Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.
Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya
Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.
Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Bima Sang Sopir
Di kediaman milik Erland tampak lengang, walau ada penghuni di dalam rumah tersebut.
Erland dan keempat putra tertuanya yaitu Davin, Andra, Dzaky dan Adnan kini tengah duduk termenung di sofa ruang tengah. Pikiran mereka berkecamuk antara khawatir, peduli, sayang dan ego. Ego akan mereka menyapa kesayangannya.
Namun semua itu tidak bisa dipungkiri oleh mereka bahwa mereka sudah benar-benar menyesal akan sikapnya selama 1 tahun ini terhadap Darren. Hanya saja mereka belum menampakkannya karena ingin melihat sifat asli Riyo.
Sementara untuk Gilang dan Darka berada di dalam kamarnya masing-masing. Keduanya juga sama seperti ayah dan keempat kakaknya yaitu khawatir akan Darren.
Hanya saja bedanya jika Gilang dan Darka benar-benar mengkhawatirkan adiknya itu, sedangkan ayah dan keempat kakaknya itu munafik.
Ketika Erland dan semua putra-putranya tengah berperang dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba sang kepala keamanan yaitu Jonathan datang.
"Maaf, tuan Erland!"
Erland seketika melihat kearah Jonathan. Begitu juga dengan keempat putranya.
"Iya, Jo. Ada apa?"
"Sopir pribadinya mendiang Nyonya Belva datang!"
Seketika Erland membelalakkan matanya terkejut. Begitu juga dengan keempat putranya.
"Bima/Paman Bima!"
"Suruh langsung kesini, Jo!"
"Baik, Tuan!"
Setelah itu, Jonathan langsung pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju keluar.
Beberapa detik kemudian..
"Tuan Erland!"
Erland seketika tersenyum melihat kedatangan Bima. Begitu juga dengan keempat putranya.
"Kemarilah, Bima! Duduklah disini."
Pria yang bernama Bima tersebut langsung menduduki pantatnya di sofa. Setelah itu, pria itu menatap tuannya dan keempat tuan mudanya.
"Maafkan saya kalau kedatangan saya mengganggu. Dan maafkan saya juga yang datang tidak dari awal."
"Tidak apa-apa, Bima! Jangan merasa bersalah begitu," ucap Erland.
"Bukan merasa bersalah, tapi saya memang bersalah disini, Tuan!"
Erland dan keempat putranya menatap bingung kearah Bima.
"Ada apa?" tanya Davin.
"Saya sudah tahu tentang tuan Erland dan tuan muda semuanya membenci tuan muda Darren. Kalian membenci tuan muda Darren atas apa yang menimpa Nyonya dan Nyonya besar. Saya juga tahu kalau kalian menyebut tuan muda Darren sebagai pembunuh!"
Deg..
Erland dan keempat putranya seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Bima.
"Tuan dan tuan muda semuanya pasti bertanya-tanya dari mana saya mengetahuinya? Saya mengetahuinya dari salah satu anggota yang menyelamatkan saya saat itu. Dia juga yang membawa saya ke rumah sakit."
"Pada saat kejadian itu tuan Dave datang."
"Dave/Paman Dave!" seru Erland dan keempat putranya.
"Paman Dave kan bodyguard yang diperkerjakan oleh kakek untuk melindungi anggota keluarga Garcia," ucap Davin.
"Apa yang dilakukan lakukan oleh Dave saat dia datang?" tanya Erland.
"Tuan Dave meminta saya untuk pergi menyelamatkan diri sembari dia memberikan satu buah flashdisk kepada saya. Dia meminta kepada saya untuk menjaga flashdisk itu dengan baik. Jika keadaannya sudah aman, saya harus memberikan flashdisk itu kepada tuan muda Darren. Sementara tuan Dave akan pergi menyelamatkan nyonya dan Nyonya besar."
"Di dalam flashdisk itu berisi rekaman awal mula kejadian tersebut hingga berakhir nyonya dan Nyonya besar meninggal. Bahkan di flashdisk itu juga ada beberapa tanda-tanda akan kelompok yang menculik nyonya dan Nyonya besar."
"Apa flashdisk masih ada padamu?" tanya Erland.
"Sudah tidak ada lagi. Flashdisk itu sudah ada di tangan tuan Darren. Sejak kejadian itu dimana saya pergi atas perintah tuan Dave, saya bertemu dengan tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya. Ketika saya hendak memberikan flashdisk tersebut, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang ntah dari mana datangnya. Ketika kita hendak pergi, datang beberapa orang yang sudah mengepung kita."
"Dan pada akhirnya terjadi pertarungan yang tak seimbang dimana tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya melawan sekitar 100 orang-orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata tajam. Sementara tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya hanya tangan kosong."
Deg..
Seketika Erland tersentak ketika mendengar cerita dari Bima yang mana putra bungsunya itu bersama ketiga sahabatnya bertarung dengan tangan kosong melawan 100 orang berpakaian hitam yang menggunakan senjata.
