NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:215k
Nilai: 4.9
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal Sedikit Lagi

Pertanyaan Jessica hanya memiliki satu jawaban bagi Banyu. Ia mengangguk tanpa ragu, "Mau, tentu saja aku mau lihat!"

Ekspresi penuh gairah Banyu sangat memuaskan Jessica. Gadis itu tersenyum menggoda, perlahan meliukkan pinggang rampingnya, dan mulai menari dengan ritme pelan namun sukses membuat darah Banyu mendidih. Mengikuti irama tak kasat mata, kedua tangan Jessica membelai lembut lekuk tubuhnya yang sensual. Belaian itu membuat kerongkongan Banyu seketika kering, dan napasnya mulai memburu.

Ujung jari Jessica meluncur dari punggung ke pinggangnya, berhenti sejenak, lalu dengan satu tarikan mulus ia menurunkan resleting gaun pendeknya. Ia menggoyangkan tubuhnya dengan gemulai, membiarkan bahu seputih saljunya terekspos perlahan dari kerah gaun. Tarian Jessica tidak berhenti. Pinggulnya yang sintal terus bergoyang, hingga gaun itu melorot jatuh ke pinggangnya yang ramping.

Sepasang mata biru samudra gadis Amerika itu menatap Banyu lekat-lekat. Kedua tangannya meremas ujung gaun, lalu dengan gerakan santai ia meliukkan bokongnya, hingga gaun yang tadinya memeluk ketat bokongnya itu kini melorot ke paha. Kemudian, Jessica merapatkan kedua kakinya. Gaun merah menyala itu akhirnya merosot mulus menyusuri kaki jenjangnya dan jatuh menumpuk di lantai.

Kini, Jessica hanya berbalut setelan pakaian dalam berenda warna hitam. Ia berdiri dengan penuh percaya diri di hadapan Banyu, tanpa sungkan memamerkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Dengan nada yang luar biasa menggoda, ia berbisik, "Pakaian dalam ini... bagus tidak?"

Banyu diam-diam menelan ludah dengan susah payah, lalu menjawab dengan sangat serius, "Terlalu jauh, mataku kurang jelas melihatnya!"

"Hehe, kau ini memang pria nakal!" Jessica tersenyum penuh provokasi, lalu melangkah perlahan mendekati Banyu.

Kini, jarak mereka hanya tersisa satu langkah. Banyu hanya perlu mencondongkan tubuhnya sedikit saja, dan wajahnya akan langsung menempel di perut rata nan kencang milik gadis Amerika itu.

Namun, Jessica sepertinya merasa jarak itu belum cukup untuk memuaskan mata Banyu. Dengan satu dorongan lembut dari tangannya, Banyu langsung terpelanting telentang ke atas kasur. Jessica langsung merangkak naik ke atas ranjang. Dengan posisi bertumpu pada kedua tangan dan lututnya, ia menatap Banyu dari atas dan berbisik, "Kalau begini... sudah jelas belum?"

Belahan dada Jessica yang ranum kini hanya berjarak beberapa belas sentimeter dari ujung hidung Banyu. Jika Banyu mengangkat kepalanya sedikit saja, ia bisa langsung mencium gundukan yang hanya tertutup balutan renda tipis itu.

Pada detik itu, jantung Banyu berdegup kencang bagai tabuhan genderang perang. Ia merutuk dalam hati, "Negara kapitalis ini memang penuh bahaya! Sepertinya keperjakaanku tidak akan selamat malam ini! Nanti aku harus pasrah saja, atau langsung balas menyerang balik ya? Hmm, mending pasrah dulu di awal, baru aku ganyang balik sampai habis!"

Segala macam pikiran mesum nan absurd itu berkelebat di benak Banyu. Ia segera memusatkan kembali fokusnya pada wanita cantik di hadapannya, lalu berkata dengan nada sok puitis, "Tiba-tiba aku menyadari satu hal. Ternyata, pakaian apa pun yang melekat di tubuhmu selalu terlihat indah. Jadi... kau wajib melepaskan pakaian dalammu ini sekarang juga, supaya aku bisa memberikan penilaian yang lebih objektif!"

"Dasar mulut buaya!" Jessica tertawa manja. "Tapi... aku suka mendengarnya! Baiklah, akan kulepas semuanya supaya matamu puas!"

