NovelToon NovelToon
Jangan, Dia Datang!

Jangan, Dia Datang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Naja Belial muncul saat keadilan gagal. Dia tidak datang untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan dosamu dibayar lunas.

Saat hukum bisa dibeli.
Saat kebenaran dimanipulasi.
Saat manusia saling menghancurkan demi kepentingan sendiri…

Entitas urban legend itu akan datang.

Ada yang menganggapnya penyelamat.
Ada pula yang menyebutnya kutukan.

Lalu, apakah keadilan yang dipaksakan benar-benar lebih baik daripada kehancuran yang dibiarkan?

Story by Instagram & Tiktok @penulis_rain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Satria dan Kemampuannya

Berita tentang Naja yang selalu menghukum orang-orang yang berbuat tidak adil membuat semua orang di kota menjadi takut untuk berbuat jahat. Mereka berusaha tidak melakukan kesalahan yang bisa membuat skor kenakalan mereka bertambah. Bahkan, mereka terus berpura-pura baik hanya untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri.

Perubahan mereka tidak hanya berdasarkan berita tentang Naja tapi juga hal-hal tragis yang menimpa beberapa orang, seperti Nando, Keisha, dan lainnya. Jiwa mereka merinding setiap kali mendengar cerita bagaimana Naja membuat Nando kesetrum hingga kakinya pincang permanen. Sementara semua orang juga merasa kelu mendengar cerita Keisha yang lidahnya copot saat mencoba berbohong saat klarifikasi.

Kembali di sekolah Satria, lelaki itu cukup merasa sedikit tenang karena belakangan Nando tidak mengganggunya. Bahkan beberapa siswa nakal di kelasnya juga terlihat tenang. Melihat itu, Satria tersenyum sambil menghela napas.

"Syukurlah, semuanya lagi aman terkendali," ucap Naja sambil tersenyum melihat sekeliling. Untuk pertama kali, dia merasa bahagia melihat dunia tidak berisik seperti kemarin-kemarin.

Kali ini, Naja datang ke sekolah Satria lagi. Seperti biasa, dia datang menyamar menjadi salah satu siswi dengan paras cantik. Namun, sesekali sebagian wajahnya terpancar bayangannya yang gelap dan sedikit retak. Naja menutupi bayangan gelapnya itu dengan masker. Dia juga berusaha terus tersenyum pada semua orang agarmereka tidak measa aneh dengan warna kulit gadis itu yang terbilang cukup pucat.

Langkah Naja di koridor terhenti saat melewati kelas Satria. Gadis itu mendekat ke jendela kelas dan berjinjit, mencoba melihat Satria yang ada di dalam. Di sisi lain, Satria yang berusaha untuk fokus pada guru yang mengajar, seketika menoleh pada jendela.

Satria mengangkat dagu sambil mengerutkan kening, menatap Naja yang ada di balik jendela, seolah bertanya, "Ada apa?"

Naja hanya melambaikan tangan dan menunjuk ke posisi dia berdiri. Melihat itu, Satria pun menghela napas sambil mengangkat tangan.

"Tunggu sebentar, lima menit lagi bel istirahat!" tegas Satria pada sosok Naja itu.

Naja mendelik, dia merasa kesal saat panggilannya tidak diindahkan oleh Satria. Namun, dia berusaha sabar dan tetap menunggu kehadiran lelaki itu. Saat diam di pojok sana, salah satu guru menghampirinya Naja.

"Kenapa kamu tidak masuk ke kelas?" tegur guru itu pada Naja.

Naja tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya. "Saya sedang tidak ada kelas, Pak," jawabnya singkat.

Saat guru itu hendak melanjutkan pertanyaannya, bel istirahat tiba-tiba saja berbunyi. Semua siswa pun berhamburan keluar kelas termasuk guru yang tadi mengajar. Melihat itu, guru itu pun mengabaikan pertanyaannya pada Naja dan memilih kembali ke ruang guru.

"Ada apa, Naja? Kenapa kesini?" tanya Satria yang baru saja keluar kelas. Lelaki itu fokus menatap Naja dan menghampirinya dengan rasa penasaran.

