NovelToon NovelToon
Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hashifa

“Aku akan bantu ungkap perselingkuhan suamimu, tapi setelah itu, ceraikan dia dan menikahlah denganku.”

Sekar tak pernah menyangka kalimat itu keluar dari mulut adik iparnya, Langit Angkasa. Lima bulan menikah dengan Rakaditya Wiratama, ia tengah hamil dan merasa rumah tangganya baik-baik saja. Sampai noda samar di kemeja suaminya dan transfer puluhan juta rupiah ke rekening-rekening asing membuka satu per satu kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Sekar harus memilih: bertahan dalam luka, atau menyetujui ide gila yang bisa menghancurkan semuanya.

Dan ketika balas dendam berubah menjadi pernikahan, siapa yang sebenarnya akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katika Semua Menyimpan Rahasia

Langit menyandarkan tubuhnya di sofa, sementara Sekar tetap duduk tegak, mendengarkan dengan saksama.

“Aku nggak suka orang yang plin-plan,” ujar Langit akhirnya.

Ia kembali mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.

“Kalau kamu setuju dengan kesepakatan ini, ada satu hal yang harus kamu ingat.” Tatapannya menajam. “Jangan berharap kamu bisa pergi atau mengakhiri kesepakatan ini secara sepihak.”

Kalimat itu terdengar seperti ancaman halus. Sekar menyadarinya. Namun anehnya, ia sama sekali tidak merasa takut.

Ia justru mengembuskan napas panjang, seolah melepaskan sesuatu dari dadanya.

“Aku tahu,” jawabnya tenang. “Dan aku sadar dengan keputusan ini.”

Mata mereka kembali bertemu. Langit mengangguk pelan lalu mengembuskan napas panjang.

“Ok. Jadi, kamu menemukan sesuatu di kantor Raka?” tanyanya tanpa basa-basi.

Sekar menoleh cepat, satu alisnya terangkat. “Dari mana Mas tahu aku dari kantor Mas Raka? Bagas yang kasih tahu?”

Langit terkekeh tipis lalu menggeleng.

“Aku punya banyak mata dan telinga, Sekar.” Ia menatapnya datar. “Termasuk tahu kalau sekarang suamimu sudah kembali dari Bandung dan sedang dalam perjalanan pulang. Jadi lebih baik kamu pulang sekarang sebelum dia curiga.”

Sekar semakin bingung. “Mas ini lagi nyamar jadi cenayang? Kenapa—”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ponselnya berdering. Pesan dari Raka muncul di layar.

[Sayang, Mas lagi otw pulang. Kangen. Kamu di rumah, kan?]

Sekar terdiam beberapa detik.

“Pulanglah,” ujar Langit tenang. “Kita bicarakan lagi besok. Tapi ingat satu hal lagi, Sekar. Kalau kamu mau menjalani kesepakatan ini, kamu harus mengikuti aturanku. Jangan membantah, jangan bertanya. Cukup ikuti.”

Perempuan itu kembali menoleh.

“Ya nggak bisa begitu, dong, Mas. Ini kesepakatan berdua, bukan sepihak. Aku juga punya hak buat bersuara—mana yang aku mau dan mana yang enggak. Kita hanya bersepakat, bukan saling mengekang.”

Langit menatapnya lama. Bukannya marah, pria itu justru menyunggingkan senyum tipisnya kembali.

“Tenang saja,” ujarnya santai. “Kamu tetap boleh bersuara.”

Sekar mengerutkan kening.

“Tapi,” lanjut Langit pelan, “itu bukan berarti aku akan selalu mengikuti maumu.”

Hening sejenak.

Langit lalu berdiri, berjalan ke arah jendela.

“Kalau kamu ingin menjalankan rencana ini denganku, kamu harus siap dengan cara kerjaku.” Ia menoleh sekilas. “Karena ini bukan hanya menyangkut kamu dan aku, tapi juga Raka, Mama, dan keluarga Wiratama. Aku hanya nggak mau kamu gegabah dan akhirnya menghancurkan semuanya.”

Sekar terdiam sejenak. Ia mengembuskan napas panjang lalu mengangguk pelan.

“Pulanglah. Jangan sampai suamimu curiga. Kita bicara lagi besok.”

Sekar berdiri, meraih tasnya, lalu berjalan keluar dari apartemen itu dengan langkah sedikit gamang.

