NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

Ivan terus bermain dengan sangat kasar, bahkan tangisan Renata benar benar terdengar begitu pilu.

"Akh ... akhh, kenapa selama ini aku begitu bodoh. Tidak memakai mu," racau Ivan dengan suara yang terdengar begitu puas.

Ivan benar benar mendapatkan sebuah kepuasan batin dari istrinya itu.

Renata benar benar tidak berdaya, tubuhnya yang memang terasa remuk tidak berdaya.

Sekarang ini malah bertambah remuk.

Tak berselang lama milik Ivan terlihat berkedut, akhirnya Ivan pun mengeluarkan semua cairan miliknya ke dalam goa kupu kupu milik istrinya.

Pias kepuasan batin yang tadi tercetak jelas di wajah Ivan, kini berubah menjadi amarah.

Ivan dengan kasar mendorong tubuh kurus itu ke lantai rumah miliknya. Lagi lagi Renata dengan segala ketidakberdayaannya terjatuh di atas lantai.

"Dasar istri tidak berguna, makanya selama ini Mas itu malas memberikan kepuasan batin kepadamu.

Lihat baru Mas minta sekali saja, kamu dah nangis nangis bersandiwara seperti orang lebay." Ivan terlihat mengumpati istrinya itu dengan kata kata kasar.

Lalu Ivan meninggalkan istrinya itu begitu saja, setelah dirinya puas.

****

POV Renata. 

Aku masih menatap lekat punggung suamiku yang sekarang ini menjauh tanpa memperdulikan ku.

Apakah takdir ku harus hidup dalam ketidak berdayaan seperti ini.

Tok

Tok

Pintu rumahku sekarang di ketuk dari arah luar, jujur saat ini aku masih sangat kesulitan hanya ingin bangun dan berdiri.

Tapi dengan sisa tenaga yang aku miliki, aku masih tetap berusaha untuk bangun.

Aku melihat wajah Mas Ivan panik, dia berjalan ke arah ku.

Lalu tiba tiba dia menggendong ala bridal style.

Lantas aku memandang wajah suamiku itu dengan tanda tanya.

"Dah diem, gak usah banyak bicara dan dan gak usah banyak bertanya. Dan satu lagi, gak usah nangis seperti orang paling tersakiti saja! Sekarang mendingan kamu itu mandi, bapak dan juga ibuk sekarang sampai kesini. Jangan lupa pakai baju yang ada di gantungan kamar mandi," hardik Mas Ivan dengan nada meninggi.

Sulit sekali menghentikan suara isakan tangisku, tapi aku sudah berusaha mati matian untuk menghentikan suara isakan tangis ini.

"RENATA! APA KAMU ITU TULI, DARI TADI DI AJAK BICARA HANYA DIAM SAJA!" bentak Mas Ivan ke arah ku.

Aku sedari tadi memang diam, untuk menahan suara isakan tangisku agar tidak keluar.

"Ma - maaf Mas, maafkan aku. Aku mendengarnya dan aku akan memakai baju yang ada di gantungan itu."

"Ya sudah buruan mandi, lalu temui bapak dan juga ibu yang sudah sejak tadi menunggu," ucap Mas Ivan sembari menurunkan tubuhku dari atas gendongannya.

Brakk

Setalah aku turun dari gendongannya, Mas Ivan menutup pintu kamar mandi dengan sangat kasar, sampai membuatku terperanjat kaget kala mas Ivan menutup pintu kamar mandi ini.

Aku pun mulai menanggalkan baju yang aku pakai satu persatu, sampai meninggalkan tubuhku yang sekarang ini dalam keadaan polos.

Airnya sekarang ini benar benar terasa dingin.

Mataku tidak sengaja menangkap bayanganku dari pantulan kaca yang memang tersedia didalam kamar mandi.

Sebuah kaca besar, memperlihatkan tubuh kurus ku dengan banyaknya memar.

"Maaf kan aku, bukanya merawatmu dengan baik. Tapi aku hanya memberikan bekas luka padamu," ucapku sembari memandang diriku sendiri dari balik cermin.

Aku buru buru menghapus air mata yang sekarang ini luruh dari kedua pelupuk mataku, aku mulai mengguyur tubuhku dengan air dan mengusap tubuhku dengan sabun.

Mataku membulat sempurna, kala tanganku membersihkan ke bagian goa kupu kupuku dengan sabun.

