NovelToon NovelToon
Owned By The Cold CEO

Owned By The Cold CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

"Satu malam untuk nyawa ibuku. Itu saja."

Bagi Kalea, cinta adalah sebuah kebohongan besar yang menghancurkan keluarganya. Ia tumbuh dengan kebencian pada pria setelah melihat ibunya ditinggalkan sang ayah demi kekuasaan. Namun, saat ibunya butuh operasi darurat dengan biaya yang mustahil ia jangkau, Kalea terpaksa menjual satu-satunya hal yang tersisa: kehormatannya.
Ia menyerahkan segalanya kepada Liam Jionel, sang penguasa bisnis berdarah dingin yang memandang manusia tak lebih dari sekadar angka dan aset.

Kalea mengira ia hanya menjual satu malam, namun ternyata ia telah menyerahkan seluruh sisa hidupnya ke tangan seorang iblis berwajah malaikat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

..

Suasana di dalam mobil Rolls-Royce yang membawa mereka kembali ke mansion terasa sesak, meski kabinnya sangat luas. Kalea menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, menatap jalanan Jakarta yang mulai diguyur hujan deras. Bayangan cek yang ia robek dan wajah dingin kedua adik tirinya terus menari di pelupuk matanya.

"Kau terlalu tenang," suara Liam memecah kesunyian. Ia tidak menoleh, jemarinya sibuk mengetik sesuatu di tablet, namun auranya tetap mengunci Kalea.

Kalea menarik napas panjang, suaranya parau. "Apa yang kau harapkan, Liam? Aku meraung memohon pada pria yang bahkan menganggap kelahiranku sebagai kesalahan? Aku sudah lama mati rasa terhadap pria bernama Adipati itu."

Liam meletakkan tabletnya, lalu berbalik menatap Kalea. Tangannya terangkat, ibu jarinya menghapus sisa air mata yang mengering di pipi Kalea dengan gerakan yang hampir... lembut, namun tetap terasa dominan. "Bagus. Karena di dunia ini, perasaan hanya akan membuatmu lemah. Besok, aku akan memastikan saham Adiwinata terjun bebas. Itu hadiah dariku untuk keberanianmu tadi."

Kalea menatap mata kelam Liam. "Kau melakukannya untukku, atau untuk menunjukkan kekuasaanmu?"

"Keduanya," bisik Liam, wajahnya mendekat hingga napasnya terasa panas di kulit Kalea. "Siapa pun yang berani merendahkan milik Liam Jionel, harus tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya."

Mobil berhenti di depan mansion. Liam tidak membiarkan Kalea turun sendiri; ia turun dan membukakan pintu, lalu merangkul pinggang Kalea dengan posesif masuk ke dalam rumah. Namun, di ruang tamu, kejutan lain sudah menunggu.

Seorang wanita tua dengan tongkat kayu berukir perak duduk di sofa utama. Dia adalah Nyonya Besar Jionel, nenek Liam yang sangat konservatif. Di sampingnya, Clarissa duduk dengan wajah yang sangat sedih dan tangan yang menggenggam tangan sang Nenek.

"Liam! Apa yang kau lakukan?!" suara Nenek Liam menggelegar. "Berita di luar sana sudah gila! Kau membawa anak haram dari keluarga Adiwinata ke rumah ini? Kau ingin menghancurkan reputasi yang dibangun kakekmu selama puluhan tahun?!"

Clarissa menunduk, suaranya terdengar sangat prihatin. "Nenek, tenanglah. Mungkin Liam hanya merasa kasihan pada Kalea. Tapi aku setuju, membawa masalah keluarga Adiwinata ke dalam keluarga Jionel adalah langkah yang sangat berisiko bagi saham kita."

Kalea membeku. Ia merasa seperti dikeroyok dari segala arah. Namun, Liam justru tertawa kecil—sebuah tawa yang sangat dingin.

"Nenek, aku menghargaimu. Tapi jangan biarkan ular di sampingmu ini meracuni pikiranmu," ucap Liam tanpa rasa takut. Ia menarik Kalea lebih rapat ke pelukannya. "Kalea adalah calon istriku. Apa pun darah yang mengalir di tubuhnya, dia tetap akan menjadi Nyonya Jionel. Jika Nenek keberatan, Nenek bisa menarik diri dari dewan direksi. Aku tidak keberatan mengelola perusahaan sendirian."

Nyonya Jionel terbelalak, tangannya gemetar karena marah. "Kau... kau mengancam nenekmu sendiri demi gadis ini?!"

"Aku tidak mengancam, aku memberi pilihan," balas Liam datar. Ia kemudian menatap Clarissa dengan pandangan yang membuat Clarissa seketika memucat. "Dan kau, Clarissa... kau pikir aku tidak tahu siapa yang membocorkan foto-foto itu ke media? Jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini lagi, atau aku akan memastikan kontrak modeling-mu berakhir malam ini juga."

