NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Badai yang Mengintai

Sorak-sorai dari barisan murid pelayan membumbung tinggi, memecah keheningan mencekam yang sempat menyelimuti arena utama. Ah Gou langsung berlari ke pinggir panggung, melambaikan tangannya dengan air mata yang berlinang gembira. Bagi mereka, kemenangan Xiao Lin bukan sekadar angka di papan turnamen—itu adalah pembuktian bahwa lumpur di bawah kaki sekte pun bisa menampar balik para genius yang angkuh.

Namun, di tengah gemuruh itu, Xiao Lin berdiri dengan tubuh gemetar. Rasa pening yang luar biasa menghantam kepalanya, membuat pandangannya berputar sejenak.

"Ugh..." Xiao Lin memegangi pelipisnya, perlahan melangkah turun dari panggung batu dengan langkah yang agak goyah.

"Xiao Lin! Kau luar biasa!" Ah Gou langsung memapah tubuh sahabatnya itu begitu Xiao Lin turun. "Kau benar-benar mengalahkan Lu Feng! Dan gerakan terakhirmu tadi... bagaimana kau bisa menangkap pedangnya lalu menghempaskannya seperti itu? Itu sangat cepat!"

Xiao Lin menatap Ah Gou dengan pandangan bingung dan mata yang jernih. "Ah Gou... aku... aku benar-benar tidak tahu. Begitu pedang Lu Feng hampir mengenaiku, kepalaku mendadak kosong. Saat aku sadar, Lu Feng sudah terkapar di sana."

Mendengar itu, senyum di wajah Ah Gou perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi serius. Dia teringat kembali kejadian di lapangan pelayan tempo hari. Pola ini terlalu mirip. Setiap kali Xiao Lin disudutkan hingga batas kematian, dia akan "pingsan" dan mendadak mengeluarkan kekuatan iblis yang mengerikan.

"Sudahlah, jangan dipikirkan dulu," bisik Ah Gou pelan, merangkul bahu Xiao Lin dan membawanya ke sudut area istirahat yang sepi. "Yang penting kau lolos ke babak berikutnya. Sekarang, istirahatlah dan pulihkan energimu."

Sementara Xiao Lin mencoba menenangkan kepalanya yang berdenyut, di bagian tribun penonton kelas atas, atmosfer terasa sangat dingin hingga bisa membekukan air.

Wang Chen berdiri kaku di tempatnya. Sepasang matanya menatap tajam ke arah sudut sepi tempat Xiao Lin duduk. Buku-buku jari tangan kanannya yang mencengkeram pembatas kayu hingga terdengar suara berderit halus.

"Gerakan mengorok leher..." desis Wang Chen dengan suara rendah yang sarat akan kemarahan murni. "Pelayan rendahan itu... dia sengaja menantangku di depan semua orang!"

Sebagai salah satu murid luar terkuat yang diprediksi akan langsung masuk ke jajaran murid dalam, Wang Chen tidak pernah merasa begitu terhina. Provokasi terang-terangan dari seorang murid pelayan di hadapan ribuan pasang mata dan para penatua adalah tamparan keras bagi harga diri Keluarga Wang.

"Chen'er, tenangkan dirimu."

Sebuah suara berwibawa terdengar dari belakang Wang Chen. Seorang pria paruh baya mengenakan jubah mewah berwarna merah marun berjalan mendekat. Dia adalah Penatua Wang, paman dari Wang Chen sekaligus salah satu penatua yang bertanggung jawab atas urusan halaman luar sekte.

"Paman," Wang Chen membungkuk hormat, namun amarah di matanya tidak bisa disembunyikan. "Pelayan bermarga Xiao itu... dia jelas-jelas menyembunyikan kekuatannya. Cara dia bergerak menangkis serangan Lu Feng tadi sama sekali tidak terlihat seperti teknik dasar sekte."

Penatua Wang menyipitkan matanya yang keriput, menatap Xiao Lin di kejauhan. "Memang ada yang aneh dengan bocah itu. Fluktuasi energinya hanya berada di Qi Gathering tingkat 2, tetapi kekuatan fisik dan refleks tubuhnya sempat melonjak secara drastis dalam satu detik sebelum dia mengakhiri pertarungan. Kemungkinan besar..."

