Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter eleven
Ketiga nya pun melanjutkan pembuatan makanan untuk di jual hari ini. Annchi melihat wajah Huwa Ming yang mulai bersih dia pun menatap Huwa Ming
"Huwa'er... wajah mu mulai bersih? apa kau menyadari nya" tanya Annchi
"Hehehe iya jie jie... pas bangun tidur aku terkejut saat mencuci wajah ku, dan saat aku mandi aku merendam dengan rauman yang jie jie berikan itu" ucap Huwa Ming. Annchi tersenyum jadi ramuan yang di campur air kehidupan itu langsung melunturkan racun di tubuh Huwa Ming
"Wah..... Atu balu cadal telnyata jie jie Huwa lebih cantit" ucap An. dia memiringkan kepalanya agar melihat wajah Huwa Ming lebih jelas
"Tinggal dua kali pemakaian lagi wajah mu akan mulus" ucap Annchi. Huwa Ming pun mengangguk puas dia tidak sabar bertemu dengan ayahnya, dan dia juga akan minta Annchi untuk mengajari nya bela diri
...****************...
"Lao gong aku An'er dan Huwa pergi berjualan dulu ya... kau dirumah dengan Bai'er, jangan rindu ya nanti aku buru-buru kembali sebelum habis jualan nya" ucap Annchi sambil sarapan. Bao-yo langsung memerah kenapa istrinya ini menjadi tidak tahu malu
"HM... kalian hati-hati" jawab Bao-yo. sambil menahan malu, dia yakin wajah kedua anaknya seperti meledek pada nya
"Uhuttt.... ayah jangan lindu Atu juga ya, tata ibu lindu itu belat" ledek An. Huwa Ming hanya melipat bibirnya agar tidak tertawa, sedangkan Bai hanya menggelengkan kepalanya dengan ke jahilan ibu dan adiknya itu
...----------------...
"Nyonya hari ini anda berjualan apa saja?" tanya pembeli yang sudah menunggu nya dari tadi
"Ini risoles mayonaise.... aku baru saja membuat nya, rasanya keju nya keju banget, rasa telur nya telur banget, aku hanya menjualnya hari ini karena besok lain lagi, agar kalian tidak bosan juga dengan jualanku" ucap Annchi. semua pembeli pada terkekeh mendengar ucapan Annchi, baru kali ini ada penjual yang ramah kepada mereka karena biasanya para penjual itu sering terburu-buru melayani mereka apalagi mereka hanya sebatas buruh sehari hari dan pengangkut barang di pasar tersebut
"Kalau ini risol sayur, isinya ada kentang wortel yang aku masak dulu. dan sisanya bakpao seperti kemaren" ucap Annchi
"Nyonya kalau Rosita manyus berapa?" tanya bapak-bapak yang dari tadi melihat Risoles mayonaise. Annchi mengerutkan alisnya nya Rosita manyus
"Rosita manyus? maaf tuan disini tidak ada Makanan yang anda sebut, mungkin di tempat lain ada" jawab Annchi sambil melihat dagangan nya
"Itu nyonya... itu apa namanya? maaf aku sudah tua jadi tidak mengingat nama makanan yang susah di sebut" ucap Lelaki tua. sambil menunjuk kearah Risoles mayonaise. Annchi yang melihat arah yang di maksud bapak itu pun tersenyum
"Hehehe... itu Risoles mayonaise tuan, bukan Rosita" jawab Annchi dengan tersenyum. Lelaki tua itu tertawa malu, bukan hanya dia tapi para pembeli lain pun tertawa
Sedangkan An dia tertawa kencang sambil membantu ibunya membungkus pesanan yang lain nya
"Tatet itu ada-ada caja" jawab An. tak sampai makan siang, semua jualan Annchi terjual habis. padahal hari ini dia membuat seratus lima puluh bakpao dan seratus risol mayones juga seratus risol sayur. Annchi pun langsung masuk ke toko baju, dia ingin melihat pembuatan pakaian toko Xie
"Saudara ipar, bagaimana apa ada kesulitan untuk membuat pakaian yang kemaren?" tanya Annchi
"Tidak kakak ipar... semua nya lancar, karyawan ku juga tak mengeluh, mereka malah bersemangat, karena pembuatan nya begitu mudah dan cepat" jawab Xie yang berdiri dari duduknya