Tak jauh beda dengan ayahnya. Davin dan ketiga adiknya juga terkejut atas apa yang dia dengar dari Bima.
"Apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Dzaky.
"Tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya berhasil mengalahkan 100 orang tersebut, walau berujung mereka mengalami luka-luka. Yang parah disini adalah tuan muda Darren karena dia mendapatkan luka tusuk sebanyak tiga tusukan. Tusukan tersebut di punggung, bahu, dan perut."
"Saat terjadi penusukan itu, tuan muda Darren tidak fokus karena tiba-tiba merasakan sakit di bagian dada kirinya. Saya melihat tuan muda Darren meremat kuat dada kirinya itu sembari memejamkan matanya menahan sakit."
Lagi-lagi Erland dan keempat putranya tersentak ketika mendengar cerita dari Bima tentang putranya/adiknya, apalagi ketika Bima mengatakan bahwa putranya/adiknya kesakitan di bagian dada kirinya.
Flashback On..
Hooeeekk..
Terdengar suara tangisan bayi di ruang bersalin. Tangisan yang lemah karena kondisinya yang tak baik-baik saja.
"Tuan Erland, dari hasil pemeriksaan. Kondia putra bungsu anda tidak baik-baik saja."
"Apa yang terjadi, Dok?"
"Ada masalah di jantung putra anda. Jantung putra anda lemah."
"Apa?!" Erland terkejut ketika mendengar jawaban dari sang Dokter.
"Apa solusinya dokter? Tolong lakukan yang terbaik untuk putra bungsu saya."
"Tanpa tuan minta pun. Saya akan melakukan yang terbaik untuk putra tuan."
"Terima kasih."
"Untuk dua Minggu ini putra tuan tidak bisa dibawa pulang. Dia harus dirawat disini agar kami bisa terus memantaunya."
"Tidak masalah, Dokter! Asalkan jantung putra saya baik-baik saja, apapun akan saya lakukan."
"Baiklah, tuan!"
Flashback Off..
"Apa jantung putraku kembali bermasalah? Tapi bukankah dokter itu mengatakan bahwa jantung putraku sudah dalam keadaan membaik, maka dari itulah kenapa putraku bisa pulang ke rumah." batin Erland.
Tes..
"Darren, Sayang!" Erland seketika menangis setelah menyebut nama putranya itu.
"Tuan, tuan muda Darren bukan pembunuh. Dia tidak membunuh nyonya dan Nyonya besar. Justru tuan muda Darren lah yang telah menyelamatkan nyonya dan Nyonya besar walau datang terlambat."
"Saat kejadian dimana tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya datang untuk menyelamatkan nyonya dan Nyonya besar, mereka bertemu dengan tuan Dave yang sedang bertarung melawan para orang-orang yang sudah menculik nyonya dan Nyonya besar."
"Menurut laporan dari salah satu tangan kanannya tuan Dave, orang-orang itu telah menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Nyonya dan Nyonya besar. Efek dari obat yang disuntikkan itu membuat nyonya dan Nyonya besar seketika meninggal dunia."
"Jadi, sekali pun tuan Dave atau tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya berhasil menyelamatkan nyonya dan Nyonya besar kemudian membawanya ke rumah sakit. Nyawa nyonya dan Nyonya besar tetap tidak akan bisa diselamatkan."
Erland dan keempat putranya seketika menangis, air matanya berlomba-lomba jatuh membasahi pipinya ketika mendengar cerita sekaligus penjelasan dari Bima sang sopir.
"Setelah selesai membunuh orang-orang itu, tuan muda Darren meminta sepuluh anggotanya untuk membawa saya ke rumah sakit. Tanpa diketahui oleh tuan muda Darren dan ketiga sahabatnya, terjadi sesuatu pada saya hingga berakhir saya koma beberapa hari di rumah sakit."
"Setelah dua hari saya koma dan lima hari di rawat, saya diizinkan pulang. Setibanya di rumah saya mencari keberadaan flashdisk tersebut, namun saya tidak menemukannya. Saya saat itu benar-benar merasa bersalah karena gagal menjalankan amanah dari tuan Dave."
"Tiba-tiba pintu rumah saya diketuk. Dan ketika saya membukanya, ternyata mereka adalah orang-orangnya tuan muda Darren. Singkat cerita, mereka mengetahui bahwa saya kehilangan flashdisk itu. Kemudian mereka mengatakan bahwa mereka yang telah menemukan flashdisk tersebut lalu memberikannya kepada tuan muda Darren. Mendengar itu, saya benar-benar bahagia sekaligus lega karena flashdisk itu jatuh pada orang yang tepat."
Tanpa diketahui oleh Erland dan keempat putranya pembicaraan mereka didengar oleh Gilang dan Darka. Keduanya keluar dari kamarnya hendak menuju dapur.
Namun langkahnya seketika terhenti ketika mendengar suara orang tuanya sedang berbicara di ruang tengah.
penasaran kelanjutannya
semangat
up lagi ya
kasian Darren
semangat trus kak