Clarissa berdiri dengan kaget, wajah "malaikat"-nya mulai retak. "Liam! Aku melakukannya untuk menyelamatkanmu dari penipu ini!"

"Keluar," perintah Liam singkat dan tajam.

Setelah Clarissa dan Nenek Liam pergi dengan penuh kemarahan, suasana rumah menjadi sangat sunyi. Kalea melepaskan diri dari dekapan Liam, tubuhnya gemetar hebat.

"Kenapa kau melakukan itu, Liam? Kau melawan nenekmu sendiri... kau mengancamnya... demi aku?" tanya Kalea tak percaya.

Liam menatap Kalea, tatapannya kini bukan lagi dingin, tapi penuh dengan obsesi yang gelap. Ia memojokkan Kalea ke dinding di dekat tangga, kedua tangannya mengunci pergerakan gadis itu.

"Sudah kubilang, Kalea. Kau adalah milikku. Mutlak," bisik Liam, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Kalea. "Dan aku tidak suka jika ada orang lain yang mencoba menyentuh atau menghancurkan mainanku. Hanya aku yang boleh melakukannya."

Liam merunduk, mencium bibir Kalea dengan kasar dan penuh tuntutan. Itu bukan ciuman cinta, tapi ciuman klaim. Kalea mencoba berontak, namun rasa lelah dan hancur di hatinya membuatnya kehilangan tenaga. Di balik rasa bencinya pada Liam, ada perasaan aneh yang mulai merayap—sebuah rasa aman yang salah, di tangan pria yang paling ia takuti.

Malam itu, di dalam kamar yang luas, Kalea menatap langit-langit dengan hampa. Ia baru saja menyadari bahwa ia telah keluar dari satu neraka (keluarga Adiwinata), hanya untuk masuk ke neraka yang lebih mewah milik Liam Jionel.

Dan di tempat lain, Clarissa yang sedang di dalam mobil pribadinya, tertawa histeris sambil menatap sebuah foto lama yang baru saja dikirim oleh orang suruhannya. Foto Liam Jionel sepuluh tahun lalu di sebuah klub malam, berdiri di samping seorang wanita yang sangat mirip dengan ibu Kalea.

"Jadi ini alasannya kau begitu terobsesi padanya, Liam?" desis Clarissa. "Karena dia adalah pengganti dari wanita yang pernah kau cintai dan kau bunuh secara tidak sengaja sepuluh tahun lalu?"

Rahasia gelap Liam Jionel baru saja akan terungkap, dan Kalea tidak tahu bahwa pelindungnya saat ini mungkin adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hancurnya hidup ibunya di masa lalu.

Clarissa menyalakan lampu kabin mobilnya yang temaram, membiarkan cahaya kuning pucat menyinari selembar foto fisik yang tampak mulai menguning di bagian tepinya. Jantungnya berdegup kencang—bukan karena takut, tapi karena sensasi kemenangan yang mulai merayap di nadinya. Di dalam foto itu, Liam Jionel muda, mungkin berusia awal dua puluhan, tampak sedang tertawa lepas—sesuatu yang hampir mustahil dilihat sekarang. Di sampingnya, seorang wanita cantik dengan gaun satin putih tertawa sambil menyandarkan kepala di bahu Liam.

Wanita itu bukan Elena, ibu Kalea. Tapi kemiripannya sangat mengerikan. Struktur tulang pipinya, sorot matanya yang sayu, hingga cara wanita itu tersenyum... dia adalah replika sempurna dari Elena di masa muda.

"Andini..." bisik Clarissa, membaca nama yang tertulis di balik foto tersebut dengan tinta hitam yang sudah memudar. "Jadi ini alasan kau begitu terobsesi pada gadis rusun itu, Liam? Karena wajahnya adalah kutukan yang terus menghantuimu?"

Clarissa teringat desas-desus lama di kalangan elit sepuluh tahun lalu tentang kecelakaan tragis di Puncak yang melibatkan putra mahkota Jionel Group. Kasus itu ditutup rapat dengan kekuatan uang dan pengaruh keluarga Jionel hingga tidak ada satu pun media yang berani mencium baunya. Namun malam ini, potongan teka-teki itu jatuh tepat di pangkuan Clarissa.

Kau tidak mencintai Kalea, Liam. Kau hanya sedang mencoba menebus dosa pada mayat yang kau tinggalkan di jurang itu," Clarissa tertawa sinis, sebuah tawa yang terdengar mengerikan di kesunyian malam. "Betapa malangnya kau, Kalea. Kau pikir kau telah menemukan pelindung, padahal kau hanya sedang dipelihara oleh pria yang terobsesi pada bayangan ibumu"

...----------------...

1
lia juliati
semoga hatinya selalu hangat oleh kalea
arilias
thor kpn cerita nya di lanjut?
arilias
masyaalloh cerita nya bagus bgt. awal awal bikin aku gregetan. dan sekarang cerita nya bikin aku penasaran sama bab selanjutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!