Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: PELAYANAN DARURAT
Sektor 13 di bawah guyuran hujan asam terasa seperti pemakaman mesin yang luas. Cairan korosif itu mendesis saat menyentuh reruntuhan panas, menciptakan kabut kehijauan yang menyesakkan napas. Di sebuah persimpangan mati yang dikelilingi oleh bangkai gedung pencakar langit, sisa-sisa rombongan Ksatria Radiant tampak mengenaskan. Mereka terjebak dalam lingkaran pertahanan yang runtuh, dikepung oleh sisa-sisa unit Stalker yang terus berdatangan dari kegelapan.
Zirah emas mereka tidak lagi bersinar. Sebagian besar pelat pelindungnya telah terkelupas, menampakkan sirkuit yang memercikkan api dan otot-otot yang gemetar karena kelelahan ekstrem. Sang Ksatria Penjaga berdiri di baris terdepan dengan perisai energi yang hanya berkedip setiap beberapa detik—tanda bahwa baterai intinya hampir kosong.
"Bertahan..." suaranya serak, nyaris tenggelam oleh deru hujan. "Kita harus membawa kristal ini kembali ke Komandan..."
Tepat ketika sebuah unit Stalker melompat dari reruntuhan lantai dua dengan cakar plasma yang menyala, sebuah dentuman logam yang berat bergema di gang sempit di belakang mereka.
Klang. Klang. Klang.
Irama langkah itu terlalu teratur untuk menjadi langkah manusia, namun terlalu lincah untuk menjadi robot standar. Dari balik kabut asam, Charlotte muncul. Penampilannya kini benar-benar berubah. Jubah compang-campingnya berkibar ditiup angin, menyingkap lengan kiri mekanik Phantom Reach yang berwarna hitam obsidian dengan garis-garis cahaya ungu yang berdenyut tenang. Di mata kirinya, monokel Eye of the Raven berputar pelan, memproses setiap data kerusakan di medan tempur.
"Sepertinya pahlawan kita butuh bantuan mekanik," suara Charlotte terdengar jernih di tengah kebisingan perang.
Ia tidak menunggu jawaban. Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata manusia, Charlotte menerjang maju. Lengan mekanik barunya bergerak seperti bayangan; ia menangkap leher Stalker yang sedang melompat, lalu dengan satu remasan kuat—CRUNCH—logam setebal sepuluh sentimeter itu hancur seperti kerupuk.
[Skill Aktif: Precision Dismantle.]
[Target: Unit Stalker-XP.]
[Hasil: Penghancuran Inti Saraf Mekanik. Komponen Utuh: 92%.]
[Anda mendapatkan 120 MP dari Efisiensi Penghancuran.]
Charlotte melemparkan bangkai robot itu ke samping seolah-olah itu hanya tumpukan kertas. Ia berdiri di tengah-tengah para ksatria yang ternganga, menatap mereka dengan kedinginan yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Senjata kalian sampah," kata Charlotte sambil menunjuk pedang energi salah satu ksatria yang meredup. "Sirkuit konversinya tersumbat debu karbon dari ledakan bunker tadi. Jika kau mengayunkannya sekali lagi, pedang itu akan meledak di tanganmu."
"Kau... kau selamat?" Ksatria Penjaga itu bertanya dengan nada tidak percaya. "Kami pikir kau tertimbun di dalam bunker!"
"Aku lebih sulit dibunuh daripada reputasi kalian yang hancur," balas Charlotte sinis. Ia memutar kunci inggris multifungsinya yang kini telah ia modifikasi dengan komponen dari Sektor 14. "Dengar, aku bisa melakukan 'Pelayanan Darurat' di sini. Aku bisa melakukan modifikasi instan pada senjata kalian agar bisa menembus sisa-sisa penjaga otomatis ini."
"Lakukan! Cepat!" teriak sang penyihir pendukung yang bajunya sudah koyak.
Charlotte menyeringai miring. "Tentu. Tapi mari kita bicarakan biayanya. Pelayanan di zona tempur aktif memiliki biaya tambahan 'Risiko Nyawa'. Aku ingin kalian menandatangani kontrak digital ini: akses penuh ke Jaringan Gudang Senjata Radiant level 3 setelah kita kembali ke markas."
"Level 3?! Itu akses untuk perwira tinggi!" protes Ksatria Penjaga.
"Atau kalian bisa mati di sini dan membiarkan kristal itu menjadi milik para pemulung," Charlotte mengangkat bahu, berpura-pura hendak melangkah pergi. "Pilihan ada di tangan kalian. Sistem, hitung mundur waktu kematian mereka."
[Estimasi Waktu Bertahan: 110 Detik.]
[Saran Sistem: Tambahkan tekanan psikologis. Katakan bahwa bantuan mereka tidak akan datang karena sinyal sudah Anda blokir.]
"Oh, dan sekadar informasi," Charlotte menoleh kembali. "Sinyal marabahaya kalian tidak akan sampai ke mana-mana. Jaringan di area ini sedang mengalami 'gangguan teknis' yang sangat spesifik. Hanya aku yang punya pemancar aktif sekarang."
Ketakutan murni terpancar dari mata mereka. Penderitaan mental itu mengalir deras ke dalam cadangan MP Charlotte seperti air bah.
[Akumulasi Penderitaan Terdesak: +250 MP.]
"Baik! Setuju! Hanya lakukan sesuatu!" teriak Ksatria Penjaga dalam keputusasaan total.
