"beruang sialan, mati kau, matii" teriak cosmic dengan penuh amarah sambil menikam belakang leher bos beruang hitam yang telah jatuh ditanah dengan penuh luka diseluruh tubuhnya
[anda telah membunuh Bos beruang hitam]
[anda telah berburu 100 beruang hitam]
[anda mendapatkan judul black bears slayer - semua statisik anda +2]
[level anda telah meningkat]
[kesehatan anda telah dipulihkan]
[anda orang pertama yang berburu semua hewan didesa andalas]
[ anda mendapatkan judul andalas village guard - semua statistik anda naik 10% , pertahanan anda terhadap monster hewan lebih kuat]
[anda telah mendapatkan potongan jiwa]
[anda telah memenuhi persyaratan perubahan job/pekerjaan kedua]
misi job/pekerjaan kedua : kumpulkan potongan jiwa 1/3
hadiah perubahan job/pekerjaan : ???
waktu misi : tidak ada
"ahahaha,"
"tidak sia-sia aku berburu monster ini"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivonius sugiharto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SARANG BERUANG HITAM
Setengah jam perjalanan dari Desa Andalas akhirnya membawa Cosmic dan pasukan Kepala Penjaga Ihsan sampai di tepian Bears Forest.
Di hadapan mereka terbentang hutan yang tampak jauh berbeda dari wilayah lain di Desa Andalas.
Pohon-pohon tinggi menjulang ke langit.
Batangnya besar dan kokoh.
Dedaunan yang lebat membentuk kanopi alami sehingga cahaya matahari yang berhasil menembus hingga ke permukaan tanah hanya berupa garis-garis tipis yang bergerak mengikuti hembusan angin.
Udara di sekitar hutan terasa lebih dingin.
Dan yang paling membuat suasana berbeda adalah kesunyian.
Tidak ada suara penduduk desa.
Tidak ada suara pedagang.
Hanya suara angin yang melewati pepohonan dan sesekali suara burung dari kejauhan.
Kepala Penjaga Ihsan tiba-tiba mengangkat tangan.
"Semuanya berhenti!"
Seluruh pasukan langsung menghentikan langkah.
Ihsan memandang satu per satu anggota pasukannya.
"Persiapkan apa yang perlu kalian siapkan. Setelah perburuan nanti, tidak akan ada banyak waktu untuk beristirahat lagi."
Perintah itu langsung dilaksanakan.
Para penjaga memeriksa senjata masing-masing.
Beberapa meminum air.
Sebagian lainnya mengencangkan sabuk dan memastikan perisai mereka terpasang dengan baik.
Cosmic ikut mempersiapkan diri.
Ia mengambil busur dari punggungnya dan memastikan tali busurnya dalam kondisi baik.
Pedang tetap berada di pinggangnya.
Kemudian ia menata ramuan kesehatan dan ramuan mana di dalam penyimpanan agar dapat mengambilnya dengan cepat ketika dibutuhkan.
Cosmic tidak ingin membuang waktu mencari ramuan saat sedang berada dalam situasi genting.
Ihsan kemudian mengangkat tangannya.
"Semua bersiap."
Tatapan seluruh pasukan tertuju kepadanya.
"Kita akan memasuki hutan."
Dua puluh penjaga langsung membentuk barisan.
Ihsan berada di bagian depan.
Cosmic berdiri di sampingnya.
Kemudian mereka mulai bergerak.
Masuk ke dalam Bears Forest.
---
Semakin jauh mereka berjalan, semakin sedikit cahaya matahari yang terlihat.
Pohon-pohon besar berdiri rapat.
Akar-akarnya mencuat dari permukaan tanah.
Semak-semak tumbuh di antara pepohonan.
Setiap langkah harus diperhatikan.
Tidak ada seorang pun yang berbicara terlalu keras.
Mereka semua tahu bahwa suara pertempuran bisa menarik lebih banyak monster.
Tidak lama kemudian, Cosmic melihat sesuatu bergerak di antara pepohonan.
Seekor beruang hitam.
Monster itu berjalan santai di kejauhan.
Ihsan langsung mengangkat tangan.