Naja tidak menjawab, ia segera menarik tangan Satria dan membawanya ke rooftop sekolah, tempat pertama kali mereka bertemu. Di sini suasana begitu sepi bahkan sunyi. Tidak ada satupun orang selain mereka berdua.

"Ada apa?" tanya Satria sekali lagi.

Naja tersenyum melihat Satria yang sedang memandangnya penuh rasa tanya.

"Bagaimana kabarmu? Udah baikan?" tanya Naja sambil memperhatikan kondisi teman laki-lakinya itu.

Satria sepertinya sudah tidak lagi terluka karena bully. Lelaki itu kini tampak makin tampan dan tegas, mungkin sekarang tidak ada orang berani mencari masalah dengannya. Entah karena Naja atau karena kekuatan yang baru saja dia miliki, orang-orang jadi segan sama dia, seolah memiliki pengaruh cukup kuat.

"Tentu saja aku baik, bahkan menyenangkan. Namun, aku punya satu pertanyaan," ujar Satria membuat Naja mengerutkan kening.

"Kenapa tiba-tiba saja aku bisa masuk ke masa lalu orang?" tanya Satria membuat Naja tertawa pelan.

"Aku diminta memberimu kekuatan. Oh, ternyata dapatnya ‘penglihatan’ toh? Aku ingin kau membantuku untuk memecahkan misteri," jelas Naja sambil tersenyum.

"Loh? Kamu asal niup mataku, tapi kamu juga nggak tau lagi kasih aku apa? Kalau aku tiba-tiba malah buta gimana?"

Naja memeletkan lidahnya lalu berbicara dengan nada mengejek. "Ya, tidak tau lah, aku cuma diminta menyalurkan hadiah untukmu. Bentuk kekuatannya? Mana aku tahu! Itu di luar kekuasaanku! Aku itu cuma algojo. Masih ada banyak atasanku, dan yang paling atas ... kau tau sendiri lah ya.”

"Lagian buat apa sih? Bukannya kamu bisa sendiri—"

Naja menaruh jari telunjuknya di atas bibir Satria, mencegah pria itu melanjutkan ucapannya. "Memang aku sudah biasa tapi aku takut aku salah menghukum orang.  Orang yang seharusnya aku bebaskan malah aku siksa," ujar sosok itu dengan suara pelan dan sedikit serak. Hati kecilnya mulai merasa sesak, tanpa sadar matanya berkaca-kaca.

"Aplikasi sekarang sudah tidak bisa menilai betul sikap asli orang, itu membuatku susah menilai apa orang itu baik atau jahat. Lalu, aku ingin mengadili orang dewasa juga, makanya aku butuh partner untuk menilai dengan baik," tegas Naja.

Satria melirik pada Naja sekilas. Dia mengerutkan kening. "Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?"

"Kau cukup bantu aku saja, menyelidiki masa lalu yang tidak terjangkau oleh pengelihatanku atau perbuatan orang itu, apa benar jahat atau baik sehingga aku bisa adil tanpa bergantung pada sistem yang sudah dimanipulasi orang-orang bejat ini," jelas Naja sambil melihat sekeliling.

Satria mengangguk paham. Naja berjalan mendekati dia sembari memasangkan sebuah smartwatch di pergelangan tangan lelaki itu.

"Ini salah satu media komunikasi kita, aku akan menghubungimu lewat ini. Jika jam ini berdering dan berwarna hijau, artinya kamu harus datang padaku. Jam ini juga bisa berkirim pesan singkat tanpa internet ataupun sim card, lho," ujar Naja sambil merapikan smartwatch itu di pergelangan tangan Satria.

"Smartwatch ya? Serius Naja? Kamu kan hantu, bukannya lebih suka dipanggil oleh dupa atau kopi pahit?"

"Heh! Aku bukan hantu! Makhluk secantik dan seimut aku! Lagipula, kita di zaman modern Satria, aku juga harus beradaptasi." Naja tersenyum sombong.

