NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Welcome Bali!

Pesawat yang membawa mereka mendarat dengan mulus di Bandara Ngurah Rai saat matahari mulai naik ke puncaknya. Begitu keluar dari area kedatangan, hawa tropis Bali yang khas langsung menyambut. Zidan segera menggandeng tangan Shakira menuju mobil jemputan pribadi yang sudah ia pesan sebelumnya.

Tujuan mereka adalah sebuah resor eksklusif di kawasan Uluwatu. Vila yang dipilih Zidan terletak di atas tebing, menghadap langsung ke Samudera Hindia dengan akses kolam renang pribadi yang seolah menyatu dengan garis cakrawala.

"Mas... ini cantik banget!" gumam Shakira saat staf vila membuka pintu kayu besar menuju paviliun pribadi mereka.

Zidan hanya tersenyum puas melihat binar di mata istrinya. Setelah staf pergi, ia langsung menutup pintu dan menguncinya. "Istirahat dulu, Sayang. Kita punya waktu beberapa jam sebelum sore nanti kita ke pantai buat liat sunset."

Shakira melemparkan tasnya ke sofa dan merebahkan diri di ranjang king size yang tertutup kelambu putih tipis. Wangi bunga kamboja segar yang ditaburkan di atas sprei menambah suasana romantis. "Duh, kasurnya empuk banget. Rasanya nggak mau bangun lagi."

Zidan mendekat, ia melepaskan sepatu dan kaosnya, menyisakan tubuh atletisnya yang terpapar cahaya matahari dari jendela besar. Ia merangkak naik ke atas ranjang, memposisikan dirinya di atas Shakira. "Yakin mau tidur? Udara Bali ini beda loh sama Jakarta. Bikin... lebih haus."

Shakira melingkarkan lengannya di leher Zidan, merasakan kulit hangat suaminya yang bersentuhan dengan kulitnya. "Haus apa, Mas? Tadi kan udah minum jus di pesawat."

"Haus kamu," bisik Zidan serak. Ia menunduk, menciumi ceruk leher Shakira yang beraroma vanila. "Tadi di bandara banyak yang liatin kamu. Aku nahan diri banget buat nggak bilang ke mereka kalau kamu itu milik aku luar dalem. Sekarang, di sini, nggak ada Bobby, nggak ada Indra. Cuma kita."

Tangan Zidan mulai bekerja dengan lihai, menelusuri lekuk tubuh Shakira dari balik sundress tipisnya. Ia memberikan ciuman-ciuman yang menuntut, menghisap bibir Shakira dengan gairah yang seolah meluap setelah menempuh perjalanan udara. Shakira mendesah, jarinya meremas rambut Zidan, menarik pria itu semakin dalam ke dalam dunianya.

Di tengah keheningan vila yang hanya diisi suara deburan ombak di kejauhan, "istirahat" yang direncanakan Zidan berubah menjadi sesi penuh gairah. Tanpa gangguan, tanpa terburu-buru, mereka menikmati setiap inci tubuh satu sama lain sebagai perayaan sah atas kebebasan mereka dari tugas akhir. Zidan benar-benar membuktikan bahwa sebagai mekanik, ia tahu bagaimana memperlakukan "mesin" paling berharganya dengan penuh kelembutan namun tetap penuh tenaga.

Sore hari tiba. Langit Bali perlahan berubah warna menjadi gradasi emas dan ungu. Setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak, Zidan dan Shakira bersiap menuju pantai yang terletak tak jauh dari vila mereka.

Zidan mengenakan kemeja pantai bermotif daun palem yang sengaja dikancingkan hanya setengah, menampakkan kalung perak dan dada bidangnya. Sementara Shakira tampak sangat mempesona dengan bikini yang ditutupi oleh outer transparan tipis berwarna krem yang menjuntai hingga kaki.

"Mas, inget ya, janji fotonya," ujar Shakira sambil menenteng kamera DSLR milik Zidan saat mereka menuruni anak tangga menuju bibir pantai yang tersembunyi.

"Siap, Sayang. Mana ada mekanik yang gagal kalau udah dapet objek secantik ini," jawab Zidan sambil menerima kamera tersebut.

Pantai itu sepi, hanya ada beberapa turis asing di kejauhan. Pasir putihnya terasa halus di sela-sela jari kaki mereka. Shakira mulai berlari kecil menuju air, membiarkan ombak tipis menyapu kakinya. Ia berputar, tertawa lepas dengan latar belakang matahari yang mulai tenggelam.

