NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Sepasang kekasih itu hanya bisa pasrah dengan keputusan Alex saat ini, mereka tahu apa yang dilakukan Alex sesuai prosedur yang diinginkan dokter dan mereka tidak punya pilihan lain selain mematuhinya.

"Kami mengerti, terima kasih bantuannya dan maafkan kami karena merepotkan anda tuan". Ucap Ratna dengan sungkan.

Kedua lelaki itu juga ikut mengangguk membenarkan perkataan Ratna membuat Alex bernafas lega.

Dia bukan sengaja melakukan ini semua tetapi itu karena perkataan dokter kepadanya sebelum mengambil keputusan ini, dia telah berkonsultasi sebelum membawa mereka semua kerumah ini untuk dirawat mandiri.

"Nah ini ruangan Ratna dan ruangan Leo yang saling berhadapan sedangkan ruangan Tania dan ruangan Wira juga berhadapan, sedangkan ruangan Ben ada diujung sana". Tunjuknya Dnegan dagunya karena kedua tangannya menggendong kedua bocah kesayangan Wina

Kelima ruangan itu memang dikhususkan sebagai ruang untuk pengobatan mandiri yang sering digunakan oleh dirinya dan juga ibunya beserta orang-orang penting mereka.

"Terima kasih sekali lagi tuan, semoga Tuhan membalas kebaikan anda kepada kami". Ucap Ratna mengatupkan tangannya kemudian masuk kedalam ruangannya diikuti Ben dan juga Leo yang masuk keruangan mereka masing-masing.

Anak buah Alex kini berdiri dibelakang bos mereka untuk membantunya menurunkan keduanya karena sejak tadi Alex tidak membiarkan mereka mengambil alih sikembar dari gendongannya.

"Buka pintunya". Ucapnya dengan pelan.

Anak buahnya pun langsung membuka pintu begitu mendapatkan perintah dan mengekori Alex masuk kedalam untuk membantu menurunkan kedua anak itu dari gendongannya nanti.

"Apa dokter sudah datang dan memeriksa mereka semua? ". Tanyanya karena tadi sepertinya dia mendengar suara langkah kaki selain mereka.

"Benar bos, mereka sudah datang dan masuk kedalam ruangan yang sudah disediakan, untuk tuan dan nona muda dokternya sedang berada di gerbang menuju pintu rumah". Jawabnya memberitahu.

Alex mengangguk tersenyum tipis membalas perkataan anak buahnya itu, mereka malah tersenyum lebar karena tahu apa arti senyuman tipis itu.

"Kalau begitu kami kelaur dulu bos, panggil kami jika butuh sesuatu". Ucap Mereka berpamitan.

Lagi-lagi Alex hanya tersenyum tipis sambil mengangguk dan mempersilahkan mereka keluar untuk berjaga kembali.

Setelah memastikan Wira dan Tania ditangani dengan baik oleh dokter, Alex keluar kamar mereka menuju kamar Wina, dia akan bertemu dengan perempuan kepala tetapi begitu amat dia sayangi itu.

Tok.. tok..

"Wina aku akan masuk?? ". Tanyanya pelan sambil membuka pintu kamar itu.

Dia menghela nafas melihat Wina duduk di kursi rodanya sambil menghadap ke jendela sambil merenung dan dia yakin itu ada hubungannya dengan penolakannya tadi.

Dia berjalan mendekati Wina dan berdiri disampingnya sambil melipat tangannya di dada dan ikut menatap kedepan.

"Maaf jika kamu merasa perkataan ku yang tadi keterlaluan, aku hanya berusaha yang terbaik untuk mereka, dokter bilang mereka harus dirawat intensif dengan kunjungan tidak terlalu sering hanya bisa sekali sehari".

Wina tidak memberikan reaksi apapun pada perkataan Alex barusan dan Alex melihat itu dengan jelas.

"Aku sudah memasangkan ruangan itu CCTV yang bisa kamu pantau dari kamarmu ini setiap hari, aku hanya menjalankan saran dokter bukan bermaksud untuk mengatakan kamu ibu yang buruk".

Wina hanya menatap lurus kedepan, perkataan Alex betul-betul melukai dirinya terutama sebagai seorang ibu.

