NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

“Kalau memang belum saatnya, tolong doakan una agar terus bertahan sampai waktu itu tiba..”sambungnya.

Mata indah yang dipenuhi air mata itu perlahan mulai memberat, dan tak lama mata itu terpejam..terpejam sesaat, dan melupakan kepahitan dunia fana, setidaknya untuk beberapa jam, sebelum nanti kembali menghadapi kenyataan.

_____________________

Malamnya aruna tetap harus bekerja seperti biasa, walau seluruh tubunya nyeri semua..malam ini juga dia harus meminta izin kepada sang bos untuk mengambil cuti beberapa hari sampai lomba selesai..dan tanpa banyak pertimbangan, sang bos langsung mengiyakan mengingingat aruna memang tak pernah mengambil cuti selama satahun ini.

.

.

Pagi hari kembali tiba..aruna baru saja selesai mandi setelah memasak sarapan sederhana untuknya..hanya telur mata sapi dan kerupuk saja..sekarang gadis itu sedang bersiap-siap untuk ke sekolah.

Aruna memakai seragamnya dengan pelan..setiap kain seragam yang sudah kasar itu menyentuh lukanya, aruna meringis pelan..aruna yang biasanya memakai baju dalaman, hari ini memutuskan tak menggunakan itu..aruna juga memakai stoking yang lebih panjang dari biasanya untuk menutupi luka di betisnya, mengingat rok sekolah mereka yang hanya selutut.

Setelah semuanya selesai, gadis itu mulai berangkat menuju sekolah.

.

.

Hari ini berjalan seperti biasa..liam yang terus menghampirinya dan mengajaknya makan bersama..olla yang terus sinis dan selalu menyindirnya, serta bisikan para murid untuknya yang mulai mengecil..aruna merasa senang, baru kali ini dia merasakan hidup damai tampa cacian atau hinaan dari orang lain..dan itu karna pria yang sedang makan di depanya itu.

“Ada apa?..”tanya liam..pertanyaan pria itu membuat aruna tersadar dari lamunannya.

“Ah, tidak ada..”ucap aruna..di kembali fokus pada makanannya.

Dari posisi yang tak jauh dari aruna, terlihat dua siswi sedang bercanda ria saling senggol menyenggol.

“Ayo kasih tau gue, tadi itu pacar lo kan?..”ucap murid a menggoda teman di sampingnya.

“Apaan si..ga tau..kami cuma deket..”jawab murid b.

“Jujur aja kenapa sih..kalian pasti udah jadian kan..ayo ngaku..”murid a menyanggol bahu murid b..dan begitu terus sampai mereka lewat di belakang aruna.

Aruna yang sedang makan memekik tertahan saat seseorang menyenggol punggungnya sedikit keras..pekikan gadis itu membuat liam langsung menoleh padanya.

“Maaf..maaf..gue ga sengaja..”ucap si murid a..dia sebenarnya tak mau minta maaf, tapi saat melihat kehadiran liam disana, dia terpaksa meakukanya.

Aruna masih menunduk dengan wajah menahan sakit..kedua tangan gadis itu menggepal di sisi tubuhnya..kuku-kuku tanganya menancap kuat di telapak tanganya menahan rasa nyeri di punggungnya..gadis itu juga mengigit bibirnya kencang untuk menyalurkan rasa sakit itu.

Liam dan kedua murid itu menatap heran aruna yang masih saja belum bicara..begitupun seluruh kantin yang penasaran dengan respon gadis itu.

“Ada apa?..apa sangat sakit?..”tanya liam menatap aruna..aruna masih belum berbicara, gadis itu masih tetap di posisinya.

“Gue kan cuma nyenggol dikit..gaakan membuat lo sedramatis itu sampai terdiam gabisa ngomong..”ketus murid yang menyenggol aruna tadi.

“Iya..lebay banget..”tambah murid satunya..liam menatap tajam dua gadis itu..membuat mereka menelah ludah kasar, ketakutan.

“Aruna..”panggil liam lagi..aruna akhirnya mengangkat wajahnya saat rasa sakit itu tak lagi terlalu menyiksanya.