Karena rasa perih yang amat sangat.

Tok

"Renata, buruan mandinya! Dari tadi bapak sama ibuk nanyain kamu terus," ucap Mas Ivan dari balik pintu dengan kata kata yang terdengar begitu lembut, tidak sekasar tadi.

"I - iya mas," ucap ku.

Memang jika di depan orang atau pun di depan orang tuanya. Perlakuan mas Ivan sungguh berubah 180 derajat.

Mas Ivan berubah menjadi sosok yang sangat baik dan juga sabar di depan orang orang. Bahkan orang tuanya maupun saudara Mas Ivan selalu memuji perilakunya, yang selalu baik kepadaku.

Aku akhirnya menyudahi mandiku, dengan mengguyur seluruh tubuhku dengan air bersih. Walaupun sekarang ini aku mengigil karena kedinginan.

Aku memakai sebuah daster yang lumayan masih bagus, milik ibu mertuaku yang sudah tidak terpakai. Karena ibu mertuaku sekarang ini mengenakan hijab.

Kadang aku juga ingin mengenakan hijab seperti mertua ku saat inu, tapi apalah dayaku. Untuk ongkos berobat gratis saja aku sampai menjual emas emasan milik almarhumah ibu, apalagi untuk membeli hijab dan baju gamis. Singgung jelas jika aku tidak mampu.

Apalagi setiap membicarakan perihal keuangan rumah tangga pada Mas Ivan. Dia selalu marah, dan malah terus mengeluh kepadaku, aku adalah tipe orang yang tidak tegaan akhirnya memilih diam dan mengalah.

Aku pun keluar dari dalam kamar mandi, dengan tubuh yang terlihat fresh.

"Astaga, mandi saja lama sekali!" Bentak Mas Ivan dengan suara yang terdengar lirih.

Mungkin karena Mas Ivan takut, kalau ada yang mendengar amarahnya. Makanya dia berbicara dengan suara yang terdengar begitu pelan.

Aku bingung saat Mas Ivan menarik pergelangan tanganku.

"Loh mas mau bawaku kemana?" Tanyaku.

"Udah gak usah bawel! Tinggal ngikut saja," ucapnya ketus.

Dia menarik tanganku dengan sangat kasar, menuju ke arah kamarnya.

Lagi dan lagi aku mengigit bibir bawahku, kala merasa sangat perih di area bawahku saat buat berjalan. Apa lagi kaki ku yang terkena pecahan kaca, juga sangat sakit dan perih.

Alisku menyatu memandang mas Ivan dengan wajah bingung.

"Udah gak usah bingung, gak usah banyak tanya. Sekarang kamu duduk disini dulu, di depan ada banyak saudara ku."

Aku cukup terkejut, dengan apa yang baru saja di katakan oleh Mas Ivan. 'untuk apa keluarga besar suamiku berkumpul di rumahku?' Tanyaku dalam hati.

Tapi aku memilih untuk menjawab ucapan Mas Ivan dengan sebuah anggukan paham, aku sungguh takut kalau nanti dia marah marah lagi.

Aku yang ingin mengajukan beberapa pertanyaan lagi pada mas Ivan, akhirnya memilih diam. Karena Mas Ivan kalau marah, sungguh menakutkan.

Aku duduk menurut seperti apa yang Mas Ivan katakan, aku membalikkan kakiku untuk melihat telapak kakiku yang luka karena pecahan kaca kemarin, sepertinya memang kaki ku sudah lumayan membaik dan tidak mengeluarkan banyak darah lagi.

Ntah kenapa hati ku sekarang ini terasa adem dan sedikit merasa bahagia, padahal hanya mendapatkan sebuah kebaikan dari Mas Ivan.

Aku bingung melihat Mas Ivan yang sepertinya mencari sesuatu.

"Nah akhirnya ketemu juga," gumamnya sembari membawa sebuah kotak kecil dan lipstik yang terlihat masih baru ke arahku.

Aku memilih diam saat Mas Ivan membuka segel bedak dan juga lisptik itu, lalu memoleskannya pada wajahku.

"Untung saja ... Est ..." ucapan Mas Ivan tiba tiba terhenti.

"Maksudnya apa Mas? Est ...?" Aku benar benar bingung. Apa yang tadi Mas Ivan ucapkan.

1
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!