NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

“Kenapa kalian tidak menghalanginya?” Ares marah-marah pada security yang berada di pos jaga.

“maaf bang tapi kita tidak tahu kalau Non Flo tidak ijin sebelum keluar” jawab salah satu security yang bertubuh sedikit pendek dari Ares.

“Ya seharusnya kalian tanya padanya sebelum pergi” Ares sedikit meninggikan suaranya karena jawaban dari mereka.

“res, sudahlah kita cari saja mbak Flo kemana.?” Gofar mendekat mencoba menenangkan Ares.

“Benar bang, kita cari saja perginya kemana. Saya nanti minta tolong rekan saya biar bisa ngelacak plat motor mbak Flo” timpal Topan.

Ares mengusap wajahnya kasar, lalu berjalan pergi sambil terus menelpon Flo. Tapi dari tadi sama sekali tidak di angkat oleh Perempuan itu.

“Besok-besok kalau Flo pergi tanpa kita tolong kalian berdua tanya kemana dia pergi, kalau dia tidak menjawab jangan pernah bukakan pintu. Kalian pasti tahu, ini bukan masalah Ares saja yang mendapat hukuman tapi kalian juga” ucap Gofar menasehati dua security yang berada di depannya.

“Siap bang, maaf kita kurang teliti” jawab keduanya.

“Ya sudah tidak apa, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian” ucap Gofar menepuk pelan bahu salah satu dari mereka lalu ia pergi Bersama dengan Topan menyusul Ares yang saat ini duduk di teras depan masih sibuk dengan ponselnya.

Topan sendiri mulai menelpon temannya untuk minta tolong melacak plat motor Flo.

“Ya, sudah terkirimkan nomor platnya? Tolong lacak dan nanti beri tahu saya”  ucap Topan dan langsung mematikan panggilannya.

Gofar yang berjalan di sebelahnya melihat kearah Topan

“Bagaimana? Sudah kamu kirim kan ke temanmu?”

“Sudah bang” jawab Topan.

Mereka berdua lalu berjalan mendekat kearah Ares,

“Aish sial, Perempuan ini sebenarnya kemana” Ares terlihat kesal, dia berdiri hendak membanting ponselnya karena kesal sendiri panggilannya tak di angkat oleh Flo.

“bang tenang dulu, teman saya sudah mulai ngelacak Dimana mbak Flo” ucap Topan

Ares yang mendengarnya langsung menatap kearah Topan.

“Terus, sudah ada kabar?” tanyanya.

“belum bang, tunggu sebentar lagi” Jawab Topan, dan baru saja dia bilang begitu ponselnya bergetar. Segera Topan melihat ponsel di tangannya.

“Sudah bang, ini Lokasi mbak Flo sekarang” ucap Topan mendekatkan diri pada Ares, Ares melihatnya.

“Ngapain dia disini lagi di siang bolong begini” geram Ares, lalu ia langsung berlari pergi menuju mobilnya.

“bang tahu tempatnya, bawa Hp saya saja” seru Topan saat Ares berlari pergi.

“Nggak usah, saya tahu tempatnya”  jawab Ares sambil masuk kedalam mobilnya.

“Untung ya bang sekarang ada bang Ares, kita nggak ribet lagi” ucap Topan pada Gofar yang berada di sebelahnya.

“Iya tapi saya kasihan juga dengan Kapten Ares. Mbak Flo susah banget di atur” ucap Gofar.

“Udah bang, nggak usah kasihan bang Ares mentalnya kuat. Seorang Kapten masa nggak kuat mental, dia kan Danki kalau di Batalyon kan? Udah bang ayok sibuk dengan urusan kita saja. Saya mau nganter Vincent ke kantor” ucap Topan lalu pergi lebih dulu ke kamar mereka yang dekat dengan Garas mobil.

Setelah Topan pergi, Gofar juga ikut pergi. Meskipun hari ini ia lenggang karena Valen tidak akan pergi kemana-mana tapi pekerjaannya yang lain cukup banyak. Apalagi ia juga harus absen di kesatuannya nanti menjelang sore.

