NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Stivani

Arsen Winston, seorang lelaki berhati beku, menyimpan sisi kelam di balik ketampanan yang memukau. Ia bagaikan musim dingin yang mematikan bunga—dingin, keras, dan tanpa belas kasih. Pernikahan yang menjeratnya bukanlah pilihan hati, melainkan takdir yang mengikat dengan rantai yang tak terlihat.

Amey Agatha, gadis berparas jelita dengan jiwa secerah mentari pagi, tidak pernah menyangka bahwa lelaki yang kini menjadi pendamping hidupnya bukanlah sosok penuh kasih yang ia bayangkan. Di balik senyum Arsen yang memikat, tersembunyi tabiat yang tajam dan menyakitkan, seperti duri yang melukai tanpa terlihat.

Takdir kejam menyingkap rahasia yang tak terduga—calon suami yang ia nantikan telah tiada, digantikan oleh sosok kembar bernama Arsen. Maka, Amey harus belajar menerima kenyataan pahit, berjalan di sisi seorang pria yang wajahnya serupa, tetapi jiwanya asing dan menakutkan.
.
.
©Copyright by Stivani, Agustus 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bar-bar

Dorrr ... dorrr ... dorrr

Gedoran pintu sangat keras membuat Amey terbangun dari tidurnya. "Apa lagi sih!" gumamnya kesal.

"Nyonya, tolong buka pintunya!" teriak Mark dari balik pintu.

Dengan mata yang masih sayu, Amey membuka pintu. Ia melonjak kaget saat melihat Mark merangkul Arsen yang masih setengah sadar.

"Astaga Mark! Apa yang terjadi?" ketus Amey.

"Nyonya? Bisakah kau menepi sedikit. Tuan Arsen sangat berat." pinta Mark yang terlihat keberatan merangkul tubuh kekar Arsen.

"Sorry Mark!" menepi.

Amey mengunci pintu kamarnya dan segera menyusul Mark. "Katakan! Apa yang terjadi?" tanya Amey yang mulai kawatir.

"Maaf telah mengganggu waktu tidur Nyonya. Tuan Arsen mabuk parah. Tuan terlalu banyak meminum alkohol."

"Hufffh merepotkan saja!" mendengus kesal. "Mark? Kau tidurlah di sini."

Mark melotot setelah mendengar ucapan Amey. "Excuse me Mrs. Winston?"

"Ya ... kau tidur di sini. Aku tidak ingin mengurus orang mabuk! Aku akan tidur di luar saja."

"Nyonya. Aku bukan istri Tuan Arsen. Andalah yang harus mengurusnya. Tugas saya sudah selesai dengan membawanya kembali dengan selamat." jelas Mark.

"Tidak! Kalau begitu aku akan memberimu tugas tambahan."

"Nyonya?" panggil Mark sedikit menaikan nada.

"Mark! Jangan membantah."

Dasar Nyonya keras kepala! batin Mark kesal.

"Temani laki-laki mabuk ini. Kalau perlu tidur dengannya jangan sampai dia berbuat macam-macam!" ucap Amey meninggalkan kamar.

"Nyonya? Nyonya Muda?"

Amey tidak menggubris. Ia menarik gagang pintu itu dan menguncinya dari luar. "Good luck Mark!" gumamnnya.

Mark berdecak. "Tuan, istrimu sangat keras kepala! Dan sekarang aku yang akan menggantikannya hanya untuk malam ini saja." membuka sepatu Arsen.

"Mark." panggil Arsen meracau.

"Iya Tuan?"

"Jangan menyentuhku!"

"Aku hanya membuka sepatumu Tuan."

Bukkkkkk

Sebuah tinju melayang di pipi Mark.

"Shit! Tuan mulai berulah."

Mark membiarkan Arsen meninjunya lagi dan lagi. Ia sangat tahu jika Tuannya mabuk pasti akan sangat merepotkan. Mark seringkali dibuat Arsen babak belur. Ya begitulah, Arsen sangat resek kalau mabuk.

