Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan Malika
Galuh baru saja sampai di rumah begitu juga dengan Malika yang juga baru saja sampai lima menit setelah Galuh, dan bukan Malika namanya jika tidak bisa mengendalikan Galuh yang begitu cinta mati padanya.
" kamu dari mana sayang ?" tanya Galuh yang sedang merebahkan tubuh lelahnya di sofa yang ada di ruang tamu.
" aku baru saja pulang konsultasi dengan dokter " ucap Malika dengan wajah yang di buat murung.
" tapi kamu baik baik saja kan ?" tanya Galuh yang begitu mudah termakan jebakan Malika.
" aku baik tapi maaf " ucap Malika yang kini sudah mulai mengeluarkan air mata buaya demi membuat yakin Galuh jika apa yang iya katakan adalah kebenaran.
" kenapa harus minta maaf ?"
" apa ada hal serius ?"
" katakan sayang jangan membuat mas takut" ucap Galuh sambil menuntun Malika untuk duduk di sampingnya dan merangkulnya agar Malika bisa bersandar di bahunya.
" karena usia Malika yang sudah tak muda lagi program kehamilan yang ingin Malika lakukan akan memberikan resiko yang cukup besar dan bisa saja membahayakan jika Malika " ucap Malika dengan wajah tertunduk demi membuat semuanya terasa nyata.
" oh karena itu " ucap Galuh yang membuat Malika menatap tajam penuh rasa curiga dengan ucapan Galuh yang sejujurnya tak seperti yang iya harapkan.
" kenapa mas bilang seperti itu ?"
" apa mas sudah tak mencintai Malika lagi ?"
" atau karena mas sudah menemukan wanita muda itu lagi jadi mas berpikir anak meninggalkan Malika ?" tuduh Malika dengan penuh amarah.
"bukan seperti itu sayang " ucap Galuh sambil menangkup kedua pipi Malika yang begitu terawat.
" mas tak bisa menjelaskannya sekarang tapi yang pasti akan ada secercah harapan untuk kita agar bisa memiliki anak meski kamu tak bisa hamil " ucap Galuh yang bisa Malika pahami arti kata kata Galuh itu.
" kenapa tak bisa mas jelaskan sekarang ?" tanya Malika yang ingin tau apa yang ada dalam pikiran Galuh suaminya saat ini.
" jika memang mas ingin mengadopsi anak Malika tak keberatan tapi Malika harap bukan anak dari wanita itu " ucap Malika yang membuat Galuh menatap cukup tajam pada Malika satu hal yang tak pernah Galuh lakukan selama mereka menikah.
" tidak ada wanita yang ingin membesarkan anak dari wanita lain yang pernah tidur dengan suaminya "
" dan Malika tak sekuat itu dengan bisa menerima anak dari wanita lain suami Malika sendiri " ucap Malika yang kini air mata yang keluar benar benar air mata kesedihan dan kekecewaan.
" tapi semua itu belum pasti " ucap Galuh yang memang belum bisa memastikan apakah Ghina itu benar anak kandungnya atau bukan.
" jadi memang benar jika lima tahun yang lalu hubungan kalian sudah sejauh itu hingga mas kini berpikir jika wanita itu memiliki anak dengan mas ?" tanya Malika kecewa.
" maaf tapi mas butuh keturunan itu untuk meneruskan garis keturunan keluarga mas dan kamu juga tau bukan jika ibu dan ayah sangat menuntut cucu dari kita " jelas Galuh panjang lebar bukan hanya karena dirinya sendiri Galuh sampai melakukan hal itu.
" dan jika kita mengadopsi anak tetap saja garis keturunan mas yang terhenti meski kita memiliki anak angkat " jelas Galuh yang harus bisa berpikir realistis demi memenuhi harapan orang tuanya karena Galuh adalah anak tunggal di keluarga nya.
" beri Malika waktu satu tahun kedepan, jika dalam waktu satu tahun kedepan Malika tak bisa berhasil menjalankan program hamil baru mas boleh membawa anak dari wanita itu ke rumah kita dan ke keluarga kita " ucap Malika yang harus merelakan tubuhnya rusak karena kehamilan.
" bukan kah menurut dokter resikonya sangat besar jadi jangan lakukan karena mas tak ingin kehilangan kamu " ucap Galuh yang masih percaya dengan apa yang Malika katakan.