Cekrek! Cekrek!

Zidan bergerak lincah, mengambil gambar dari berbagai sudut. Ia berlutut di pasir, mengarahkan lensa kameranya tepat pada wajah Shakira yang sedang tersenyum ceria.

"Nah, yang ini bagus banget! Cahaya mataharinya pas kena rambut kamu, Ra," seru Zidan sambil melihat hasil fotonya.

"Mana? Liat dong!" Shakira berlari mendekat, ikut melihat layar kamera. "Wah... Mas, kamu beneran belajar ya? Bagus banget! Aku kelihatan kayak model majalah."

"Emang model. Model masa depan aku," gombal Zidan sambil merangkul pinggang Shakira dari samping.

Mereka berjalan menyusuri bibir pantai saat matahari tinggal menyisakan setengah lingkaran di ufuk barat. Zidan menghentikan langkahnya, ia meletakkan kamera di atas sebuah batu besar dan mengatur timer. Ia kemudian menarik Shakira ke dalam pelukannya, menghadap ke arah laut.

"Ra," panggil Zidan lembut.

"Ya, Mas?"

"Makasih ya udah mau jadi bagian dari semua kegilaan aku. Dari jaman aku cuma punya motor butut, sampe sekarang kita punya rumah dan bisa di sini," Zidan menatap mata Shakira dengan tulus. "Aku tau aku bukan cowok puitis yang bisa kasih kamu kata-kata manis tiap jam, tapi aku janji, aku bakal jadi orang pertama yang pasang badan kalau ada yang berani bikin kamu nangis."

Shakira tersenyum, matanya berkaca-kaca karena haru. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Zidan. "Aku nggak butuh cowok puitis, Mas. Aku cuma butuh kamu. Cowok karatan yang selalu tau cara bikin aku ngerasa aman."

Matahari benar-benar menghilang, meninggalkan semburat warna merah yang dramatis. Zidan memutar tubuh Shakira, menangkup wajahnya, dan menciumnya dengan sangat dalam di bawah langit senja Bali yang magis.

"Mas..." bisik Shakira setelah tautan bibir mereka terlepas.

"Kenapa?"

"Tadi kan kamu udah fotoin aku banyak banget. Sekarang, boleh aku minta satu hal lagi?"

Zidan menaikkan alisnya. "Apa itu?"

"Malam ini... aku nggak mau tidur cepet. Aku mau kita berenang di kolam vila... cuma berdua. Skin to skin, Mas. Gimana?" ajak Shakira dengan nada menggoda.

Zidan menyeringai, ia langsung menggendong Shakira ala bridal style dan membawanya kembali menuju anak tangga menuju vila. "Tawaran yang nggak mungkin ditolak oleh mekanik manapun, Sayang. Ayo, kita buat air kolamnya jadi mendidih malam ini."

Tawa Shakira pecah, mengisi keheningan pantai malam itu. Bali baru saja dimulai, dan Zidan sudah bertekad bahwa setiap malam di sini akan menjadi sejarah baru dalam pernikahan mereka yang masih seumur jagung namun penuh dengan api yang tak pernah padam.

***

Malam di Uluwatu benar-benar menyuguhkan keheningan yang mewah. Hanya ada suara deburan ombak yang memecah karang di bawah tebing dan suara serangga malam yang samar. Lampu-lampu temaram di sekitar kolam renang pribadi mereka memberikan pantulan cahaya keemasan di atas permukaan air yang tenang.

Zidan menurunkan Shakira perlahan di pinggir kolam. Ia menatap istrinya yang masih mengenakan outer transparan, yang kini berkibar pelan tertiup angin laut.

"Yakin mau berenang sekarang? Airnya lumayan dingin loh, Ra," bisik Zidan sambil mulai melepas kemeja pantainya, menampakkan punggung lebarnya yang kokoh.

Shakira tersenyum menantang. Ia perlahan melepas topinya dan membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas. "Dingin kan ada kamu, Mas. Lagian, kamu katanya mekanik handal, masa nggak bisa bikin suasana jadi hangat?"

Zidan terkekeh, suara rendahnya terdengar sangat seksi di tengah kesunyian malam. Ia melangkah mendekat, mengikis jarak hingga dada bidangnya bersentuhan dengan bahu Shakira. "Oh, jadi sekarang kamu mulai berani ya nantang Mas Karatan ini?"

