Alicia gadis remaja 18th yang sudah menjadi yatim pintu sejak 2th yang lalu..
Dia bekerja disebuah Cafe untuk menghidupi dirinya juga untuk membiayai kuliahnya..
Saat menyeberang jalan dia tertabrak sebuah mobil mewah milik seorang CEO muda bernama Steve..
Bagaimanakah kehidupan Alicia setelah bertemu dengan dengan Steve
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11Heboh
Alice terus mendapatkan omongan yang tidak-tidak oleh semua anak di kampusnya hampir setiap anak yang melihatnya pasti sedang membicarakan Alice..
Saat ini Alice berjalan keluar kelasnya karena memang dia sudah tidak ada kelas dan berniat untuk langsung pulang..
Namun Alice juga Nana merasa bingung dengan anak-anak yang pada berlarian keluar kampusnya..
" Na,, mereka pada mau kemana zi lari-lari gitu,, ucap Alice
" Ga tau,, ya udah yu kita lihat aku jadi kepo ucap Nana cengengesan dan langsung menarik tangan Alice..
Alice pun langsung mengikuti Nana yang berjalan di depannya..
" Mereka pada liat apa coba ngumpul kayak gitu gerutu Alice..
Nana yang merasa kepo pun langsung berjalan mendekati mereka dan betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang sangat Tampan, dengan menggunakan hanya menggunakan kemeja yang dilipat sesiku berkaca mata hitam berdiri di depan pintu mobil sportnya dengan memegang Ponselnya ya dia adalah Steve Vernandes laki-laki yang banyak di kerubuti para wanita..
" Astaga,, ternyata benar-benar tampan Kalo dilihat aslinya ucap Nana
Alice yang melihat Nana pun langsung menghampirinya..
Alice terkejut karena yang mereka pandang adalah Steve,,
Dengan segera Alice pun berbalik badan karena dia tidak mungkin menghampirinya apa kata mereka nanti, omongan tadi pagi pun masih terus terdengar di telingannya..
Saat Alice berbalik tiba-tiba Ponselnya berdering Alice membulatkan matanya karena melihat ID Steve di layar ponselnya..
Dia bingung untuk mengangkatnya atau tidak..
Namun ponselnya terus berdering dan akhirnya dia pun menggeser tombol hijau..
" Ya Halo,, ucap Alive lirih
" Mau kemana kamu,, ucap seseorang diseberang
Alice bingung maksud ucapannya apa,,
" Em,, A-aku masih di kelas,, ucap Alice gugup
" Balikkan badan kamu sekarang..
Spontan Alice membalikan badannya dan ternyata Steve sedang menatapnya dan langsung memutuskan panggilannya dan memasukan kembali ponselnya di dalam saku celana..
Alice bingung gimana caranya dia ke sana Sedangkan semua anak masih berkumpul dan pastinya mereka akan melihat..
Alice tetap berdiri mematung di sana..
Steve yang sudah merasa kesal pun akhirnya berjalan mendekatinya melewati semua mahasiswa yang terus memandangnya dan ingin meminta fotonya..
" Lihat itu Tuan Steve Vernandes benar-benar sangat tampan,,
" Tuan Steve berjalan kemari, pasti dia akan menghampiriku,
Begitulah ucapan-ucapan para gadis disana
Steve Semakin mendekat, jantung Alice pun mulai berdetak..
Alice hanya diam menatapnya sampai akhirnya tangannya di genggam dan dia pun berjalan mengikuti Steve sampai di depan mobilnya,,
Steve langsung membuka pintu mobilnya dan dengan segera Alice masuk karena dia tidak mau melihat pandangan membunuh oleh teman-temannya..
Semua yang melihatnya pun merasa sangat bingung, kenapa gadis seperti Alice bisa kenal seorang pengusaha muda seperti Steve bahkan mereka bergandengan tangan dan yang lebih bikin tidak percaya seorang Steve membuka pintu mobilnya untuk seorang perempuan..
