NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

.

Sementara itu di ruang tengah yang tak jauh dari kamar di mana Ardi disekap, tiga orang pria duduk santai seolah tak terjadi apa-apa. Duduk santai sambil menikmati minuman keras di gelas kristal..

Mereka adalah Arman, dan di hadapannya duduk dua orang pria paruh baya dengan penampilan nyentrik jelas sekali Jika mereka adalah dua orang lelaki hidung lorek.

Salah seorang pria berperut buncit menenggak habis cairan berwarna kecokelatan di gelasnya, lalu meletakkan gelas tersebut di meja dengan kasar karena memendam amarah.

"Awas saja kalau kamu gagal lagi, Arman!" ancam pria paruh baya tersebut dengan suaranya yang berat tatapan matanya tampak mengintimidasi. “Kamu harus mengembalikan semua uang yang kamu pinjam dariku, atau aku akan membuatmu membayar mahal.

Wajah Arman tampak pias. Ancaman dari Bos Diaz bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Pria paruh baya dengan harta berlimpah dan istri yang entah berapa banyaknya itu sama sekali tak main-main jika disinggung.

“Jangan khawatir, Bos. Kali ini perawan tua itu pasti menurut,” jawab Arman santai mencoba menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.

“Amanda itu sangat menyayangi anak asuhnya jadi dia tidak akan memiliki pilihan lain selain menurut pada Keinginan kita,” ucap Arman kembali meneguk minumannya.

"Tapi dia benar-benar masih pera wan, kan?” kedua mata Bos Diaz menyipit kala menatap wajah Arman.

“Tentu saja bos,” jawab Arman yakin. “Dulu saja waktu kami masih pacaran, dia sama sekali tidak mau diajak melakukan itu. Pergi kencan pun paling banter cuma gandengan tangan saja. Bahkan sekedar ciuman saja dia nggak mau.” Arman mendengus kesal kala teringat Amanda yang begitu sok suci menurutnya.

Bos Diaz mengusap-usap janggutnya sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kedua matanya berkilat mesum, membayangkan sesuatu yang akan ia nikmati bersama Amanda.

"Hahaha... kamu benar-benar tahu selera aku, Man. Jangan khawatir, jika kali ini kamu berhasil membawa dia ke atas ranjangku, aku akan memberikan bonus besar untukmu.”

Arman tersenyum lebar, membayangkan Berapa banyak uang yang akan masuk ke dalam dompetnya. Matanya berkilat penuh kelicikan.

“Jangan salahkan aku Amanda! Kamu sendiri yang bersikap jual mahal padaku. Jika aku tak bisa menikmatimu maka aku akan menjadikan kamu uang yang bisa aku nikmati!” gumamnya dengan Seringai licik di sudut bibirnya.

"Lalu tunggu apa lagi? Cepatlah hubungi wanita itu! Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi aroma perawan!" perintah Bos Dias tidak sabaran.

Arman mengangguk cepat lalu merogoh ponselnya yang tersimpan di saku celana. Membuka aplikasi chatting, lalu mencari kontak Amanda. Bunyi nada tinggi terdengar ketika pria paruh baya itu menempelkan ponselnya pada telinga.

"Hallo?" Terdengar suara serak dari seberang sana membuat Arman tersenyum menyeringai, pasti dia baru selesai nangis. Mungkin begitu pikirnya.

"Mau apa kau menghubungi ku?" Suara Amanda kembali terdengar. Ketus. Tak lagi hangat seperti dulu saat ia belum melakukan penjebakan. Membuat Arman mengepalkan tangan.

"Kamu mencari Ardi, kan?" tanya Arman to the poin.

"Apa maksudmu?" Di seberang sana suara Amanda terdengar bergetar. "Kamu tahu di mana Ardi?" tanya wanita itu lagi. "Apa jangan-jangan… ?"

Arman tertawa terbahak-bahak. Ternyata Amanda memang benar-benar pintar. Sekali tebak langsung tepat sasaran.

"Benar sekali," potong Arman dengan tawa jahat. "Ardi ada di tanganku. Kalau kamu ingin anak itu selamat dan pulang dengan utuh, dengarkan baik-baik!"

Wajah Bos Diaz berseri-seri penuh nafsu, ia memberi isyarat tangan agar Arman segera menyampaikan tuntutannya.

