NovelToon NovelToon
TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Apriani

Leya Zaniya Maladi mencoba membujuk saudara kembarnya untuk kembali memainkan pergantian peran seperti masa mereka sekolah dulu. Tentu saja Feya Zaniya Maladi menolaknya. Dulu mungkin mereka akan dengan mudah menipu satu sekolah dengan bertukar posisi, bahkan orang tua mereka pun bisa mereka kecoh dengan gampangnya.

Tapi sekarang mana mungkin semudah itu, khususnya bagi Feya. Dunia dia dan sang kembaran yang beberapa menit lahir lebih dulu darinya sangatlah berbeda. Feya adalah wanita dewasa yang tidak tahu cara menjalankan rutinitas dalam dunia percintaan.

Tetapi itulah Feya!

Yang jelas Feya menikmati hidup dan pekerjaannya.

Lantas, bagaimana caranya Feya bisa berperan sebagai Leya? Menjalankan peran sebagai tunangan dari Willihadi Leksmana?

Leya pasti bercanda kalau Feya mampu menjalankan peran sebagai dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Apriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

DIAPARTEMENKU SAJA

❤❤❤❤❤❤

 

Feya masuk ke dalam restoran J dengan didampingi seorang pelayan. Sepertinya Leya telah menyampaikan tentang kedatangannya, sehingga pelayan tersebut segera mengarahkan Feya ke meja di mana Leya berada.

 

"Hai", ujar Feya sambil memeluk sayang saudari kembarnya itu.

 

"Hallo Fe", jawab Leya saat telah berada dipelukan Feya. Lama Leya tengelam dalam pelukan saudari kembarnya, dan Feya bisa merasakan kalau sekarang suasana hati Leya tidak begitu baik.

 

"Sudah lama?" Tanya Feya kemudian.

 

"Enggak kok baru aja, ini pelayannya aja belum memghampiri aku". Jawab Leya.

 

"Kita pesan sekarang?" Tanya Feya selanjutnya.

 

"Boleh, aku udah laper banget". Ujar Leya sambil tersenyum.

 

Tidak berapa lama setelah itu datanglah seorang pelayan pria menghampiri Leya dan Feya sambil membawa daftar menu di tangannya.

 

Astaga, cantiknya kedua nona ini. Mereka sama persis tidak ada beda sama sekali, sama cantiknya. Andai Tuhan, andai saja aku bisa memiliki satu dari dua bidadari ini. Guman sang pelayan yang takjub dengan kecantikan Leya dan Feya.

 

"Silahkan nona-nona, anda mau pesan apa?" Ujar sang pelayan sambil meletakkan daftar menu di hadapan Leya dan Feya.

 

Leya si pecinta olahan daging pun kemudian memesan rolade paprika kuning daging sapi dengan salad sayur, sedangkan Feya memesan sup tuna kuah kuning dengan pelecing kangkungnya. Bagi Feya yang sangat suka ikan, dia sudah bisa membayangkan kehangatan kuah sup tunanya nanti, pasti sangat enak saat di seruput sedikit demi sedikit.

 

"Selamat menikmati nona-nona". Ujar pelayan saat telah selesai menata hidangan di meja Leya dan Feya.

 

Leya dan Feya menikmati makan malam mereka sambil bercerita banyak hal, mulai dari pekerjaan sampai pada isu-isu terbaru seputar politik saat ini. Meski mereka bukan pengiat di dunia politik, tetapi jangan anggap remeh kedua wanita cantik ini dalam memberi argumentasi. Mereka tidak cuma cantik, tetapi juga sangat cerdas.

 

"Gimana enak gak?" Tanya Leya tentang menu makanan Feya.

 

"Enak, aku suka". Jawab Feya.

 

"Sukur-sukur kamu suka, kalau gak aku bakal merasa bersalah telah membuat kamu malam ini gagal masak karena makan bareng aku dan ternyata tidak enak pula". Ucap Leya jujur.

 

"Hahahaha", Feya tertawa dengan sikap melankolis kembarannya itu. "Kamu kenapa Le? Mau cerita?" Ujar Feya kemudian.

 

"Hah, enggak kok, gak kenapa-napa". Jawab Leya gugup. Leya tahu, meskipun tidak bercerita tetapi kembarannya itu sangat tahu suasana hatinya. Dia tidak mungkin berbohong.

 

"Jangan boong", Feya kembali berbicara.

 

"Memang kamu sangat tau aku Fe". Leya pun merasa gagal untuk menutupi suasanan hatinya saat ini.

 

"Aku tuh kembaran kamu, tentu saja aku yang paling mengenal kamu. Jadi bicaralah padaku, kamu selalu bisa bebas cerita apa aja sama aku Le". Ujar Feya sambil tersenyum pada Leya.

 

"Bagaimana kalau setelah ini kita nonton?" Leya masih berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

 

"Bagaimana kalau setelah ini, kita pulang ke apartemenku. Kita bebas ngapain di sana, kamu mau nonton pun bisa, setelah itu kamu bisa cerita semuanya sama aku sampe besok pagi pun gak masalah. Percaya deh, apartemen aku bakal jadi tempat menyepi yang baik buat kamu". Feya mengajukan sebuah ide kepada Leya.

 

Ya benar juga, yang aku butuhkan saat ini adalah ketenangan. Aku benar-benar harus berpikir jernih.

 

"Iya boleh, sesekali menikmati suasana sepi di apartemenmu yang mirip museum itu, pasti seru juga Fe", jawab Leya sambil tersenyum meledek Feya.

 

"Sudah, gak usah sok bilang sepi gituh deh. Nanti sampe di apartemenku, kamu malah gak mau balik. Baru nyahok deh". Ujar Feya sambil menikmati teh hijau yang dipesannya setelah makan malam tadi.

 

Akhirnya Feya sukses membujuk Leya untuk tidur di apartemennya malam ini. Feya sebenarnya penasaran apa gerangan yang membuat suasana hati Leya tidak nyaman malam ini. Padahal jelas-jelas kemaren malam Feya melihat betapa senangnya Leya saat Hadi, tunangannya itu menjemput dia pulang. Tetapi kenapa malam ini beda?

 

Apa mungkin berantem sama Hadi? Tapi kok kayaknya agak susah deh buat terima alasan itu.

 

 

1
Di
menarik
Di
ini kali ke 4 baca ulang dan tdk pernah bosan. kerennn bget
Di
seruuuuuu
Joko_HR
yang butuh cerita beda tapi tetap ad romansany, ini rekomend bnget
Di
keren bget
DiZhafi
bagus
DiZhafi
baguss
DiZhafi
spt ap feya? bt penasaran
DiZhafi
bagussss uyyyyyyyyyyyyyyyyyyÿyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
DiZhafi
masih baca dl
DiZhafi
spt ny leya ini karakter cewek egois
DiZhafi
penasaran
Memey
Bagus bgt crtnya
Di
rasakan..gak jujur sih
Di
wkwkwkw...yg slh bkn dave donk. sapa suruh dia kenal feya dg nama leya
Di
teman tp cb mesra
Di
cintaaa ya jujur aj
Di
hemmmmmm
Di
gilakk
Di
trusss?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!