Tidak hanya mereka, Nana juga merasa sangat bingung melihatnya bahkan dia terus mengucek matanya takut dia salah lihat...
Bener itu Alice, tapi kok dia bisa kenal dengan Steve Vernandes ya,, gumam Nana..
***********
Selama perjalanan Alice terus terdiam dan memasang wajah kesalnya, betapa tidak gosip tadi pagi saja belum hilang ditambah Steve malah menjemputnya ke kampus..
Steve terus menyetir namun sesekali dia melirik gadis disampingnya yang terus menatap keluar jendela..
Steve membiarkannya dan sedikit tersenyum melihat Alice begitu sangat menggemaskan,,
Mobil mereka memasuki halaman dan Alice langsung berjalan masuk ketika mobil mereka berhenti..
Steve hanya menggelengkan kepala melihat tinggal gadis itu dan dia memakluminya karena memang Alice masih sangat muda..
Alice terus berjalan masuk dan menuju kamarnya dengan wajah yang masih terlihat kesal, dia mengacuhkan sapaan para pelayan juga Pak Hendra..
Hendra dan Para Pelayan langsung menundukan kepala begitu melihat Steve masuk ke dalam rumahnya..
Hendra mengikuti Steve berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya..
" Maaf Tuan,, Nona Alice sepertinya sedang kesal
Steve berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk disana..
" Mungkin dia marah karena saya menjemputnya ke kampus,,
Hendra hanya tersenyum dan berjalan keluar karena memang Steve tidak membutuhkannya..
Di dalam kamar Alice terus merasa kesal dengan sikap Steve yang seenaknya saja..
" Dasar orang aneh, selalu seenaknya saja gag bisa ngertiin perasaan aku dikit, dasar egosi, manusia aneh,, gosip tadi pagi saja belum hilang ditambah kayak gini,, apa jadinya coba besok,, gerutu Alice
" Siapa yang kamu bilang Orang aneh hem,, ucap Steve yang sudah berdiri dibelakangnya dengan menyilangkan tangannya di dada
Alice terkejut, sejak kapan dia berdiri di sana berarti semua yang aku ucap di dengar semua,, batin Alice..
" Siapa yang kamu bilang egois,manusia aneh dan gag bisa ngertiin kamu,,
Steve terus berjalan mendekati Alice sedangkan Alice pun melangkah mundur namun badannya menabrak dinding..
Steve berdiri tepat di depannya, mata mereka berada dalam satu titik, wajah mereka begitu dekat sampai hembusan napasnya pun berada di kulit wajah Alice..
Alice hanya diam dan menundukkan kepalanya karena melihat Steve terus menatapnya..
" Liat Saya,, ucap Steve dengan mengangkat dagu Ica dengan tangannya..
Ica pun melihatnya dan jantungnya kembali berdetak kencang, mungkin Steve sendiri bisa mendengarnya..
" Kamu dengar baik-baik,, Saya tidak mau kamu kenapa-kenapa,,
" Ma-maksud kamu,,
Steve tersenyum dan mengusap kepala Alice..
" Kamu gag usah mikir macem-macem, Saya cuma mau menjaga kamu..
Saat Steve berjalan tiba-tiba Alice memeluknya dari belakang dan terdengar menangis..
Alice hanya merasa senang karena setelah Nana ada orang yang peduli dengannya..
Steve bingung dengan tingkah Alice, dia pun memutar badannya dan melihat Alice yang menangis..
Steve mengusap air matanya dan memeluknya,,
" Kamu tidak sendiri, Saya janji akan selalu berada di samping kamu,, ucap Steve dengan mengusap bahu Alice
Alice pun hanya mengangguk dan terus memeluk tubuh Steve..
Dia merasakan kehangatan juga merasa tenang saat memeluknya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Raider Kesayangan,,,
Masih Ikuti Ceritanya Kan,,
Like Vote juga Komen kalian dong,,
Love You All
💋💋💋
g yg mau jidup midkin, susah.. begitu juga Alice ...ya semoga nasib mereka bisa ketukar.. gantian Nesya yg hidup susah..