***

Amey berjalan mengelilingi lantai dua rumah besar itu. Ia melihat kamar Arka yang tertutup rapat. Hati Amey kembali diiris. Dengan perlahan ia berjalan menuju pintu dan membuka kamar itu perlahan.

Kamar berlatar putih yang sangat bersih dan kasur empuk size king yang mendominan warna abu-abu ditatap Amey dengan raut pias. "Kalau saja kau masih hidup pasti kita akan tidur di kamarmu." gumam Amey memeluk foto Arka dan dirinya.

Amey merebahkan tubuhnya di kasur milik Arka. Ia merasa sangat nyaman saat berbaring di sana. Aura yang ia rasakan seperti menikmati pelukan hangat sang Arka. Saking nyamannya, Amey terlelap sambil memeluk foto Arka dan dirinya.

***

Siulan burung gereja berdecit riuh di jendela kamar Arsen. Pagi itu saat mentari mulai menampakkan sinar dicela jendela kamar Arsen, ia mulai setengah terbangun dari tidurnya.

Tidak sengaja tangannya merabah sebuah benda keras yang ditindih lengannya. Dengan mata masih terpejam, Arsen kembali merabah-raba benda keras itu secara berulang-ulang.

Tiba-tiba gelak tawa seorang pria meledak dengan kuat. HAHAHA, jangan menyentuhnya itu sangat geli!" racau seorang pria yang terlihat berbaring di sampingnya.

Mendengar suara yang tidak asing itu. Arsen langsung membuka matanya lebar. Mark yang ada di sampingnya pun segera berhenti terbahak dan menyadari siapa yang menyentuhnya.

Keduanya saling menatap dengan mata terbelalak.

"MARK!"

Brakkkkk

Sebuah tendangan bebas mendarat di tubuh Mark sehingga pria itu terpental di lantai dengan sangat hebat. "Awww sakit!" pekik Mark.

Arsen merabah seluruh tubuhnya dengan antusias. Ia melihat bahwa bagian dadanya sudah tidak mengenakan sehelai pakaian. Hanya sebuah boxer berwarna hitam yang menutupi tubuhnya.

"MARK!!!!" teriak Arsen geram.

Dengan sigap Mark berdiri meski bokongnya terasa sangat sakit. "Ada apa Tuan?"

Betapa terkejutnya Arsen melihat Mark yang juga hanya mengenakan boxer berwarna biru. "What are you doing to me!" (Apa yang kau lakukan padaku!)

Mark mendengus. "Tu--" belum saja Mark menyelesaikan kalimatnya, Arsen dengan buas memukul Mark sehingga membuat Mark terjatuh. Arsen menduduki perut Mark dan melayangkan tinjunya.

Kedua bule itu berkelahi hanya menggunakan boxer. Lebih tepatnya sih hanya Arsen yang membuang pukulan, sedangkan Mark berusaha menghindarinya dengan menangkis pukulan Arsen.

Ceklekkk

"Oh goshhhhh!" teriak Amey terkejut.

Ia menutup mulut dengan kedua tangannya saat melihat pemandangan yang tak senonoh di depannya.

Mendengar teriakan Amey, keduanya pun melonjak dengan mulut termanga.

"Persetan dengan kau Mark!" bisik Arsen.

"A--apa yang kalian berdua lakukan? Hanya dengan ..." menunjuk bawahan keduanya dengan telunjuknya, "menggunakan boxer?" ucap Amey kaget bukan kepalang.

"Nyonya Muda. Anda salah paham! Aku dan Tuan Arsen ..." menjeda ucapannya.

"Jangan jelaskan Mark! Aku sudah tahu apa yang akan kau katakan," tutur Amey sok tahu.

"Hey! Kau pikir aku gay?" teriak Arsen frontal.

"Huaa?" terkejut. "Kau mengatakannya Arsen." kata Amey lagi.

"Nyonya jangan salah paham. Tuan Arsen kalau lagi mabuk, dia sangat bar-bar."

Flashback ON

"Mark kau begitu bau! Ikut aku!" ajak Arsen dengan langkah pontang-panting.

"Tuan kau mau ke mana?" mengikuti langkah Arsen yang menuju kamar mandi.