Penatua Wang menjeda kalimatnya, lalu berbisik dingin, "...dia menggunakan semacam teknik terlarang yang membakar darah atau menggunakan pil obat pengubah potensi sesaat."

Mendengar analisis pamannya, Wang Chen tersenyum kejam. "Teknik terlarang? Jika benar begitu, maka tubuhnya pasti akan mengalami serangan balik yang parah setelah ini. Fondasi kultivasinya akan hancur."

"Meskipun begitu, kau tidak boleh meremehkannya di babak final nanti," lanjut Penatua Wang sambil menyerahkan sebuah botol giok kecil berwarna hijau tua dari balik jubahnya ke tangan Wang Chen. "Ini adalah Pil Penguat Qi peringkat 2 kualitas tinggi. Minum ini sebelum kau naik ke panggung final. Ini akan memastikan kekuatanmu berada di puncak Qi Gathering tingkat 4, bahkan mendekati tingkat 5."

Wang Chen menerima botol giok itu dengan mata berbinar kejam. "Terima kasih, Paman. Di babak final nanti, aku akan memastikan seluruh sekte melihat bagaimana aku menguliti anjing pelayan ini hidup-hidup di atas panggung."

Waktu berjalan dengan cepat. Babak penyisihan demi babak penyisihan terus berlanjut hingga matahari mulai condong ke ufuk barat, memancarkan warna merah jingga yang membakar langit.

Dari ratusan peserta, kini hanya tersisa dua orang yang berhasil menyapu bersih semua lawan mereka dan berdiri di puncak klasemen.

Gong raksasa kembali bergaung, kali ini dengan suara yang jauh lebih berat dan lambat, menandakan pertarungan pamungkas yang paling ditunggu-tunggu telah tiba.

Diaken pengawas melangkah ke tengah arena utama yang kini telah digabungkan menjadi satu panggung batu raksasa.

"Babak Final Seleksi Besar Murid Dalam! Perwakilan murid luar, Wang Chen, melawan perwakilan murid pelayan, Xiao Lin! Kedua peserta, harap naik ke atas panggung!"

Gemuruh sorak-sorai penonton pecah, mengguncang seluruh Gunung Pedang Surgawi. Ini adalah pertarungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sekte—seorang murid luar elit melawan seorang pelayan rendahan di babak final.

Xiao Lin berdiri dari tempat duduknya. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan danau energi di Dantiannya yang kini telah kembali tenang dan penuh. Pedang kayu tuanya yang penuh takikan retak sengaja dia tinggalkan; sebagai gantinya, dia membawa pedang besi standar yang dipinjamkan oleh diaken panggung.

"Xiao Lin..." Ah Gou memegang ujung jubah Xiao Lin, matanya dipenuhi kecemasan yang mendalam. "Wang Chen berada di tingkat 4 puncak. Dia jauh lebih kuat dan kejam dari Lu Feng. Jika kau merasa tidak kuat... menyerahlah. Nyawamu lebih penting dari status murid dalam."

Xiao Lin menatap sahabatnya, lalu tersenyum tulus—senyuman polos khas dirinya yang selalu hangat.

"Aku tahu, Ah Gou. Tapi aku sudah melangkah sejauh ini," ucap Xiao Lin mantap. "Aku ingin membuktikan bahwa kita juga berhak memilih jalan hidup kita sendiri."

Dengan langkah tegap, pemuda berpakaian abu-abu kasar itu mulai berjalan mendaki tangga panggung batu, bersiap menghadapi badai terbesar dalam hidupnya.

Bagaimanakah jalannya pertarungan final yang menentukan nasib Xiao Lin? Apakah dia sanggup menahan gempuran Wang Chen yang disokong oleh pil obat peringkat 2, ataukah jiwa kejam di dalam dirinya akan bangkit sepenuhnya dan melakukan hal yang tidak terduga di hadapan para penatua sekte?

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Thor lanjut
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!