TAMAT
Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.
" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Tulus Daffa
" Pesta nya Meriah sekali ya bu. " Tanya Rara pada ibu nya.
" Iya, Karena hari ini juga ulang tahun pernikahan Tante Tiara dan Suaminya Mr. Anderlecht. Jadi dibuat Semeriah Mungkin. " Jawab Ibu Sita.
" Ibu mau menyapa temen ibu dulu ya, Kamu gak apa-apa kan ibu tinggal. " Tanya bu Sita.
" Iya bu, Kalau mencari aku, aku ada dibelakang ya. " sahut Rara lalu mereka berpisah sebentar.
Rara memilih untuk menyendiri di Taman belakang Rumah bu Sita, Suasana nya sangat indah dihiasi lampu-lampu yang mengelilingi taman dan juga terdapat kolam Air mancur besar yang membuat suasana menjadi sejuk. Rara duduk sendiri, Bersenandung sambil duduk di sebuah ayunan.
Tiba-tiba Sebuah Tangan menutup kedua matanya, membuat nya terkejut dan berdiam sejenak.
" Kak Daffa, Lepasin gak. Jangan bercanda ah. " Tebak Rara.
" Daffa... " Pria tersebut melepaskan Rara lalu Rara membalikkan tubuhnya untuk melihat suara siapa itu. ternyata Bukan Daffa tapi Samuel.
" Kak.... Sam...muel. " Ucap Rara Gugup.
" Kenapa begitu terkejut saat mengetahui bahwa aku bukan Daffa. Memangnya kalian sedang mempunyai hubungan yang tidak diketahui oleh siapapun." Tanya Samuel Datar.
Daffa yang sudah memperhatikan Rara di kejauhan pun terkejut saat tiba-tiba Samuel datang menghampiri nya dan segera menolong Rara dari hal-hal yang tak di inginkan.
" Kenapa diam saja, aku bertanya pada mu. " Ucap Samuel yang sedikit kesal karena Rara tak kunjung menjawab pertanyaannya.
" Jangan ganggu Dia. " Daffa datang secara tiba-tiba langsung menarik tangan Rara, namun sebelum Daffa membawa nya pergi. Samuel sudah lebih dulu meraih Tangan Rara.
" Hei... mengantri lah saat ini giliran ku. Karena akun yang lebih dulu tiba di sini." Ucap Samuel
" Lepas, Dia Milik ku. " Tukas Daffa.
" Milik mu, apa aku tidak salah dengar Hahaha.... Apakah itu benar nona. " Tanya Samuel kepada Rara.
Namun Rara hanya mampu berdiam diri, kedua tangan nya begitu sangat sakit karena genggaman mereka berdua yang terkadang menarik ulur Rara.
" Kau lihat, dia saja hanya diam. Mengaku-ngaku dia milikmu." Samuel pun melepaskan tangan Rara.
" Lepaskan dia!!! Dan sudah ku bilang tidak akan ada seorang wanita yang mau berhubungan dengan seorang pembunuh seperti mu. " ucap Samuel yang berteriak yang sudah melepaskan Rara dari genggaman Daffa.
Daffa yang mendengar hal itu benar-benar sangat marah, lalu dia pun memukul Samuel. Samuel pun tak mau kalah, ia membalas pukulan Daffa bertubi-tubi dan pada akhirnya mereka berkelahi, Rara yang melihat perkelahian mereka, mencoba melerai namun tak didengarkan tak ada yang mau mengalah.
Rara pun memanggil Fadil dan Fatih untuk meminta bantuan mereka. Fadil dan Fatih pun mengikuti Rara dan melihat kakaknya sudah pada babak belur karena ulah mereka sendiri. Fatih Menarik Daffa dan Fadil menarik Samuel, mereka mencoba sekuat tenaga untuk menghentikan perkelahian mereka. Namun tenaga mereka sangat kuat sampai adiknya tak mampu memisahkan mereka.
Rara yang sudah menangis terisak tak sanggup melihat Daffa yang sudah dipenuhi luka di wajah nya darah yang segar sudah mengalir di pelipis matanya.
" Kak Daffa Udah Kak....hentikan kak.... Rara mohon. " Ucap Rara yang sudah tak dapat membendung rasa tangisnya. Mendengar Rara yang menangis, membuat Daffa menghentikan pukulan nya dan melepaskan Samuel kakaknya.
" Kamu gak apa-apa, Ikut aku. " Ucap Daffa lalu membawa pergi Rara keluar dari rumah tante tiara.
