NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:498
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 Mencoba

" Bismillah " Doa Arumi tangan nya bergerak membuka pintu berkualitas itu, ia menatap sekitar unit apartemen nya tidak ada satupun orang yang lewat seperti di lantai paling bawah.

Tekadnya bulat untuk mencari peruntungan di salah satu tempat, walaupun ia hanya lulusan taman kanak-kanak ia berharap akan ada yang menerimanya. Kakinya menampaki jalanan ibu kota dengan tangguh

Arumi mencari peruntungan ke kedai-kedai makan, ia menawari untuk menjadi tukang cuci piring apalah yang diharapkan orang-orang untuk manusia rendahan yang Sekolah Dasar pun tidak lulus.

" Sehari Tiga puluh ribu neng, ibu bisa gajinya " Kata Ibu penjual nasi timbel menatap sinis Arumi gadis desa tersebut

" Tidak apa-apa bu, tapi saya bisanya dari pukul enam pagi sampai setengah empat sore bagaimana? " Sahut Arumi

" Ya tidak apa-apa, kalau begitu eneng bisa hari ini juga kerja " Kata Ibu penjual nadi timbel membuat Arumi tersenyum bahagia

" Terimakasih yaAllah, terimakasih bu saya berjanji akan berusaha sebaik mungkin " Ucap Arumi dengan nada yakin

" Saya ngga butuh omongan! , saya butuh kerja kamu sana ke dapur cuci sana piring-piring saya awas kalau ada yang pecah!. " Tekan Ibu penjual tersebut ia melototkan matanya ke Arumi seolah ingin menguliti gadis itu Hidup-hidup.

" Baik Bu " Arumi menganggukkan kepalanya

***

" Ini ya cuci yang bersih! " Kata salah satu pelayan di warung tersebut bertugas sebagai pengantar makanan ke meja - meja,

" Ya mbak " Arumi membersihkan setiap noda yang ada di piring hingga berkilau wajah sang nenek yang tersenyum bahagia. Muncul di benak nya ia tersenyum getir melihatnya

" Nek doakan Rumi ya agar kuat " Gumam Arumi dengan semangat tangannya berkerja dengan baik, ia tidak ingin membuat masalah di hari pertama dirinya berkerja walaupun begitu banyak cucian kotor dan tidak sebanding dengan gajinya namun ia harus mensyukuri saja.

Saat pukul setengah empat sore, Arumi menghela napas lega sungguh hari yang berat ia sadar akan memulai hari-hari yang padat habis itu. Selepas mengambil gaji Arumi pergi mencari peruntungan di pasar - pasar ia harap ada yang ingin menerimanya untuk menambah pendapat nya,

" Bisa tapi kerja nya ya gini angkat-angkat sembako neng ke mobil-mobil pengangkut nantinya, apakah neng nya bisa? " Tanya penjual kelontong itu ramah berbanding terbalik dengan penjual nasi timbel

" InsyaAllah bisa ko, saya akan mencoba " Sahut Arumi dengan semangat

" Tapi kalau ngga bisa jangan di paksa ya! Soalnya kerjanya sampe malam " Jelas koko-koko penjual kelontong tersebut

" Saya bisa sehabis saya kerja di nasi timbel saya kesini ko, InsyaAllah saya bisa mengangkut-ngangkut ini semua " Sahut Arumi dengan tekad yang membara

" Yaudah tapi saya bisanya gaji kamu, dua ratus ribu perhari belum termasuk satu kali makan dan transportasi kalau ada tip dari pelanggan untuk kamu " Kata koko tersebut membuat bibir Arumi tertarik

" Terimakasih banyak ko, saya akan berusaha tidak mengecewakan anda " Cakap Arumi ia begitu sangat bersyukur di Terima oleh koko tersebut.

" Yaudah kalau begitu kerja sana, kalau ngga sanggup bilang aja " Kata koko tersebut sembari berlalu masuk ke toko sembako nya. Arumi mengangguk hormat

" Kamu angkut ini aja neng " Celetuk seorang lelaki berbadan kekar yang sedang menyusun beberapa karung beras di bahunya.

" Yang ini? " Tunjuk Arumi dengan tangan nya lelaki itu menganggukkan kepalanya,

" Ya ayo antar ke mobil itu, " Arumi mengangkat kardus berisi jajanan anak-anak yang lumayan berat ia yakin pasti pembelinya adalah pengusaha jajanan.

Tidak terasa hari semakin larut Arumi memijat lehernya yang terasa kaku karena menggotong beberapa kardus dan beras tadi, sebuah air mineral dingin terulur ke arahnya ia mendongak kan kepalanya menatap lelaki paruh baya yang membantunya tadi.

" Minum neng " Arumi menganggukkan kepalanya sopan " Terimakasih pak "

" Sama-sama " Lelaki paruh baya itu duduk di bangku panjang samping Arumi

" Dari sekian banyak nya perkerjaan, mengapa neng memilih perkerjaan ini?. Berat neng " Kata lelaki berusia empat puluh lima tahun itu menatap heran Arumi.

" Saya hanya lulusan taman kanak-kanak pak, ijazah sekolah dasar saja masih jadi tunggakan " Sahut Arumi dengan nada getir

" Neng merantau disini? " Tanya bapak itu

" Ya pak"

1
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!