NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan

"Apa aku salah dengar, ya?" Ujar Amanda saat suara itu sudah tak terdengar lagi.

Baru berberapa langkah hendak pergi, suara itu kembali terdengar. Kali ini, samar-samar terdengar seperti suara seseorang yang sedang merintih kesakitan.

"Seperti ada orang di dalam sini?" Amanda mencoba menempelkan kupingnya pada pintu gudang untuk mendengar lebih jelas.

Amanda memang mendengar sebuah suara, tapi ia tak begitu yakin apakah yang ia dengar itu memang benar, karena suara itu terlalu kecil untuk bisa di dengar oleh telinganya.

"Duh, sepertinya aku harus segera mencari kunci gudang ini untuk segera membukanya." Ujarnya yang langsung pergi meninggalkan gudang.

Yang tanpa ia ketahui, di dalam gudang terlihat Dewi mencoba untuk meminta tolong dengan sisa tenaganya yang lemah. Ia menangis dalam ketidakberdayaannya di dalam gudang yang gelap dan minim cahaya itu.

Di saat Dewi masih berharap terjadinya sebuah keajaiban untuk seseorang bisa menolongnya keluar dari gudang, Amanda sendiri sedang mencari keberadaan security untuk meminta kunci gudang padanya. Dan, bersyukurnya ia bisa mendapatkan kunci gudangnya.

Saat hendak kembali ke area gudang, langkahnya terhenti saat berpapasan dengan Raisa yang baru saja turun untuk pulang.

"Selamat siang, bu." Sapa Raisa ketika melihat Amanda yang baru saja dari tempat security.

"Lho, kamu masih belum pulang?" Amanda yang melihat Raisa belum pulang pun jadi menghentikan langkahnya dan bertanya padanya.

"Iya bu, soalnya saya tadi habis membersihkan perpustakaan." Jelas Raisa.

"Oh gitu, yasudah hati-hati ya pulangnya nanti." Balas Amanda yang akhirnya mengerti mengapa Raisa pulang terlambat, mengingat dia juga memberikan hukuman padanya dengan meminta membersihkan dan merapihkan perpustakaan.

Meski ia tak menyangka Raisa pulang lebih lambat dari Karina dan Sofia yang ia tugaskan untuk membersihkan gudang.

"Tapi, bu Amanda hendak kemana kok terburu-buru begitu?" Tanya Raisa saat melihat wali kelasnya itu yang nampak terburu-buru pergi.

"Ibu mau ke gudang belakang." Jawab Amanda.

"Gudang belakang? Memangnya disana ada apa, bu?" Raisa nampak bingung wali kelasnya itu hendak pergi ke gudang belakang sekolah yang terkenal sebagai tempat penyimpanan barang yang sudah tak terpakai itu.

"Tidak ada apa-apa, ibu hanya ingin mengecek tugas yang sudah ibu berikan pada Karina dan Sofia." Ungkap Amanda.

"Yasudah, ibu pergi dulu ya. Kamu juga langsung pulang sana, nanti semakin terlambat lho pulangnya." Pintanya kemudian agar Raisa segera pulang kerumah.

"Bu, apa aku boleh ikut ibu ke gudang?" Tiba-tiba saja Raisa ingin ikut bersama Amanda ke gudang.

"Kenapa kamu malah ikut?" Tatap Amanda bingung melihat Raisa yang mau ikut bersamanya bukannya segera pulang kerumah.

"Jemputanku terlambat datang, karena itu aku mau ikut biar nggak bosan menunggu, bu." Jawab Raisa memohon.

"Yasudah, terserah kamu saja."

Akhirnya Amanda mengizinkan Raisa untuk ikut bersamanya menuju area gudang.

Mereka berjalan sembari mengobrol bersama. Meski Amanda adalah wali kelasnya, namun Raisa tak merasakan kecanggungan dan justru merasa nyaman untuk mengobrol bersama, mengingat bu Amanda begitu ramah dan asik.

Tak terasa, mereka pun akhirnya sampai ditempat dan langsung membuka gembok yang mengunci pintu gudang. Saat masuk kedalam,keduanya sudah disambut oleh gelapnya ruangan dan bau lembab yang begitu kuat.

"Bu, itu.. sepertinya ada orang deh di dalam." Ucap Raisa kaget saat melihat sesuatu begitu ia masuk.

Amanda langsung mengarahkan tatapannya ke arah yang dimaksud oleh Raisa. Dan, benar saja dalam kegelapan yang lembab itu ada sosok yang sedang tergeletak tak berdaya, tak jauh dari arah pintu.

"Raisa, coba kamu nyalakan lampunya." Pintanya agar Raisa menyalakan lampu gudang untuk memperjelas apa yang mereka lihat.

"Bu, lampunya gak bisa nyala." Teriak Raisa ketika tak bisa menyalakan lampunya.

"Coba terangin dengan hp milik kamu." Pinta Amanda lagi agar Raisa memberikan penerangan di hp miliknya.

"Baik, bu." Raisa pun langsung menyalakan senter di hp miliknya.

Cahaya itu akhirnya bisa menangkap sosok yang sedang tergeletak tak berdaya. Dan sosok itu adalah Dewi yang sedang terbaring tak sadarkan diri dengan kondisi yang terlihat penuh lebam dalam tubuhnya.

"Bu, ini Dewi, kan?" Ucap Raisa merasa terkejut melihat temannya yang ada di dalam gudang dengan kondisi tak sadarkan diri.

Amanda sendiri juga sangat kaget melihat muridnya tak sadarkan diri di dalam gudang yang terkunci ini. Tiba-tiba tubuhnya kaku saat melihat keadaan Dewi yang penuh luka lebam, bahkan seragamnya yang basah membuat Amanda terpaku tak tak percaya.

"Raisa, tolong panggilkan security, kita harus membawa Dewi ke UKS." Pinta Amanda agar Raisa memanggil Security supaya bisa mengeluarkan Dewi dari dalam gudang.

"Eh, tapi bu. Di UKS sudah tidak ada siapapun, karena saya melihat bu dokter sudah pulang." Jawab Raisa ketika melihat dokter yang menjaga UKS sudah pulang.

"Kalau begitu tolong pesankan taksi online ya, cepat! Kita harus segera membawa Dewi kerumah sakit." Nada penuh kepanikan terasa dari wajah Amanda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!