulasi batin Zaki, seolah-olah ia memiliki ikatan takdir yang tak bisa diputus dengan Nisa.

Hawa berat, telepati tanpa suara, dan rasa "harus melindungi" yang dulu ia rasakan, murni adalah efek samping dari dua entitas lelembut besar yang saling berinteraksi melalui inang manusia mereka.

​Kini, setelah Sekar Mayang tak lagi mendiami ruang batinnya, setelah sumpah perlindungan itu diputus secara mutlak di sepertiga malam waktu itu... benang merah telepati itu pun ikut terputus.

Putus tanpa sisa.

​Tanpa campur tangan gaib, Zaki menyadari bahwa hatinya sebagai seorang laki-laki biasa sama sekali tidak mendambakan Nisa.

Ia menghormati Nisa sebagai teman seperjalanan, ia bersimpati pada masa lalu Nisa, namun ia tidak mencintainya.

Takdir masa depan yang pernah diucapkan oleh Sekar Mayang dahulu kini kehilangan kekuatannya, runtuh tak berbekas begitu Zaki merebut kembali hak prerogatifnya sebagai seorang manusia merdeka.

​Zaki tersenyum lebar. Sangat lebar hingga matanya menyipit.

​Rasa lega yang tak terlukiskan dengan kata-kata membanjiri seluruh aliran darahnya. Ia merasa seperti seorang tawanan yang baru saja berhasil melepaskan borgol terakhir di pergelangan tangannya.

Ia merasa sudah bebas.

Benar-benar bebas dari bayang-bayang masa lalu, bebas dari belenggu dunia astral, dan bebas menentukan siapa yang benar-benar ingin ia cintai.

​Pandangan Zaki lalu beralih ke jalan setapak di depan rumahnya. Ingatannya tak lagi mundur ke belakang, melainkan menatap lurus ke depan.

​Alih-alih wajah Nisa, yang kini tergambar dengan sangat jelas dan jernih di pelupuk matanya adalah wajah seorang gadis desa dengan senyuman malu-malunya di bawah gubuk bambu.

Gadis yang mengenakan kebaya pudar namun memancarkan kecantikan natural yang tak tertandingi. Gadis yang menyodorkan secangkir kopi hitam di tengah badai hujan tempo hari, sambil menundukkan pandangannya dengan rona merah yang memabukkan.

Perempuan itulah ​Dek Wiwi.

​Hanya dengan mengingat namanya saja, jantung Zaki langsung berdetak dengan ritme yang memompa darah lebih cepat.

Ada kehangatan yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tidak ada rasa takut, tidak ada beban gaib, murni hanya gejolak asmara seorang pemuda yang sedang jatuh cinta.

​"Maafkan aku, Nisa... Maaf aku tidak pernah benar-benar mencintaimu..." gumam Zaki pelan pada angin sore.

"Semoga perlindungan Sekar Mayang dan Dayang Putri cukup untuk menjaga hidupmu. Karena mulai sekarang, hatiku sudah menemukan rumahnya sendiri." gumamnya lagi.

​Zaki mengangkat gelas tehnya, menyesapnya dengan perasaan paling damai yang pernah ia miliki seumur hidupnya.

Bayang-bayang masa lalunya telah memudar, terhapus bersih oleh lembaran baru yang siap ia tulis dengan tinta kesederhanaan.

Dan juga dengan tinta rasa cinta di hatinya.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat kak, otewe Tirakat selanjutnya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Alhamdulillah bisa baca on gong sampe tamat Tirakat 6 ini...

Salut sama Nisa pertama... luar biasa amanah nya patut diacungi jempol mendidik 2 anak gadis dengan kekurangan dan kelebihan masing masing sampe sesukses itu.

Salut juga sama Zaky
Kudu bertaruh nyawa dulu bwt mendapatkan kebahagiaan sejati nya.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Kek nya anak laki-laki itu next Tirakat wkwkwk
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Yuli juga bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, jadi bisa penebusan dosa juga. klo misal matii nggak ada kesempatan tobat
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat zaky semoga setelah menuhi janji ke yuli, pengakuan dosa di makam wiwi dan ortunya, trauma masa lalu kmu bisa hilang ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cemburu ke masa lalu apalagi orang nya udah nggak ada itu percuma ya niss, buang waktu, pasti kalah yg hidup ...
jadi ya gimana lagi? legowo saja zaky dulu punya almarhumah dek wiwi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Akhirnya... yuli memaafkan juga kepengecutan zaky. mudah ya padahal tapi kudu sesatt dulu
falea sezi
🤣🤣 masih aja belomm move on sama wiwi gadis sok poloss🤣🤣🤣 makanya jangan ngeyel pake nikahin wiwi gadis. lemah
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya ya, Kak...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astaga... lagi lagi nanggung....

Zaky lgi dipermainkan mental nya sama yuli, diingat ingat dosa masa lalu nya. yuli udah mati kok msh nyebelin ya wkwkwk nggak kasian lgi dehh
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
kebiasaan nanggung.

tapi patut diacungi jempol ki sukmo berjuang mempertahankan eksistensi nya sebagai dukunsaktii pesisir utara sampe titik darah penghabisan wkwkwk .

tapi tetep kasian sama yuli, dia yg sangat paling merugi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ : wkwkwk udah berasa nkri harga matii
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Kasian sama yuli
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Taha 69
falea sezi
berasa liat film horor🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Hehehe... Maaf ya Kak Falea, kalau adegannya agak kurang detail atau malah agak lebay... 🤭🤭🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
lahh nanggung ya...

mantap zaki Tirakat nya nggak sia sia, puasa apa ya ngableng? nggak pake ajian atw rapal mantap bwt ngelawan ki sukmo hanya dengan nur tauhid+kalamullah.

next
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
biar emosi juga tetep ya manggil Yuli Mbak, ini brarti msh ada rasa hormat ke kaka ipar. biasanya klo orang emosi ya manggil orang nama saja.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak berasa tetiba habis. next kak

next babb keknya klo mereka ketemu ki sukmo trs yuli trs zaky bnyk kosakata umpatan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
ishhhh vulgarrrr lahh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astagfirullah 50 psk? seusia ibuku? ada sih, dandanan nya menor gitu nutupi kerutan tapi yg aku tau katanya yg udah sepuh gitu cuma bwt nemenin minum wkwkwk
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ya namanya juga dunia gelap... 😰😰😰
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Wahh iya Tirakat zaky nggak sia sia, dari darah dendam, bisa melacak keberadaan yuli dan dukun nya.

tapi awas zaky jngn terburu buru, yuli juga dukun nya nggak kaleng kaleng
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nahh gitu itu namanya kmu punya persiapan Zakk... klo tetiba cuma pke apa itu nggak ketemu, untung ada feeling hubungi pakde mardi klo nggak bisa hbs waktu kmu keliling cirebon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!