Gadis Amerika ini pada dasarnya memang punya karakter berani dan blak-blakan. Setelah mendapat petuah dari Chef Gordon siang tadi, ia langsung meluncur ke kota khusus untuk membeli lingerie seksi ini. Tekadnya sudah bulat: ia tak akan melepaskan Banyu! Karena sudah mantap, Jessica tidak ragu sedikit pun. Ia melepaskan satu tangannya untuk meraih kait bra di punggungnya.

Banyu tentu saja sudah sadar betul arah permainan ini. Ia menunggu dengan antisipasi yang meledak-ledak. Namun, tepat di momen yang paling krusial tersebut... dering ponsel Banyu tiba-tiba memecah keheningan, menghancurkan suasana romantis seketika!

Suara dering itu membuat gerakan Jessica terhenti sesaat, namun ia segera mengabaikannya dan kembali mencondongkan tubuhnya ke arah Banyu. Banyu pun membulatkan tekad untuk pura-pura tuli, siap mengerahkan jiwa raganya untuk momen 'pertama'-nya ini.

Jessica telah berhasil melepas kaitan branya. Tali hitam tipis di bahunya mulai merosot turun. Saat itu, Banyu hanya perlu menariknya sedikit saja, dan benteng pertahanan terakhir di bagian atas tubuh Jessica akan runtuh sepenuhnya.

Sialnya, ponsel itu terus berdering tanpa henti layaknya orang kesetanan. Jelas sekali bahwa si penelepon tidak akan menyerah sebelum panggilannya diangkat. Karena suasana hatinya sudah telanjur rusak oleh kegaduhan itu, pertahanan Banyu akhirnya jebol. "Aku... angkat telepon dulu, ya," keluhnya pasrah.

Sebenarnya, konsentrasi Jessica juga sudah porak-poranda gara-gara deringan itu. Ia hanya mengangguk pelan tanpa berkata-kata.

Banyu pun membalikkan badannya untuk meraih ponsel di atas nakas, sementara Jessica buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang setengah telanjang. Meski keduanya masih berada di atas ranjang yang sama, sisa-sisa kabut gairah di kamar itu telah menguap tak berbekas.

Layar ponsel menampilkan deretan nomor tak dikenal, yang membuat mood Banyu semakin anjlok. Namun, mengingat orang ini sudah meneleponnya berkali-kali tanpa menyerah, ia akhirnya menekan tombol hijau dan membentak dengan nada ketus, "Halo?! Cari siapa?!"

Banyu yang baru saja digagalkan saat sedang 'nanggung-nanggungnya' jelas sedang dilanda bad mood parah. Melihat ekspresi wajah Banyu yang frustrasi bak anak kecil yang permennya dirampas, Jessica tak kuasa menahan tawa kecilnya, tak lupa memberikan kedipan nakal pada pemuda itu.

Pria di seberang telepon tampaknya juga terkejut dengan sambutan galak Banyu. Ia terdiam sesaat sebelum bertanya ragu, "Apakah ini benar nomor Banyu? Ini aku, Pak Yapto Liem."

Banyu kaget bukan main menyadari bahwa yang meneleponnya adalah taipan raksasa asal Hong Kong tersebut. Rasa bersalah seketika menyergapnya. Nada suaranya langsung berubah sopan, "Astaga, ternyata Pak Yapto. Maaf, Pak. Ada urusan mendesak apa sampai menelepon berkali-kali?"

Mendengar Banyu masih menyapanya dengan panggilan akrab seperti dulu, Pak Yapto Liem diam-diam mengembuskan napas lega. Ia langsung menyahut dengan nada sangat panik, "Banyu, saudaraku! Ini masalah hidup dan mati! Kumohon, kau harus menolongku kali ini!"

"Pak, pelan-pelan, tarik napas dulu!" Banyu yang menyadari hilangnya ketenangan khas taipan itu buru-buru menenangkannya. "Selama aku masih sanggup, aku pasti akan membantumu!"

Pak Yapto Liem bagaimanapun juga adalah pria yang sudah banyak menelan asam garam kehidupan. Ia segera menguasai dirinya dan menjelaskan dengan cepat. "Begini... istriku baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas. Meski nyawanya selamat, dokter bilang... kandungan istriku kemungkinan besar tidak bisa diselamatkan. Banyu, kumohon, tolong selamatkan anak kami!"