Pikirannya justru semakin penuh.

Sebenarnya permainan apa yang sedang direncanakan Mas Langit? Apakah ini akan membantuku… atau justru menjerumuskanku lebih dalam?

Ia menggigit bibir bawahnya, tangannya mengetuk-ngetuk lengannya tanpa sadar.

Dan bagaimana dia bisa tahu semuanya?

Apakah Langit memata-matai dirinya? Atau justru memata-matai Raka? Sekar mengembuskan napas kesal sambil berjalan menyusuri lorong apartemen.

Sebenarnya pria seperti apa dia itu?

Dulu, di kampus, yang ia kenal hanyalah Langit—dosen kaku dan dingin yang bahkan jarang mau menerima bantahan dari mahasiswanya.

***

Sekar baru saja membuka pintu rumah ketika suara langkah terdengar dari arah kamar. Ia menoleh.

Raka keluar dari dalam kamar dengan rambut masih basah, kaos oblong menempel di tubuhnya setelah mandi.

“Sayang?” Pria itu tampak sedikit terkejut. “Kamu udah pulang?”

Belum sempat Sekar menjawab, Raka sudah berjalan mendekat lalu memeluknya dari belakang. Aroma sabun bercampur parfum langsung menyergap indera penciumannya.

Sekar membeku sesaat. Entah kenapa, pelukan itu terasa begitu asing. Aroma yang dulu sangat ia sukai dan rindukan sekarang justru membuatnya merasa mual.

“Dari mana?” tanya Raka pelan di dekat telinganya. “Mas tadi sampai rumah kamu nggak ada.”

Sekar menahan napas sejenak sebelum akhirnya menepuk pelan lengan suaminya yang melingkar di perut, berusaha terlihat biasa saja.

“Cuma keluar bentar, Mas,” jawabnya singkat. “Cari cemilan, tiba-tiba pengen ngemil.”

Raka sedikit menjauh, menatap wajahnya dengan alis berkerut.

“Sendirian?”

Sekar memaksakan senyum tipis. “Ya iyalah sendiri. Suami aku, kan, sibuk terus sama kerjaan. Dari kemarin rasanya kayak diselingkuhi.”

Sindiran itu tepat sasaran. Raka menegang tanpa sadar.

“Maksud aku diselingkuhi sama kerjaan,” lanjut Sekar cepat sambil tersenyum. “Habisnya Mas dari kemarin sibuk terus. Nggak punya waktu buat aku … buat calon anak kita.”

Nada suara manjanya kembali ia keluarkan. Ia tidak mungkin membuat suaminya curiga kenapa tiba-tiba saja sikapnya berubah.

Raka terkekeh pelan. Ia membalikkan tubuh Sekar menghadapnya, menatap wajah istrinya dalam-dalam sebelum mengecup bibirnya sekilas.

“Maaf, ya,” ucapnya lembut. “Mas memang lagi sibuk banget akhir-akhir ini. Tapi mulai sekarang Mas usahakan, deh, supaya kita bisa sering pergi bareng.“

Sekar mengangguk sambil tersenyum. “Iya, Mas. Aku maklum, kok. Mas kan kerjaannya emang banyak.“

Senyum Raka kembali mengembang. Ia menarik Sekar ke dalam pelukannya, wajahnya mendekat hingga napas hangatnya menyentuh telinga wanita itu.

“Mas kangen sama kamu, Sayang…”

Pria itu hampir saja melangkah lebih jauh, tetapi dengan lembut Sekar menahan dadanya.

“Mas, maaf ya.” Ia tersenyum manis. “Kemarin kata dokter, untuk trimester pertama nggak boleh sering disentuh dulu. Masih rawan, katanya.”

Raka menaikkan alis. “Oh, ya? Dokter bilang begitu? Jadi anak kita gimana? Baik-baik saja, kan?”

“Baik, Mas.” Sekar mengangguk cepat. “Tapi memang nggak boleh sering ditengokin juga. Jadi … sementara puasa dulu, ya, Papa.”

Sambil tersenyum jahil, ia mendorong tubuh Raka menjauh. Pria itu mengumpat pelan, membuat Sekar segera berbalik sebelum ekspresi wajahnya berubah.

Senyumnya masih terpasang.

Namun begitu membelakangi suaminya, sudut bibirnya perlahan melengkung sinis.

