NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Di sebuah klub, eksekusi sedang dilakukan oleh Alex. Ia mengawasi pasangan yang pernah kepergok digubuk, menunggu waktu yang tepat untuk nya menebar pesona.

Setelah beberapa menit berlalu, wanita itu berdiri, berjalan sempoyongan menuju toilet. Alex mengikuti dan dengan sigap memapah wanita yang hampir terjatuh. "Hati-hati cantik, kamu bisa terluka" suaranya ringan dan lembut membelai cuping telinga wanita itu.

"Hmm " ia melepaskan rengkuhan Alex sembari menyipitkan mata, merasa pernah melihat nya namun lupa dimana?

"Maaf cantik, jika aku membuatmu risih. Aku hanya ingin membantu" wanita itu kembali oleng, dan lagi-lagi Alex cekatan menangkap.

"Sst...kamu mabuk berat, biar aku bantu."

"Ngga usah"

"Bukan waktunya menolak cantik, lihat keadaanmu? Mengkhawatirkan "wanita itu pun tidak lagi berkutik saat pria asing menggendong ala bridel style, pria itu benar dia terlalu mabuk untuk dibiarkan sendiri.

Bahkan dia tidak membantah saat pria itu membawanya ke kamar, lalu meletakkan ia dengan hati-hati ke ranjang seolah benda yang mudah pecah.

"Terima kasih Hmm...." ia sedikit kebingungan hendak mengatakan apa lagi saat kepalanya semakin berat oleh alkohol, pria itu mengelus pipinya.

Kelembutan serta senyuman manis pria dihadapan nya membuatnya bergeming seakan terhipnotis. "Kenapa bisa wanita secantik ini dibiarkan sendiri disaat mabuk, jika aku yang jadi pria beruntung itu tentunya aku akan mengekori kamu sepanjang hari. Sayang saja sedetik terlewati tanpa mencium aroma manis ini" Alex mendekatkan wajah hingga hembusan napasnya menerpa bibir wanita itu.

Alex lalu bangkit menuangkan air kedalam gelas dan sedikit gerakan tersembunyi menambahkan obat kedalam nya. "Minum dulu, kamu butuh air putih" ujar Alex, seraya membantu wanita itu meminumnya, seteguk, dua, tiga hingga tersisa separuh.

"Kamu benar-benar haus rupanya, sekarang mau kemana biar aku papah" Alex mengatakannya, sembari menyentuh bibir wanita itu dengan gerakan menggoda.

"Ke toilet" Alex tersenyum, senyuman manis yang membuat hati wanita itu jungkir balik.

"Aku antar" lalu sigap menggendong.

Sementara pria yang jadi kekasihnya, setelah mengkhianati sahabat sendiri tengah berurusan dengan Sandi. Pria itu mengeryit saat seorang pria sangar menarik kerah nya tanpa aba-aba, "Apa-apaan ini?" Ucapnya terbata, tubuhnya tiba-tiba digiring keluar dengan kasar.

"lepas...mau kemana ini?" Ia memberontak namun kekuatan Sandi jauh diatasnya, "Siapa kau? hey...!"Lalu ia dihempaskan begitu saja sampai menabrak tembok.

"Akh...bangsat siapa kau? Apa urusan kita"

Dia mengerang karena rasa nyeri seketika menjalar disekitar bahu, tanpa banyak bicara Sandi langsung menghajar pria itu yang sudah lemah oleh alkohol. Pukulan diperut, wajah, sampai babak belur tanpa bisa melawan, hanya mampu mengerang kesakitan.

Keesokan paginya, Rksabi berkumpul menghitung uang mereka dirumah sederhana dikawasan hutan, tempat mereka pertama kali mencetus ide geng Rksabi.

"Kalau begini terus kita bisa kaya, cuma ada satu kendala. Kita bakal repot kalau cari klien dulu, tapi gimana caranya agar klien tahu Rksabi?" Cetus Alex sambil berkipas dengan lembaran uang, matanya berkeliaran mencoba berpikir.

"Kita buat seperti kartu-kartu gitu, bagaimana? Terus kita bagikan pada orang yang kelihatan membutuhkan " Kribo menarik turunkan alisnya, meminta persetujuan pendapatnya.

"Setuju" Rksabi serempak menyatakan pendapat, kecuali Rain dan Haneul yang tampak bimbang.

"Apa itu ngga berbahaya Bang?" Tanya Haneul pada Rain yang mempertimbangkan, semua terdiam menantikan jawaban ketua.

"Mungkin kita bisa mencobanya " lalu mereka serempak bersorak, Haneul tertawa melihat kelakuan Abang-abang nya yang seperti anak kecil saat mengekspresikan kebahagiaan.

"Kita cetak?"

"Jangan nanti banyak modal, kita buat saja pakai kertas origami" mereka pun akhirnya manggut saja, jika kata Sandi yang mengatur keuangan sudah demikian.

