"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 11
"Maaf Bu, tadi dijalan sedikit macet." jelas Ji Ming memberi alasan dengan wajah terlihat seperti merasa bersalah. "tidak apa-apa yang penting kalian sudah datang." sambung kakak ipar ibu pimpinan, neneknya Ji Ming. "ayo sekarang beri salam pada pada nenek Oh dan juga bibi Oh." perintahnya kemudian tidak menunggu lama, sebagai penghormatan dari yang muda ke yang tua, tanpa memperhatikan raut wajah ibu pimpinan dan juga nyonya besar oh, yang terlihat seperti terkejut saat ia melihat Ji Ming datang bersama dengan Ye eun.
Ternyata alasan Ye eun tidak datang saat pernikahannya dengan Oh pil sun, karena menikah dengan Ji Ming, namun yang membuat ibu pimpinan dan nyonya besar oh tidak mengerti kapan Ye eun berhubungan dengan Ji Ming. Namun tatapan keterkejutan itu segera berganti dengan tatapan tenang. "salam nenek, salam bibi" ujar Ji Ming dan Ye eun bersama-sama, yang diikuti dengan senyuman kikuk Ye eun, karena dia tidak menyangka bahwa Ji Ming masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga oh, ia bahkan tak berani melihat kearah Oh pil sun yang terus menatapnya dengan tatapan tajam.
"hmm" jawab ibu pimpinan dan nyonya besar oh hanya dengan menganggukkan kepala. terlihat begitu dingin seperti biasanya, dan mereka semua sudah biasa dengan itu. "duduk disini Ye eun." kata Yong Ye mengajak menantunya untuk duduk disebelahnya. Sementara Ji Ming duduk disebelah Oh pil sun. "ternyata dilihat lebih dekat, lebih cantik." seru bibi pertama yang juga duduk disebelah Ye eun, setelah Ye eun duduk, terdengar basa-basi untuk menghangatkan suasana yang sedikit dingin, sedangkan Ye eun yang mendengar itu hanya tersenyum canggung. "terimakasih bibi" ucapnya pelan, sejak masuk kerumah ini dia tidak berani banyak bicara, apa lagi bila melihat tatapan ibu pimpinan dan nyonya besar oh, sungguh membuatnya menciut.
"Oh pil sun lama tidak bertemu, semakin hari kamu terlihat semakin dewasa dan juga semakin bertanggung jawab." kali ini yang berbicara adalah Ji Ming, nada bicara nya terdengar seperti begitu akrab, padahal Oh pil sun terlihat seperti tidak ingin berbicara.
"hmm, kamu juga sama." jawab Oh pil sun terdengar malas untuk berbicara, kini hatinya sedang dipenuhi dengan banyak pertanyaan. kapan Ye eun mulai mengenal Ji Ming? dimana Ye eun mengenalnya? dan sejak kapan mereka menjalin hubungan? apakah selamat ini Ye eun mengkhianatinya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkelebat di kepalanya. tidak mungkin, selama ini hubungan mereka baik-baik saja, sebetulnya dimana asal permasalahan? Oh pil sun terus berdebat dengan dirinya sendiri, hingga suara yang begitu khas membuatnya tersadar.
"huek!" suara itu membuat kening Oh pil sun kembali mengernyit, ia menatap tajam kearah Ye eun, karena suara itu berasal dari Ye eun, "huek!" sekali lagi, sontak membuat semua orang yang ada di sana melihat kearah Ye eun. Bagaimana tidak Ye eun dan Ji Ming baru kurang lebih tiga hari menikah, namun Ye eun sudah muntah-muntah.
Seketika rahang Oh pil sun mengeras, ia telah berpacaran dengan Ye eun selama empat tahun, selama itu ia tidak pernah macam-macam paling mentok hanya berc**man saja. "apa ini? bukankah kalian baru saja menikah dan itu baru saja berlangsung tiga hari lalu?" celetuk bibi pertama lebih dulu mewakili yang lainnya, keningnya mengernyit dan terlihat tidak suka.
"kakak ini seperti tidak mengerti anak muda jaman sekarang saja, kebanyakan dari mereka sudah mengikuti orang luar." seru Yong Ye tenang meminta untuk dimaklumi, karena menantunya telah hamil duluan, dan menganggap hal itu seperti sudah biasa. "huft, bagaimana mungkin itu bisa dianggap biasa?" celetuk bibi pertama pelan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, karena dia memang tidak suka dengan pergaulan bebas anak muda jaman sekarang.