Mendengar penjelasan itu, Banyu akhirnya paham mengapa Pak Yapto sampai histeris seperti itu. Tanpa berbasa-basi lagi, ia bertanya tegas, "Bapak dan Nyonya sekarang ada di mana? Aku akan cari cara terbang ke sana secepat mungkin!"

"Aku dan Ibu Ratna sekarang berada di Rumah Sakit Swasta Santa Maria di wilayah Orange County, Los Angeles," jawab Pak Yapto Liem cemas. "Bisakah kau terbang ke mari dengan penerbangan tercepat malam ini juga?"

"Wah, kebetulan sekali! Saat ini aku juga sedang berada di Amerika, tepatnya di Distrik Wharton, Texas. Aku akan segera berangkat!" seru Banyu sigap.

"Kau sedang di Amerika?! Syukurlah!" Pak Yapto Liem memekik kegirangan dari seberang telepon. "Berikan alamat lengkapmu sekarang! Aku akan segera mengirimkan orang untuk menjemputmu pakai jalur khusus!"

Banyu segera mendiktekan alamat lengkap Peternakan Lilian. Pak Yapto Liem tidak membuang waktu lagi dan langsung mematikan panggilan, jelas bergegas mengerahkan koneksinya untuk mengatur penjemputan darurat.

Setelah rentetan insiden panik ini, urat mesum di otak Banyu sudah terputus total. Mustahil baginya untuk melanjutkan sesi bercinta dengan Jessica sekarang. Ia menatap gadis Amerika yang berbaring di sebelahnya dengan pandangan memelas dan meratap pilu dalam hatinya, "Haaah... sialan! Sayang seribu sayang, tinggal sedikit lagi aku nyetak gol padahal!!"

1
VirgoRaurus 31Smile
iya... terus ada masalah apa antara Empu dg Humey, dan si tulang dewa gimana...
VirgoRaurus 31Smile
kayaknya siluman rubah nih... cuma siluman rubah yg bisa berubah wujud jadi cewek cantik dan mempesona...
VirgoRaurus 31Smile
bukan ras manusia murni... manusia jadi jadian dong, atau mbak Kunti... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu IKN ada di Sulawesi... 🤭
Yuliana Tunru
bahaya bgt kkga liem smoga z segera tubtas jrn ini soal nyawa dan tak kaleng2 pembunuh x ..siska kangennn yaa🤭🤭
VirgoRaurus 31Smile
di banting banting apa di tampar tampar, Thor...? perasaan gak ada yg di banting deh...
VirgoRaurus 31Smile
tadi namanya Dicky, kok sekarang jadi Sandi...
asammanis
waduh kode apaan nih🤣
VirgoRaurus 31Smile
000h ada juga ya... gedung perkantoran tua, di kawasan ring satu pusat pemerintahan IKN...
VirgoRaurus 31Smile
sejak kapan MC punya mobil boks, Thor...
VirgoRaurus 31Smile
kalau Kalimantan dan sekitarnya, apakah bukan wilayah Indonesia tengah Thor...? kalau Papua dan sekitarnya barulah wilayah Indonesia timur...
VirgoRaurus 31Smile
setahuku IKN ada di Kalimantan deh, bukan Sulawesi...
VirgoRaurus 31Smile
cuma punya waktu 3 hari... waktu nelpon katanya 2 hari...
VirgoRaurus 31Smile
kok gubernur sih... kan kakeknya melati wagub, Thor...
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada istilah akar rumput pemerintahan tingkat atas... biasanya akar rumput itu menggambarkan rakyat kecil...lha ini kok tingkat atas...
VirgoRaurus 31Smile
sejak kapan Jawa Barat ada sungai yg bernama "Yangtze"...
VirgoRaurus 31Smile
hotel grand Gardenia... di bab awal lokasinya ada di Jakarta... lalu di bab pertengahan lokasinya ada di Bandung... sekarang lokasinya ada di Bogor kota... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
ibarat ngadalin buaya nih si Nippon...
Yuliana Tunru
sadis dan verani ngt tuh pembunuh ..ayo bayu hubungi si tua pemburubteh mu dqn segera kau bicarqkqn dan bongkar ponakan x yg terjebak konspirasi klo tdk.pasti.akan terulqng trs kasihqn yapto dan.klga x tak ada rasa aman i 😡😡
VirgoRaurus 31Smile
memotong bukan menebang, kalau menebang ya batang pokoknya, kalau cuma dahannya ya memotong.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!