"Kamu dengar aku, Amanda!" suara Arman berubah dingin dan mengancam. "Datanglah sendirian ke alamat yang akan kukirimkan. Jangan berani-berani melapor polisi atau membawa siapapun! Ingat, nyawa Ardi ada di genggamanku. Satu kesalahan kecil, kamu akan menyesal seumur hidup!"

"Kamu baji ngan! Kamu pecundang!" Terdengar Amanda berteriak histeris.

"Ssttt…" Arman meletakkan ujung telunjuknya di depan mulut seolah-olah Amanda berada di hadapannya. "Jangan berteriak sekarang Sayang. Berteriaklah nanti di atas ranjang. Ha ha ha."

"Aku pasti akan membu nuhmu!"

"Ya, ya, ya… Aku akan menunggumu. Jangan lupa mandi yang wangi dulu sebelum datang ke sini!"

Tiga orang pria yang tertawa bersama-sama setelah Arman menutup panggilan.

"Jangan lupa obat kuatnya, Bos!" gurau Arman yang disambut dengan lemparan asbak yang tepat mengenai kepalanya.

"Ide yang bagus, Bos," ucap Rusli, yang sebagian besar rambutnya sudah berwarna putih. "Kita harus buktikan ucapan Arman. Apa dia benar-benar singa betina atau hanya seekor kucing imut."

Namun, baru saja mereka selesai tertawa gembira, tiba-tiba …

BRAAAK!!!

Suara pintu yang ditabrak dengan keras terdengar.

"Angkat tangan kalian! " teriak seorang pria berseragam hitam lengkap dengan senjata api di tangan menyerbu masuk dengan cepat diikuti oleh beberapa orang berpakaian sama.

Wajah ketiga pria mesum itu pucat pasi, keringat dingin langsung membanjiri wajah mereka. gelas kristal yang ada di tangan masing-masing terjatuh dan pecah berhamburan menghantam lantai yang keras.

"Pengawal!!! Pengawal!!! Di mana kalian semua?! Cepat usir orang-orang ini!" teriaknya sambil bergerak mundur dengan wajah penuh ketakutan.

Namun, tak satu pun suara sahutan atau langkah kaki anak buahnya yang terdengar. Hening.

"Kamu memanggil para pengawal gadungan itu? Jangan harap mereka akan datang!" ucap Lucky Anderson, pimpinan tim keamanan Wijaya Corp dengan nada dingin dan tegas "Mereka semua sudah tidur nyenyak. Entah masih bisa bangun lagi atau tidak."

Ketiga orang itu terbelalak ngeri, menyadari bahwa jebakan yang mereka buat untuk Amanda, kini justru berbalik menjerat leher mereka sendiri.

Tak lama kemudian, Asisten Kevin masuk dengan wajahnya yang gelap. Pria yang masih terlihat tampan di usianya yang tak lagi muda itu melangkah pelan. Namun, auranya terlihat mengerikan.

"Kalian sudah mengganggu waktu ku untuk istirahat dan bersenang-senang dengan istriku, apa kalian tahu?"

Arman dan dua pria hidung lorek menelan ludahnya kasar saat Asisten kevin mengayunkan telapak tangan memberi isyarat pada anak buahnya untuk memberi mereka hukuman.

Suara teriakan kesakitan melengking menggema di ruang kedap suara itu. Arman dan dua lainnya berteriak mohon ampun, tapi itu tak membuat para pria berseragam hitam berhenti memukul. Hingga akhirnya mereka tak lagi bisa sekedar untuk mengangkat kepala, barulah Asisten Kevin memberi isyarat pada mereka untuk berhenti.

"Anak ini pingsan, Tuan!" seru seorang anggota tim yang turun dari lantai atas sambil menggendong Ardi.

"Cepat bawa ke rumah sakit! Saya akan melapor pada Tuan Dirga!" Perintah Asisten Kevin sambil berjalan keluar. Berhenti sejenak dan tanpa menoleh memberi perintah pada anak buahnya agar Arman dan yang lain ke kantor polisi. "Pastikan mereka mendapat hukuman berat!"

"Baik, Tuan," Lucky Anderson mengangguk dan memerintahkan anak buah nya bergerak sesuai perintah.

*

*

*

"Ardi, bangun! Ini Ibu, Nak… "

1
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!