NovelToon NovelToon
TUNANGAN PALSU

TUNANGAN PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Hanya karena sebuah kecelakaan, Sophia terjebak dengan Damian -- pria kaya, dingin, arogan, dan sangat posesif.

Damian memaksa Sophia menjadi tunangan palsunya demi kepentingan keluarga. Sebagai gantinya, utang besar Sophia akan dianggap lunas.

Awalnya Sophia pikir itu hanya sandiwara sementara.

Sampai Damian mulai ikut campur dalam hidupnya. Mengatur siapa yang boleh dekat dengannya. Dan perlahan memperlakukannya seperti miliknya sendiri.

“Kalau sudah tahu tidak bisa kabur… berhentilah melawan.”

Di saat Sophia mulai kehilangan kendali atas hidupnya, Arkan -- pria yang selama ini selalu ada untuknya, justru menyimpan rahasia yang menghancurkan semuanya.

Kini Sophia terjebak di antara pria yang terlalu ingin memilikinya… dan pria yang tak pernah benar-benar bisa ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunangan Palsu - Chapter 11

HAPPY READING GUYS

____

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore saat Sophia akhirnya tiba di apartemennya.

Sekarang rasanya kepalanya terasa berat. Tubuhnya lelah seolah seluruh tenaganya terkuras habis oleh kejadian di tempat kerja tadi. Bahkan hanya untuk berjalan menuju pintu apartemen saja terasa begitu sulit.

Ia harus bersyukur, rekaman CCTV itu berhasil menyelamatkannya. Setidaknya untuk sementara, bukti itu cukup membungkam mulut orang-orang bermuka dua itu.

Seandainya Sophia tidak memiliki sedikit rasa kasihan pada keluarga mereka, ia benar-benar ingin menyeret mereka jatuh bersamanya ke dasar jurang. Sayangnya ia tidak sekeji itu.

Sophia duduk di lantai lorong apartemen. Memeluk kedua lututnya erat.

Ada sesuatu yang mengganjal di matanya, ingin keluar begitu saja. Namun gadis itu segera mendongakkan kepala, menahan semuanya kembali.

Bukankah hidup memang seperti ini?

Selalu ada masalah.

Tidak ada manusia yang hidup tanpa luka.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Sophia meraih gagang pintu apartemen. Baru saja ia hendak mendorong pintu, tiba-tiba seseorang menarik pergelangan tangannya kasar dan membawanya masuk ke dalam.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Brak!

Punggungnya menghantam dinding dingin apartemen.

Arkan berdiri di hadapannya, menahan tubuh Sophia di antara kedua lengannya. Tatapan lelaki itu gelap dan penuh tekanan.

Sophia mengangkat kepala perlahan. Wajahnya terlihat begitu lelah sampai bahkan untuk marah pun rasanya ia tidak memiliki tenaga lagi.

“Apa yang kau lakukan?” suaranya serak. “Lepaskan aku.”

Ia mencoba mendorong tubuh Arkan menjauh, tetapi cengkeraman lelaki itu di bahunya begitu kuat.

Arkan menatap mata jernih Sophia tanpa berkedip.

“Kenapa kau menerima pertunangan Damian?” tanyanya pelan, tetapi terdengar menekan. “Aku sudah bilang akan membereskan masalah itu.”

Sophia langsung menepis tangan Arkan kasar.

Tatapan kesal muncul di wajah pucatnya.

“Aku sudah membisikkan rencanaku waktu kau masuk ke rumahku,” balas Sophia dingin. “Tapi kau malah pergi begitu saja.”

Arkan mengerutkan kening, jelas tidak mengerti maksudnya. Sampai akhirnya lelaki itu mengembuskan napas panjang, seolah kehilangan kata-kata.

Sophia memejamkan mata sesaat. Kepalanya semakin pening.

“Aku memang berniat membahas semuanya baik-baik dengan Damian,” katanya lelah. “Tapi apa yang terjadi? Lelaki itu malah menculikku lebih dulu dan membawaku ke keluarganya.”

Rahang Arkan mengeras.

“Kau bisa menolaknya.”

Sophia tertawa pendek, nyaris sinis.

Arkan melangkah mendekat lagi.

“Atau…” suaranya merendah, “kau memang ingin bersama Damian?”

Tatapannya menajam.

“Apa kau berubah pikiran karena dia kaya?”

Pertanyaan itu membuat Sophia benar-benar kehilangan kesabarannya.

“Apa urusanmu?” bentaknya. “Aku bertunangan dengan siapa bukan urusanmu, Arkan!”

Dadanya naik turun menahan emosi.

“Kau bukan pacarku. Kau cuma seseorang yang memberiku uang untuk membeli masakanku.”

Arkan terdiam.

Tatapan lelaki itu berubah rumit.

Tanpa diduga, tangannya terangkat menyentuh pipi Sophia perlahan. Jemarinya terasa hangat di kulit dingin gadis itu.

“Apa…” Arkan menatapnya lekat-lekat. “Kau tidak pernah punya perasaan padaku?”

Sophia membeku.

Pertanyaan itu membuat pikirannya dipenuhi potongan-potongan kenangan.

Empat tahun.

Bukan waktu yang singkat.

Sejak pindah ke apartemen ini, Arkan selalu ada di sekitarnya. Membantu, menemani, mendengarkan keluhannya, bahkan menjadi tempat pertama yang selalu ia cari setiap kali ada masalah.

Sophia terbiasa bergantung padanya.

Terlalu terbiasa.

Bahkan saat ia diculik Damian, nama pertama yang muncul di kepalanya adalah Arkan.

Bibir Sophia bergerak pelan, tetapi tidak ada jawaban yang keluar.

Arkan mengusap lembut pipinya, lalu merapikan helaian rambut Sophia yang berantakan. Tangannya turun menahan belakang kepala gadis itu perlahan.

“Apa kau tidak menyukaiku?” tanyanya sekali lagi.

Tatapan lelaki itu begitu dekat.

Sophia bisa merasakan napas hangatnya.

B e r s a m b u n g .....

Jangan lupa tinggalkan jejak, yah. Makasih (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)

1
falea sezi
mending ma Damian 🤣 dripada si goblok arkan kayaknya Sintia licik bgt ini jalang🤣
falea sezi
jangan mau sopii🤣 ada yg singgle. kok milih jd pelakor
Rumia Dell: Sopii food kah😭
total 1 replies
falea sezi
klo ma arkan pasti di nanti sintya ge recokin
falea sezi
ini mah bukan hemat tp medit buat diri sendiri😒
Rumia Dell: Gak boleh gitu, demi rumah impian 🤣
total 1 replies
Juli Rosan
keren
Rumia Dell: Ikutin terus ceritanya yah😍
total 1 replies
Dede Kurniawan
Seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!