Seluruh pasukan berhenti.
Ia memberi kode kepada anggota pasukan.
Kemudian tatapannya berpindah kepada Cosmic.
Ihsan mengangguk.
Cosmic mengerti.
Ia mengambil busur.
Menarik satu anak panah.
Kemudian membidik.
[Jendela Monster]
[Beruang Hitam — Level 20]
[Health: 350/350]
Cosmic menarik tali busurnya lebih jauh.
Kemudian—
FWOOSH!
Anak panah meninggalkan busur dan melesat melewati sela-sela pepohonan.
Anak panah itu menancap tepat di leher beruang hitam.
[Anda telah memberikan kerusakan]
-50
Beruang itu tidak mati.
Kulitnya terlalu tebal.
Tujuan Cosmic memang bukan membunuhnya.
Ia hanya ingin menarik perhatian monster tersebut.
Dan berhasil.
Beruang hitam itu tiba-tiba mengamuk.
Kepalanya berputar mencari sumber serangan.
Kemudian matanya menemukan Cosmic.
Raungannya menggema di antara pepohonan.
Beruang itu langsung berlari.
Cepat.
Jauh lebih cepat daripada yang terlihat dari tubuhnya yang besar.
Dua penjaga segera maju.
Mereka mengangkat perisai secara bersamaan.
"Siap!"
BUUM!
Tubuh beruang hitam menghantam kedua perisai.
Namun kedua penjaga tidak bergeser sedikit pun.
Pada saat yang sama, dua penjaga lainnya bergerak dari samping.
Pedang mereka terangkat.
CHAK!
Dua pedang menusuk tubuh beruang hitam.
"Aaarrggh!"
Beruang itu meraung kesakitan.
Belum sempat melakukan serangan berikutnya—
Ihsan maju.
Pedangnya bergerak cepat.
SLASH!
Kepala beruang hitam terpenggal.
Tubuh besar itu jatuh ke tanah.
Namun...
Belum sempat siapa pun mengambil napas.
DUG! DUG! DUG!
Suara langkah kaki terdengar.
Dari arah utara.
Kemudian dari arah selatan.
Cosmic menoleh.
Dua beruang hitam muncul dari balik pepohonan.
Ihsan langsung mengangkat pedangnya.
"Bersiap!"
Semua penjaga kembali mengambil posisi.
"Ini akan menjadi pertempuran yang panjang!"
Cosmic segera mengganti senjatanya.
Busur kembali masuk ke penyimpanan.
Pedang berada di tangannya.
Dua beruang hitam menyerbu.
Satu menuju Cosmic.
Satu lagi menuju pasukan penjaga.
Cosmic bergerak maju.
Pedangnya menebas.
SLASH!
Pertarungan dimulai.
---
Seekor beruang hitam berhasil mereka tumbangkan.
Namun masih ada satu lagi.
Dan sebelum tubuh monster itu benar-benar jatuh—
DUG! DUG! DUG!
Tiga beruang hitam kembali muncul.
Cosmic terdiam sesaat.
Ia teringat video yang ditontonnya sebelum berangkat.
Video perburuan beruang hitam yang dipenuhi ketegangan.
Satu beruang berubah menjadi dua.
Dua menjadi tiga.
Kemudian semakin banyak.
Saat menonton video itu, Cosmic hanya bisa membayangkan betapa sulitnya keadaan mereka.
Sekarang ia merasakan sendiri situasi tersebut.
Dan ternyata...
Jauh lebih menegangkan ketika mengalaminya secara langsung.
Namun kali ini kondisinya berbeda.
Ia tidak sendirian.
Di sekelilingnya ada dua puluh penjaga.
Ditambah dirinya sendiri.
Total dua puluh satu orang yang bertarung.
Dan satu Kepala Penjaga Ihsan.
Dua puluh dua orang.
Setiap kali beruang hitam muncul, mereka langsung membentuk formasi.
Perisai di depan.
Pedang di belakang.
Serangan dilakukan secara bergantian.
Beruang hitam yang satu tumbang.
Kemudian yang lainnya.
Cosmic ikut memberikan serangan.
