Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cari Angin
"Tuan muda Sean memanggilku?" Astrid melenggang masuk ruangan Sean.
"Duduklah!" suruh Sean.
"Baik tuan," Astrid duduk di sofa ruangan Sean.
Sean beranjak dari kursinya.
"Sejauh mana misi kamu?" tanya Sean.
"Tentu saja sesuai perintah yang anda berikan. Main tarik ulur tentu saja," ungkap Astrid.
"Dan mangsa mulai menangkap umpan yang kita berikan tuan," lanjut Astrid melaporkan.
"Hhmm baiklah," balas Sean.
"Apa yang kamu dapat dari orang itu, tentu saja menjadi hak kamu Astrid," bilang Sean.
"Makasih tuan Sean," Astrid sangat senang. Bagaimana mendapat durian runtuh bekerjasama dengan Sean.
Astrid pergi meninggalkan ruangan Sean bertepatan dengan Celline masuk. Celline memandang curiga ke arah Astrid.
Astrid mengerutkan kening melihat tatapan aneh Celline.
"Hai Celline," sapa Astrid. Celline memutar bola mata nya malas. Siapa yang tak kenal dengan sekretaris bos nya itu, tindak tanduknya tak jauh beda dengan Yola.
"Santai aja, Sean Rahardjo bukan tipe aku," bisik Astrid lengkap dengan senyum penuh makna.
"Cih, tentu saja. Bukannya pria matang incaran kamu," balas Celline ketus.
"Of course," Astrid tertawa senang.
'Apa aktingku sangat meyakinkan? Hingga orang-orang percaya, termasuk Celline,' batin Astrid terkekeh.
Astrid menjauh dan balik ke ruangannya. Bersamaan dengan itu datang Abimanyu dan Yola.
Astrid baru saja menaruh pantat nya di kursi, datang Abimanyu menghampiri.
"Darimana kamu?" tanya Abimanyu penuh selidik.
"Saya baru saja datang tuan," bilang Astrid terlihat biasa saja karena ada Yola di samping Abimanyu.
"Sekretaris modelan apa begini sayang? Bos nya datang dia barusan datang. Nggak disiplin banget," bahas Yola.
"Aku sudah bilang, pindahkan saja dia ke bagian lain. Kenapa sampai sekarang dia masih di sini?" bilang Yola kesal.
"Pekerjaan dia beres semua. Nggak ada alasan aku pindahin Astrid," ungkap Abimanyu.
"Tuan Abimanyu, setelah ini ada agenda rapat di resto X dan tidak boleh diwakilkan," Astrid menyela untuk memberitahukan jadwal Abimanyu.
Abimanyu tersenyum senang, karena akan ada kesempatan mengajak Astrid selepas rapat nanti.
"Hhhmmm baiklah," jawab Abimanyu.
"Sayang... Kamu dengar aku nggak sih?" seru Yola kesal.
"Kamu itu overthinking sayang, Astrid bekerja dengan baik kok," Abimanyu berjalan masuk ruangan nya, meninggalkan Yola dengan rasa kesal.
Astrid tertawa remeh.
"Apa?" sela Yola bertambah kesal.
"Anda tahu sendiri lah, kalau kucing dikasih ikan gimana reaksinya?" bisik Astrid.
"Kurang ajar," Yola marah.
"Hhhmmm, anda takut nyonya? Apa anda merasa ambigu karena dulu pernah di posisi seperti saya?" sindir Astrid.
"Sialan! Aku gampar kamu," Yola sigap mengangkat tinggi tangan kanannya.
"Astrid, mana berkas buat rapat nanti?" teriak Abimanyu menyelamatkan Astrid.
Astrid tertawa mengejek, "Bye nyonya Yola," sepatu heel berdetak teratur menjauh dari Yola yang terbakar emosi.
Yola menggenggam tangannya erat, 'Jangan salahkan aku jika mendepak mu. Bagiku kamu hanya hama kecil,' batin Yola kesal.
Astrid masuk ke ruangan Abimanyu dengan wajah datar.
"Apa pun yang dikatakan Yola, abaikan saja," ucap Abimanyu seraya memandang nakal wajah ayu sang sekretaris.