Maaf, Mas … batinnya dingin. Aku nggak sudi disentuh oleh pria yang juga menyentuh perempuan lain.

***

Di tempat lain, Anita yang baru saja mendarat dari Bandung berjalan tergesa memasuki sebuah pelataran hotel mewah.

Dengan kacamata hitam dan masker menutupi sebagian wajahnya, ia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tak ada orang yang mengenalinya.

Langkahnya berhenti di depan pintu kamar 2303.

Anita mengembuskan napas panjang sebelum mengetuk.

Tak lama kemudian pintu terbuka.

Seorang pria muncul dari balik pintu dengan senyum lebar.

“Halo, Anita sayang …”

Tanpa menunggu jawaban, pria itu langsung menarik tangan Anita masuk ke dalam kamar.

“Gimana? Berhasil?” tanyanya penuh harap.

Anita melepas masker dan kacamata hitamnya lalu menjatuhkan tas ke sofa.

“Untuk sementara berhasil,” jawabnya singkat. “Tapi kita harus bergerak cepat. Jangan sampai Raka curiga soal proyek bodong itu.”

Pria bernama Sandy itu langsung menegakkan tubuhnya.

“Apa langkah pertama?”

“Mulai dari pengadaan barang fiktif. Buat semuanya terlihat resmi.” Anita menatapnya tajam. “Aku sudah mengurus sebagian besar perizinannya.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada datar,

“Bahkan aku harus tidur pejabat sialan itu demi masa depan perusahaan kamu.”

Sandy mengangguk pelan sebelum menarik Anita ke dalam pelukan.

“Makasih, ya, Sayang. Kamu memang cerdas.” Senyumnya melebar. “Sebentar lagi aku akan kaya lagi. Aku akan bangkit. Setelah semuanya beres, kamu tinggal putuskan Raka … lalu kita menikah.”

Anita menatapnya lama.

“Kalau sudah bangkit lagi,” katanya pelan, “jangan dipakai buat judol lagi. Atau aku benar-benar akan menghabisimu.”

Sandy tertawa kecil.

“Tenang saja. Kali ini aku nggak akan main judol lagi.“

Laki-laki itu membopong Anita dengan ringan membuat perempuan itu melenguh lirih.

***

Malam semakin larut, tetapi mata Kania tak kunjung terpejam. Ia menatap Zayn yang sudah terlelap di sampingnya. Kelopak mata anak itu masih sedikit sembab.

Hari ini, lagi-lagi Zayn menanyakan hal yang sama.

“Bunda, kalau Papa Langit bukan papa Zayn … lalu papa Zayn di mana?”

“Kenapa Papa nggak pernah menemui kita, Bunda?”

Kania memejamkan mata sejenak. Pertanyaan itu selalu datang dari bibir Zayn. Dan ia selalu kehabisan jawaban.

“Papa pasti orang jahat, kan, Bun?” suara Zayn tadi siang kembali terngiang di kepalanya. “Kalau Papa nggak jahat, Papa pasti datang menemui Zayn. Zayn, kan, anak baik … Zayn nggak nakal.”

Dada Kania terasa sesak. Tadi ia hanya tersenyum dan berkata bahwa ayahnya sedang sibuk. Jawaban yang sama. Jawaban yang tidak pernah benar-benar menenangkan.

Kania mengembuskan napas panjang. Ia bangkit dari tempat tidur, lalu membuka laci nakas di sampingnya. Tangannya meraih sebuah buku tua yang sudah mulai usang.

Saat buku itu terbuka, sesuatu terjatuh dari sela-sela halamannya.

Sebuah foto.

Kania membungkuk mengambilnya.

