Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"Akhirnya perut gue sudah terisi" gumam Santa sambil mengelus perutnya tersenyum kecil. Setelah makan Santa bergegas kembali lagi ke ruang ICU namun saat baru sampai dengan ruang ICU tiba-tiba pintu ruang ICU terbuka perlahan dokter Naya baru saja akan keluar berpapasan dengan Santa didepan pintu ruang ICU tersebut. "Mbak Santa ya salah satu keluarga nona Alisha" tanya dokter Naya tersenyum ramah.
Santa tersenyum kecil lalu mengangguk kecil "Iya Dok, saya Santa, Memangnya ada apa ya Dok?" tanya Santa ingin tau. Dokter Naya tersenyum sebelum menjawab "Sebelumnya saya ingin memberi kabar baik kepada anda bahwa nona Alisha sudah sadar. Namun berita kurang baiknya saat baru sadar nona Alisha langsung berteriak histeris setelah tau tentang kondisi kakinya saat ini. Maaf mbak karena nona Alisha terus berteriak histeris sampai sampai jarum infusnya terlepas, jadi saya dengan terpaksa menyuntikkan obat penenang sementara waktu dulu. Nanti kalau pihak keluarga selaku orang tuanya sudah datang, saya ingin memberitahukan beberapa hal penting tentang kondisi nona Alisha saat ini. Dimohon untuk kedua orang tua nona Alisha segera datang dan menemui saya nanti" ucap dokter Naya menjelaskan kondisi Alisha secara singkat. Santa yang mendengar pernyataan dokter barusan hatinya bagitu senang pada akhirnya sahabatnya sudah sadar kembali. Namun mendengar Alisha yang belum bisa menerima kondisinya saat ini membuat Santa ikut sedih. "Baik dokter, terimakasih setelah ini saya akan hubungi tante Alena dan om Mohan secepatnya" ucap Santa tersenyum kecil. "Sama sama mbak, kalau begitu saya lanjutkan memeriksa pasien lainnya, permisi" pamit dokter Naya sebelum pergi diikuti seorang suster dibelakangnya. Setelah dokter Naya pergi, Santa segera menghubungi mama Alena.
Tut...
Tut...
"Halo Santa ada apa nak, apakah ada kabar baik tentang kondisi Alisha?" tanya mama Alena dari sebrang telfon.
"Iya tante, Alhamdulillah Alisha sudah sadar" jawab Santa.
"Alhamdulillah ya Allah putriku sudah sadar" ucap mama Alena terdengar begitu bahagia sekali.
"Hem Tante tadi dokter mengatakan kalau ingin berbicara hal penting tentang kondisi Alisha kepada om dan tante sekarang. Apakah tante dan om bisa kerumah sakit sekarang?" ujar Santa pelan.
"Baiklah nak, kami akan segera datang kerumah sakit sekarang juga" jawab mama Alena sebelum menutup panggilan tersebut.
Santa menghembuskan nafas panjang setelah panggilan berakhir Santa menatap pintu ruang ICU dengan tatapan sendu. "Gue harap setelah tau tentang kondisi Lo saat ini, Lo bisa menerima kenyataan ini Al" ucap Santa dalam hati. Tak lama kemudian pintu ruang ICU terbuka lebar 2 suster keluar seraya mendorong brankar pasien yang ditempati Alisha. Nampak Alisha tidur tenang dengan posisi jarum infus dipindah ke punggung tangan kirinya sedangkan punggung tangan kanannya diperban karena terluka. "Suster mau dipindahkan kemana?" tanya Santa bingung.
"Mau dipindahkan ke ruang perawatan mbak, karena pasien sudah sadar dan pihak keluarga meminta dipindahkan ke ruang VVIP agar pasien lebih nyaman menjalani perawatan" jawab seorang suster tersenyum ramah. Santa yang mendengar penjelasan suster tersebut mengangguk paham. Setelah beberapa saat kemudian Alisha sudah dipindahkan ke ruang perawatan kamar VVIP agar mendapatkan perawatan terbaik. Setelah selesai memindahkan Alisha ke ranjang pasien yang lebih lebar bahkan bisa menampung 2 orang dewasa dan pastinya kasurnya lebih empuk. Terdapat satu set sofa empuk, kulkas serta mini bar jika pihak keluarga ingin memasak sesuatu. Setelah suster menyelesaikan tugasnya mereka langsung berpamitan. Sedangkan Santa duduk di kursi samping ranjang pasien, ditatapnya wajah tenang sahabatnya yang masih betah menutup kedua matanya.