Gyurrrrr

Arsen menyiram Mark dengan air kran. "Mandilah anak kecil." gumam Arsen menyeringai.

"Mr. Winston! Apa yang kau lakukan? Bajuku jadi basah!" bentak Mark kesal.

"Shut up Mark!"

Setelah puas mengguyur Mark dengan air kran. Akhirnya Arsen kembali ke kamar. Sedangkan Mark masih dengan pakaian basahnya menatap punggung Arsen yang bergoyang-goyang karena masih oleng.

"Ini yang paling berbahaya, jika pria itu mabuk! Mengerikan!" gumam Mark sembari melepas pakaiannya.

Mark menyusul Arsen yang telah terbaring di ranjang. Pakaian Arsen pun basah karena sempat kena cipratan air. Mark membuka kemeja dan celana Arsen sehingga tertinggal boxernya saja yang menutupi tubuh Arsen.

Tiba-tiba tangan Arsen menarik tubuh Mark, sehingga pria itu terbaring di ranjangnya. Arsen menjepit kepala Mark menggunakan lengannya. "Jangan coba-coba menyentuhku! Dasar maling!" celutuk Arsen meracau.

"Tuan ... Tuan melepaskan! Kepalaku sakit." menepuk-nepuk lengan Arsen, berharap pria itu melepaskan kancingannya.

Arsen tak menggubris. Terdengar dengkuran Arsen yang semakin kuat. Ternyata pria itu tertidur dengan posisi masih menjepit kepala Mark. Mark pun kewalahan meladeni bosnya yang sedikit gila jika mabuk. Akhirnya Mark seranjang dengan Arsen.

Flashback OFF

"Begitulah ceritanya," tutur Mark selesai mendongeng.

"Terus apa pesan moral dari ceritamu, Mark?" ledek Amey terkekeh pelan.

"Mark! Keluar kau sialan!" usir Arsen.

Amey masih terkekeh saat melihat Mark yang babak belur akibat pukulan Arsen. "Mark apa kau akan keluar seperti itu?" tanya Amey menatap tubuh kekar Mark.

"Gosh!" menatap tubuhnya.

Mark mengambil pakaiannya di kamar mandi dan mengenakan pakaian itu kembali. Setelahnya ia keluar.

Tertinggal Amey dan Arsen yang membisu di kamar. Amey menjadi salah tingkah saat ia memandangi tubuh atletis Arsen. Apalagi saat matanya menjurus ke bawah pusar Arsen. Terpampang nyata sebuah benda lunak menonjol di sana.

Amey menelan saliva dengan kasar. Wow! Itu mirip tongkat kasti. Panjang sekali! batin Amey melebih-lebihkan.

To be continued ...

LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 😘

1
jumirah slavina
meninggoy 😱
N@MIK♡
Luar biasa
Mikes Amalia
lanjutin cerita anak anak arsen kaaa
Rohimatul Amanah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rohimatul Amanah
Luar biasa
♊Gemini06
Lumayan
ros
Luar biasa
ros
Lumayan
Ayu Ade Yulianita
Luar biasa
milie
Bu
Puspita Sari
ngakak aseli.....tokoh arsen yg katanya dingin kejam di pikiran gw udh ilang skrg yg ada arsen yg konyol 😂😂😂
Septina Ulandari
Luar biasa
Pudji Widy
keluarga Winston kan kg berduka Arka meninggal baru siang tadi kok bisa2 ngadain pesta pernikahan..apagi nginep di hotel...???
Triiyyaazz Ajuach
ada nata de coconya 😄😄😄 emangnya es kelapa muda
keke global
maksudnya implan yaa hehehehe
SeoulganicId
oalah olin bisa bisanya gue pikir si elis😭
Lasman Silalahi
kok alurnya jadi rancu
Nuroden Lina
ceritanya best banget..suka banget dengan watak tuan arogan arsen
Mesri Simarmata
dugaan ku bener, gadis bule itu Eggi karena sdh di kasih klue di episode sebelumnya klo Eggi jg pasti punya peran dlm cerita novel ini
Mesri Simarmata
keren seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!