"ehm" ibu pimpinan berdehem pelan sembari meletakkan gelas teh yang sejak tadi ia pegang ke atas meja, setelah meminum sedikit isinya, lalu sedikit memicingkan matanya melihat kearah Oh pil sun yang sejak tadi terlihat begitu marah, tidak terima dikhianati. "tetap Or ji oh yang terbaik" gumam ibu pimpinan begitu pelan bahkan nyaris tak terdengar.
Pukul dua dini hari, Oh pil sun sama sekali tidak bisa tidur, pikiran nya terus berpikir, tentang mengapa Ye eun mengkhianati nya dan sejak kapan itu dimulai? Akhirnya ia memilih untuk keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga, lalu berhenti diruang keluarga yang kini telah kosong, karena semua orang telah terlelap didalam kamarnya masing-masing.
"huft" Oh pil sun menghirup nafas panjang, berharap dapat mengurangi sedikit rasa kesal dan amarah yang bergejolak didalam hatinya, lalu kembali berjalan, kini langkahnya menuju ke kolam renang. "apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Oh pil sun, ia menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kaca yang menghubungkan antara kolam renang dan ruang keluarga, begitu ia melihat Ye eun juga ada disana, wanita itu sedang melihat kearah kolam renang dan tidak menyadari kedatangan Oh pil sun, yang tentunya membuat Ye eun sedikit terkejut.
Namun secepat kilat ia mengendalikan diri dan terlihat seperti biasa saja, "sedang menunggu mu" jawabnya tenang.
"menungguku?!" tanya Oh pil sun dengan kening mengernyit dan mata menyipit tidak percaya dengan apa yang ia dengar, bagaimana bisa wanita dihadapan itu begitu berani, apa dia tidak tahu rasanya Oh pil sun ingin sekali mencekiknya.
"hmm, aku tahu ada banyak hal yang ingin kau tanyakan padaku." katanya terdengar seperti berani menerima segala konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan. "aku sudah tidak ingin tahu!" jawab Oh pil sun membuat kening Ye eun mengerut, tadinya Oh pil sun memang ingin tahu, tapi setelah melihat sikap Ye eun saat ini, ia malah jadi berubah pikiran dan sama sekali tidak ingin tahu lagi.
"kenapa?" tanya Ye eun heran.
"karena sudah tidak penting!" jawab Oh pil sun dingin. "lagi pula aku juga sudah menikah." lanjutnya lagi seperti tidak peduli, sembari menunjukkan cincin dijari manisnya.
"apakah kamu menyukainya?" tanya Ye eun terdengar seperti peduli, padahal ia tidak tahu Oh pil sun menikah dengan siapa, ia hanya berpikir pasti tidak akan sulit bagi keluarga Oh membayar orang untuk menjadi pengantin pengganti, setelah ia mengetahui bahwa Oh pil sun tetap melangsungkan pernikahan meski ia sebagai pengantin wanita tidak datang, apa lagi istri Oh pil sun juga tidak ada disini, itu semakin memperkuat dugaannya.
"menyukainya atau tidak, itu sudah tidak penting. lagi pula untuk apa kamu peduli?" ujar Oh pil sun di iringi dengan senyum kecut.
"maafkan aku" kata Ye eun pada akhirnya. Tadinya ketika menikah dengan Ji Ming ia pikir ia tidak akan perlu mengucapkan kata itu kepada Oh pil sun, dan mungkin juga tidak akan pernah bertemu dengan Oh pil sun, namun nyata! hidupnya benar-benar bergantung ditangan Oh pil sun.
"tidak perlu minta maaf, aku justru sangat berterima kasih karena kau tidak datang, jika tidak aku sungguh tidak akan sanggup menanggung beban menjadi ayah dari anak orang lain!" ujar Oh pil sun sinis, langsung menusuk ke jantung Ye eun.
Seketika membuat Ye eun tertunduk, sejak setahun lalu ia memang ingin putus dari Oh pil sun, tepatnya setelah ia mengenal Ji Ming, apa lagi nenek dan ibu Oh pil sun tidak menyukainya. Namun sikap baik Oh pil sun kepadanya selalu membuatnya bimbang, dan akhirnya menjadi serakah ingin memiliki keduanya, jelas saja itu mustahil.