----
"Ugh ..."
Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ... sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. ARDIANSYAH
"Ardiansyah!!!" ucap ku terkejut saat mendengar namanya.
Mataku semakin terbuka lebar, kemudian aku menutup mulutku, aku tidak menyangka akan bertemu langsung dengannya.
"Kenapa ... Apa kamu terkejut mendengar namaku? Sepertinya aku tidak usah lagi memberi tahu siapa aku sebenarnya..." ucapnya kepada ku, sambil tersenyum menyeringai.
Serentak tubuh' ku mulai gemetar, yang aku tahu bahwa Ardiansyah adalah musuh dari keluarga ku. Namun aku tidak tahu pasti siapa dirinya.
"Ke-Kenapa kamu ada di sini?" tanya ku kepada Ardiansyah, aku terkejut setengah mati, apakah dia mendengar percakapan ku dengan Aqila?
"Husss... Sepertinya aku harus pergi sekarang! Sampaikan pada adik mu itu, kalau aku datang kesini."
Tak... Tak... Tak...
Ardiansyah berbalik dan melangkah pergi meninggalkan ku. Aku melihat wajahnya yang tampak sangat licik dan senyumnya yang begitu menakutkan.
Sret...
Aku menarik tangannya, aku ingin memastikan apakah dia mendengar percakapan ku dengan Aqila atau tidak.
"Tunggu sebentar!" ucapku sambil memegang tangannya.
Ardiansyah kembali membalikkan badannya dan melihat kearah ku.
"Aku ingin bertanya, sejak kapan kamu ada di dalam sana?"
"Entah! Aku juga tidak tahu berapa lama aku ada di sana?" jawab Ardiansyah kepada ku.
"Apa yang kamu dengar di dalam sana?"
"Kenapa? Apa ada sesuatu? Aku hanya mendengar seekor kucing yang sedang memburu seekor tikus tikus rendahan!" jawab Ardiansyah, seakan mengisyaratkan sesuatu.
Ternyata benar firasat ku, Ardiansyah ternyata mendengar semua percakapan ku dengan Aqila.
"Jadi kamu mendengar semuanya!" aku menatap tajam wajah Ardiansyah.
"Entah! Aku tidak peduli dengan kalian berdua!"
Tak... Tak... Tak...
Ardiansyah berjalan maju kearah ku, ia perlahan mendekat. Aku melihat wajahnya yang begitu menakutkan dan penuh ancaman perlahan semakin mendekat.
Tak... Tak... Tak...
Aku perlahan melangkah mundur, namun Ardiansyah semakin dekat.
Bruggg ...
Tubuhku tersudut kaku di dinding, aku tak berdaya saat kedua tangan kekarnya mengunci pergerakan ku di kiri dan kanan.
Nafasnya yang berat' menerpa wajahku dengan sorotan mata yang tajam, membuat jantung ku berpacu liar, tubuh ku goyah dan kakiku mulai gemetar.
"Apa ... Apa kamu takut? Tikus kecil!" ucapnya tajam di depan wajahku.
"Jangan begitu takut tikus kecil! Aku tidak akan memakan mu!" bisik nya tajam di telinga ku.
Seketika bulu kudukku berdiri. Ancamannya terasa sampai hatiku. Seketika Ardiansyah melepaskan cengkeraman tangannya yang mengunci pergerakan ku. Aku hanya terdiam membatu dengan tubuhku yang semakin gemetar hebat.
Tak... Tak... Tak...
Kali ini Ardiansyah benar-benar meninggalkan diriku. Akhirnya aku bisa bernafas lega, setelah ia pergi.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Setelah kejadian itu aku kembali ke perusahaan. Aku berjalan menuju ruangan suamiku.
Langkah kaki ku masih lemah, namun aku ingin mengisi energi ku dengan melihat wajah suamiku.
Namun apa yang aku lihat saat sampai di sana? Membuat diriku tidak bisa mempercayai kenyataan.
Aku melihat suamiku membuang semua bekal makanan yang aku bawakan untuknya.
"Mas! Kamu membuang makanan yang aku buat untuk mu!" gumam ku dari jauh saat melihat semuanya.
Seketika hatiku menjadi hancur, jadi selama ini, suamiku tidak pernah memakannya dan membuangnya ke tempat sampah.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Ardiansyah bertemu Aqila untuk pertama kalinya di sebuah cafe A. Aqila duduk di depan meja menunggu kedatangan Ardiansyah.
