NovelToon NovelToon
40 HARI MENCARI JASAD NENEK

40 HARI MENCARI JASAD NENEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."

"Jadi sekarang nenek dimana?"

"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."

"Tapi kan nenek udah meninggal!?"

Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.

Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 11. Nenek meninggal.

Nenek berteriak dengan keras di telinga ibunya Elma, tapi teriak nya bukan hanya sembarang berteriak melainkan dari mulut nya keluar sesuatu cairan berwarna merah pekat kehitaman dengan kelabang yang berjatuhan.

"HAARGGHH!!"

Elma yang melihat itu tidak tinggal diam, dia meraih apapun yang dekat dengan tubuh nya, dia mendapatkan sebuah vas yang berisi bunga hias milik nenek nya dan dia melayangkan nya ke kepala nenek nya.

"ARGH!" Elma memukul nenek nya dengan vas yang dia dapat tadi..

"PRANG!!!"

"BRUG!!" Nenek nya pun jatuh tak sadarkan diri.

"Hh.. Hh.. Hh.." Tangan Elma gemetar saat melihat nenek nya terkapar bersimbah darah.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Ibunya Elma sampai syok berat.

Tapi.. Ketika Elma berpikir dia berpikir telah melakukan dosa besar dan merasa bersalah, tiba - tiba saja Elma melihat bibir nenek nya tersenyum. Saat itu juga Elma tau, nenek nya masih di rasuki.

"Ma! Ma! Ma ayo ma! Ayo lari!" Ucap Elma, dia lalu menggandeng tangan ibunya.

"Tapi nenekmu, nak." Ucap ibunya Elma, dia tidak tahu nenek masih bisa tersenyum smirk.

"Udah ma! Itu bukan nenek, itu setan!" Ucap Elma, dia menarik ibunya.

"Ayo ma! Bawa adek." Ucap Elma, dia berlari bersama ibunya.

Mereka lari menuju ke kamar ibunya untuk mengambil Salsa dan membawa nya lari, Elma yang memastikan dari depan kamar saat ibunya masuk kedalam kamar.

Saat itu juga, nenek nya yang semula terkapar tak sadarkan diri itu tiba - tiba membuka matanya dan saat itu bola matanya masih berwarna hitam total. Dengan gerakan pelan dan suara tulang - tulang nya yang seakan patah, nenek bangun dari posisinya.

"Krek!"

"Krek!"

"Krek! Krek! Krek!"

"Ma, ayo!" Teriak Elma, ibunya terlihat menggandeng Salsa yang masih terkantuk - kantuk.

"Ayo sayang, ayo!" Ibunya menarik Salsa, dan kemudian sampailah mereka di depan pintu kamar.

Saat itu juga Elma melihat nenek nya sudah berdiri di ujung dapur dengan wajah yang tersenyum smirk, tubuh nenek nya berdiri tegak padahal seharus nya nenek nya sedikit bungkuk. Saat itu juga tiba - tiba nenek nya berlari mengejar mereka, Elma dan ibunya sudah mendekati pintu dan..

"Allahu Akbar!"

"BRAK!!"

Elma terkejut ketika dia melihat pakde nya muncul menghalau nenek nya sampai nenek nya jatuh ke lantai dengan keras.

"Astagfirullah, bu!" Pakde nya Elma lalu maju di depan Elma setelah memukul mundur ibunya sendiri.

Tapi jelas ibunya tidak mengenalinya, dia bukan ibunya..

"Khhh!!"

"Kkkhhh!!"

Nenek nya Elma itu kemudian menoleh menatap pakde dengan mata hitam nya, senyum smirk nya kembali terbit.

"Krek!"

"Krek!"

"Kretek!"

Nenek bangun perlahan dan saat itu juga tulang - tulang nya kembali berbunyi seperti tulang yang patah.

"Bu." Panggil ayah Tian.

"Aku dudu (bukan) ibumu!" Nenek akhir nya berbicara, tapi suara nya bukan suara nenek.

Suara nya seperti campuran antara laki - laki dan perempuan. Elma sangat terkejut mendengar itu, jelas itu bukan nenek nya. Nenek kemudian menatap ibunya Elma lagi, dan senyum nya terbit.

"Koe arep melayu mendi (mau lari kemana)? Ojo melayu (jangan lari) toh, mrene melu aku (sini ikut saya)." Ucap nya, ibunya Elma tertegun.

"Bu, sadar bu." Ucap ibunya Elma.

Ayah nya Tian tiba - tiba mencipratkan air doa pada nenek Tri, mula nya nenek Tri hanya diam dan menatap ayah Tian dengan marah. Tapi dia sama sekali tidak bergerak, karena ayah Tian juga sembari membaca sesuatu.

Nenek Tri yang semula menatap dengan tajam dan sombong itu tiba - tiba menggeliat seperti kesakitan.

"Panasss!!" Ucap nya dengan suara tertahan.

"Panasss!!" Ucapnya lagi, dan kemudian semakin merunduk ke bawah.

Dalam kesempatan itu, ayah Tian kemudian mendekat dan kemudian menekan kening nenek Tri dengan ibu jarinya sambil membaca doa dan kemudian tubuh nenek Tri pun melemas.

