Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di manja
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kami sudah di perbolehkan pulang setelah kondisi ku dinyatakan pulih, namun kasus masih berlanjut, polisi mengatakan selagi kasus ini masih dalam tahap penyelidikan aku tidak diperkenankan untuk keluar rumah atau melakukan perjalanan yang dapat di lacak. Makanya diam dirumah adalah satu keputusan yang baik sebelum pelaku di tahan.
Dan memang pihak kepolisian sudah terlatih untuk bijak berkat cctv apartemen Polisi dapat menemukan pelaku hanya dalam kurun waktu 4 Hari. Ia terjebak perangkap nya sendiri—Untuk kasus ku ternyata beda.
Menurut pengakuannya, dia pertama kali bertemu aku ketika aku bekerja. Kala aku mengendarai ojek motor ia mulai tertarik dan selalu mengikuti ku, berhubung kantornya sejalan dengan ku,namun karena kasus yang terjadi ternyata mengungkap banyak kasus di belakangnya, ia di proses untuk tindakan selanjutnya.
Kapan persidangan ini selesai, aku amat capek bahkan dari kantor tidak ada jatah libur panjang, apa aku mengundurkan diri ya tapi pasti ada pinalti nanti nya.
"Kalau kamu enggak kuat kita pulang aja Nang, enggak usah dipaksain. Biar bapak sama Tulang yang urus," aku meng-iyakan ajakan Mama, Tulang disini bukan hanya sekedar paman ku ya, dia seorang pengacara handal dalam kasus ini. Sepertinya si pelaku sudah terbiasa dengan kasus seperti ini buktinya ada beberapa oknum mempersulit untuk menuntas kasus ini, aku terkulai lemas sementara mobil pesanan tidak kunjung ada, apa sebaiknya aku tidur di bangku tunggu, benar-benar tidak ada tenaga.
Bang Dean? Dia memakai seragam cokelat khaki keluar dari sebuah ruangan. Pandangan nya memastikan ini benar-benar aku aku, dalam keadaan lemas aku menyadari ternyata ini kantor pengadilan tempat bang Dean bekerja, dia mendatangi ku menyapa dan tidak banyak bicara dengan ku. Ia bisa langsung akrab dengan papa serta Tulang.
Mereka saling bercerita tentang masalah ku, tatapan bang Dean selalu mencuri perhatian. Ia tidak hanya sebagai pendengar juga inisiatif mengantarkan aku dan Mama pulang. "Mumpung jam makan siang, kalau perumahan CBD bisa ku bantu antar. " Katanya.
Mama setuju, kami pergi bersama dengan dia , entahlah memang jodoh atau bagaimana bang Dean bisa bertemu dengan kami. Mama didepan bersama bang Dean, supaya aku bisa istirahat di bangku tengah mobilnya.
Dalam setengah sadar aku hanya mendengar Mama dan dia cerita tentang masalah ku sesekali Mama tanya juga tentang kehidupan pribadi bang Dean. Rasanya semua badan ku sakit sekali tapi luka-luka nya kian mengering. Sampai nya dirumah bang Dean bantu aku untuk turun. Mengingat langkah ku lambat dia tidak sabar langsung mengangkat tubuh ku selagi Mama membuka pintu untuk kami.
Dalam keadaan sadar aku mendengar ucapan terimakasih Mama kepada bang Dean, "Terimakasih ya bang sudah mau direpotkan, sudah banyaknya tadi kami cari mobil tapi enggak ada yang ambil pesanan kami." Mama menjabat tangannya, senyum Mama itu manis sekali untuk dia. "Enggak apa-apa nantulang..." katanya memanggil Mama dalam panggilan orang Batak.
"Mi lekas pulih yaa, nanti kalau sudah sembuh datang lagi ke komunitas jangan trauma... Nanti ada anak-anak jenguk."
Aku mengangguk kan kepala, aku tidak tau kapan dia pulang dari rumah. Ku lihat ketika keluar kamar hari sudah malam Papa dan tulang bahkan sudah di rumah. " Tapi ada benarnya kata jaksa itu le, enggak mungkin..." ucapan tulang terhenti tak ingin membahas ketika aku datang.
"Sudah makan kau Nang," katanya membuat tatapan mereka fokus di aku. "Sudah tulang, jadi gimana tulang." Mereka diam sejenak, mungkin tulang sedang mempersiapkan kata-kata mendukung ku saat ini.
