NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

Setelah menunggu hampir satu jam di gang itu, Meli duduk bersandar pada tembok yang dingin, memangku kedua bayi yang kini tertidur pulas setelah kelelahan menangis. Matanya terus menatap ujung gang, berharap ada sosok yang muncul dan menjemput mereka—mungkin orang tua, saudara, atau siapa pun yang mencari. Tapi harapan itu tinggal harapan. Tak ada satu pun bayangan manusia melintas, tak ada langkah kaki, tak ada suara.

Hanya sunyi, dan dua bayi malang yang kini tergolek tanpa masa depan yang pasti.

Dengan berat hati, Meli akhirnya memutuskan membawa mereka ke kantor polisi. Untung saja ada Polsek di ujung gang sana, tidak terlalu jauh, sekitar dua ratus meter dari tempat ia berdiri. Ia menghela napas panjang, menguatkan hatinya.

Perlahan, ia meletakkan kedua bayi itu kembali ke dalam kardus, memastikan selimut mereka cukup hangat dan posisi mereka aman. Ia mengangkat kardus itu dengan hati-hati, lalu berjalan cepat menuju kantor polisi.

Sesampainya di sana, ia mengetuk pintu dan menyapa dengan suara sopan.

"Permisi, Pak..."

Dua orang polisi yang berjaga di meja resepsionis menoleh. Salah satunya—berpakaian santai dengan jaket terbuka—melirik ke arah kardus di tangan Meli dengan tatapan mencurigakan.

"Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya singkat.

Meli melangkah maju. "Saya... saya baru saja menemukan dua bayi di ujung gang belakang. Mereka ditinggalkan begitu saja. Saya takut ini kasus pembuangan atau mungkin penculikan..."

Seketika, atmosfer berubah. Kedua polisi itu saling pandang, lalu wajah mereka mengeras.

"Jangan coba-coba bohong ya, Dik," ucap polisi yang satunya—lebih tua, nada bicaranya langsung menuduh. "Jangan kira kami nggak pernah lihat kejadian begini. Itu anak kamu sendiri, kan? Kamu buang, terus sok-sokan pura-pura nemu biar nggak kelihatan salah."

Meli terbelalak. "Apa?! Tidak, Pak! Demi apapun, saya hanya lewat dan menemukannya di sana. Saya bahkan nggak tahu siapa orang tua mereka!"

"Iya, iya, semua juga bilang begitu. Modusnya sama. Habis 'main', hamil, malu, terus bikin cerita dramatis seolah-olah pahlawan. Udah, kami nggak sebodoh itu, Dik." Polisi yang lebih muda menambahkan sambil menyilangkan tangan di dada.

"Tapi saya tidak berbohong! Kalau Bapak tidak percaya, mari ikut ke lokasi! Saya tunjukkan tempatnya!" suara Meli mulai gemetar, bukan karena takut, tapi karena kecewa dan marah. Ia tak menyangka akan diperlakukan seperti ini.

"Udah, udah, kami ini polisi, bukan pengasuh bayi. Kalau kamu punya masalah pribadi, selesaikan sendiri. Jangan nyeret kami. Bawa aja tuh anak kamu pulang."

Meli menatap mereka tak percaya. Dadanya sesak. Matanya panas.

Apa ini artinya menjadi perempuan muda di mata mereka? Tak peduli sebaik apa niatnya, tetap dicurigai. Tak peduli betapa tulus perbuatannya, tetap dicap buruk.

Tangannya meremas sisi kardus. Ia ingin marah, tapi ia tahu takkan ada gunanya berteriak. Ia menghela napas panjang, berusaha menahan tangis yang mengganjal di tenggorokan.

"Baik, kalau begitu... saya akan cari bantuan di tempat lain." ucapnya pelan, namun matanya bersinar oleh tekad.

Ia membalikkan badan dengan langkah berat, memeluk kardus yang kini seolah memuat seluruh dunia di dalamnya—dua jiwa kecil yang tak bersalah. Keluar dari kantor polisi dengan hati remuk, Meli terus melangkah tanpa arah pasti.

Langit malam menggantung kelabu, angin dingin menyelusup di antara sela-sela bajunya. Jalanan sudah lengang, lampu jalan menyala temaram, dan setiap langkah terasa seperti beban baru yang ditambahkan di pundaknya.