"Bangunlah, mereka sudah pergi" ucap Santa santai. Dia tau kalau sebenarnya sahabatnya sudah sadar dari tadi. Tak lama kedua mata Alisha perlahan terbuka dan ia bisa melihat wajah sahabatnya duduk disampingnya. "Santa...." panggilannya pelan nyaris berbisik dengan air mata menetes perlahan. Santa tersenyum teduh dan menghapus air mata Alisha lalu menjawab " Kenapa hem...kamu mau nangis...?? Menangislah Al, jangan ditahan..." ucap Santa lembut. Air mata Alisha yang sejak tadi ditahan pada akhirnya luruh saat itu juga. " Lo enggak sendirian, masih ada gue dan kedua orang tua Lo juga. Kami akan selalu bersamamu sampai kapanpun itu, kita hadapi bersama ujian ini, oke" ucap Santa lembut. Air mata Alisha keluar semakin deras "Hiks.. hiks.. hiks...aku cacat sekarang, aku enggak berguna lagi. Aku enggak mau membuatmu malu mempunyai sahabat yang tidak berguna sepertiku.." Alisha semakin terisak hingga bahunya bergetar hebat. Santa langsung memeluk erat Alisha, airmata menetes dikedua pipinya "Sssstt...Lo jangan pernah ngomong kayak gitu lagi, gue enggak suka. Apapun keadaan Lo sekarang Lo tetap sahabat terbaik gue sampai kapanpun itu. Gue tau apa yang Lo rasakan saat ini tapi Lo harus yakin suatu saat nanti Lo pasti bisa jalan lagi kayak dulu. Kata dokter ini hanya sementara jadi masih ada kemungkinan Lo masih bisa sembuh. Alisha sahabat gue adalah orang yang kuat dan tegar, jadi jangan pernah menyerah tetaplah optimis untuk bisa sembuh. Selama Lo belum bisa jalan maka kaki gue akan jadi kaki Lo juga. Kalau perlu kemanapun Lo mau pergi nanti gue yang gendong, kayak lagu Mbah Surip.
Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Mendingan tak gendong to
Kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada jalan kaki
Capek deh.."
Alisha yang mendengar sahabatnya menyanyi lagu Mbah Surip langsung tertawa lepas.
"Hahaha...
Ya ampun San, Lo tau dari mana lagi itu. Tapi sebelumnya terimakasih ya kamu sudah membuat aku tertawa dengan tingkah konyol mu itu. Aku enggak bisa bayangin bagaimana kalau kamu enggak ada disampingku saat ini. Sekali lagi terimakasih ya Santa, terimakasih untuk semuanya" ucap Alisha tersenyum haru. Mereka berpelukan dengan tangis haru, Alisha begitu beruntung memiliki sahabat sebaik Santa Aurora gadis bule yang memiliki kepribadian menyenangkan dan baik hati.
Tapi tiba-tiba tatapan mata Alisha fokus dengan penampilan sahabatnya. "Santa ini beneran kamu...?" ucap Alisha dengan tatapan matanya melihat penampilan Santa dari atas sampai bawah. "Wow... Santa kamu benar-benar sangat cantik dan nampak anggun berpenampilan seperti ini. Sumpah aku baru sadar sama penampilanmu hari ini, Santa ini serius kamu??" tanya Alisha sekali lagi ia benar benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. "Emang kenapa Al, aneh ya penampilan gue kayak gini?" tanya Santa merasa kurang percaya diri dengan penampilannya saat ini. "Lo tau Al, gue sampai bela belain berpenampilan kayak gini biar Lo seneng pas lihatnya dan ternyata dugaan gue benar Lo langsung kaget melihat gue berpakaian feminim hehehe.. " ucap Santa sedikit salah tingkah ditatap sahabatnya bahkan wajahnya sedikit memerah karena malu.
