NovelToon NovelToon
Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kasih Sayang Keluarga
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: EtyRamadhi

Kisah gadis yang bernama Zahra Andriani yang tak pernah mendapatkan kasih sayang layaknya seorang anak di dalam keluarganya, di karenakan dirinya bukan anak kandung dari ayahnya

dan ia memutuskan untuk pergi merantau mencari tempat dimana dia bisa di anggap dan di pandang orang lain seperti impiannya.

sampai akhirnya ia menemukan seseorang yang menjadi sandaran hidupnya.

bisakah Zahra bahagia dan bertemu dengan ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EtyRamadhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 Direktur

Ketika memasuki gedung perkantoran ini, Zahra pun langsung di perkenalkan dengan Pak Hendra seorang atasan bagi semua Cleaning servis di kantor ini.

"Selamat pagi pak Hendra, ini Zahra yang kemaren saya bilang dia Cleanning servis baru di kantor ini, dan Zahra ini Pak Hendra dia atasan kamu "

tutur Bagas saling memperkenalkan aku dengan Pak Hendra

"saya Zahra pak"

"oh saya Hendra. kalau begitu mari Zahra ikut saya, saya akan memperkenalkan kamu dengan yang lain, dan saya akan kasih tau kamu apa saja tugas kamu"

sambil permisi kepada Bagas, pak Hendra pun melangkah masuk .

aku yang membuntutin pak Hendra sesekali celingukan melihat setiap sudut kantor megah ini.

pak Hendra menjelaskan secara detail apa saja tugas ku di sini.

"oh iyah ini seragam kerja kamu sesudah ganti pakaian kamu langsung kerja yah"

sambil menyodorkan baju kemeja berwarna hijau

"baik pak terimakasih"

aku mengamati baju seragam kerja ku, karena warnanya yang menarik. Aku hendak melangkah ke kamar mandi untuk berganti pakaian namun langkahku terhenti, pak Hendra kembali memanggilku.

"Zahra tunggu, kamu kerjanya bareng Jumi aja biar paham apa yang lebih dulu di kerjakan"

Pak Hendra memanggil Cleanning servis yang sedari tadi mengelap kaca jendela.

''Jumi, bisa kesini sebentar"

perempuan tersebut sedikit berlari menghampiri pak Hendra

"Ada apa yo pak? "

"ini Zahra Cleanning servis baru, kerjanya bareng kamu yah biar dia paham "

aku tersenyum ke arah perempuan itu

"oh iyah pak nje"

Jumi mengangguk dan mengajakku ke belakang.

aku berganti pakaian di toilet dekat dapur kantor, setelah selesai aku menghampiri mbak Jumi.

"mbak, saya ngerjain apa dulu yah"

aku berusaha sopan bertanya pada mbak Jumi.

"yo mbok kita kenalan dulu to, kan yo baru kenal"

(kita kenalan dulu, kan baru kenal)

"hehehe iyah mbak aku lupa, namaku Zahra mbak "

aku mengulurkan tangan pada Mbak Jumi

"Ohh Zahra, jenengku Juminten tapi yo akrab di panggil Jumi, ben radak gaul ngono loh"

(ohh Zahra, Namaku juminten, akrab di panggil jumi, biar agak gaul gitu loh)

Mbak Jumi membalas uluran tanganku, dia memperkenalkan namanya dengan bahasa logat jawa yang kental.

Mbak Jumi ini memiliki paras wajah nan ayu khas gadis jawa. rambutnya sebahu, berkulit sawo matang, dan yang lebih menarik dia memiliki gigi ginsul di sebelah kanannya.

"Yowes kita buat kopi dulu yah, biasanya kalau pagi karyawan maupun atasan disini minta di buatin kopi "

aku membantu mbak Jumi menyusun gelas dan memasukkan bubuk kopi di setiap gelasnya.

"oh iyo, kamu seng di boncengi Pak Bagas to? "

(oh iyah, kamu yang di boncengi pak Bagas ya?)

"ehm iyah mbak"

"Wah beruntung banget kamu yo di boncengi Pak direktur seng Guantenge polll, kok sampean iso yo di boncengi pak Bagas,sampean kenal banget karo pak Bagas? "

(wah beruntung banget kamu ya di boncengi pak direktur yang ganteng banget, kok kamu bisa ya di boncengi pak Bagas, kamu kenal banget sama pak Bagas? )

Aku membulatkan mata, bukan karena pertanyaan mbak Jumi yang panjangnya melebihi puisi mantan, melainkan terkejut bahwa Bagas adalah direktur di kantor ini.

"apa mbak, di.. direktur? "

aku menautkan kedua alisku, karena tak percaya.

"iyo pak Bagas Dirgantara iku direktur nang perusahaan iki lo, si guanteng iku anak'e Pak Wijaya Dirgantara uwong seng duwe kantor iki, lah sampean ra weroh to? "

(iya pak Bagas Dirgantara itu direktur di perusahaan ini lo, si ganteng itu anaknya pak Wijaya Dirgantara orang yang punya kantor ini, kamu ga tau yah? )

Aku masih terkejut bukan kepalang berasa berasa tak percaya, orang yang menabrakku di lapangan dekat terminal itu, dan orang yang sering memanggilku bocah adalah direktur di kantor semegah ini.

bahkan dia anak pemilik kantor ini, bahkan aku tanpa sopan selalu menjahili Bagas.

Ya Allah cerita apa ini,,, tanpa sadar aku menepuk-nepuk jidatku.

