NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Sepulang sekolah pada hari Senin...

Aku berjalan menuju kafe keluarga di mana sudah Maya pilih untuk menjadi tempat kami bertemu di setiap hari Senin sepulang sekolah, di dalam kafe aku sudah melihat Maya menunggu di kursi biasanya. Dia melambaikan tangan dan memintaku untuk segera mendekat, aku juga tidak punya alasan untuk tidak segera mendekatinya. Tapi belum juga duduk, Maya sudah melontarkan kalimat tanya yang menyebalkan...

“Sudah punya teman?” tanyanya dengan suara tawa kecil yang menyertai, aku sangat kesal mendengar pertanyaan itu yang sudah dia ulang – ulang selama dua minggu ini.

“Cuma itu hal pertama yang bisa kamu tanyakan?” tanyaku dengan rasa kesal, namun hanya suara tawa yang aku dapatkan.

Terlepas dari fakta kalau aku memang tidak membuat kemajuan dalam hal mencari teman selama dua minggu ini, rapat masih terus berlanjut di setiap hari Senin sepulang sekolah seperti saat ini. Bukan karena aku menikmati bertemu sama Maya, tapi karena aku yakin aku akan menghadapi akhir mengerikan kalau sampai aku mengabaikannya.

“Seandainya aku bisa mencari teman semudah itu, dunia gak perlu menderita peperangan dan kelaparan” ucapku dengan nada sindiran, Maya kembali tertawa sambil menyodorkan buku menu padaku.

“Kenapa kamu bertingkah seolah ini masalah hidup mati? Cuma cari seorang teman loh~” timpalnya masih dengan suara tawa, aku menerima buku menu itu dan memilih untuk membeli paket all you can eat seperti biasa.

“Ujiannya gimana?” tanya Maya penasaran, aku menatap tombol di atas meja lalu menekannya.

“Berjalan dengan baik dan aku dapat peringkat satu di kelas juga peringkat empat pararel” jawabku datar, Maya pun menghela nafasnya.

“Syukur deh, aku pikir kamu akan menyia – nyiakan kesempatan dengan bermalas – malasan sambil nulis novel” timpal Maya

“Bakal repot kalau aku sampai gak belajar dan dapat nilai jelek, aku gak mau gagal ujian lagi di kehidupan kedua” ucapku sambil menyombongkan diri, Maya pun tertawa melihatku.

“Seandainya seorang serigala penyendiri masuk kelas remedial, pasti akan ada aja suara sumbang seperti ‘Aah dia ya, bukan cuma gak punya teman tapi dia juga orang yang bodoh’ lalu orang – orang akan memberi tatapan sinis padaku, aku bisa beneran mati kalau sampai itu terjadi padaku” jelasku padanya, Maya pun berhenti tertawa dan menatapku dengan iba.

“Aku tebak itu pernah terjadi di kehidupanmu sebelumnya, ya kan?” Maya mengatakannya sambil menatapku dengan sedih dan yah itu tepat sekali, dia benar – benar hebat menebak cerita orang.

“Aku lihat sepertinya ujianmu juga lancar ya?” tanyaku mencoba mengalihkan suasana tidak enak yang tiba – tiba terbangun ini, dia tersenyum sambil menghela nafas.

“Yah, aku peringkat satu pararel” jawabnya datar namun terdengar sangat menyombongkan diri ditelingaku, tapi memang sudah aku duga sih.

Setelahnya aku dan Maya mengobrolkan masalah sekolah, namun obrolan itu terputus sejenak saat pelayan datang. Setelah memesan, aku dan Maya kembali mengobrolkan hal – hal tentang ujian sekolah dan kehidupan kami setelah kembali ke masa lalu. Tidak banyak yang berubah, ini yang sudah aku lalui selama tiga minggu lebih sejak aku kembali ke masa lalu.

Maya juga akhir – akhir ini tidak segan – segan untuk memintaku mengambilkan minuman dan makanan seolah aku ini adalah pembantunya, meski tidak ingin tapi entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolak dan dengan berat hati mengambilkan pesanannya di atas meja bufet kafe. Setelahnya kami kembali mengobrol dengan camilan dan minuman di atas meja, sempat terdiam beberapa saat tiba – tiba aku teringat sesuatu yang membuatku penasaran.

“Aah iya, aku pernah melihatmu di sekolah. Kurasa sikapmu ke teman dan ke aku sangat jauh berbeda” celetukku memecah keheningan, dia pun menatapku dengan raut wajah kesal padahal sebelumnya dia tersenyum saat memakan kue coklat.

“Hmp!” timpalnya singkat padat meski tidak jelas apa maksudnya, dia pun terlihat marah mendengar perkataanku sebelumnya.

“Apa...? kenapa?” tanyaku lagi ada rasa panik dan penasaran.

“Ngerasa gak kalau kamu yang buat aku bersikap gini khusus ke kamu?” tanyanya dengan tekanan dan nada yang terdengar begitu marah, aku berkeringat dingin menatap matanya yang seolah dia ingin memukulku.

