NovelToon NovelToon
Sistem Kepelatihan Xiao Han

Sistem Kepelatihan Xiao Han

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Genre: Sistem, Sport, Tactical.
Sub-Genre: Romance, Drama, School, Slice of Life, Friendship.

Arc 1 : Kebangkitan Calon Pelatih Trainee (Chapter 1 — 21) - (22.691 kata)
Arc 2 : Asisten Pelatih yang Diremehkan (Chapter 22 - ... ) - (Ongoing)

Dari gelandang tengah SMA Hangzhou menjadi seorang pelatih muda? Dibekali Sistem Kepelatihan, Xiao Han merajut kembali mimpinya, setelah dokter memvonisnya tak bisa menjadi pesepak bola lagi karena cidera. Mampukah ia menapaki sepak bola sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Huanglong Sport Center Stadium berdiri gagah di hadapan mereka, raksasa beton dan kaca yang menelan ribuan manusia ke dalam perutnya. Dari luar saja, gemuruh sudah terdengar, sebuah dengungan rendah yang terus membesar seperti ombak yang menggulung sebelum menerjang pantai, inilah rumah klub sepak bola ibu kota provinsi Zhejiang, pesisir timur China.

Xiao Han meneguk ludah.

Kakinya yang cedera berdenyut, tapi bukan karena sakit. Ini detak jantungnya yang memompa terlalu cepat, darahnya yang mendidih mendengar nyanyian ribuan suara yang bersatu.

Green Giants.

Para pendukung Zhejiang Professional FC sedang bersiap menyambut anak-anak kebanggaan kota Hangzhou.

“Xiao Han!” seseorang memanggil dari arah belakang, suaranya akrab dalam ingatan, seperti sesuatu yang sering dia dengar dari jarak setengah lapangan. “Kau di sini? Kenapa tak mengabariku?”

Xiao Han, dan kedua lainnya menoleh bersamaan.

“K-Kak Ye Chen,” ucap Wei Ying.

Xiao Han menegang, Wei Ying bukan kebetulan semata, irisnya membelalak dari si kecil hingga menajamkan sorotan pada kenalannya yang memanggil.

“Hey, kalian bersama sepupuku, Wei Ying?”

“Eh ... Kak Ye Chen mengenal mereka?”

Xiao Han hanya bisa menghela napas pendek lalu tertawa lugas. “Aku tak menyangka, Wei Ying sepupumu, Ye Chen.”

Ye Chen mengikuti ritme tawanya, dan dia berkata. “Kau ... sebenarnya, aku mengajakmu itu untuk berangkat bersama Wei Ying, tapi kau bilang tidak bisa iku—”

Ye Chen terhenti. “Ahh ... jadi begitu, kau bersama pacarmu.” Matanya menyapa Shen Yuexi yang berada di samping Xiao Han. “Jadi masuk akal, kau bisa keluar dari rumah.”

Blush!

“A-Apa yang kau baru katakan?! I-Ini Shen Yuexi, tem-temanku,” gugup Xiao Han terbata-bata, tersipu malu.

“Pa-Pacar ...” Shen Yuexi sama merahnya, suaranya hampir tak terdengar.

“Oh ... jadi nona ini yang sering kau ceritakan tiap hari?” Ye Chen mendekat, mengelus-ngelus dagunya seperti orang tua yang memiliki janggut, tapi dia tidak punya itu sehelai rambut di bawah bibir dan hidungnya.

Blush!

Shen Yuexi semakin meledak. “M-Menceritakanku?” katanya. “S-S-Seti-tiap hari?” Sangat pelan diucapkan.

“Sudahlah, ayok masuk, Wei Ying, Ye Chen, Yu-Yu-Yue ...” Pipi Xiao Han merona, terbakar habis oleh malu.

Tapi pandanganya ...

Matanya tak bisa lepas dari pintu masuk utama stadion yang ramai. Spanduk-spanduk hijau berkibar, asap suporter membumbung ke langit sore, dan di antaranya, di sela-sela ribuan orang yang lalu-lalang, ia bisa melihat secercah sorot lampu lapangan hijau yang terbuka.

Lapangan.

Lapangan yang tak akan pernah lagi ia pijak sebagai pemain.