“Aku gapapa kok..”jawab aruna akhirnya.

“Beneran?..”tanya liam..aruna hanya mengangguk kecil..liam menatap gadis itu..tatapan pria itu beralih pada tangan aruna yang masih terkepal, serta bibir gadis itu yang memerah.

“Udah kan..kami pergi..”ucap murid a pergi bersama temanya..aruna hanya mengangguk kecil.

“Beneran kan gapapa?..tapi wajah lo kayak kesakitan..”tanya liam masih tak percaya..aruna tersenyum kecil, senyum penuh keharuan.

“Aku gapapa..lagian dia juga nyenggolnya dikit..”ucap aruna meyakinkan liam..liam tak lagi berbicara, dia hanya diam memindai seluruh tubuh aruna.

“Sangat tertutup..”batin liam..tapi sifat tertutup aruna ini yang membuat liam ingin tau segalanya.

.

.

“Lo ga pulang?..”tanya liam pada aruna saat dia kekelas gadis itu ingin menjemputnya pulang.

“Ngak liam..aku harus belanjar di ruang belajar sampai hari lomba tiba..”jawab aruna.

“pulangnya tengah malam?..”tanya liam.

“Kayanya sih begitu..”jawab aruna.

“Kerjaan lo?..”tanya liam.

“Aku udah izin cuti beberapa hari..”jawab aruna..liam hanya mengangguk kecil.

“Nanti malam gue jemput..”ucap liam.

“Ga perlu liam..aku bisa pulang sendiri..”tolak aruna.

“Yakin?..”tanya liam..aruna dengan rugu mengangguk.

“Gue jemput aja..lagian kosan lo jauh..nanti kalau ada yang jahat gimana?..”ucap liam mulai menakut-nakuti..aruna mulia berfikir, dia merasa yang di ucapkan liam ada benarnya.

“Baiklah..maaf merepotkan..”ucap aruna tersentum tulus..senyum gadis itu lagi-lagi membuat liam terdiam sesaat.

“Yasudah sana pulang..”ucap aruna.

“Lo ngusir gue?..”tanya liam menatap tajam aruna..aruna buru-buru menggeleg panik.

“Bukan begitu liam..”ucap aruna cepat.

“Maksud ku teman-teman mu pasti sudah menunggu mu..kasian mereka menunggu lama..”koreksi aruna..liam tersenyum tipis melihat kepanikan aruna..senyuman pria itu membuat aruna terpana.

“Yaudah gue cabut..”ucap liam akhirnya pergi dari sana.

Kepergian liam membuat aruna menghela nafas pelan.

“Kenapa dia tersenyum seperti itu..tolong jangan buat aku berharap liam..”gumam aruna.

.

.

“Wes..yang habis ngapel calon pacar nih..”ucap nathan menyambut kedatangan liam..liam hanya menatap datar sahabatnya itu.

“Makin lengket aja gue liat-liat..”tambah kai.

“Siap-siap deh kalian kehilangan harta kalian..untung gue ga ikut-ikutan nyawer hadiah..”ucap aiden tersenyum bangga.

“Lo mah cemen..ngikut doang tapi gamau rugi..”cibir kai.

“Itu namanya pinter..segala cowok sepopuler liam di tantangin..lagian cewek mana yang gamau sama dia coba..rugi kan lo pada..”ucap aiden mengejek ketiga temanya.

“Ini namanya seru-seruan..cowok kere kayak lo mana paham..”ejek nathan.

“Sialan lo..cowok sekaya gue segala dikatain kere..waras lo..”kesal aiden.

“Udah-udah..”timpal ethan jengah melihat kelakuan dua sahabatnya itu.

“Jadi gimana misi lo?..”tanya ethan menatap liam.

“Sejauh ini aman..tapi dia terlalu tertutup..”jawab liam.

“Itu ga masalah..intinya dia jadi cewek lo..udah itu aja..”jawab kai..liam mengangguk kecil..tapi di hatinya masih ada sesuatu yang menganjal tentang gadis itu.

.

.

.

TO BE CONTINUE……..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!