“Ko..kok aku? Aku ini perwujudan dari definisi jinak” timpalku membela diri

“Emang ada orang normal mendefinisikan diri dengan kata 'Serigala' dan 'Jinak' seperti kamu?” tanya Maya masih menekanku, mungkin ini saatnya aku untuk memikirkan sendiri untuk mencari jawabannya.

Mempertanyakan kenapa sikap Maya berbeda antara ke aku dan teman – temannya, aku tidak bisa memahaminya. Apa yang berbeda dariku? Apa karena aku sering mengabaikan pesan WA nya? Apa karena kami sering berdebat di setiap pertemuan kami? Tapi seiring aku memikirkan semua kemungkinan, tiba – tiba aku tersadar sesuatu dan mungkin itu adalah jawabannya...

“Tentu saja aku bersikap baik sama teman – temanku, tapi... apa Raka adalah seorang teman buatku?” tanya Maya lalu meminum minumannya dari sedotan, dan dalam hati aku langsung berkata ‘Teman... Maya..?’

Aku pernah menyelamatkan Maya di kehidupan sebelumnya lalu dia pun sebaliknya, meski sedikit rumit tapi sudah jelas kalau apa yang aku pikirkan itu benar. Sebenarnya sikap berbeda yang aku terima dari Maya itu karena...

“Kita bukan seorang teman” jawabku setelah menganalisis semua kemungkinan, Maya melepas bibirnya dari sedotan lalu mengangguk beberapa kali.

“Kan, sikapku bisa berbeda tergantung siapa orangnya” timpal Maya

“Bisa – bisanya kamu bilang hal menyakitkan begitu di depan orangnya langsung” keluhku padanya, dia tertawa kecil lalu melipat kedua tangan didada seperti sedang menyombongkan diri.

“Tentu saja, tapi aku gak akan mengatakan hal yang sama kalau kamu itu temanku” ucap Maya sambil tertawa kecil, mendengarnya aku tiba – tiba merasa iri...

“Aku jadi iri sama kalian para ekstrovert, kalian bisa bersikap berbeda pada orang yang berbeda pula dalam waktu yang singkat” ucapku dan Maya pun sedikit terkejut, dia sampai memajukan badannya sampai menempel pada meja yang memisahkan kami.

“Hmm? Mengejutkan, kamu bisa iri sama hal kecil seperti itu?” timpal Maya heran, aku pun menghela nafas sebelum menimpali perkataannya.

“Aku bukan orang yang anti sama ‘Teman’ dan aku berpikir kalau aku punya kepribadian sepertimu, mungkin aku sudah punya banyak teman sekarang. Jadi aku berpikir untuk menerima semua saranmu dan berharap kalau nanti aku ketemu cowok yang sefrekuensi denganku maka aku tidak akan ragu buat menjalin pertemanan dengannya” jawabku, lalu Maya tersenyum sambil menutup matanya seolah dia sedang membayangkan sesuatu.

“Iya.. aku yakin akan ada saatnya kamu bertemu teman yang sefrekuensi...” timpalnya lalu Maya seperti menggantung kalimat selanjutnya, aku yakin dia belum selesai dengan kalimatnya.

“...Nantinya... mungkin...” celetuknya agak bergumam, dia masih menutup mata dengan senyum sinis yang aku yakin dia sedang menghinaku.

“...Aah gak gak, gak bisa bilang mungkin juga sih... mungkin...” kembali Maya bergumam dan aku semakin yakin dia mengejekku karena aku mencari seorang teman yang sefrekuensi denganku.

“Setidaknya aku minta tolong, yakinlah akan ada orang yang sefrekuensi denganku!!!” bentakku padanya, dia membuka mata lalu tertawa keras.

Aku membiarkan Maya tertawa keras selama beberapa saat, entah kenapa dia selalu terlihat bahagia setelah menghina dan merendahkanku seperti itu. Sungguh, sikap Maya padaku benar - benar kasar dan juga tidak sopan. Meski aku bilang jangan pikirkan tentang aku yang pernah menyelamatkannya dari di tabrak truk, tapi setidaknya, tolong jangan lupakan kalau orang di depanmu ini pernah rela mati untukmu.

“Eh eeeh!! Apa kamu akan masuk klub sastra lagi di sekolah?” tanya Maya dengan penuh semangat setelah sebelumnya dia tertawa terbahak - bahak, aku cukup terkejut mendengarnya.

Seingatku, aku tidak pernah memberitahu kalau aku pernah masuk ke klub sastra sekolah di kehidupan sebelumnya, lebih dari itu, aku yakin Maya tidak pernah tahu bagaimana aku di kehidupan sebelumnya karena kami tidak pernah saling berbicara. Kenapa dia banyak tahu tentangku sampai seperti ini ya?

“Eeh klub sastra ya? Kok kamu...” belum selesai aku bertanya, Maya memotongnya.

“Aah jadi sebelumnya kamu pernah ada di sana ya?” timpalnya dengan sebuah pertanyaan, aku semakin heran dibuatnya. Dia sedang mengalihkan pembicaraan, kan?