…………………..

Flo sendiri saat ini asik di lantai dansa menikmati alunan musik di Club tersebut. Segelas wine ia pegang. Dia tak sendiri melainkan Bersama Tifanka yang berada di depannya.

“wah gila lo, siang-siang begini ngajak gue clubbing. Lo ada masalah?” ucap Tifanka dengan suara yang sedikit keras.

“Hah apa?” Flo mendekatkan telinganya.

“lo ada masalah sampa Clubing siang bolong begini” seru Tifanka.

“Siang bolong apaan, ini udah mau sore.”

“terserah lo lah”

“Bentar, gue naruh gelas gue dulu nggak bebas rasanya” ucap Flo pamit pergi menaruh gelasnya. Dia lalu berjalan melewati orang-orang yang asik dengan alunan music.

Tapi Flo terhenti karena seorang Perempuan tidak mau minggir malah tetap asik berjoget.

“Bisa minggir nggak?” ucap Flo dengan dingin.

Perempuan di depan Flo seperti tak mendengarkannya

“Budegg” emosi Flo tersulut, dia lalu menuangkan minumannya di kepala Perempuan di depannya.

“Arkhh,..” kaget Perempuan itu dan lalu melihat kearah Flo, begitu juga teman-teman yang berdansa dengannya.

“Woi lo gila ya, maksud lo apa nyiram gue” Perempuan itu tak terima, berteriak sambil mendorong Flo. Flo terdorong sedikit kebelakang. Lalu dia mendekat lagi,

“Salah sendiri lo budge, gue udah nyuruh lo minggir ya” Flo mendorong balik Perempuan tersebut. Dorongan yang lebih kuat, membuat Perempuan itu hampir terjatuh untung di tahan oleh pria di belakangnya.

“Woi nona, lo siapa berani dorong cewek gue” pria itu tak terima saat kekasihnya di dorong.

“Gue Flo kenapa? Cewek lo sendiri yang budge. Gue suruh minggir ma..”

“hei, lo aja yang nggak punya otak. Udah tahu music keras begini lo nyuruh gue minggir, gue nggak dengar” Perempuan itu maju tak terima dengan ucapan Flo.

“Ya dasar lo budge, lo itu yang nggak punya otak” Flo mendorong kepala Perempuan tersebut.

“Flo, Flo udah Flo” Tifanka yang melihat Flo dikerumuni langsung berlari mendekat berusaha menarik Flo. Tapi Flo malah melepas tangannya.

“Wah ni cewek memang belagu, kayaknya harus kita kasih Pelajaran nih” ucap pacar dari Perempuan yang bertengkar dengan Flo barusan. Dia melihat kearah dua teman laki-lakinya. Keduanya mengangguk.

“Benar, kayaknya harus di kasih Pelajaran.” Sahut temannya.

“Flo udah Flo, ayok nanti ki…”

Sebelum Tifankan berhenti bicara dia sudah di Tarik oleh salah satu pria tadi.

“Apa nona, ayo senangkan kita dulu” ucap pria itu.

“bagus brandon” sinis Perempuan yang adu mulut dengan Flo tadi.

“Lepasin teman gue,” pinta Flo.

“Nggak semudah itu, salah sendiri lo cari masalah sama Clara”

“Gue hitung sampai tiga teman lo nggak lepasin teman gue, lo semua habis ditangan gue” ancam Flo

“Wow berani ngancam,” ejek Brandon.

“Lo siapa sih berani ngancem hah,” Clara dengan tangan yang terlipat di dadanya mengejek Flo, dia mendekatkan dirinya pada Flo.

Tatapan Flo semakin tajam dan dingin, tanpa aba-aba dia menarik kuar rambut Clara. Sontak Clara kesakitan setelah itu Flo langsung melayangkan tendangan kearah Brandon sehingga mengenai wajah Brandon karena Tifankan langsung menunduk. Saat tangannya terlepas Tifankan langsung ke sisi Flo.