"Benarkah? bagus kalau seperti itu, aku khawatir kalau pembuatan nya membuat para karyawan mu mengeluh" ucap Annchi
"Kakak ipar tenang saja... semua nya beres terkendali, Oya bagaimana jualan hari ini? seperti nya sudah habis ya?" jawab Xie
"Hehehe... iya saudari, semua nya habis. oya ini aku sudah memisahkan Cemilan baru, semoga kau dan anak-anak mu menyukai ya" ucap Annchi. sambil memberikan Lima risol masing-masing
"Uh.... kakak ipar kau ini kenapa tidak dijual saja" ucap Xie dia merasa tidak enak. kemarin anak-anak nya begitu menyukai bakpao, makanya hari ini dia memesan lebih dulu saat Annchi baru tiba
"Hei... kita ini saudara, jadi tidak ada kata merepotkan. ini baru aku buat karena besok aku akan mengganti nya lagi" ucap Annchi. Xie terkekeh, dia yakin istri sepupu nya itu pintar membuat makanan, buktinya kemarin bakpao isi jadi rebutan anak-anak dan para anak iparnya
"Baiklah.... terima kasih ya, padahal aku sudah membeli bakpao" jawab Xie. akhirnya mereka pun basa basi dan Annchi pun langsung izin untuk membeli beberapa barang, karena hari ini Huwa Ming ikut jadi Annchi harus membeli beberapa bahan,
"Ayo... kita harus belanja" ucap Annchi
"Tunggu......
Annchi An dan Huwa Ming pun menoleh, saat melihat orang itu An langsung bersembunyi di belakang Annchi
"Wah... ternyata anak tak berguna bisa pergi kepasar dan membeli beberapa barang, apa kau mencuri koin orang?" tanya nya dengan nada meledek
Annchi mengerutkan alisnya, dia tidak mengingat wajah jelek lelaki dan wanita menor itu
"Ibu" bisik An dengan nada takut. Annchi merasakan anaknya seperti ketakutan dengan kedatangan dua orang itu
"Siapa kau? menuduh orang sembarangan, memang kau pikir kau manusia baik" jawab Annchi. kedua orang itu pun melotot, biasa nya Annchi akan menunduk atau tidak menjawab pertanyaan mereka
"Kurang ajar kau.... apa kau pura-pura tidak mengenalku? sudah bosan hidup kau rupanya haaa" ucap lelaki itu dan mendekati Annchi. Annchi pun memerintahkan An dan Huwa Ming mundur
"Cih.... ngapain aku mengenal lelaki jelek seperti mu, suamiku lebih tampan" jawab Annchi
"Tampan kalau buta untuk apa" jawab wanita menor itu, Annchi melirik kearah wanita itu melihat dia dari atas sampai ke bawah
"Dan apa kau merasa dirimu itu cantik nona? lihat wajah mu sudah seperti adonan bakpao ku saja" jawab Annchi
"Sayang.... dia menghina ku, beri dia pelajaran" rengek wanita menor itu
"Kurang ajar kau berani menghina wanita ku.... aku hajar kau, kemari kau jal*Ng" teriak lelaki itu dan bersiap memukul Annchi
Annchi pun menghindar dan memutar tubuhnya dan dia pun menendang perut lelaki hitam
BUG
BRAK
"Sayang.... kau tak apa-apa? hei kau... apa kau benar-benar sudah tidak sayang dengan nyawa mu? aku bisa melaporkan mu kepada bibi ku" teriak wanita menor
"Cih... mau kau melaporkan bibi atau kau melaporkan nenek moyang mu aku tak peduli, Laginya gaya pantang-penteng. kau kira aku takut? jawaban nya tentu tidak Boneka santet" ucap Annchi. Annchi pun langsung membawa pulang An dan Huwa Ming
"Aku adukan kau ke ibu ku" teriak lelaki yang kena tendangan Madun Annchi
Annchi tak menjawab dia terus melangkah ke kereta nya, An menatap wajah Annchi yang kesal
"Ibu bagaimana talau paman benal melapoltan ibu? An'el yatin nenet pacti malah-malah datang telumah" ucap An dengan nada takut. Annchi pun langsung menatap putri sambungnya itu
"Emang mereka siapa?" tanya Annchi
"Dia paman Bao-yi Gege peltama ayah, dan itu ictli teduanya" jawab An
"Apa... Gege ayahmu? kok wajahnya jelek?
BERSAMBUNG......