"Nyonya Yola tadi hendak menamparku tuan. Nyonya merasa saya menggoda anda," ucap Astrid mengadu.
"Tuan, saya bukan wanita nakal seperti yang dibilang nyonya Yola. Saya tak pernah main dengan bermacam laki," Astrid membela diri.
"Sini mendekat!" suruh Abimanyu. Astrid melakukan yang disuruh oleh Abimanyu.
"Duduk sini!" Abimanyu menepuk paha nya meminta Astrid duduk di sana.
"Tuan," Astrid hendak menolak tapi keburu ditarik oleh Abimanyu.
"Asal kamu mau sama aku, pasti hidup kamu terjamin Astrid," bisik Abimanyu dengan mesra.
"Tapi saya nggak mau ada gosip di kantor. Dan aku tak mau dituduh menggoda anda. Apalagi sama nyonya Yola," kata Astrid.
"Oh ya tuan, sebenarnya anda ada hubungan apa dengan nyonya Yola?" korek Astrid.
"Saya dengar nyonya Yola istri kedua anda dan tuan Kevin putra anda," Astrid memainkan jari jemari nya yang lentik di dada Abimanyu.
Abimanyu yang mulai terbakar gairah menghentikan tangan nakal Astrid.
"Mau menggodaku? Jangan sekarang sayang, kita pergi rapat dulu. Oke?" ucap Abimanyu meremas dada Astrid.
"Idih, tuan Abimanyu nakal banget. Jawab dulu pertanyaan Astrid," sahut Astrid.
"Penasaran?" dan Astrid pun mengangguk.
"Intinya saya tak mau disebut pelakor. Apalagi nyonya Yola bekerja di sini," ucap Astrid.
"Oke... Oke... Itu bisa diatur sayang," Abimanyu menoel gemas hidung mancung Astrid.
'Kalau ada yang lihat, pasti akan salah sangka. Aku jadi pelakor... idih' pikir Astrid dan reflek menggelengkan kepala, tak ingin disebut dengan julukan itu.
"Ada apa?" tanya Abimanyu heran.
"Cuman bayangin, ngeri kalau sampai saya dapat julukan pelakor," jelas Astrid.
Tuan Abimanyu menyentil kening Astrid, "Nggak akan ada yang berani bilang. Aku jamin. Yang penting kita bermain aman," kata tuan Abimanyu seraya terkekeh.
"Ogah," gumam Astrid.
"Aku bisa mengeluarkan Yola dari perusahaan, asal kamu mau sama aku Astrid," bilang Abimanyu.
"Kalau anda bilang seperti itu, apa artinya anda memang berhubungan dengan nyonya Yola sampai mempunyai tuan Kevin?" tanya ulang Astrid.
"Kepo!" tukas tuan Abimanyu, tertawa.
Astrid pura-pura cemberut.
"Suatu saat akan aku kasih tahu. Aku janji," Abimanyu mengangkat dua jari membentuk huruf 'v'.
"Kenapa nggak sekarang aja?" paksa Astrid.
Abimanyu beranjak, "Kita rapat,"
Abimanyu berjalan beriringan dengan Astrid keluar ruangan.
Tatapan tajam Yola didapati Astrid saat mereka berdua berjalan ke arah lobi.
Astrid melirik dan dengan sengaja menempelkan tubuhnya di badan Abimanyu agar bisa dilihat oleh Yola.
.
Sean keluar mencari Celline.
"Cari siapa bos?" tanya Kevin menyambut Sean.
"Celline," jawab singkat Sean.
Kevin mengangkat bahu, tanda tak mau ikut campur.
'Tumben nggak banyak omong dia,' batin Sean.
Celline datang menghampiri, "Cari saya? Ada apa?" tanya Celline.
"Kita pergi ke proyek, pengawas di sana bilang ada masalah," beritahu Sean.
"????????" tanda tanya dalam benak Celline.
"Bersiaplah! Aku ambil ponsel sama kunci mobil," Sean kembali ke ruangan.
Celline berbenah, merapikan meja kerja.
Tak sengaja melihat Kevin melirik ke arah meja Celline.
"Kalian mau ke mana?" tanya Kevin sok peduli.
"Cari angin," jawab Celline sekenanya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To be continued, happy reading
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.