Satria mengangguk sambil tersenyum. Dia menepuk pundak Naja. "Jangan khawatir, Naja. Aku akan membantumu dalam menyelidiki kasus apapun itu. Kau sudah banyak membantuku juga, mungkin ini caraku bisa berterimakasih padamu," ucapnya pelan.

Naja mendengar itu hanya diam dan tersenyum. Mereka pun sempat basa-basi sebentar sebelum akhirnya Naja memilih menghilang dari sekolah itu. Sementara, Satria masih terdiam, mengamati smartwatch yang baru saja diberikan Naja.

Saat bel masuk kelas berbunyi, Satria pun kembali ke kelas. Saat lelaki itu berjalan melewati ruang guru, dia tidak sengaja mendengar percakapan yang membuat langkah kakinya terhenti. Satria diam-diam menguping dari balik pintu.

"Aku sudah berusaha membantumu untuk menutupi kasus masa lalumu, sekarang kau harus benar-benar bertobat. Jika tidak, Naja akan menghukummu," bisik kepala sekolah pada salah satu guru yang ada di ruangan. Suaranya pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Satria.

Satria mengerutkan kening dan menyipitkan mata. "Kasus di masa lalu? Apa itu?" gumamnya sambil terus memasang telinga baik-baik dalam mendengarkan pembicaraan mereka.

"Aku sudah bertobat tapi aku takut jika roh perempuan itu gentayangan mencariku!" tegas guru itu, tanpa sadar berteriak membuat kepala sekolah segera menutup mulutnya.

"Pelankan suaramu, jangan sampai orang di sekolah tahu," tegur kepala sekolah.

Kepala sekolah pun menjelaskan bagaimana cara dia bertemu beberapa orang penting dan berpengaruh untuk merusak aplikasi verdict secara diam-diam. Rencananya makin berhasil karena Pramana juga ikut membantunya. Kini, dengan rusaknya aplikasi verdict, mereka berpikir Naja tidak akan gampang memberi mereka hukuman jika sistem penilaian keburukan itu rusak.

"Bahkan kepala sekolah juga terlibat hal keji seperti ini," gumam Satria dengan rasa kecewa berat.

Satria mengepalkan tangannya, tatapan mata lelaki itu tajam. Dia menghela napas panjang dan mengusap wajah secara kasar.

"Aku berjanji, akan selalu ada untukmu, Naja. Kau tidak akan salah dalam memberi keadilan mulai sekarang," tegas Satria dengan suara pelan tapi tajam.

1
SuryaNingsih
ramah pas ada maunya
SuryaNingsih
Lah yo si Andre dlu nganu 😡
Rosalina Ayyaee
Enak bgt jd Naja? dia smacem utusan tuhan ya?
Rosalina Ayyaee
Hadehh pak kepala dinasnya malah ky gt
Rosalina Ayyaee
Berhati lembut🤣 dia abis bunbun org🤣🤣
Rosalina Ayyaee
dia ngga mau kasus evan keulang lg salah tangkep
Rosalina Ayyaee
Hmm kek nya pembangunannya di tanah ilegal ya😡
Rosalina Ayyaee
seperti biasa mba Naja ini ngeselin tingkahnya🤣 tp bner sih kan yg di bully ya cewe itu
Rosalina Ayyaee
ooh semacem urban legend gt ya thor jd dy bales smua org gk cuma yg dsklh ini sj
Rosalina Ayyaee
Masih bgitu ya cuma dpn org dy pura2 pncitraan doang
Rosalina Ayyaee
Ya ampun andre kaya gitu dulunya😡
Rosalina Ayyaee
ya pasti wong korupsi kok
Wulandarry
Lhaa mala lari dy🤣 sukur dh d ksi sangsi sosial😡
Wulandarry
Kann wkwk karmanya nunggu andree
Wulandarry
Ooh nando sma andre sejenis trnyt🤭
Wulandarry
Andre ini knapa??
Pengabdi Uji
🤣🤣 Najaa iyuuuhh🤭🫵🏿
ainnuriyati
nahlohh pa andre😡
ainnuriyati
🤣🤣 Andre kita liat flashback mu dl y🤭
ainnuriyati
Rehan. sukurin 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!