Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
tapi Kamu tak kunjung pulang. Dan telefon dari Ku juga selalu kamu abaikan, jadi aku hanya bisa menunggu saja." jawab Vanya dengan mulut yang penuh dengan makanan. sedangkan Daniel merasa bersalah karena menelantarkan istrinya, sampai kelaparan.
"Maaf Vanya, semua ini gara-gara aku dan jika aku tak membesarkan egoku pasti kamu akan baik-baik saja, ini memang semua salahku." ucap Daniel yang menyesal.
"Sudahlah Daniel, kita lupakan yang kemarin dan kita mulai lembaran baru, mulai dari sekarang." ucap Vanya dengan tersenyum.
"Baiklah Vanya, mulai saat ini kita mulai lembaran baru. Kita akan melupakan masalalu dan kita menatap masa depan kita, apa kamu mau hidup dengan ku sampai maut memisahkan Vanya..?" tanya Daniel dengan tersenyum.
"Iya aku mau Daniel." Mereka pun langsung berpelukan dan menikmati hangat nya tubuh masing-masing. Namun saat mereka terhanyut, datanglah dokter karena ingin melihat kondisi Vanya.
"Selamat siang Bu Vanya, gimana keadaan bu Vanya. Apa ada yang di keluhkan, atau sudah merasa baikan." tanya dokter.
"Siang juga dokter, Saya sudah tidak apa-apa dok, kepala Saya juga gak pusing lagi." jawab Vanya.
"Baiklah kalau begitu. Pak Daniel karena bu Vanya sudah tidak ada keluhan, Bu Vanya boleh pulang pulang sekarang juga. Silahkan urus administrasi dan setelah itu boleh pulang." ucap dokter dengan ramah.
"Terima kasih dok." jawab Daniel. Setelah itu Daniel mengurus kepulangan Vanya, dan setelah selesai semua mereka pulang bersama-sama. Saat sampai di rumah Daniel dengan perlahan menuntut Vanya masuk kedalam rumah, Daniel mendudukkan Vanya di atas ranjang dan membaringkan tubuh Vanya.
"Kamu istirahat saja. Biar aku membersihkan pakaian yang ku pindahkan kemarin, kamu jangan banyak bergerak. Serahkan semuanya padaku, kamu hanya menerima beres." ucap Daniel. Vanya hanya mengangguk sebagai jawaban, Vanya memandangi Daniel yang sedang sibuk mengemasi pakaiannya dan sesekali mencuri pandang pada Daniel.
dan peluk aku, aku hari ini ingin di peluk kamu." ucap Vanya dengan malu-malu.
"Kamu serius Vanya." tanya Daniel yang tak percaya. Jujur Daniel sangat ingin memeluk Vanya, tapi dia takut jika Vanya menolak.
"Iya Daniel aku serius, sekarang tidur tanpa di pelukan kamu seperti ada yang hilang." jawab Vanya. Daniel langsung tersenyum lebar saat mendengar perkataan Vanya, Daniel sangat bahagia karena Vanya sangat membutuhkan nya.
"Baiklah jika itu mau kamu." Daniel pun menghampiri Vanya dan berbaring di sebelahnya. Dengan perlahan Daniel meletakan kepala Vanya di lengannya, Daniel mendekap tubuh Vanya dan menciumi pucuk Kepala Vanya.
"Daniel entah kenapa kalau aku tidur di pelukan kamu, aku merasa nyaman sekali." ucap Vanya sambil menggesekkan Kepalanya.
"Jika kamu suka maka lakukan sesuka hatimu Vanya, aku akan menuruti semua kemauan mu." ucap Daniel. Vanya pun langsung tersenyum dan semakin menenggelamkan mukanya di dada Daniel. Tangan Vanya pun mulai nakal dan bergeliyar di dada Daniel, hingga membuat Daniel mengerang.
"Vanya apa yang kamu lakukan...?" protes Daniel.
"Diamlah Daniel, aku mau menyentuh mu apa gak boleh.." tanya Vanya.
"Boleh saja tapi, aku gak yakin jika aku akan kuat dengan sentuhan mu." jawab Daniel dengan frustasi. Seketika ucapan Daniel membuat Vanya tersentak, dan langsung menarik tangan nya agar diam.
"Kalau gitu aku gak jadi menyentuh mu." ucap Vanya, dan membuat Daniel tertawa kecil.
"Lebih baik begitu." ucap Daniel
Vanya pun langsung tertidur di pelukan Daniel dengan damai. Sedangkan Daniel tetap memandang wajah Vanya hingga Daniel merasa mengantuk dan ikut ke alam mimpi, bersama Vanya.
.
.
.
Happy Reading
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar