NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Sore hari di balai desa sudah mulai ramai sama ibu-ibu yang mau berjualan nanti malam. Bukan cuma ibu-ibu, Arumi dan Rani juga ada di sana. Mereka berdua sedang menata meja-meja untuk meletakkan dagangan mereka nanti.

Meja-meja itu diberi plastik supaya nanti gampang membersihkan kalau terkena saus, sambal atau pun kecap. Karena pembeli suka melihat kebersihan pedagangnya.

" Ran udah rapi belum?" tanya Arumi setelah selesai memaku plastik mejanya.

" Udah Rum. Ternyata sahabatku ini serba bisa"

" Bisa aja kamu mujinya"

Setelah selesai menata meja, barulah mereka memasang payung besar.

" Akhirnya selesai juga, semoga nanti dagangan kita laris manis"

" Aamiin, nanti aku bantu bawa barang-barangnya"

" Makasih Rum"

" Pulang yuk, aku udah gerah"

" Ok, siap magrib aku jemput kamu"

" Siap bos"

Kedua gadis cantik itu pun memutuskan untuk pulang. Setelah magrib barulah mereka kembali lagi ke balai desa.

" Udah mau pulang Neng" tanya ibu-ibu yang ada di sana.

" Iya Buk, ibuk belum pulang?"

" Belum neng Rani, mau pasang payung sama tempat kompor dulu"

" Kalau gitu kita duluan ya Buk"

" Iya Neng"

Rani dan Arumi melanjutkan perjalanan mereka. Rumah Arumi dan Rani memang satu arah. Jarak rumah mereka hanya beberapa meter saja.

" Jam tujuh aku jemput" kata Rani setelah mereka sampai di depan rumah Arumi.

" Ok "

Setelah Rani sudah jauh dari pandangannya, barulah Arumi masuk ke dalam rumahnya. Baru saja membuka pintu, Arumi sudah di kagetkan sama suara ibunya.

" Darimana kamu?!. Jam segini baru pulang"

" Dari balai desa Buk"

" Ngapain kamu di sana?!"

" Bantuin Rani "

" Kamu membantu teman kamu, tapi kerjaan di rumah terbengkalai"

" Kerjaan yang mana Buk?. Tadi sebelum pergi aku sudah menyelesaikan pekerjaanku"

" Kamu belum masak dan juga mencuci. Itu pakaian sudah menumpuk di dalam ember"

" Kan ibuk bisa minta mba Nita untuk mencucinya. Toh itu pakaian kotor dia"

" Kakak kamu nggak bisa, dia sibuk"

" Sibuk ngapain Buk?. Setau ku, mba Nita cuma makan tidur aja"

Plak.

Satu tamparan mendarat di pipi Arumi.

" Lancang kamu ya, dia itu kakak kamu. Jadi jaga ucapan kamu"

" Iya Buk, aku minta maaf "

Setelah mengucapkan kata maaf, Arumi segera pergi ke kamarnya. Ia tidak ingin berdebat dengan ibunya lagi. Karena ia sudah tau akhirnya akan seperti ini. Pasti dialah yang akan tersakiti.

" Makin hari anak itu makin tidak menghargai mbaknya "

" Siapa Buk?"

" Arumi pak, makin hari anak itu makin ngelunjak. Nanti bapak cobalah nasehatin dia"

" Iya, nanti bapak akan coba nasehati. Ibuk ada uang nggak "

" Uang untuk apa lagi Pak. Baru kemarin ibuk kasih bapak uang tiga ratus ribu "

" Udah habis Buk buat beli rokok sama jajan bapak "

" Daripada bapak nongkrong-nongkrong di warung, mending bapak cari kerja "

" Bapak juga mau cari kerja Buk, tapi nggak ada mau menerima bapak untuk jadi pekerjanya. Ibu kan tau bapak udah nggak bisa kerja berat lagi "

" Iya, tapi jangan sering nongkrong di warung. Nanti calon mertuanya Nita lihat gimana?. Bisa-bisa dia minta anaknya putus dengan Nita "

" Bapak nongkrongnya dikampung sebelah kok Buk. Jadi nggak mungkin bertemu sama mereka"

" Bapak nggak main perempuan kan?"

" Apa maksud ibuk"

" Bapak nggak pake uang itu untuk jajan diluar kan?"