" Kita mau kemana kak. " Tanya Rara bingung melihat kondisi Daffa yang sudah babak belur. Namun Daffa tak menjawab pertanyaan Rara, ia dengan cepat menancap Gas mobilnya sangat kencang melaju ditengah kota yang ramai tak ada pembicaraan didalam mobil hanya terdengar isak tangis yang coba Rara tahan.
Mereka pun tiba di apartemen milik Daffa, Daffa memarkirkan Mobilnya, turun dari mobil lalu membukakan pintu Rara dan menarik tangan Rara lalu menggandeng nya untuk mengikuti Daffa.
Setibanya di Apartemen Daffa.. Daffa yang masih kesal melemparkan Rara agar masuk kedalam apartemen nya. lalu mengunci pintu namun Daffa pergi kedalam kamarnya membiarkan Rara seorang diri.
" Kak Daffa, Biarkan aku mengobati luka mu Kak." ucap Rara dibalik pintu kamar Daffa.
Daffa yang mendengar hanya mampu berdiam diri, bersembunyi menahan malu.
Ia malu karena ia sudah dengan berani memukul Samuel hanya karena seorang Wanita, Ia kesal kenapa ia begitu peduli pada Rara.
Selama ini Daffa sanggup menahan ucapan buruk yang diberikan Samuel terhadap nya. Sebenci apapun Samuel padanya tak mempengaruhi apapun pada dirinya. Tapi saat Samuel mencoba mendekati Rara, hatinya sedikit terusik, hingga marah melihat kedekatan mereka. Lalu Daffa memilih untuk membersihkan diri menenangkan hati dan pikiran nya dalam guyuran air hangat. setelah 30 menit lamannya Ia akhirnya keluar menemui Rara, yang sedang memasak makanan untuk nya.
Daffa pun menghampiri Rara, yang sedang sibuk Membolak-balik nasi goreng. Lalu Daffa melingkarkan tangan nya ke pinggang rara dan dengan erat memeluknya dari belakang, bukan hanya itu saja Daffa pun menciumi leher dan mendarat di bahu Rara.
Rara yang diperlakukan seperti itu pun merasa sangat risih, karena ini adalah hal pertama baginya. Ia belum terbiasa tentang hal seperti itu.
" Kakak sudah Mandi, aku kira kakak tidur." Ucap Rara yang melepaskan pelukan Daffa mencoba menghindari Daffa dengan mengambil kan air minum di dalam kulkas untuk nya.
" Minum dulu kak, setelah itu kita makan. lalu aku akan mengobati luka mu." Ucap Rara memberikan air kepada Daffa, ucapan nya hanya alasan Rara yang mencoba mencairkan suasana agar tidak merasa canggung.
Daffa pun menerima botol yang berikan Rara, namun bukan hanya mengambil botol minum saja, Daffa pun meraih tangan Rara menariknya untuk lebih mendekatkan Rara pada Dirinya. Daffa memeluknya sangat erat walau Rara berusaha berontak, namun Daffa tetep bersikukuh memeluknya.
" Kak... aku.. sedang memasak, Lepasin kak. nanti gosong masakan ku. " ucap Rara tersipu malu.
" Kau Malu. " Tanya Daffa yang semakin mengeratkan pelukan nya.
" Kak aku mohon lepaskan aku, nanti masakan ku gosong. " Mohon Rara dengan nada manjanya.
" Aku sangat ingin memakan mu. " Ucap Daffa Datar, Rara yang mendengar kalimat itu menelan saliva nya mengira bahwa Daffa akan membunuh nya.
Daffa pun melepaskan pelukan nya lalu duduk di meja makan, menunggu hidangan yang di masak Rara.
Perasaan Rara sudah tidak beraturan, baru saja Daffa bersikap manis tapi dengan sekejap ia berubah seperti Harimau yang menantikan makan malamnya. Rara pun menyiapkan masakan nya ke atas meja.
" Kenapa hanya satu, untuk mu mana. " Tanya Daffa
" Aku akan memasak untuk ku sendiri, untuk sementara kakak makan duluan saja. " Jawab Rara
Daffa pun tersenyum lalu meraih tangan Rara untuk duduk di pangkuan nya, tapi Rara menolak dengan cepat. Bukan Daffa namanya yang tidak bisa membuat siapa pun untuk tidak mematuhinya.
Kini posisi Rara sudah duduk dipangkuan Daffa, dengan tangan melingkar di leher Daffa. Posisi Daffa pun sama melingkar kan tangan nya ke pinggang Rara dan satu tangannya menyuapi Rara untuk makan bersama nya dalam satu piring.
Romantis bukan!!!!!!