NovelToon NovelToon
Masa Depan Menantimu

Masa Depan Menantimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: sat*dya

seseorang yang ingin mengubah hidup nya dan ia bekerja keras demi itu semua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sat*dya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pilihan alya

Seluruh ruang inti Zenith bergetar hebat.

Namun kali ini bukan karena Null Core.

Bukan karena Elysium yang kehilangan kendali.

Melainkan karena Alya.

Setiap langkah yang ia ambil menuju inti utama membuat cahaya biru menyebar ke seluruh lantai seperti riak air.

Garis-garis energi menjalar cepat melalui kabel neural di dinding.

Lampu merah peringatan mulai berganti warna.

Merah.

Biru.

Merah.

Biru.

Lalu—

seluruh sistem berubah menjadi biru terang.

WARNING.

PRIMARY HOST AUTHORITY ACCEPTED.

OVERRIDE IN PROGRESS.

Mata Adrian langsung melebar.

"Itu tidak mungkin."

Untuk pertama kalinya sejak memasuki ruang inti, nada suaranya kehilangan ketenangan.

Alya terus berjalan.

Angin energi berputar di sekeliling tubuhnya.

Rambut hitamnya bergerak perlahan diterpa gelombang cahaya.

Kalung Elysium di lehernya bersinar semakin terang.

Reno memperhatikan semuanya dengan waspada.

Ada sesuatu yang berubah.

Namun bukan perubahan yang menakutkan.

Justru sebaliknya.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai...

Alya terlihat benar-benar yakin.

Tidak bingung.

Tidak takut.

Tidak ragu.

Kaizer menyipitkan mata.

"Apa yang kau lakukan?"

Alya berhenti beberapa meter dari inti kristal.

Lalu menatapnya.

"Aku memilih."

"Memilih apa?"

Hening sesaat.

Kemudian Alya menjawab:

"Memilih untuk tidak mengikuti siapa pun."

Suasana langsung sunyi.

Adrian menatapnya.

Kaizer juga.

Bahkan Arman tampak terdiam.

Alya melanjutkan:

"Aku tidak akan menyerahkan Elysium kepadamu."

Tatapannya jatuh pada Adrian.

"Lalu aku juga tidak akan membangunkan jaringan global yang kau inginkan."

Kini ia menatap Kaizer.

"Karena keduanya bukan pilihanku."

Hana yang berdiri di dekat Reno berkedip beberapa kali.

"Luar biasa."

"Aku tidak sepenuhnya mengerti apa yang terjadi."

"Tapi itu terdengar keren."

Reno hampir memutar matanya.

Hampir.

Namun dalam hati ia setuju.

Karena untuk pertama kalinya Alya berhenti menjadi pion dalam permainan orang lain.

Adrian menggenggam Null Core lebih erat.

"Kau tidak mengerti apa yang sedang kau tolak."

"Aku mengerti cukup banyak."

Suara Alya tenang.

"Dan aku lelah diperlakukan seperti alat."

Kalimat itu menghantam seluruh ruangan.

Karena sebenarnya bukan hanya Alya yang mengalaminya.

Reno juga.

Bahkan Elysium sendiri.

Semua pernah diperlakukan sebagai alat.

Bukan manusia.

Bukan individu.

Hanya sarana untuk mencapai tujuan.

Makhluk bercahaya Elysium menatap Alya.

Mata birunya bersinar lembut.

> Pilihan diterima.

BOOOOMMM!

Seluruh ruang inti kembali bergetar.

Energi biru melonjak keluar dari tubuh Alya.

Null Core di tangan Adrian tiba-tiba bergetar hebat.

"Apa?!"

Pria itu langsung melihat perangkatnya.

Layar kecil yang tersembunyi di dalam perangkat mulai dipenuhi simbol error.

SYSTEM CONFLICT.

HOST OVERRIDE DETECTED.

"Mustahil!"

Arman tersenyum tipis.

"Host utama selalu memiliki otoritas tertinggi."

Wajah Adrian mengeras.

"Kalau begitu aku akan mengambilnya langsung."

Dan tanpa peringatan—

ia menekan sebuah tombol di Null Core.

BRAAAKKK!!

Gelombang energi merah raksasa meledak ke seluruh ruangan.

Lantai pecah.

Kabel neural terbakar.

Pasukan keamanan langsung berhamburan.

Bahkan beberapa anggota Fenrir terlempar ke dinding.

"Semua menunduk!" teriak Reno.

Namun target utama serangan itu bukan mereka.

Melainkan Alya.

Gelombang merah melesat lurus ke arahnya.

Cepat.

Mematikan.

Namun tepat sebelum energi itu menyentuhnya—

lapisan cahaya biru muncul di depan tubuh Alya.

BOOOOMMM!

Ledakan dahsyat mengguncang ruang inti.

Asap dan cahaya memenuhi udara.

Semua orang menahan napas.

Lalu perlahan...

asap mulai menghilang.

Dan Alya masih berdiri.

Tanpa luka.