"Udah ah, mending sekarang Lo makan dulu ya, pasti perut Lo lapar" ucap Santa mengalihkan perhatian Alisha langsung mengambil semangkuk bubur hangat yang ada diatas nakas. Alisha langsung menggelengkan kepalanya menolak disuapin oleh Santa. "Aku enggak mau makan bubur, pasti rasanya enggak enak" tolak Alisha langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya seperti anak kecil yang mogok makan. "Sekarang makan seadanya dulu ya Al, kan Lo baru bangun setelah beberapa hari koma. Beberapa hari perut Lo kosong enggak ada makanan masuk cuma cairan infus doang, gue janji nanti akan belikan makanan kesukaan Lo" bujuk Santa dengan sabar. Alisha yang mendengar perkataan Santa akhirnya pasrah dan mau makan meskipun rasa buburnya enggak seenak bubur yang dibuatkan oleh mamanya. "Janji ya nanti belikan makanan kesukaan aku, awas kalau bohong aku mogok makan beneran" ucap Alisha manja dengan bibir mengembung lucu.
Santa yang gemas langsung mencubit pelan pipi Alisha "Aduh gemesnya, niatnya mau gue jadikan kakak ipar tapi tingkahnya kayak bocil gini kayaknya gue urungkan aja deh niat gue jadiiin Lo kakak ipar gue" ucap Santa keceplosan langsung menutup mulutnya. Alisha yang mendengar perkataan Santa langsung tersedak" Uhuk... Uhuk..." Santa langsung menyodorkan segelas air putih kepada Alisha. Setelah Alisha minum barulah Alisha berucap "Barusan kamu ngomong apa San, siapa yang mau kamu jadikan kakak ipar?" tanya Alisha memastikan. "Eh, enggak kok Al, lupakan saja perkataan gue barusan anggap aja gue enggak ngomong apa apa" jawab Santa sedikit gelagapan.
Alisha yang mendengar jawaban Santa hanya mengangguk singkat" Oh kirain apa" sahut Alisha santai. "Tapi aku dengar semua yang kamu katakan San, tapi aku enggak mau terlalu percaya diri dulu" ucap Alisha dalam hati. Setelah itu mereka berdua berbicara banyak hal yang bisa membuat Alisha tertawa lepas. Santa yang melihat sahabatnya bisa tertawa hatinya ikut senang "Semoga kamu selalu bahagia Al, aku janji akan selalu menjadi sahabat terbaik untukmu" batin Santa. Hingga tak lama kemudian pintu terbuka perlahan masuklah sepasang suami istri yang tak lain kedua orang tua Alisha. Alisha yang melihat kedatangan kedua orang tuanya langsung tersenyum senang
"Mama papa..." panggilannya dengan tersenyum manis. Alena yang melihat putrinya masih bisa tersenyum meskipun keadaannya saat ini membuat hati wanita paruh baya tersebut terasa diremas. "Iya sayang ini, maaf mama dan papa baru datang" ucap Alena langsung memeluk erat putri semata wayangnya penuh kasih. Begitupun Mohan ikut memeluk putri kesayangan penuh kasih sayang tidak lupa kecupan sayang di kening putrinya. "Papa senang akhirnya kamu sudah siuman nak" bisiknya lembut seraya mengelus lembut rambut putrinya. Santa yang melihat pemandangan tersebut ikut tersenyum haru tanpa sadar air matanya ikut menetes di pipinya.
"Santa kenapa kamu disitu sendirian, ayo ikut gabung sama kami" panggil Alisha seraya tangannya melambai ke arah Santa begitupun Alena dan Mohan ikut memanggil namanya agar ikut bergabung bersama mereka Santa langsung berdiri dan ikut masuk kedalam pelukan mereka "Saatnya berpelukan" celetuk Santa sambil tertawa diikuti oleh mereka bertiga. Sungguh manis pemandangan keluarga Cemara tersebut.