Namun ketika melihat EXP yang ia dapatkan...
Ia hanya bisa menghela napas.
Dari satu beruang hitam ia mendapatkan kulit beruang, cakar, dan EXP.
Namun EXP tersebut dibagi kepada seluruh anggota perburuan.
22 orang.
Cosmic merasa sedikit sedih.
"EXP-ku..."
Ia bahkan tidak perlu mengatakan lebih jauh.
Perburuan ini memang aman.
Tetapi EXP yang ia dapatkan jauh lebih kecil dibandingkan jika ia berburu seorang diri.
Meski begitu, ada sesuatu yang membuatnya tetap tersenyum.
[Level Anda telah meningkat]
[Semua Health dan Stamina Anda telah dipulihkan]
Cosmic menatap pemberitahuan itu.
"Oh."
Levelnya naik.
Ia bahkan mendapatkan pemulihan penuh.
Beruang hitam terus berdatangan.
Namun bagi pasukan sebanyak ini, monster-monster tersebut belum menjadi ancaman yang berarti.
Beberapa waktu kemudian—
[Level Anda telah meningkat]
[Semua Health dan Stamina Anda telah dipulihkan]
Cosmic kembali tersenyum.
Pertempuran berlangsung cepat.
Beruang hitam datang.
Pasukan membentuk formasi.
Serangan dilakukan.
Monster tumbang.
Kemudian beruang berikutnya datang.
Sampai akhirnya—
30 beruang hitam berhasil diburu.
Tidak ada lagi monster yang muncul.
Hutan kembali sunyi.
Ihsan mengangkat tangannya.
"Tetap waspada."
Tidak ada yang menurunkan senjata.
Semua pasukan masih memperhatikan sekeliling.
Satu menit.
Dua menit.
Lima menit berlalu.
Tidak ada pergerakan.
Tidak ada suara langkah kaki.
Tidak ada beruang hitam yang muncul.
Ihsan akhirnya menurunkan pedangnya.
"Baiklah. Ayo kita istirahat."
Ia menoleh kepada dua penjaga.
"Kalian berdua tetap berjaga."
Para penjaga lainnya mulai duduk.
Mereka mengambil napas.
Beberapa meminum air.
Namun tidak seorang pun benar-benar menurunkan kewaspadaan.
Cosmic duduk sambil membuka jendela misinya.
Matanya langsung berbinar.
"Masih tinggal sepuluh beruang hitam lagi."
Ia mengepalkan tangan.
"Dan misiku selesai."
Cosmic membayangkan hadiah yang akan diterimanya.
"Armor baru..."
Senyumnya semakin lebar.
"Hahaha! Aku mendapatkan armor baru!"
Level Cosmic juga meningkat cukup cepat.
Dari tiga puluh beruang yang telah mereka buru, levelnya sekarang telah mencapai—
Level 24.
Bahkan dengan EXP yang dibagi kepada dua puluh dua orang, peningkatan level tersebut masih sangat cepat.
Buff EXP sebesar 10% yang ia dapatkan setelah menemukan gua tersembunyi juga ternyata memberikan manfaat yang luar biasa.
Cosmic menatap statusnya dengan puas.
"Ini adalah kereta VIP."
Senyumnya semakin lebar.
"Hahaha! Aku bisa terus naik level dengan biaya yang sedikit!"
Ia hampir tertawa keras.
Perburuan yang aman.
Monster yang terus berdatangan.
EXP yang terus masuk.
Dan sebuah pasukan lengkap yang menjaga punggungnya.
Bagi Cosmic, ini seperti menemukan metode leveling terbaik.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama.
Ihsan berdiri.
Semua penjaga langsung mengikuti.
"Kita akan masuk lebih dalam."
Ihsan mengangkat pedangnya.
"Ayo bergerak!"
---
Mereka kembali memasuki bagian hutan yang lebih dalam.
Semakin jauh mereka berjalan, semakin sedikit cahaya matahari yang mampu menembus pepohonan.
Namun mereka masih bisa melihat jalan di depan.
Seluruh pasukan bergerak lebih hati-hati.