1
bintang laut🌟
Kaniaaa kenapa kau terbujuk rayuan si kamvret Raka ih
Hashifa: makanya itu Langit jadi benci banget sama Raka, sama Kania juga. cuma dia masih mikirin Zayn
total 1 replies
bintang laut🌟
eh tumben flasback nya gak dibuat miring tulisannya🙈
Hashifa: iyaa.. Selina aja 2 hari aku belum up 🙈🙈
total 3 replies
bintang laut🌟
drpd milih opsi menikahi Anita apa Raka akan melenyapkan Anita🤔
Hashifa: kita lihat yaa😎
total 1 replies
Yuli Yulianti
aduh Raka kali ini penyesalan tidak akan berguna cuma nunggu giliran terbongkar aj
bintang laut🌟
astoge Raka kenapa pake masuk ruang kerja sih. kan bang Langit belum nemuin bukti2 ny🤭
Hashifa: kalau di kasih tahu langsung bukannya dinikahin malah di penjara kak😅
total 2 replies
bintang laut🌟
syukurin lu Rak selamat datang huruhara kehancuran mu😂
bintang laut🌟
itung2 latihan napa bang Lang, ntar kalu Sekar hamil anakmu km gak kaget lagi ngadepin ngidam ny bumil😂
Hashifa: 🤣🤣🤣🤣 ga ngefek kak 🙈🙈🙈
total 5 replies
Yuli Yulianti
anita kamu mau mengakui dirimu selingkuhan Raka dihari pengajian 4 bulanan Sekar malah memudah kan Sekar lho kamu nggak tau aj berapa banyak perempuan nya Raka yg ad kamu sendiri syok
Hashifa: mereka sama-sama licik kak 😌
total 1 replies
bintang laut🌟
astoge ini anak nya Raka atau yg pacar aslinya. duh mana lupa nama😂
gile nih ulet bulu ya kali bikin rusuh dipengajian 4 bulan an
bintang laut🌟: 😂😂 nama ny juga ulet bulu gak ada yg bener. ntar juga mereka lama2 pd nyungsep itu nunggu panen ny atas kelakuan yg tidk bermoral😂
total 5 replies
bintang laut🌟
kalau dulu ada kisah antara Kania n Langit...lah proses terjadi Zayn gimana gak sengaja ap salah satu ada yg mabok..thor aku lupa kisah nya pernah di spil belum sih di bab seblumnya🙈
Hashifa: udah pernah di Spil cuma baru secuil. dulu si Kania ini pacarnya Langit tapi direbut sama Raka. Pas hamil, ditinggalin tuh, malah disuruh gugurin kandungannya 😌😌😌
jahat banget ya si Raka tuh
total 1 replies
bintang laut🌟
duh sayang teh nya masih utuh😂
bintang laut🌟
apah ini. ada kisah dimasa lalu ternyata🤭
Hashifa: iyaa... tapi pas udah sama Sekar dia juga main sama Anita. bahkan honeymoon aja dia bawa tuh gundik. kurang edan apalagi coba 😌😌
total 3 replies
bintang laut🌟
huaaaa baru juga baca udah dibikin mewek😭
bintang laut🌟: ho'oh apalgi proses ada ny Zayn diluar pernikahan apa gak dobel2 nyesek nya tuh si Zayn. Zayn km awet aj jd bocil biar gak sakit terima kenyataan
total 2 replies
bintang laut🌟
semangat Gas, semoga cepet dpt informasi dan video nya...
bang Langit kau dimana ih lagi sibuk ama mahasiswa mu kah😂
Hashifa: tenang... part selanjutnya muncul kok. dan siap2 baper sama istri orang 🤣🤣🤣
total 1 replies
bintang laut🌟
apah. serius Zayn bapakmu macam Raka. kok aku gak ikhlas km punya bapak Raka😭😭😂
bintang laut🌟: wkwkwk. kan jdi penasaran🙈😂
ok siap menunggu bab selanjutnya😂
total 5 replies
bintang laut🌟
hoh ternyata Raka tak direstuin ama bapak nya Sekar ish kongkalikong ini am yg buat kecelakan bapak ny Sekar
Hashifa: ada alasan kenapa ga setuju bapaknya. wait yaaa... nanti terbuka satu persatu 😁
total 1 replies
bintang laut🌟
oh jadi video potongan ini ya thor yg waktu itu Raka bilang ama Anita kan ya kalau Bagas berani bicara maka Bagas bisa masuk penjara
Hashifa: yess... betul.. ketemu kan benang merahnya 😎
total 1 replies
bintang laut🌟
ini yg ngirim file rekaman gak bisa ditelurusi kah waktu itu. minta bantuan tim IT gitu🤭🙈
Hashifa: buntu Kak, penjelasan di next part yaaa
total 1 replies
bintang laut🌟
duh rekaman video opo maneh iki🙈😂
Hashifa: hampir benar... next bab yaa... kebuka dikit2 🤭
total 3 replies
bintang laut🌟
ini kan....
ap mungkin foto Kaina Raka🙄
ish kebiasan si othor😂
Hashifa: wkwkwk... sabarr
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!