NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

"Siapa yang sudah menyuruh kalian, sampai-sampai menyuruh banyak orang begini hanya untuk melakukan hal itu ke satu Perempuan seperti saya ini." ucap si Perempuan berhijab.

"Sudahlah cepat selesai kan tugas kita dan kita bisa langsung berpesta kembali jangan dengarkan ucapannya, kalian hayoo hajar dia."

Titah salah satu orang yang mengepung Perempuan berhijab dan dua orang pun maju untuk langsung menyerang Perempuan tersebut tapi tanpa di duga keduanya belum sempat untuk menyentuh sudah terpental ke belakang lalu mengenai tembok.

Brugh

Brugh

Melihat hal itu semua teman yang lainnya tidak percaya saat melihat hal yang mustahil di depan matanya padahal kedua temannya itu berbadan besar keduanya.

Akhirnya keempat teman yang lainnya memutuskan untuk menyerang bersamaan dan dari salah satu dari mereka mengambil pisau dari balik jaketnya.

Si Perempuan itu pun tak menyadari kalau ada yang membawa pisau karena dia sedang bertarung melawan tiga orang sekaligus untungnya tiga orang tersebut tidak memiliki ilmu beladiri yang hebat.

Di saat pisau itu sedikit lagi hampir mengenai tubuh dari Perempuan tersebut tapi tiba-tiba pisau itu di tahan oleh seseorang dengan tangannya.

Seseorang yang menahan pisau itu dengan tangannya pun langsung menyerang orang orang itu, meskipun darah di tangannya menetes tapi tetap melawan, perkelahian tak bisa di hindarkan lagi antara dua orang melawan enam orang.

Satu persatu tumbang di antara enam orang tersebut oleh dua orang lawannya dan pada akhirnya enam orang pun kabur semua dengan wajah yang babak belur akibat serangan dari dua orang lawannya.

Sedangkan Perempuan berhijab tersebut menghampiri orang yang telah membantunya karena melihat ada tetesan darah dari tangan orang tersebut karenanya.

"Terimakasih karena sudah membantuku, harusnya kamu jangan memegang pisaunya kan bisa di tendang saja pisaunya, kan jadi nya kamu yang terluka begini." ucap si Perempuan.

"Sama-sama!! iya kamu benar. tapi tadi saya tidak sempat berpikir seperti itu, karena keadaannya sudah sangat bahaya." sahut Ardan.

"Huft..maaf karena saya tangan kamu jadi terluka begini, apa perlu saya antar ke Rumah Sakit." saran si Perempuan.

"Tidak perlu repot-repot begitu, lagian saya tidak apa-apa kok, jadi santai saja yah." tolak Ardan.

"Tidak apa-apa apanya itu jelas-jelas tangan kamu terluka begitu dan jangan pernah menganggap remeh luka sekecil apapun itu, ayo kamu ikut saya ke Rumah kebetulan Rumah saya dekat dari sini, nanti saya bantu obati kamu di sana." ucap si Perempuan.

"Hmm Baiklah." sahut Ardan.

Si Perempuan tersebut pun melangkah lebih dulu Ardan pun mengikutinya dari belakang tak lama pun sudah sampai karena memang Rumahnya sangat dekat.

Kini Ardan sudah berada di dalam Rumah Perempuan yang di tolong nya dan sedang mengobati luka di tangannya sendiri, karena Ardan melihat Perempuan tersebut yang sangat enggan untuk menyentuh tangannya jadi Ardan pun sangat mengerti pasti karena bukan Muhrim dan inisiatif untuk mengobati tangannya sendiri.

"Oh iya perkenalkan namaku Ardan, kamu cukup memanggilku Ar." ucap Ardan.

"Hmm salam kenal kembali, namaku Asyifa." sahut Asyifa.

"Tidak perlu takut seperti itu Syifa, lagian aku juga tidak akan menggigit kamu, oh iya kok Rumah kamu sepi banget apa kamu tinggal sendiri di sini?" tanya Ardan.

"Siapa juga yang takut sama kamu, jangan sembarangan kalau ngomong tuh, ya memang bener aku tinggal sendirian di sini, tapi jangan berpikir macam-macam kamu." jawab Asyifa.