" lebih baik Malika kehilangan nyawa Malika dari pada harus kehilangan suami yang sangat Malika cintai " ucap Malika yang kini bertekad untuk bisa hamil meski kini usianya sudah memasuki tiga puluh delapan tahun.
" baiklah tapi jika menurut kamu semua itu terasa berat jangan di paksakan " ucap Galuh yang kini sudah bangkit dari duduknya.
" mas mau kemana ?" tanya Malika yang jika dipikirkan dengan seksama tak mungkin Galuh pergi lagi karena jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.
" mas ingin membersihkan diri " ucap Galuh sambil mengusap lembut rambut Malika.
" baiklah, aku harus berhenti menggunakan alat kontrasepsi agar aku bisa hamil jadi mas Galuh tak harus membawa anak wanita itu ke rumah ini dan ke kehidupan kami " ucap Malika yakin.
Sebenarnya selama pernikahannya dengan Galuh Malika pernah keguguran atau mungkin lebih tepatnya Malika menggugurkan kandungannya dengan menggunakan obat penggugur kandungan karena tak ingin kehamilannya merusak tubuh nya yang menurut Malika sangat indah.
Dan setelah pulih Malika rutin melakukan suntik KB tiga bulan demi mencegah kehamilan yang tak pernah dirinya inginkan, perlahan Malika membuka layar handphone untuk melihat waktunya kapan efek suntik KB miliknya selesai.
" ah beruntung hanya tinggal satu Minggu lagi" ucap Malika yang merasa yakin akan sangat mudah baginya untuk bisa hamil setelah menghentikan pemakaian KB yang selama ini iya lakukan secara diam diam tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin Galuh suaminya.
" tubuh maafkan aku yang harus mengorbankan keindahan ini demi keutuhan rumah tanggaku " ucap Malika yang tak pernah tau jika apa yang iya lakukan selama ini akan menjadi penyesalan di sisa hidupnya.
Berbeda dengan Arini yang sejak tadi terus berpikir apa yang harus iya lakukan agar Galuh percaya jika dirinya sudah menikah dan Ghina memiliki ayah dan Ghina bukan lah anak kandungnya yang Arini rahasiakan lima tahun lamanya.
" kenapa kamu belum tidur ?" tanya Puspa yang tak pernah menyangka jika Galuh akan dengan mudah menemukan Arini dan Ghina setelah pertemuan mereka kemarin.
" dari mana aku mencari ayah darurat untuk bisa ku tunjukan pada om Galuh jika Ghina bukan lah anaknya ?" tanya Arini yang sudah tak bisa berpikir jernih hingga memikirkan ayah darurat untuk Ghina.
" apa kamu sudah gila ?"
" ayah darurat itu sama saja dengan suami darurat untuk mu !"
" apa kamu siap hidup dengan laki laki yang baru saja kamu kenal dalam sekejap ?" tanya Puspa yang tak ingin Arini berpikir gegabah demi menghindari Galuh.
" lalu aku harus apa ?" tanya Arini buntu.
" tidurlah dan semoga besok ada jalan yang tuhan tunjukan untuk mu dan Ghina " ucap Puspa yang tak ingin karena terlalu memikirkan semua ini malah membuat Arini jatuh sakit.
" oh ya kapan Bian pulang dari luar kota ?" tanya Arini saat mengingat kekasih Puspa yang selalu pulang satu bulan sekali untuk bisa menemui orang tuanya dan juga Puspa tentunya.
" kenapa ?"
" jangan bilang kamu mau meminta Bian untuk menjadi ayah darurat Ghina ?" tebak Puspa.
" bukan kah kamu juga ibunya Ghina jadi jika kamu dan Bian menikah Bian bukan hanya menjadi suamimu tapi menjadi ayah untuk Ghina dan aku tak perlu berbohong pada om Galuh " ucap Arini yang benar benar buntu dalam berpikir.
" bisa kan kamu membujuk Bian untuk mau menikah dengan mu dalam waktu dekat jadi Ghina akan memiliki ayah meski itu hanya ayah angkat ?" tanya Arini putus asa
✍️✍️✍️ Apa Puspa akan menyanggupi keinginan Arini yang sedang putus asa ? Dan apakan harapan Malika untuk bisa hamil setelah apa yang iya lakukan bisa mudah iya dapatkan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