“Ayo masuk,” ulangnya,, suaranya lebih tegas dari yang ia rasa. “Kita cari tempat duduk yang bagus.”

Kerumunan semakin padat saat mereka melewati gerbang putar. Wei Ying nyaris terpisah dua kali, tapi Shen Yuexi dengan sigap selalu menarik kerah jersey-nya kembali. Xiao Han berjalan paling belakang, menyesuaikan langkah dengan alat penopang di kakinya, matanya menyerap setiap sudut, kepalanya masih cedera, tapi ringan, bukan halangan untuk lalu-lalang di tempat seramai Huanglong.

Aroma rumput lapangan tercampur dengan bau keringat manusia, asap suporter, dan makanan ringan yang dijual pedagang kaki lima di tribun, Ye Chen sangat bersemangat menyaksikan debut Lu Gacheng saat ini, rival strikernya. Suara terompet bergantian dengan sorakan komando dari kelompok ultras di tribun utara.

Tribun stadion dipenuhi lautan manusia berbaju hijau. Bendera-bendera besar berkibar di udara, membentang hampir menutupi barisan kursi di belakangnya. Di tengah, sebuah spanduk raksasa dengan tulisan ZHEJIANG, dan ilustrasi maskot berdiri mencolok, menjadi pusat perhatian.

Ratusan supporter berdiri rapat, tangan mereka terangkat serempak mengikuti irama nyanyian. Beberapa memegang syal yang direntangkan tinggi, sementara yang lain bertepuk tangan atau melompat kecil mengikuti chant yang terus berulang.

Suara mereka bergema memenuhi stadion, keras, padat, dan tidak terputus.

Di bagian depan tribun, banner panjang bertuliskan ALL FOR ZHEJIANG terbentang, sedikit bergelombang mengikuti gerakan penonton di belakangnya.

Kertas-kertas kecil dan confetti beterbangan di udara, tertiup angin dari gerakan massa.

Warna hijau mendominasi hampir seluruh pandangan, menyatu dengan putih dan hitam dari atribut yang dikenakan supporter.

Meski wajah-wajah mereka berbeda, ekspresi yang terpancar hampir sama, antusias, fokus, dan penuh semangat. Mata mereka tertuju ke satu arah, lapangan, tempat pertandingan akan berlangsung tak lama lagi.

Ye Chen berhenti tiba-tiba. “Itu dia!”

Xiao Han mengikuti arah jari Ye Chen.

Di lapangan tengah, para pemain sedang melakukan pemanasan. Jersey hijau mereka berkibar tertiup angin. Tapi yang menarik perhatian Ye Chen, dan tiba-tiba membuat dada Xiao Han sesak, bukanlah pemain Zhejiang.

Di sisi lain lapangan, Guangzhou FC tengah melakukan latihan kecil. Dan di sana, dengan punggung bernomor 69, seorang pemain tinggi dengan gerakan yang lincah sedang menerima umpan.

Lu Gacheng.

Pemain yang dulu menghancurkan mimpinya di final Turnamen Nasional SMA, dari layar televisi.

Pemain yang mencetak lima gol ke gawang Hangzhou No.9 Highschool.

Xiao Han merasakan jari-jarinya mengepal tanpa sadar.

“Kakak Han?” Wei Ying menoleh, sedikit khawatir.

“Itu dia ... Han, Lu Gacheng.” Ye Chen ikut mengepal buku-buku jarinya kencang.

“Ya, kau benar. Dia ... memang layak berada di sana.”

Shen Yuexi melangkah mundur, menyentuh lengan Xiao Han pelan. “Han …”

“Aku baik-baik saja,” potongnya cepat. Terlalu cepat. Ia menghela napas panjang, menatap langit sore Hangzhou yang mulai berubah jingga. “Ayo cari tempat duduk. Pertandingan sebentar lagi mulai.”

Ia berjalan lebih dulu, meninggalkan Yuexi dan Wei Ying yang saling pandang, langkahnya serempak dengan Ye Chen.

Tribun yang mereka pilih berada di sisi tengah lapangan, bukan tribun ultras yang terlalu riuh, tapi cukup dekat untuk melihat alur permainan dengan jelas. Dari ketinggian ini, lapangan hijau terbentang sempurna seperti kanvas yang menunggu kuas.