"Anna.(diambil dari nama tengah ku hosianna, begitulah keluarga memanggil ku) Kasus mu kan masuk ke pasal penculikan dan penganiayaan terus waktu penyeledikan ternyata bukan hanya kasus mu yang terungkap tapi juga ada kasus pembunuhan. Ada anak usia 8 Tahun di temukan meninggal bersamaan dengan kamu di apartment ,nahh gara-gara kasus itulah pihak sipil masih minta waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Yah artinya kalau kasus ini berlarut-larut bisa panjang urusan nya.
"Besok aku sudah masuk kerja ma," Mama Papa saling pandang, awalnya Mama memiliki niat membawa ku pulang kampung, namun setelah aku menjelaskan dampak dari pinalti aku melanggar kontrak yang sudah di tanda tangan, Mama perlahan menurunkan egois akibat ketakutan yang ia ciptakan sendiri.
"Anna, Yang tadi itu siapa? Teman mu? Masih sendiri itu?" Tulang sepertinya tertarik dengan bang Dean. Apa dia mau menjodohkan anak perempuan nya ke bang Dean ya,boleh jadi sih.
"Kurang tau Tulang, cuman kalau itu langsung tanya ke Abang itu ajalah." Mereka main mata, kode apa ini.
Apa bang Dean ada bilang sesuatu ya makanya mereka bertingkah aneh seperti ini, mencoba mencairkan suasana ambigu dengan senyuman kecil membuat pandangan itu terhenti, aku kembali istirahat kemudian untuk bersiap besok pagi sekali harus berangkat bekerja.
[Atas keputusan yang sangat dipertimbangkan kamu di kasih jatah libur selama 3 hari lagi. Jadi selama jatah libur belum habis kamu masih di sarankan untuk istirahat Miwa.] kata pimpinan devisi ku.
Syukurlah masih ada waktu untuk istirahat, pelukan Mama begitu hangat. Untungnya aku terbangun di subuh hari bisa menyaksikan Mama tidur di sebelah ku, Papa dan Tulang tidur beralas tikar kecil dan bed cover. Kasihan malah kepanasan lagi, besok wajib beli kipas nih.
Sekarang aja pesan toko online terdekat kemudian ambil pengiriman instan supaya siang bisa tidur di sini, haus membawa ku ke dapur. Dalam kulkas mini tidak ada apa pun untuk dimakan maklum aku bukan tipikal rajin masak , oleh sebab itu bawang juga mau tumbuh di kulkas kalau tidak diperhatikan.
Besok aku harus bangun pagi supaya bisa ajak Mama ke pasar dekat rumah, sudah lama gak jalan bareng sama Mama. Aku rindu suasana itu, jadi ambil waktu untuk quality time sepertinya enak.
Mulai awal bangun belum bisa tidur, waktunya orang mau bangun kok malah ngantuk. Kan aneh banget. Ujung-ujungnya aku milih tidur setidaknya untuk memejamkan mata saja.
sayangnya kantuk ku masih begitu tertarik untuk tidur lagi karena memang sangat mengantuk sekali rasanya, mama biarkan untuk sejenak kemudian membangun kan lagi untuk makan supaya bisa makan obat.
piring putih berisi sayur bening sawi putih, cakep putih-putih. Di suap Mama penuh cinta seperti ini meleleh gak sih, ini cara Tuhan supaya aku istirahat dulu gak sihh.
Soalnya di umur 18 Tahun aja aku sudah bergulat dengan dunia accounting, menjadi seorang magang bakti adalah langkah awal karir ku, tentu ada jarak antara aku dan Mama, biarpun aku anak terakhir sifat manja itu tidak ada dalam diriku.
Berjuang sendiri untuk sendiri adalah moto hidup terbaik, tak pernah membebani orang tua atas gaya hidup, terpenting untuk kuliah S1 ku aman sudah cukup bagiku. Mama menatap ku kian lahap makan.
"Kemarin malam,Hujan. Makanya Tulang nginap disini, kalau enggak rumahnya dekat sini ya dek." Kata Mama membuka cerita.
"Iya Ma, jam berapa sih?"
"10."
"Ke pajak yuk." (maksudnya pasar ya guyss, maklum orang Medan gak tau pasar, kalau pasar mah taunya itu jalan lalu lintas gitu.)
Usai makan kami bersiap berbelanja ke pasar dekat rumah, cukup jalan 5 menitan sudah sampai pasar kecil-kecilan. Terkadang aku ingin belanja banyak cuman ya untuk apa.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