"Siapa yang nantang? Aku cuma... mengajak," sahut Shakira manja. Ia perlahan melepaskan outer-nya, menyisakan bikini hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya yang bersih.

Zidan menahan napas sejenak. Meski ia sudah sering melihat keindahan tubuh istrinya, namun di bawah sorotan lampu kolam dan suasana Bali yang magis, Shakira terlihat berkali-kali lipat lebih mempesona. Tanpa membuang waktu, Zidan mengangkat Shakira dan mereka berdua terjun perlahan ke dalam air kolam yang sejuk.

Byur!

Air kolam yang tenang langsung pecah. Saat mereka muncul ke permukaan, Shakira langsung merangkul leher Zidan, kakinya melingkar di pinggang suaminya agar tidak tenggelam. Rambutnya yang basah menempel di wajah, menambah kesan sensual.

"Tuh kan, dingin!" keluh Shakira sambil menggigil kecil, namun ia justru semakin merapatkan tubuhnya ke dada Zidan.

"Sini, aku hangatin," ujar Zidan serak. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding kolam, membiarkan Shakira berada di pelukannya. Tangannya yang besar mulai menjelajah di bawah air, mengusap punggung dan pinggang Shakira dengan gerakan melingkar yang lambat. "Gimana? Udah mendingan?"

"Mendingan banget, Mas... Tapi tangan kamu jangan nakal deh," bisik Shakira, meski ia sendiri mulai memejamkan mata menikmati sentuhan Zidan.

"Tangan mekanik itu emang nggak bisa diem, Ra. Selalu pengen megang bagian yang paling berharga," Zidan menciumi bahu Shakira yang basah, lalu naik ke leher dan berakhir di telinganya. "Kamu tau nggak, dari tadi di pantai aku susah banget fokus motret?"

"Kenapa? Kan aku udah pose cantik?"

"Justru karena kamu terlalu cantik. Aku pengen cepet-cepet bawa kamu balik ke sini. Pengen cuma aku yang liat kamu kayak gini," Zidan memutar tubuh Shakira hingga kini gadis itu bersandar di dinding kolam dan Zidan memerangkapnya dengan kedua tangannya.

Cahaya bulan purnama di atas mereka seolah menjadi saksi bisu. Zidan menunduk, melumat bibir Shakira dengan ciuman yang dalam dan penuh damba. Di dalam air, tubuh mereka yang saling bersentuhan skin to skin menciptakan sensasi yang membakar, mengalahkan dinginnya suhu kolam.

"Mas... Mas Zidan..." rintih Shakira di sela ciuman mereka. Tangannya meremas bahu Zidan yang basah dan licin.

"Iya, Sayang? Mau minta ampun?" goda Zidan dengan suara yang bergetar oleh gairah.

"Jangan berhenti... aku suka kalau kamu posesif kayak gini," sahut Shakira berani.

Zidan tidak butuh perintah dua kali. Di dalam kolam renang yang privat itu, mereka berdua larut dalam permainan rasa yang intens. Suara kecipak air beradu dengan napas yang memburu dan bisikan-bisikan cinta yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. Zidan memperlakukan Shakira dengan sangat telaten, seolah setiap jengkal tubuh istrinya adalah mahakarya yang harus ia puja.

Beberapa waktu berlalu, mereka kini hanya bersandar di pinggir kolam, menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit Uluwatu. Shakira menyandarkan kepalanya di dada Zidan, sementara Zidan terus mengusap rambut basah istrinya.

"Mas, kalau selamanya kita di Bali gimana?" tanya Shakira pelan.

"Boleh aja. Tapi nanti siapa yang benerin motor Bobby sama Indra? Bisa-bisa bengkel kita berubah jadi gudang rongsokan," jawab Zidan bercanda, membuat Shakira tertawa kecil.

"Ih, kamu mah! Lagi romantis juga, malah bahas bengkel."

Zidan mengecup puncak kepala Shakira. "Bercanda, Sayang. Di mana pun tempatnya, mau di Bali, di Jakarta, atau di bengkel sekalipun, asal ada kamu, itu udah jadi tempat paling indah buat aku. Tapi aku janji, kita bakal sering-sering jalan gini. Aku bakal kerja lebih keras biar bisa ajak kamu liat dunia."