Tidak lama kemudian, dua beruang hitam terlihat di balik pepohonan.
Ihsan segera mengangkat tangannya.
Sebuah kode.
Seluruh pasukan memahami maksudnya.
Jangan menyerang dari depan.
Jangan membuat suara.
Mereka bergerak perlahan.
Mengendap-endap.
Satu per satu penjaga mengambil posisi.
Kemudian—
Ihsan menurunkan tangannya.
Serangan dimulai.
Dua beruang hitam bahkan tidak sempat memberikan perlawanan berarti.
Mereka langsung diserang dari berbagai sisi dan tumbang dalam waktu singkat.
Tidak ada suara pertempuran yang keras.
Karena itulah tidak ada beruang lain yang datang.
Ihsan kembali memberi kode.
Mereka melanjutkan perjalanan.
Cara berburu seperti itu terus dilakukan.
Mencari.
Mengamati.
Menyerang secara diam-diam.
Kemudian berpindah.
[Level Anda telah meningkat]
[Semua Health dan Stamina Anda telah dipulihkan]
Cosmic tersenyum.
"Naik lagi."
Perburuan bersama pasukan penjaga ternyata jauh lebih mudah daripada yang ia bayangkan.
Mereka terus bergerak.
Semakin dalam mereka masuk ke hutan, semakin tinggi level monster yang mereka temui.
Jika di pinggiran Bears Forest mereka menemukan beruang hitam level 21 hingga 23, kini monster yang mereka temukan hampir semuanya—
Level 25.
Namun dengan jumlah mereka yang banyak dan formasi yang rapi, monster-monster tersebut masih bisa ditaklukkan.
Beberapa saat kemudian, Ihsan berhenti.
Ia menatap ke depan.
"Semuanya bersiap."
Suaranya jauh lebih pelan.
"Kita akan tiba di sarang beruang hitam."
Cosmic langsung memperhatikan keadaan sekitar.
Sarang?
Mereka bergerak lebih hati-hati.
Tidak lama kemudian, sesuatu terlihat di antara pepohonan.
Sebuah gua besar.
Mulut gua itu cukup lebar untuk dilewati beberapa orang sekaligus.
Dan di depannya—
Lima beruang hitam sedang tidur.
Cosmic menahan napas.
Lima monster.
Ihsan mengangkat pedangnya.
"Serang!"
DUG! DUG! DUG!
Seluruh pasukan berlari menuju mulut gua.
Lima beruang hitam langsung terbangun.
Mereka mengangkat kepala.
Kemudian mengaum.
Pertarungan pecah.
Para penjaga menyerbu.
Beruang hitam membalas.
Pedang beradu dengan cakar.
Perisai menahan hantaman.
Namun jumlah mereka terlalu tidak seimbang.
Dua puluh dua orang menghadapi lima beruang hitam.
Tidak membutuhkan waktu lama.
Satu beruang tumbang.
Kemudian yang kedua.
Ketiga.
Keempat.
Kelima.
Semuanya berhasil dikalahkan.
[Anda telah menyelesaikan misi berburu 40 beruang hitam]
[Anda telah mendapatkan Reputasi +100]
Cosmic terdiam.
Misi selesai.
Ia akhirnya mendapatkan hadiah yang selama ini ditunggu.
Ihsan berjalan mendekatinya.
"Terima kasih, Cosmic. Kau telah ikut membantu berburu."
Ihsan kemudian menyerahkan sesuatu kepadanya.
Sebuah armor.
Cosmic menerimanya.
[Black Bear Armor]
Rank: Normal
Defense: +30
Durability: 350/350
Syarat Pengguna: Level 20
Deskripsi:
Armor yang terbuat dari kulit beruang hitam yang kuat dan tahan terhadap suhu dingin.
Cosmic langsung tersenyum.
"Bagus."
Ia segera mengenakannya.
Wolffang Armor yang selama ini dipakainya digantikan oleh Black Bear Armor.
Armor baru itu terasa lebih kokoh di tubuhnya.
Ihsan juga terlihat tersenyum.
Lima beruang hitam sekaligus berhasil mereka tumbangkan.
Namun...