Setelah nenek Tri tak sadarkan diri, semua orang saling pandang dengan wajah syok mereka.

"Kok bisa nenek begini?" Tanya ayah nya Tian pada Elma dan ibunya.

"Nggak tau mas, tiba - tiba saja ada suara di dapur.. Pas kami liat itu ibu lagi ngais sampah, lagi makanin tulang - tulang sisa di sampah." Ucap ibunya Elma, ayah Tian tertegun.

"Astagfirullah." Ucap ayah Tian.

Elma sempat ingin mengatakan apa yang dia alami juga, tapi dia masih belum berani membuka percakapan dengan pakde nya. Rasanya sangat canggung, setelah dua tahun dia salah paham pada pakde nya atas kematian ayah nya, Elma lebih memilih diam sambil memeluk adiknya.

"Pak, ini nenek kenapa?" Tanya Tian yang baru datang.

"Bantu bapak angkat nenek dulu, Ian." Ucap ayah Tian dan Tian mengangguk.

Tian dan ayah nya kemudian menggotong nenek Tri dan kembali di rebahkan di atas tikar, tapi saat itu ayah nya Tian seperti merasakan sesuatu yang basah di kepala nenek Tri. Setelah di lihat, ternyata itu darah..

"Ya Allah, ibu berdarah." Ucap ayah Tian, memang ada luka di kepalanya.

Elma terkejut juga melihat itu, dia ingat dirinya lah yang sudah memukul nenek nya dengan vas besar saat nenek nya bertingkah mencurigakan pada ibunya. Tapi lagi dan lagi, Elma tetap diam.. Dia tidak angkat bicara dan hanya menunduk menatap nenek nya.

"Lho, ibu sudah ndak nafas!" Ucap ayah Tian, seketika semua orang terkejut.

"Eh!?" Ibunya Elma bahkan seolah tak percaya.

"Tapi bukan nya ini yang kita tunggu? Kan nenek kesusahan ajal, sekarang nenek sudah pergi dengan tenang." Ucap mbak Er.

Ayah nya Tian sampai kembali memeriksa nya dengan seksama, tapi memang.. Nenek Tri sudah meninggal dunia.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, nenek sudah berpulang." Ucap ayah Tian, ibunya Elma pun meneteskan air matanya.

Semua orang di ruangan itu menangis, berbulan - bulan mereka menunggu agar nenek Tri bisa meninggal dunia karena kesulitan ajal, tapi tidak di sangka dia meninggal dunia dengan momen dan cara seperti itu.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."

"Tian, besok kabarkan berita duka ini di masjid, malam ini kita sekeluarga jaga nenek ya." Ucap ayah Tian, semua mengangguk.

Tapi tidak dengan Elma, sejak tadi Elma menatap jasad nenek nya yang sudah tidak bergerak itu tapi di mata Elma lain.. Yang Elma lihat, nenek nya masih membuka mata dan nenek nya sedang menatap dirinya dengan wajah dingin dan mata yang hitam seluruh nya.. Sebelum akhir nya wajah nenek nya di tutup dengan kain.

"Astagfirullah.." Elma menggelengkan kepalanya karena pemandangan itu terlalu mengerikan.

"Kenapa, kak?" Tanya ibunya, Elma lalu mendekat pada ibunya.

"Ma, aku liat dengan mataku.. Nenek melek, ngeliatin aku." Ucap Elma pelan, ibunya tertegun.

BERSAMBUNG!

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
siapa yng memulai ritual nenek tri
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
mang udin di sesat kan oleh jin
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
elma indigo atau memang oramg yg dipilih
SENJA
hmmm gitu toh 😳😑
SENJA
bu de sama pakde orang baik 😳
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
nenek mau main kemana
neni nuraeni
aduhhh nekk dcari malh petak umpet... kan bingung tu warga nek..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
nenek... ?!? 🙀🙀🙀
Ai Emy Ningrum: nggoleki putu kok ora sopan 👻👻 tak pateni kowe punya emeng 🐈🐈🐈
total 5 replies
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
hayoo lo siapa itu, apakah nenek tri yang muncul, pagi¹ udah dibikin merinding kak thor hiiiii..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
siapa Weh yang mencoba membangkitkan kembali sosok itu ..aduh cari gara2 aja
Nureliya Yajid
Semangat lanjut thor
Nureliya Yajid
Lanjut thor
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
lha nenek ketemu gitu
hayooo kek mana coba

nenek idup lagi
Tina Febrianti
kenapa ganti sampul Thor?
Husna
siapa kira-kira ya?
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?

ato jangan-jangan Tian??
@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
nahh kaann. udah aku duga..
@🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bukan salahmu El , kmu juga nggak bsa berbuat apa2
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Siapa kiranya, orang yg sudah masuk ke ruangan itu🤔 Salsa atau justru Elma yg tanpa sadar
🌸Sakura🌸
nahkan bener ada orang lain yang masuk ke ruang it, pasti yg tau ttg nenek tri dan tau seluk-beluk rumah it
🌸Sakura🌸
kaget 😮
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!