Namun tiba-tiba Kribo nyeletuk saat teringat pada klien mereka, membalas perbuatan tukang penghianat adalah pengalaman pertama mereka. Karena itu kribo mendadak memikirkan perasaan klien yang tersakiti.

"Tapi klien kita kasihan, dia pasti sedang sedih sekarang setelah diselingkuhi dan yang jadi selingkuhan malah sahabat nya sendiri "

"Terus maksudnya apa?"

"Kita hibur dia yuk, anggap bunos."

"Kau kira menghajar bajingan dan menjobloskan sahabat nya ke penjara bukan hiburan?"

"Bukan begitu Taka, cuma tetap saja, bukankah dia perlu sesuatu untuk mengurangi kesedihan. Seperti melihat balon-balon, bunga didepan pintu. Ahh... kau tidak akan mengerti bagaimana dia menikmati acara botak saat sulap, senyuman nya terulas meskipun hatinya sedih"

Rain berdecih sembari membuang muka,muak melihat ekspresi Kribo yang dibuat nelangsa. "Setuju" ujar Sandi, sembari menatap yang lainnya yang hanya diam saja sampai Haneul mengangkat tangan, lalu yang lainnya ikut setuju.

Namun...."Taka gimana?" Tanya Botak melihat Rain acuh tak acuh, mereka hendak urung melaksanakan niat Kribo.

"Tapi siapa kali ini yang menyelesaikan tugas? Kalau aku kan sudah, cuma satu orang yang ngga kebagian" ucap Haneul, tidak peduli dengan kecemasan Abang-abang nya yang merasakan hawa negatif dari Rain.

"Abang Rain...! Suruh ketua Rksabi saja kalau begitu"malah menambah minyak pada api, pria yang disebutkan namanya mendelik lalu melempar apel tepat mengenai kepala Haneul.

"Kalau peduli, kenapa tidak kau saja?" Haneul tersenyum sembari mengusap dahi nya.

"Abang Rain setuju, ayok kita siap-siap" satu lemparan lagi, kali ini tepat mengenai hidungnya.

"Kau pikir yang menyusun rencana siapa? kalau aku tidak kebagian tugas"

"Bila begitu sekalian saja Bang Rain"

Rain menoleh ke sekitarnya mencari benda apa saja yang bisa ia gunakan untuk membungkam mulut kurang ajar yang berani memberi perintah pada nya, namun tidak mendapatkan apapun, membuat bocah yang duduk cukup jauh dari jangkauan nya itu tergelak puas.

Rain lantas melototi Sandi, "Pukul bocah ingusan itu dulu, baru aku setuju!" Sandi bingung antara memilih ketua atau bocah disamping nya.

"Ngga apa-apa Bang, pukul saja. Demi niat kita" ucap Haneul yang membuat Sandi tidak tega, dan malah menyodorkan diri sendiri untuk menyenangkan ketua mereka.

"Pukul juga kami sekaligus ketua, jangan hanya Sandi dan Kamandaka"

"Benar, jika itu bisa menyenangkan Ketua dan membuat ketua menyentujui" yang lainnya kini berlutut dihadapan Rain, sementara Haneul yang dibela mengulum senyum dibelakang Abang-abang nya

"Keparat kalian diperbudak bocah SMA !" *

****

Dirumah klien, seorang wanita yang tengah patah hati setelah diselingkuhi dan khianati sahabat sendiri melamun menatap jendela. Hatinya dirundung duka yang mungkin akan menjadi trauma mendalam, sampai hari ini ia belum mendengar kabar dari Rksabi tentang pembalasan sakit hatinya.

"Mungkinkah aku ditipu?" Tidak lama setelah gumaman itu panggilan datang.

Ia kira itu dari nomor asing Rksabi yang terhapus, ternyata dari teman kerja nya. "Hallo kenapa?"

"Udah lihat berita? Aku yakin itu pacar dan sahabat kamu, mereka ketangkap atas kasus menggugah video syur. Aku ngga nyangka kamu dihianti mereka" ia lantas membuka berita dan benar saja itu dibahas dimana-mana.

Ia terkekeh tapi matanya justru mengeluarkan air mata, ada rasa puas melihat berita itu. Namun suara ketukan pintu mengalihkan seluruh perhatiannya, "sudah dulu ya? Ada orang" ia menuju pintu, tapi tidak ada siapapun selain bunga dan balon yang diterbangkan.

Namun, ia sempat melihat punggung seorang pria sebelum menghilang dibalik rumah tetangga. Senyumnya terulas sembari mencium bunga mawar merah itu, matanya tertuju pada tempat terakhir punggung itu menghilang, yang ia yakini pembuat kejutan itu.

"Siapa pun kamu, terima kasih "

Rksabi menebarkan kartu nama mereka pada seorang pria yang terlihat pusing, pada pengawal yang tengah bertugas, anak kecil sampai ke wanita elit. Yang mereka cari adalah orang-orang yang kaya yang nampak frustasi.

1
Anala.
bocah edan😄
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!