Ia menatap kedua bayi yang mulai bergerak pelan di dalam kardus.

"Kalian ini siapa, sebenarnya?" gumamnya lirih, suaranya nyaris tertelan angin malam. "Siapa orang tua kalian? Kenapa mereka tega meninggalkan kalian begitu saja? Apa kalian... tidak diinginkan?"

Pertanyaan itu menghantam dadanya sendiri. Ia menggigit bibir, menahan emosi yang mengaduk-aduk.

Ia berhenti sejenak di tepi trotoar, memandangi gelapnya gang di kejauhan. Sebuah pikiran buruk sempat melintas.

"Apa... aku harus kembalikan kalian ke tempat tadi saja? Mungkin... orang tua kalian akan datang nanti?"

1
kiu kiu
apa ingatan melisa bisa kembali thor...kasihan banget wanita itu...adrian apa kamu bisa mempertanggung jawabkan ini semua.klu bukan tekanan darimu melisa tk akan seperti itu...dan bukankah kau pula yg melakukan perjanjian dg melisa utk menyerahkan adiknya.klu ketahuan ethan.pasti semarah apa dia nanti...bisa bisa benci sama adrian...
Nunung Elasari
kutukan rifky terjadi....🤣🤣🤣🤣
Alya Hafidz
Terbaikkk
Kana
Kaka up lagi ya 🙏🙏 aku ga kuat nunggu besok ,semangat ya
kiu kiu
wow....ganteng banget adrian....😍😍😍😍.si ethan tampan juga seperti abangnya nggk thor..🤣🤣🤣 .ak jadi kepo nih...🤭🤭🤭
Nunung Elasari
sekarang up nya 1 ya kak?
kiu kiu
😄😄😄 adrian nih semakin lucu...melisa amnesia dia yg ketakutan .takut meli melupakan kembar beda ortu🤣🤣🤣.jika ethan tau melisa amnesia gimna reaksinya ya...pasti terkejut.apalagi si evan yg manja...pasti bakalan nangis lagi tuh anak...semoga ada saatnya mereka bertemu thor...jgn pisahin mereka dong.
Rochman Syah
lanjut thoor💪
kiu kiu
tuh...kan...si author bikin nangis gue aja..😭😭😭 kapan si melisa bangun thor...apakah mereka akan bertemu si kembar kesayangannya...tp ,si riki sama diana makin lengket aja tuh...apa mereka menikah thor..
Nunung Elasari
hayooo kak udah 3 tahun aja nih, apa melisa masih blm sadar dr komanya?
Evi Lusiana
tamat....tapi bo ong
Evi Lusiana
jgn gtu dong thor,bwt ending yg bahagia bwt smuany,udh sring mewek nih
Reni Anggraeni
kasihan Melisa tor teka teki kmana
Dewiendahsetiowati
yah endingnya bikin sedih Thor,masak dari awal cerita Melisa gak pernah bahagia... terima kasih ceritanya walaupun gak sesuai harapan
kiu kiu
thor..beneran cerita si kembar ini selesai...jadi nggk ada kelanjutannya dong..😭😭😭😭padahal thor.ak antusias banget sama cerita ini.dan apa adrian nggk punya perasaan sama wanita cantik seperti melisa.padahal episod lalu barusan di bahas.tau tau di tamatin beneran.yeah...
Susiajaaa: aku bercanda aja kok, bakalan ada S2 nya dan... lebih plot twist lagi hehe🤭
total 1 replies
Nunung Elasari
ada session 2 nya ga kak?
Anto D Cotto
gada season 2 nya Thor?
Ayunda
kasih karma buat tuh dua org yg tega pisahin anak sama emaknya
Rochman Syah
bonchap donk Thor... pengen tau Melisa dimna
kiu kiu
lanjut thor... bagaimna nasib melisa nantinya.apakah akan semakin rumit.atau apakah ada kisah cinta dlm hidup melisa mantinya.sementara 2 bocil beda ortu itu begitu bucin sama mama melisa.semangat thor..ini pasti menguras pikiran si author..🤣🤣🤣 sebab episod sebelomnya bawaanya mewek terus sampai mataku tk bisa melek gara gara nangisin perpisahan dua bocil kesayangan melisa itu...🤭🤭🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!