“Ooh eeh iya, tapi aku gak akan mengunjungi klub itu lagi kali ini” jawabku

“Oh gitu, kenapa?” tanya Maya lagi begitu cepat dan seolah dia tidak ingin memberiku kesempatan untuk mempertanyakan hal yang menggangguku tadi.

“Cinta mereka itu kepada sastra murni, sedangkan aku pecinta novel modern yang sederhana dan gak berat. Kami sangat berbeda” jawabku menjelaskan kenapa aku sudah tidak tertarik lagi pada klub sastra sekolah

Di kehidupanku sebelumnya, aku punya pemikiran naif seperti ‘Aah ikut klub sastra supaya kemampuan bahasaku lebih baik dan cita – citaku menjadi penulis novel terkenal semakin dekat’ tapi begitu aku bergabung dan membaca majalah klub mereka, ternyata isinya adalah puisi dan naskah – naskah dengan bahasa yang sulit. Penuh hiperbola, pengandaian, serta sarkasme tertentu yang membuatku pusing untuk mengerti artinya.

Tidak hanya itu, percakapan antar anggota juga sangat abstrak. Aku rasa mereka terlalu menjiwai menjadi murid dari Sutardi Calzoum Bachri atau semacamnya, saking abstraknya klub tersebut bahkan ketua kelompok kami pernah bilang ‘Puisi dan sastra murni itu yang terbaik!! Kata bukan hanya alat untuk menyampaikan pengertian melainkan sebagai objek itu sendiri!!’ dan dia mengatakannya dengan penuh semangat yang berapi – api.

Bahkan anggota mereka ada yang mengatakan padaku ‘Novel modern itu sampah karena terlalu fokus buat menghibur pembaca, memalukan rasanya’ dengan nada yang mengejek, bagaimana aku bisa bertahan di tempat seperti itu? Aku memang baca semua jenis buku karena itu hobiku, tapi aku ini juga suka novel modern termasuk genre romantis komedi tahu!!

“Gara – gara itu aku gak mau lagi bergabung dengan mereka di kehidupan kedua, aku gak mau ulang kesalahan yang sama” jelasku meneruskan jawabanku sebelumnya, Maya langsung menghela nafas dan menatapku dengan raut wajah kesal.

“Begitu toh... haaah~ di sekolah memang gak ada yang cocok buat kamu ajak ngobrol~” keluh Maya dan dia terdengar sudah hampir menyerah, mendengar keluhan Maya tiba – tiba aku teringat diajak bicara sama Luna yang belum aku sampaikan.

“Ooh iya, tadi Luna ngajak aku bicara” celetukku dan Maya langsung kaget namun dia tersenyum menatapku

“Wah Luna, beneran? Kalian ngobrolin apa?” tanyanya terdengar kembali bersemangat dan antusias, aku pun menceritakan semuanya kepada Maya dan dia cukup tertarik dengan cerita itu meski percakapan antara aku dan Luna hanya sebatas tentang nilai ujian kami.

“Luna emang orangnya gak mau kalah, dia juga suka mencampuri urusan orang” timpal Maya ketika ceritaku sudah selesai, eeeh... tunggu, dia sedang menyindir Luna atau dirinya sendiri? Seperti dia lupa kalau suka mencampuri urusanku.

“Oi.. oii.. kamu terdengar sedang menghinanya” celetukku mengingatkannya, namun Maya hanya tertawa kecil.

“Salah! Itu sisi baiknya Luna, tau? Meski terkadang bisa juga menjadi sumber masa... aha!! Luna itu gadis yang baik, dia mungkin bakal khawatir kalau kamu kesepian kemudian mulai usil buat campuri urusanmu” ucapnya dengan antusias, aku langsung menggelengkan kepala dengan mantap tanpa keraguan.

“Gak! Gak!! Makasi, aku skip!!!” tegasku mengucapkannya sambil menyilangkan kedua tangan agar penolakan ini terlihat semakin tegas, dan seketika senyum licik Maya terlihat lagi sambil menatapku begitu tajam.

...Tatapan itu... itu sama seperti Maya mengerjai aku saat dia memaksaku untuk mengobrol sama Luna...

...Pasti ada hal memalukan yang akan terjadi padaku namun aku tidak menyadarinya saat ini...

“Hmm~ tapi kamu segera gak bisa menolaknya” celetuk Maya terdengar begitu licik, ada rencana yang dia atur lagi seperti kejadian saat dia memaksaku untuk mencoba berbicara sama Luna.

“Eh?” hanya itu yang bisa aku katakan, aku sudah merasa bingung ketika senyum dan nada itu keluar dari Maya...

“Sudah hampir waktunya buat ‘Itu’.” Tegas Maya mengatakannya

Itu? ‘Itu’ apa yang dia maksud?!!! Aku tidak bisa mengerti dan tidak bisa memecahkan misterinya, dia pasti akan menjebakku lagi seperti waktu itu. Senyum dan nada sinis itu lagi, dia pasti ingin mengerjaiku lagi seperti waktu itu!! Toloooong....!!!!!

1
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!