"Kesepakatan sah," Charlotte menjentikkan jarinya.
Ia segera bergerak. Bukan ke arah musuh, tapi ke arah senjata para ksatria. Ia merebut pedang energi dari tangan ksatria terdekat. Dengan lengan Phantom Reach, ia merobek penutup sirkuit pedang itu dalam satu gerakan.
[Modifikasi Darurat: Mode Overdrive.]
[Mengonsumsi 150 MP untuk sinkronisasi paksa...]
Charlotte memasukkan beberapa serpihan kristal prismatik yang ia sembunyikan di saku jaketnya ke dalam ruang bakar energi pedang tersebut. Itu adalah modifikasi yang sangat kasar—seperti menyuntikkan bahan bakar roket ke dalam mesin motor tua. Pedang itu tiba-tiba mengeluarkan raungan frekuensi tinggi, bilah energinya memanjang dua kali lipat dan berubah warna dari kuning pucat menjadi ungu elektrik yang tidak stabil.
"Gunakan ini," Charlotte melemparkannya kembali. "Pedang ini sekarang memiliki daya tembus 300%. Tapi hati-hati, pedang ini akan meleleh dalam sepuluh menit. Pastikan kau membunuh segalanya sebelum itu terjadi."
Ia melakukan hal yang sama pada perisai sang Ksatria Penjaga, memasang modul 'Counter-Shock' yang ia rakit dari rongsokan bus sebelumnya.
[Pesan Sistem: Modifikasi Berhasil. Status: Berbahaya bagi pengguna, mematikan bagi musuh. Saya suka bagaimana Anda memberikan solusi yang juga mengandung bibit penderitaan baru.]
Para ksatria yang tadinya hampir menyerah kini merasa seolah-olah mereka memiliki kekuatan dewa di tangan mereka. Dengan senjata yang telah "dimodifikasi" oleh tangan iblis Charlotte, mereka mulai membantai unit-unit Stalker dengan brutal. Setiap tebasan pedang ungu itu membelah logam seperti mentega, mengirimkan ledakan energi yang menghanguskan sensor musuh.
Charlotte berdiri di tengah hujan, tangan mekaniknya bersedekap. Ia tidak ikut bertempur. Ia hanya menonton dengan mata monokelnya, mengumpulkan data tentang bagaimana senjata hasil modifikasinya bekerja di bawah tekanan nyata.
"Lihat itu..." gumam Charlotte. "Efisiensi pembuangan panasnya sangat buruk, tapi daya hancurnya optimal. Aku harus mencatat ini untuk versi produksiku nanti."
Setiap kali pedang itu mengeluarkan percikan api yang membakar tangan si ksatria penggunanya, Charlotte mendapatkan poin.
[Penderitaan Pengguna Senjata: +20 MP, +20 MP...]
[Analisis Data Taktis: 85% Lengkap.]
Setelah sepuluh menit pembantaian yang intens, jalanan di depan mereka bersih dari musuh. Hujan asam mulai mereda, menyisakan tumpukan logam yang masih berasap. Para ksatria itu terengah-engah, menjatuhkan senjata mereka yang sekarang sudah benar-benar panas dan mulai meleleh—persis seperti yang Charlotte katakan.
Tangan mereka melepuh karena panas yang merambat dari pegangan senjata, namun mereka hidup. Mereka menatap Charlotte dengan campuran rasa hormat yang terpaksa dan rasa takut yang mendalam.
"Kita... kita berhasil," bisik Ksatria Penjaga, menatap tangannya yang terbakar. "Kau benar-benar melakukan apa yang kau janjikan."
"Aku selalu melakukan apa yang kujanjikan jika bayarannya cocok," Charlotte berjalan mendekat, mengambil kembali beberapa komponen berharga yang masih bisa diselamatkan dari senjata yang rusak itu. "Sekarang, ayo pergi. Komandan kalian sedang menunggu 'servis' berikutnya, dan perjalananku ke markas kalian adalah bagian dari kesepakatan ini."
Ia memimpin jalan, melangkah dengan penuh percaya diri melewati mayat-mayat mekanik. Di kepalanya, sistem terus memberikan laporan tentang poin yang terkumpul.
[Total MP Diperoleh dari Sesi Pelayanan Darurat: 3.400 MP.]
[Reputasi di Faksi Radiant: 'Mekanik Gila yang Diperlukan'.]
[Saran Sistem: Gunakan akses level 3 mereka untuk mencari skema Inti Reaktor Kota. Jika kita bisa mengendalikan energi kota, kita bisa mengoptimalkan penderitaan seluruh populasi dalam satu klik.]
Charlotte tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat kontras dengan pemandangan kehancuran di sekelilingnya. Ia telah mengubah situasi hidup-mati menjadi sesi demonstrasi produk dan penandatanganan kontrak yang menguntungkan. Baginya, para pahlawan ini bukan lagi sekadar tameng; mereka adalah klien, sumber data, dan jembatan menuju puncak rantai makanan di dunia yang rusak ini.
"Pelayanan darurat selesai," bisik Charlotte pada dirinya sendiri. "Sekarang saatnya membangun reputasi yang lebih... permanen."
Langkah kakinya yang berdenting di atas aspal basah bergema di antara gedung-gedung mati, menandai berakhirnya awal perjalanannya di Sektor 13. Charlotte tidak lagi hanya bertahan hidup; ia mulai mendikte bagaimana cara dunia ini menderita dan pulih di bawah arahannya.