Shakira mendongak, menatap mata suaminya yang berkilat tulus. "Kamu nggak perlu kerja terlalu keras, Mas. Kamu sehat dan selalu ada buat aku aja udah cukup. Aku nggak mau kamu sakit gara-gara terlalu maksa nyari uang."

"Istri aku udah mulai pinter nasehatin ya? Efek gelar Sarjana nih kayaknya," goda Zidan sambil mencubit hidung Shakira.

"Bukan efek sarjana, ini efek cinta, Mas Karatan!" balas Shakira sambil memercikkan air ke wajah Zidan.

Zidan tertawa, lalu kembali menarik Shakira ke dalam dekapannya. "Ra, besok kita ke Ubud ya? Aku udah sewa motor kustom yang keren banget. Kita bakal keliling sawah, makan bebek bengil, terus mungkin cari spot foto yang lebih cakep lagi."

"Beneran? Asik! Tapi kamu jangan capek ya jadi fotografer aku?"

"Nggak akan capek. Malah aku ketagihan. Kayaknya setelah pensiun jadi mekanik, aku mau jadi fotografer khusus model yang namanya Shakira aja," Zidan menyeringai.

"Dasar gombal!"

Zidan kemudian mengangkat tubuh Shakira keluar dari kolam, melilitkan handuk besar ke tubuh mereka berdua agar tidak masuk angin. Sebelum masuk kembali ke dalam kamar, Zidan menghentikan langkahnya dan menatap pemandangan laut di depannya.

"Selamat istirahat, Nyonya Zidan. Makasih buat malam yang luar biasa ini," bisik Zidan.

Shakira berjinjit, mengecup singkat bibir Zidan. "Terima kasih juga, Mas. Hadiah ulang tahun dan hadiah kelulusan paling indah yang pernah aku bayangin."

Mereka pun masuk ke dalam kamar, meninggalkan kolam renang yang kembali tenang di bawah cahaya bulan. Di dalam kamar yang nyaman itu, mereka terlelap dengan tangan yang saling bertautan, siap menyambut petualangan baru di Ubud esok pagi dengan hati yang semakin menyatu.

1
Rita Rita
lama nunggu up mas karatan akhirnya AQ suka tipe tipe suami yg meratukan istri nya. mas Zidan,mas ajudan. definisi istri adalah rumah untuk pulang,,😍😍
Penulis GenZ: karena kita juga pengennya dapet lagi kayak gitu kan🤣
total 1 replies
apiii
akhirnya pasutri karat ini up lagi🤭
Penulis GenZ: ditunggu terus yaaa
total 1 replies
apiii
kangen bngt sama mas karatan beberapa hati ga up🥲
Penulis GenZ: sabar ya kak. nanti aku usahain hari ini double hehe. tungguin trs sampe ada baby zidan
total 1 replies
Rita Rita
semangat kerja untuk ngeraih rezeki buat pak boss dan Bu bos Zidan.💪💪😍😍
Rita Rita
disini mas Zidan karatan sedang ngadain syukuran dan sebelah mas Langit lagi konser tunggal bersikipapap,,🤭🤣🤣
Rita Rita: sedikit jujur Thor 🤭🤣
total 2 replies
apiii
gaada notif🥲
apiii
semangat ya mas zidan🥲
apiii
semangat terus ya qq, aku tunggu mas mekanik sama istri sarjana tataboga up lagi ❤️
Rita Rita
tetap semangat Thor,, di tunggu up nya dan AQ mau mampir di novel author yg baru up keknya
Penulis GenZ: boleh mampir silakan.. kasih riview jangan lupa hehe
total 1 replies
Nurminah
semangat
Rita Rita
asyik banget jadi mas Zidan,,, semoga rumah tangga nya samawa 🤲❤️
apiii
mentang" dirumah sendiri main dimna pun di gas wkwkw
apiii
kasian bngt yg abis turun mesin🤣
apiii
aduhhh🤣
Rita Rita
dikasih kode mas suami langsung gass poll 🤭🤣🤣 gacor syukuran nya🤭🤣🤣🤣😍
Rita Rita
gemes banget dengan pasangan ini mas karatan dan Bu pelicin 🤭🤣🤣😍
Rita Rita
makin gacor aja tuh syukuran paksu makin dingin makin anget 🤭🤣😍😍
apiii
ayo guys kasih komentar dan like nya biar author semangat up nya❤️
apiii
makin suka sama pasangan ini😍
Rita Rita
pokoknya mas Zidan suami idaman banget,,, peka terhadap pasangan 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!