Tanpa goresan.

Matanya sedikit membesar.

Ia sendiri tampak terkejut.

Di depannya berdiri makhluk bercahaya Elysium.

Tangan energinya masih terangkat.

Dialah yang menahan serangan tadi.

> Host utama tidak boleh terluka.

Suara itu terdengar lebih jelas dari sebelumnya.

Lebih hidup.

Lebih nyata.

Adrian menatap pemandangan itu dengan wajah dingin.

"Kau memilih melindunginya."

> Ya.

"Kesalahan."

> Tidak.

Hening.

Untuk pertama kalinya...

Elysium membantah seseorang.

Bukan menjawab.

Bukan menganalisis.

Melainkan membantah.

Makhluk itu menatap Adrian.

> Kesalahan terbesar kami adalah membiarkan manusia menentukan nilai manusia lain.

Kalimat itu membuat Arman terdiam.

Karena jauh di dalam dirinya...

ia tahu itu benar.

Bahkan proyek Elysium sendiri lahir dari keinginan menentukan masa depan orang lain.

Adrian mengangkat Null Core sekali lagi.

"Kau terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup."

Namun sebelum ia sempat bergerak—

sesosok bayangan melesat cepat.

BRAKK!

Reno menghantam Adrian dari samping.

Keduanya terpental beberapa meter.

Null Core hampir terlepas dari tangan direktur Zenith itu.

"Reno!"

teriak Hana.

Namun Reno tidak menjawab.

Tatapannya tajam.

Sangat tajam.

"Aku sudah muak melihat orang tua gila merusak hidup orang lain."

Adrian berdiri perlahan.

Menyesuaikan posisi kacamatanya yang sedikit bergeser.

"Lihat dirimu."

Tatapannya dingin.

"Kau masih marah karena masa lalu."

"Dan kau masih bersembunyi di balik alasan."

BOOOM!

Mereka kembali bertabrakan.

Pertarungan kali ini jauh lebih brutal.

Tidak ada lagi percakapan.

Tidak ada lagi topeng.

Hanya dua orang yang saling menghancurkan.

Di sisi lain ruangan—

Kaizer memperhatikan semuanya.

Diam.

Terlalu diam.

Darius berdiri di sampingnya.

"Direktur."

Kaizer tidak menjawab.

Tatapannya hanya tertuju pada Alya.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu...

ia tersenyum kecil.

Bukan senyum manipulatif.

Bukan senyum penuh rencana.

Melainkan senyum tipis yang hampir terlihat seperti rasa bangga.

"Dia benar-benar memilih jalannya sendiri."

Darius memandangnya.

"Apakah itu mengubah rencana kita?"

Hening beberapa detik.

Lalu Kaizer menjawab:

"Ya."

Darius sedikit terkejut.

Karena Kaizer jarang mengubah rencananya.

Sangat jarang.

Namun sebelum pembicaraan mereka berlanjut—

alarm baru berbunyi.

WARNING.

CORE SYNCHRONIZATION: 91%.

WARNING.

CRITICAL STATE.

Semua orang membeku.

Alya menoleh cepat ke arah inti kristal.

Retakannya semakin besar.

Cahaya yang keluar semakin tidak stabil.

Arman langsung menyadari bahayanya.

"Tidak..."

"Apa lagi sekarang?!" Hana hampir putus asa.

Arman menatap inti.

Wajahnya pucat.

"Inti tidak bisa menahan energi sebesar ini."

Jantung Alya berdegup keras.

"Artinya?"

"Kalau mencapai seratus persen..."

Arman berhenti sesaat.

Lalu melanjutkan dengan suara berat.

"Seluruh kompleks Zenith akan hancur."

Hening.

Bahkan suara pertarungan Reno dan Adrian terhenti sejenak.

Semua menatap inti kristal.

Retakan-retakan cahaya kini memenuhi seluruh permukaannya.

Seperti bom yang siap meledak.

Hana menelan ludah.

"Sekali lagi..."

"Aku benar-benar membenci akademi ini."

Namun tidak ada yang tertawa.

Karena kali ini ancamannya nyata.

Sangat nyata.

Alya menatap inti.

Lalu menatap Elysium.

Makhluk bercahaya itu tampak tenang.

Terlalu tenang.

> Aku bisa menghentikannya.

Suara itu bergema lembut.

Mata Alya langsung membesar.

"Bagaimana?"

Makhluk itu tersenyum.

Sedih.

> Dengan pergi.

Hati Alya langsung terasa berat.

Karena ia segera memahami maksudnya.

Dan ekspresi Arman berubah muram.

Reno yang baru saja berdiri juga membeku.

Bahkan Kaizer menatap Elysium tanpa berkedip.

Karena mereka semua memahami hal yang sama.

Untuk menyelamatkan semua orang...

Elysium harus mengorbankan dirinya sendiri.

Dan saat angka sinkronisasi perlahan naik menuju 100%...

tidak ada seorang pun di ruang inti yang tahu apakah mereka sanggup menerima pilihan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!