" Nggak kok Buk. Bapak cuma nongkrong di warung itu aja"

" Awas kalau bapak ketahuan jajan diluar, ibuk akan usir bapak dari rumah "

" Iya Buk, untuk apa bapak jajan di luar kalau istri bapak cantik seperti ini "

" Pinter banget bapak merayu "

" Bapak nggak merayu Buk. Kalau ibuk nggak cantik, mana mungkin bapak nikah sama ibuk dan punya anak dua"

" Coba bapak minta sama Rumi, mungkin dia punya uang"

" Emang Rumi udah gajian Buk"

" Ya belum Pak. Kalau dia gajian, kan uangnya dikasih sama ibuk semua "

" Terus Rumi dapat uang darimana "

" Tadi istri mandornya kesini nganterin dasar baju. Dia minta Rumi untuk menjahitkan baju"

" Kalau gitu bapak tanya Rumi dulu ya Buk"

Bapak Arumi pun segera pergi menemui Arumi. Semoga putrinya itu mau memberinya uang. Karena ia sudah tidak punya uang lagi untuk main nanti malam.

Tok.

Tok.

Tok.

" Rumi "

Beberapa kali pintu kamar Arumi diketuk sama sang ayah. Tapi tidak ada tanda-tanda sang empunya kamar akan membukakan pintu. Akhirnya sang ayah pun pergi dari kamar Arumi.

" Bapak"

" Pantes aja bapak ketuk-ketuk pintu kamar kamu, kamu nggak nyaut. Ternyata kamu disini"

" Kenapa Pak "

" Kamu ada uang nggak "

Arumi menghela nafasnya, ternyata sang ayah mencarinya hanya untuk uang. Bukan untuk menanyakan bagaimana keadaannya.

" Nggak ada Pak"

" Ibuk kamu bilang, kamu baru terima jahitan "

" Iya, tapi uangnya belum dikasih. Kan bajunya belum dijahit. Kalau sudah dijahit barulah dikasih upahnya"

" Ya kamu jahit dong, biar cepat dibayar upahnya"

" Bahannya baru tadi siang diantarkan Pak. Jadi hari ini Rumi belum bisa mengerjakannya"

" Kan kamu bisa jahit sekarang"

" Sekarang Rumi mau masak "

" CK, dasar anak pemalas. Daritadi kamu ngapain aja, jam segini baru masak"

Arumi tidak menjawab, dia memilih untuk pergi ke dapur. Ia tidak ingin berdebat dengan bapaknya, karena ia sudah tidak punya tenaga lagi.

Bisa-bisanya bapaknya bilang dia pemalas, padahal yang mengerjakan semua pekerjaan di rumah itu dia. Tapi masih saja dia dibilang malas. Apa kabarnya dengan mbaknya, yang tidak pernah melakukan pekerjaan apapun. Apa dia akan disebut rajin.

Walaupun perasaan tidak sedang baik, Arumi tetap melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Ia tidak ingin ibunya protes nantinya. Jadi ia akan masak seenak mungkin.

Arumi ingin merasakan juga bisa istirahat setelah capek bekerja. Tapi sepertinya itu akan sulit ia dapatkan. Karena tidak ada satupun orang yang mau mengerjakan pekerjaan rumah selain dirinya.

Arumi iri pada kakaknya karena bisa disayangi sebesar itu sama kedua orangtuanya. Sedangkan dirinya, tidak pernah mendapatkan kasih sayang seperti itu.

Ya semenjak SD Arumi sudah melakukan pekerjaan rumah sendirian. Sedangkan mbaknya bersantai ria. Dan lucunya yang dapat pujian dari orang tuannya karena rumah bersih mbaknya. Padahal yang melakukan pekerjaan itu adalah dirinya.

" Rum "

" Ada apa"

" Coba lihat, mas Ardi beliin aku parfum. Wanginya enak banget lagi. Kamu tau harganya berapa?"

" Nggak mba"

" Mahal, dan sedihnya kamu tidak ada yang kasih parfum atau pun barang mewah. Kasian banget ya kamu"

Arumi hanya diam saja mendengar ucapan kakaknya. Ia sudah tidak ada tenaga untuk berdebat dengan mbaknya.

" Kenapa kamu nggak cari pacar aja. Tapi apa ada cowok yang mau sama kamu?. Pasti nggak adalah ya, kan kamu nggak cantik. Nggak kaya aku, cantik dan juga pintar. Udah ah, mau siap-siap dulu. Sebentar lagi mas Ardi mau jemput"

Anita segera pergi meninggalkan Arumi. Ia mau mandi dan dandan yang cantik untuk kekasihnya itu.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Feby...🤗🤗

Happy reading 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!