"Eeeh Ra. kenopo toh sampean malah nepuk-nepuk endas..ono opo? "

(ehh Ra. kenapa kamu nepuk-nepuk kepala, ada apa? )

aku yang tersadar oleh kelakuanku yang absurd hanya tertawa garing melihat mbak Jumi.

"aduh bahkan kayanya aku beberapa hari ini ga sopan deh sama kak Bagas, aduhh gimana ini"

hatiku bergumam khawatir. aku tak enak hati jika mengingat bahwa Bagas adalah direktur disini.

"Jumi tolong bawain kopi susu kayak biasa ke ruang pak Bagas yah"

salah seorang karyawati tiba-tiba mengagetkan kami berdua.

"nje mbak"

(iya mbak)

mbak Jumi meletakkan satu gelas kopi susu ke nampan putih dan menyodorkan kepadaku.

"nih kamu anterin yoh keruangan Pak Bagas, kamu ikutin tuh mbak Widia"

mbak jumi menunjuk karyawati yang masih berdiri di ambang pintu.

aku hanya mengangguk dan beranhak mengikuti Widia. perasaanku mulai agak aneh pasalnya aku cemas jika bertatap muka dengan Bagas.

saat aku sedang berkecamuk dengan pikiranku aku tak sadar aku sudah di depan ruangan Bagas.

"ini ruangan Pak Bagas kamu anterin yah kopinya, kalau gitu aku duluan"

Karyawati yang bernama Widia itupun pergi meninggalkan aku yang masih setia berdiri di ambang pintu ruangan Bagas.

perlahan aku memberanikan diri mengetuk pintu tersebut.

"tok... tok... tok"

"iyah silahkan masuk"

terdengar suara Bagas yang menyahut.

perlahan aku memutar knop pintu dan terlihat ada Mora di ruangan tersebut yang sedang menatap layar laptopnya.

"permisi pak, in... ini kopinya"

aku meletakkan gelas kopi secara perlahan, ku lirik Bagas sekilas, ternyata dia memperhatikanku sambil mengembangkan senyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya.

"silahkan pak saya permisi dulu, mari pak"

aku menganggukan kepala,dan berlalu keluar ruangan.

Namun Bagas yang melihat sikap Zahra pun terheran

"kenapa dia terlihat canggung sekali, bukan kah dia selalu berisik dan heboh"

Gumam Bagas sambil menyanggah dagunya, seketika senyumnya mengembang mengingat tingkah Zahra.

"bocah itu sungguh menggemaskan"

tanpa sadar kalimat itu lolos dari bibirnya.

Ntah mengapa perasaannya sedikit tenang ketika mengingat Zahra, padahal baru beberapa hari mereka kenal.

menurut Bagas, Zahra adalah gadis yang ceria,sopan, apa adanya, dan cantik.

Mora yang sedari tadi melihat bossnya senyum sendiripun merasa heran.

seketika ia menghentikan aktivitas mengetiknya dan merasa aneh, pasalnya Bagas jarang sekali tersenyum semanis ini.

"Pak Bagas, pakk"

"eh iyah Mora ada apa"

"ehm Bapak baik-baik aja kan? "

Mora penasaran dengan tingkah laku bossnya itu

"saya baik-baik saja, lanjutkan pekerjaanmu"

Mora hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya,sementara Bagas melanjutkan melamunnya.

*****

huyy guys... makasih yang masih setia nungguin Up..

komentar yang membangun, dan tak bosan serta tak jenuh Author minta like and vote

ok..

salam Manis Author

~EtyRamadhii

1
Apri Zuarti
berapa kilo bawangnya ni thor ,,,😭😭😭😭😭😭
Apri Zuarti
bagus bangat
Elsa Jennie
waaaahh zahra betul betul paket komplit😍
Elsa Jennie
sepertinya vera bukan anak kandungnya bram
Elsa Jennie
awal yang bagus.. semangat zahra
Oena Putry Sameth
bagus banget nget nget ceritanya..
lanjut dong..
Reni Suhud
ceritanya makin sedih ,gk kuat Thor
Reni Suhud
dari awal mulai baca , ceritanya sedih dan amat menyayat ...saya Ampe termehek mehek
Memyr 67
aq juga sama dengan rider lainnya. bosan. kok hubungan zahra bagas, sampai bertahun tahun nggak ada kemajuan? ayo dong thor, senengin kita. biar tetap setia, mrnunggu upmu walau lama.
Memyr 67
thor, jangan ngehalu. kalau upnya lama, sampai berminggu minggu, jangan ngarep, pembaca setia. paling sudah banyak yg dihapus.
Mariana
ayo dong zahraaafin bagas
cah wetlep
kayaknya si Zahra tar seperti bebek jelek yang jadi angsa cantik, ob yg jd nyonya gede
Ajeng Maharani
ygfdj
Ani Bae
knp gk up Thor ,kita nungguin lama nih
Ati Bugis PA
bagus ceritanya
Noor
mna visualnya,klu bisa jgn yg opaa2 ya,yg asli indo aja ya psti greget deh di tmbah critanya apa adanya psti tmbah seru...semangat thor ....👍👍👍
kiki
pasti ntar si zahira balik" cm jdi benalu
kiki
cobalah dektin zahra dg hati bram, jangan dri materi, yg zahra butuhkan cm kasih sayang yg selama ini gak dy dapatkan dri orng tuanya
kiki
bukanya zahra udh d kasih bidata bram dan fotonya sekalian ya, masak gak ngenalin muka bram
kiki
ketemukan zahra sama bramantio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!