"Aku akan keluar setelah ini, aku hanya ingin menyampaikan apa yang seharusnya kamu tahu agar kamu tidak salah paham dengan perkataan ku tadi, kuakui perkataan ku tadi memang sangat keterlaluan, hanya saja kamu perlu merenungi sikap mu yang terlalu keras kepala, tidak semua yang menurut kita baik itu baik untuk orang lain apalagi kamu memaksakan sesuatu karena keinginanmu itu tidak baik".

Lagi-lagi perkataan Alex bagai jarum yang menusuk begitu tajam sampai ke relung hatinya Tapi kali ini perkataan itu membuatnya merenung atas sikapnya selama ini pada orang terdekatnya, mungkin karena mereka sudah mengenal Wina sejak kecil maka semuanya terasa biasa saja tetapi untuk Alex mereka baru bertemu dan itu sangat terasa sakitnya

"Kamu sudah dewasa, bisa merencanakan dan membuat keputusan dalam hidupmu sendiri tetapi jika itu menyangkut orang lain selain diri kita, maka kita harus tahu batasan dan kapan harus bertindak, dan jika perlu kita bisa mendengar pendapat orang lain agar bisa bermanfaat ".

Wina semakin menunduk, Alex benar selama ini dia selalu mengambil keputusan sendiri kadang tanpa memikirkan dan meminta pendapat orang lain dan berujung penyesalan sebagian seperti pernikahan nya dengan Reno waktu itu, padahal sahabatnya menentang keras tapi dia kekeh untuk menikah dan berakhir dengan penuh trauma.

"Maaf". Cicitnya dengan suara bergetar hebat menahan tangis.

Perkataan Alex memang benar adanya walau bahasanya sedikit kasar tapi semua yang keluar dari mulutnya sejak tadi betul-betul membuat Wina berpikir keras saat ini dan bisa merenung kan semuanya.

"Tak ada yang salah dengan keputusan dan keyakinan kita terhadap diri sendiri jika itu menyangkut pribadi kita Wina, itu hanya berbeda konsep jika melibatkan orang lain walaupun anakmu sendiri".

"Jangan pernah menyamakan keputusan yang kita ambil untuk diri kita dan untuk orang lain, aku harap kamu megerti

Alex mengelus kepala Wina dengan lembut, walau Wina tidak melihatnya dia ingin menunjukkan kepadanya jika dia begitu menyayanginya.

Sikapnya memang dingin kepada siapapun tetapi dia berusaha hangat kepada Wina karena selain utang budi yang dia miliki, dia juga sudah jatuh hati pada Wina saat dirinya masih kecil, dia ingin memantaskan dirinya terlebih dahulu baru dekat dengannya dan kini dia yakin jika inilah saatnya.

"Aku keluar dulu, aku harap kamu merenungkan semua perkataan ku tadi, aku hanya tidak ingin dikemudian hari kamu menatapku sebagai orang yang salah, aku hanya ingin mengingat kan bukan untuk memberikan kamu cap orang yang buruk".

Alex berbalik dan melangkahkan kakinya keluar ruangan tetapi saat dia dipintu dia kembali menoleh.

"Ibuku akan datang lusa, kamu bisa berkonsultasi apapun padanya, selain dia arsitektur, beliau juga seorang psikolog jadi silahkan gunakan kesempatan itu dengan baik untuk mengatasi semua masalah yang terjadi pada mentalmu, aku tahu karena banyaknya masalah yang kamu alami membuatmu tertekan".

Alex akhirnya benar-benar kelaur dari kamar itu membuat Wina kini berbalik dan menatap pintu kamar itu dengan tatapan kosong.

"Aku terlalu egois dan selalu ingin mengatur tanpa mau mendengarkan orang lain, sebegitu kejamkah aku? ". Cicitnya pelan sambil memegang dadanya.

Alex tidak salah dalam hal ini, dia hanya melakukan tugasnya sebagai tuan rumah yang baik dalam melaksanakan segalanya, tetapi dirinya tak mau mendengarkan padahal itu semua kebaikan untuk dirinya dan anaknya.

1
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!