"Siapa juga yang berpikir seperti itu, oh iya aku hampir lupa kalau kamu kan jago berantemnya, please jangan jadikan aku samsak kamu yah hehe." canda Ardan.

"Kamu..."

terpotong karena tiba-tiba ada keributan di sebabkan oleh beberapa orang warga yang berada di luar Rumah Asyifa.

Flashback Off

"Gimana sih kalian mengurus satu Perempuan saja tidak becus sama sekali." emosi seseorang.

"Maaf Bos!! ternyata target kita kali ini bisa beladiri dan apalagi di bantu oleh seorang Pemuda yang jago beladiri juga." sahut Anak buah.

"Halah itu hanya alasan kalian saja." teriak seseorang.

"Bos tenang dulu saya ada ide nih, gimana kalau kita sebarkan fitnah saja untuk dia, kan kebetulan saya lihat kalau dia membawa Pemuda tersebut ke Rumahnya." saran Anak buah.

"Idenya sungguh bagus!! cepat kalian pergi untuk mempengaruhi para Warga di sini, oh iya jangan lupa Pak Rt juga yah." titah seseorang.

"Siap Bos." sahut Anak buah.

Beberapa orang itu pun langsung pergi untuk mempengaruhi para Warga kalau ada orang yang sedang berbuat zinah di Rumah salah satu Warganya, tentu saja dengan mudahnya para Warga terhasut dan langsung pergi ke Rumah Pak Rt untuk melapor serta melabraknya kalau perlu mengusirnya.

Flashback Off

"Hey kalian yang ada di dalam cepat keluar, jangan berbuat zinah di dalam." teriak Warga.

"Sabar Bapak Ibu jangan emosi dulu, karena belum tentu benar dengan berita itu." ucap Pak Rt.

"Aduh Pak Rt itu sudah jelas ada sepatu Pria, sudah kita langsung dobrak saja pintunya." sahut Warga sambil menunjuk arah sepatu.

Di saat para Warga bersiap ingin mendobrak pintunya tiba-tiba pintu pun terbuka dan keluarlah keduanya

"Maaf Pak Rt sebenernya ini ada apa, kenapa semua orang datang ke Rumah ku?" tanya Asyifa.

"Halah!! malah pura-pura tidak mengerti seperti itu." teriak Warga.

"Kalian semua saya harap diam dulu, biar saya bertanya dulu pada Nak Syifa." sahut Pak Rt.

"Tidak perlu di tanya lagi Pak Rt, mana ada pelaku mengakui perbuatannya sendiri, bisa-bisa penjara penuh." ucap Warga.

"Bener tuh Pak Rt sudah seret saja mereka berdua, kalau tidak Nikah kan saja keduanya daripada membuat Desa kita terkena sial." sambung Warga.

"Tunggu-tunggu saya tidak berbuat apapun di Rumah ini, hanya..." ucap Ardan terpotong.

"Halah jangan banyak alasan kamu tuh, mana ada tidak berbuat apa-apa di dalam Rumah hanya berduaan saja, apalagi dia itu seorang Janda pasti membutuhkan belaian kasih Sayang dari seorang Pria." potong Warga sambil menunjuk ke Asyifa.

Deg

"Ternyata Asyifa sudah Janda." batin Ardan.

Para Warga pun masih terus ngotot untuk mengusir kedua pasang Muda-mudi tersebut dan dari beberapa Warga pun menghina Asyifa dengan kata-kata yang menyakitkan hati, Asyifa pun bersedih karena mendengar hinaan demi hinaan yang mereka semua lontar kan kepadanya, sedangkan Ardan yang melihat Asyifa yang seperti itu entah kenapa hatinya menjadi sakit.

"Bener tuh Pak Rt!! kalau keduanya tidak mau di Nikahkan, kita arak saja keliling Desa ini biar semua orang tau kelakuannya." ucap Warga.

Semua Warga pun bersiap ingin menyeret Ardan dan Asyifa keliling Desa karena melihat Asyifa yang tak berdaya sama sekali, Ardan pun berpikir cepat untuk membantu Asyifa.

"Tunggu!! Saya mohon pada semuanya...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!