Pacar Clara dan satu temannya kaget, dan mereka menjadi tontonan di Club itu.

“masih berani sama gue” ucap Flo.

“Lo ternanyata Perempuan Binal ya, kayaknya lo harus di kerasin” Harry pacar Clara merasa marah dia mendekat pada Flo dengan cepat ia menampar Flo.

“Flo..” kaget Tifankan.

Flo tak kesakitan sama sekali, dia malah menatap sinis Harry dan menyemburkan ludah darah dari mulutnya.

“Cuihh, tamparan nggak seberapa nggak ada sakit-sakitnya lo cewek yang nyamar jadi cowok ya” kekeh Flo, sambil menertawakan Harry.

“Brengsek,..” Hary mengepalkan tangannya dan akan memukul Flo lagi tapi ada sebuah tangan yang menahan tangannya.

Flo yang tadi tak bergeming saat ini di buat kaget dengan sebuah tangan yang menahan tangan Harry.

“Kau..” lirihnya.

Ares datang dan menahan tangan itu, dia lalu berdiri di hadapan Harry.

“Tak seharusnya pria menampar wajah Perempuan” ucap Ares.

“Kau siapa? Jangan ikut capur. Perempuan binal ini harus gue beri Pelajaran” ucap Harry.

“urusan anda sekarang dengan saya, kalau anda masih bersih keras ingin menamparnya urusan anda dengan saya”

“Oke mau lo kan,, “ Harry akan memukul Ares tapi tangan satunya juga Kembali di tahan oleh Ares saat ini.

“Masih mau melanjutkan?” mata Ares menatap mata Harry lalu dia mendorong pria di depannya itu.

“Kalau sampai anda masih mau melanjutkannya, saya tidak akan tinggal diam” seru Ares. Lalu dia menghampiri Flo.

“Ayo kita pulang” ucap Ares lalu menarik tangan Flo pergi. Saat di Tarik pergi Flo masih sempat-sempatnya membanting gelas di lantai depan Harry dan Clara seolah mengejek mereka.

Ares sedikit kaget dengan itu, tapi dia hanya melihat sekilas kearah Flo lalu menariknya pergi.

“Brengsek, gue nggak terima lo ngerendahin gue begini” terdengar emosi Harry, pria itu membawa botol minuman keras di tangannya dan berjalan cepat kearah Flo

Tifanka yang berjalan di depan Flo dan Ares berbalik begitu juga dengan Ares dan Flo, sangking cepatnya Harry membuat Flo dan Ares terpaku dengan itu tapi dengan sigap Ares langsung memeluk Flo sehingga botol kaca itu mengenai kepala Ares.

Flo terkejut, matanya melebar dalam pelukan Ares. Ares sendiri masih berdiri tegap memeluknya.

Clara, Brandon dan satu teman Harry di buat kaget dengan itu. Mereka tak menyangka Harry akan melakukan itu, mereka lalu menarik Harry mengajak Hary kabur.

“Apa yang kau lakukan..kenapa kau me..”

“Tidak usah cerewet ayo pergi dari sini” lirih Ares melepaskan pelukannya dan Kembali menarik Flo keluar dari Club.

“Kepala mu berdarah,” ucap Tifanka yang melihat itu. Flo langsung melihat kearah kepala Ares yang memang berdarah. Dia berhenti reflek memegang kepala Ares.

“Kepalamu, kepalamu berdarah..” syoknya.

“Tidak usah kau perdulikan, ayo pergi dari sini” ucap Ares

Flo malah kini yang menarik Ares dengan cepat,

“Kau..kau harus segera di obati” ucap Flo panik, dia menarik Ares.

“Tif, lo bawa motor gue aja” ucapnya pada Tifanka yang masih tertinggal di belakang mereka.

“Lo bodoh, lo  kenapa harus nolong gue” ucap Flo sambil terus berjalan menarik Ares keluar dari Club.

Ares sendiri diam memperhatikan wajah Flo yang tampak panik, bahkan tangan Perempuan itu berubah dingin.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!