Wei Ying duduk di samping Xiao Han, gelisah, kakinya bergerak-gerak seperti yang biasa dilakukan anak-anak yang tak sabar. “Aku dengar Lu Gacheng katanya bakal debut sebagai starter hari ini. Kakak Han, apa dia sehebat itu?”

Xiao Han tersenyum kecut. “Kau tonton nanti.”

“Aku lebih penasaran sama kakak Han sih,” celetuk Wei Ying polos. “Kata teman-teman di sekolah, dulu kakak bisa bikin pertahanan lawan kocar-kacir cuma dengan umpan—ow!”

Shen Yuexi yang duduk di sisi lain Wei Ying menyentil dahi bocah itu. “Fokus nonton, jangan banyak tanya.”

“Tapi kan—”

“Ssst.”

Xiao Han tertawa kecil. Keduanya memang lucu.

Tapi matanya tak lepas dari lapangan.

“Wei Ying, kau bilang ingin menjadi pemain bola, kan? Saksikan tensi tinggi di pertandingan ini, kau akan banyak belajar,” ucap Ye Chen.

Sistem yang telah lama diam tiba-tiba mengeluarkan notifikasi pelan di kepala Xiao Han.

Ding!

[ Misi Analisis Diterbitkan ]

[ Tujuan : Menganalisa pertandingan secara langsung antara Zhejiang Professional FC vs Guangzhou FC ]

[ Format Jawaban : Tuliskan berdasarkan pengamat taktik formasi ]

[ Hadiah : EXP besar tergantung seberapa padat jawaban ]

[ Talent Eye : Siap digunakan ]

Xiao Han menghela napas.

Ini dia.

1
Hong Biyeon Adolebit
keren bgt kak, Xiao Han😍
heroestupai: berakkkkkk
total 1 replies
Apakah transgender disunat?
sudah 39 chapter dan tidak ada insect😡
heroestupai: /Smug//Smug//Smug/
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
Pak Chen Hao kerjanya ngapain? Eh iya motivasinya kan kecil 🗿
Limian Avina
Iyap, aku pun malas baca itu, jadi diskip/Proud/
Limian Avina: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Ini kayaknya enggak terlalu diperlukan deh/Sweat/
heroestupai: skill issue aja kak, maklumin, cmn ngindarin yg repetitif aja
total 3 replies
Limian Avina
Kebelet ganti PoV😂
Limian Avina
Kenapa jadi PoV satu/Sweat/
heroestupai: ahh iya, bocor POV, nanti saya revisi kak
total 3 replies
Limian Avina
Iya, mengerikan seperti ...
Limian Avina: Enggak jadi/Blackmoon/
total 2 replies
Limian Avina
Beliau terlalu percaya diri :v
Limian Avina: 🗿🗿🗿🗿🗿
total 2 replies
Limian Avina
Gambarnya kayak kamar pribadi🗿
Manusia Biasa: wkwkw tapi masih bagus kok kak, dari ai sih😂🙏
total 1 replies
Limian Avina
Ada gacha-nya/Scare/
heroestupai: masih jauh sih di gacha sistem itu /Facepalm/
total 1 replies
Limian Avina
/Curse//Curse/ Namanya kenapa harus Gacheng?!
heroestupai: Kepikiran itu aja 🗿
total 1 replies
Limian Avina
Nulisnya "Goal" deh seharusnya/Sweat/
Limian Avina: /Scare//Scare/ Secara arti goal = tujuan/sasaran/Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Woah~! Riset sejarah .../Blush//Blush/
heroestupai: huum 🗿🗿
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
cukup menghibur
heroestupai: makasih kak
total 1 replies
Penjaga Gerbang
keren
Ren si Pegawai Kantoran
ditunggu Thor updatenya
Ren si Pegawai Kantoran
developmentnya sedikit terasa di sini, sistem gak semata-mata Deus ex machina, ada konsekuensi juga dari analisa MC, dan emang jadi pelatih itu harus mikirin pemain, bukan semata2 sistem novel lain yg bikin pemain jadi OP kah? 🤔
Ren si Pegawai Kantoran
Thor, jangan lupa huruf miring kalo monolog batin PoV 3 ya 🗿
Ren si Pegawai Kantoran
kambek 4-3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!