Senyum itu tidak bertahan lama.
DUG...
Cosmic berhenti.
Ihsan mengangkat kepalanya.
Suara itu berasal dari dalam gua.
DUG...
Kali ini lebih keras.
Tanah terasa bergetar.
Semua penjaga langsung mengangkat senjata.
Cosmic menggenggam pedangnya lebih erat.
DUG... DUG... DUG...
Suara langkah kaki semakin dekat.
Sesuatu sedang berjalan keluar dari dalam gua.
Kemudian sebuah bayangan besar muncul.
Cosmic menatapnya.
Matanya melebar.
Seekor beruang hitam muncul.
Namun ukurannya...
Jauh lebih besar dibandingkan beruang hitam yang baru saja mereka lawan.
Tubuhnya begitu besar hingga membuat lima beruang hitam yang sebelumnya terlihat menakutkan terasa seperti anak kecil jika dibandingkan dengannya.
Dan ada sesuatu yang membuat Cosmic langsung terpaku.
Mata kanannya.
Di sana masih terlihat bekas anak panah yang telah patah.
Seolah-olah anak panah itu pernah menancap di sana dan tidak pernah benar-benar hilang.
Tubuhnya dipenuhi bekas luka.
Bekas tebasan lama.
Bekas pertempuran.
Bekas luka yang telah sembuh, tetapi meninggalkan jejak dari pertempuran yang pernah dilaluinya.
Dan di kepalanya...
Ada bulu berwarna merah.
Cosmic membeku.
Ia teringat sesuatu.
Cerita Pelatih Richard.
Tentang pertempuran lama.
Tentang seorang beruang hitam.
Tentang anak panah yang mengenai mata kanannya.
Cosmic menelan ludah.
"Jangan-jangan..."
Ihsan juga berdiri tanpa bergerak.
Tatapannya terpaku kepada monster di hadapannya.
Beruang hitam besar itu mengangkat kepalanya.
Kemudian—
"WAAAAARRRMMM!"
Raungannya mengguncang hutan.
Burung-burung beterbangan dari pepohonan.
Daun-daun berguguran.
Dan suara langkah kaki mulai terdengar dari berbagai arah.
DUG!
DUG!
DUG!
Dari utara.
Dari selatan.
Dari belakang.
Dari dalam hutan.
Cosmic perlahan menoleh.
Satu bayangan.
Dua.
Tiga.
Semakin banyak.
Sepuluh beruang hitam lainnya muncul dari dalam gua dan bergerak di belakang monster besar tersebut.
Kemudian suara langkah kaki lainnya terdengar dari segala penjuru hutan.
Mereka bukan lagi sedang berburu.
Mereka telah memasuki wilayah inti sarang beruang hitam.
Sebuah pemberitahuan merah muncul di hadapan Cosmic.
[Anda telah bertemu Bos Lapangan Beruang Hitam]
Cosmic menatap tulisan itu.
Seketika seluruh kegembiraan yang ia rasakan sejak awal perburuan lenyap.
Tangannya menggenggam pedang lebih erat.
Di sampingnya, Kepala Penjaga Ihsan mengangkat pedangnya.
Wajahnya berubah serius.
Cosmic kemudian melihat kembali mata kanan monster itu.
Bekas panah.
Bekas luka.
Bulu merah.
Semuanya sama seperti cerita yang baru saja ia dengar dari Pelatih Richard.
Cosmic akhirnya menyadari sesuatu.
Monster yang berdiri di hadapannya bukan sekadar Bos Lapangan biasa.
Itu adalah monster yang pernah mereka hadapi bertahun-tahun lalu.
Monster yang membuat separuh pasukan penjaga Desa Andalas tidak pernah kembali.
Dan sekarang...
Cosmic bersama Kepala Penjaga Ihsan dan dua puluh penjaga Desa Andalas berdiri tepat di hadapannya.
Sementara dari segala penjuru hutan...
Semakin banyak suara langkah kaki mulai mendekat.
seharusnya kasih pemberitahuan pada para author yg buat novel putus jalan kasih denda..
bukan hanya cuma minta uang'nya doang tiap bulan.