"Aku harus tampil secantik mungkin! Agar Ardiansyah terpesona denganku." ucap Aqila sambil merias wajah mungilnya.
Aqila melihat Ardiansyah sampai di depan cafe, ia duduk manis bersiap menyambut kedatangan Ardiansyah.
Ardiansyah masuk ke dalam, Aqila kemudian melambaikan tangannya, berseru memanggil Ardiansyah.
Ardiansyah menghampiri Aqila dan duduk di kursi berhadapan dengan Aqila.
"Hallo!"
"Hai! Perkenalkan namaku Aqila!" ucap Aqila sambil melambaikan tangannya memberi salam perkenalan.
"heh!" Ardiansyah tersenyum menyeringai. "Sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diri ku lagi."
"Lalu apa ini? Kenapa kamu mengajakku bertemu di sini?" tambah Ardiansyah bertanya kepada Aqila.
"Aku mengundang mu kesini hanya ingin kamu datang ke pembukaan film ku kali ini. tuan Ardiansyah!" jawab Aqila.
"Kita lihat saja nanti!" ucap Ardiansyah ketus.
"Ardiansyah! Aku mengundang mu sebagai tamu bukan musuh!"
"Aku tidak peduli, jika kalian menganggap ku musuh! Saat ini aku tidak ada waktu meladeni mu!" jawab Ardiansyah.
Ardiansyah bangun dari kursi duduknya. Ia mengeluarkan kartu nama dan sebuah cek.
"Hubungi aku lain kali! Ini untuk membayar pesanan mu disini!" ucap Ardiansyah dengan nada merendahkan.
Ardiansyah pergi meninggalkan Aqila tanpa memperdulikan nya.
"Ardiansyah! Tunggu saja, aku pastikan kamu akan bertekuk lutut di bawah kaki ku, mengharapkan diriku! Tunggu saja, aku pastikan itu semua akan terjadi."
...══════ஜ▲ஜ══════...
Dua bulan kemudian...
Aku seperti biasa membereskan rumah dan memasak makanan untuk semua anggota keluarga pagi ini.
Namun saat itu aku mencium aroma ikan yang aku goreng. Tiba-tiba saja aku merasa mual seketika.
Huek... Huek... Huek...
Aku tiba-tiba saja mual dan muntah saat mencium aroma amis dari ikan yang aku goreng.
"Nayra! Kamu kenapa?" tanya suamiku saat melihat ku.
"Tidak apa-apa mas!" jawab ku sambil menahan rasa mual yang menyangkut di tenggorokan ku.
"Apa kamu sakit? Kita pergi ke rumah sakit sekarang!" ucap suamiku, dengan cemas.
"Tidak usah mas! Kamu pergi saja ke kantor, nanti aku bisa pergi sendiri."
"benar! Kamu tidak apa-apa?" tanya suamiku lagi.
"Iya mas! "
...══════ஜ▲ஜ══════...
Aku pergi ke rumah sakit saat siang hari sendiri. Aku sampai di rumah sakit dan mulai menyampaikan keluhan ku kepada dokter beberapa hari terakhir ini.
Saat itu aku menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Setelah lama menunggu aku akhirnya masuk kembali ke dalam ruangan rumah sakit.
"Selamat Bu! Anak ibu sudah menginjak tujuh Minggu!" ucap dokter kepada ku
"Apa Dok? Aku hamil!" ucap ku, terkejut saat mendengar perkataan dokter.
"Ia Bu! Selamat ibu sedang hamil, sekarang sudah menginjak dua bulan!"
Aku sangat senang saat ini, rasanya seperti mimpi, aku tidak menyangka bahwa aku sedang hamil dan akan menjadi seorang ibu.
Aku bahagia saat ini juga, aku akhirnya pergi ke kantor untuk memberi tahu kabar gembira ini kepada suamiku.
Aku sampai di perusahaan. Saat itu sedang ada acara persiapan peluncuran film terbaru, yang akan segera tayang.
Banyak orang datang ke perusahaan, di tengah kerumunan orang-orang yang ada di sana, aku mencari suamiku.
Aku pergi ke ruangan kerjanya, namun ia tidak ada di sana. Saat itu di sebuah ruangan di kantor.
Aku begitu terkejut dengan apa yang aku lihat dan aku dengar saat ini. Seketika aku tidak bisa mempercayai semua yang aku lihat dan aku dengar dari kejauhan.
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...
...•...
baca nya
kalau aku yang jadi istri mu, wes tak tinggal pergi