[SEDANG DIREVISI] S2 nya silakan baca—{Menikahi Mantan Dewa Tertinggi} generasi anak Fu Chan Yin.
Dia menjadi istri surga sang Raja Neraka
Sebelumnya, Fu Chan Yin merupakan agen termuda zaman modern. Tiba-tiba berpindah dimensi ke zaman kuno yang membutuhkan energi spiritual untuk bertahan hidup. Sebagai pewaris esensi delapan dewa-dewi, dia menjadi yang disegani di dunia langit. Dan hidupnya telah ditakdirkan menjadi bintang phoenix sang Raja Neraka, Xiu Jichen.
Pria itu masih ras iblis yang dingin, sombong, kuat dan mendominasi. Dia ditakdirkan untuk memegang gadis itu dalam hidupnya, agar tidak ada orang lain yang berani menatap kecantikannya.
Gadis itu pintar, tak terkalahkan, mampu membuat racun, menjinakkan binatang roh dan memasang array spiritual. Bahkan mengontrak binatang roh suci kuno.
Tapi dibalik itu semua, Fu Chan Yin memiliki kelahiran yang misterius. Dan perjalanan ini, akan mengungkapkan semua jati dirinya. Akankah semuanya terjawab?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Devil Tribe?
SAAT PAGI hari tiba, burung-burung berkicau terus bersahutan. Angin yang sedikit menusuk tulang membelai tubuh Fu Chan Yin yang berbaring di salah satu dahan besar. Alisnya sedikit berkedut.
Di sampingnya, Roh Bunga menguap. Pakaian merah mudanya semakin terlihat jelas saat cahaya alam menyusup ke dalam celah-celah pepohonan.
Semalam Roh Bunga hanya tidur sebentar. Meski ia hanya roh, tapi wujud manusianya sudah sempurna. Kadang tidur untuk menghemat energi. Sehingga ia bisa dikatakan sebagai makhluk tanaman yang menjadi suci dan kuno. Di tangannya ada buah yang mirip apel merah, aromanya harum dan rasanya sangat manis.
Ia menunggu Fu Chan Yin bangun. Tidak seperti keempat makhluk suci ilahi kuno, Roh Bunga bebas keluar dan masuk ruang spiritual karena masih bersifat roh. Setelah menunggu setengah jam, Fu Chan Yin masih belum bangun. Roh Bunga mencoleknya berulang kali sambil terus memanggilnya.
Gadis itu melenguh dan mengubah posisi tidur, mengabaikan gangguan di sekitarnya. Roh Bunga cemberut. Bagaimana mungkin majikannya tidur sangat nyenyak.
"Tuan, Tuan, bangun ..." Roh Bunga mengguncang tubuhnya agak kencang. Tapi Fu Chan Yin hanya merespon kecil lalu lelap dalam tidurnya.
"Tuan??!" Roh bunga tidak punya solusi lain selain terpaksa membangunkannya dengan cara keras. "Tuan, bangun!!" Dia mendorong tubuh kecil itu hingga jatuh.
Saat itulah Fu Chan Yin kaget dan berteriak ketika mengetahui dirinya jatuh dari ketinggian. Ia meneriaki nama Roh Bunga dengan penuh pembalasan. Tidur nyenyaknya yang indah buyar.
Roh Bunga terkikik dan melambaikan tangan kirinya. Sambil mengigit buah roh yang mirip apel, ia menumbuhkan tanaman merambat di bawah. Tanaman hijau merambat itu dengan cepat mencuat dari tanah dan melesat ke atas, saling bertaut untuk membentuk alas yang nyaman.
Daun-daun kecil terlihat dan sedikit menumbuhkan bunga. Beberapa sulur langsung cepat menangkap tubuh Fu Chan Yin, mencegahnya jatuh.
"Roh Bunga, apakah kamu gila? Ingin membunuh majikanmu?" protes Fu Chan Yin yang terbangun dengan wajah suntuk.
"Aku memiliki ukuran tersendiri untuk membangunkan Tuan."
"Bisakah tidak menjatuhkanku lain kali?"
"Bukankah Tuan selalu bangun saat dijatuhkan?"
"...." Bangun pantatku! Gadis itu mendengus.
Roh Bunga sudah berdiri anggun di dahan pohon dan memperhatikan majikannya dengan senyuman. Ia tahu gadis itu marah. Tapi dia tak suka ada orang yang lebih malas daripada dirinya. Fu Chan Yin diletakan di atas alas yang dibentuk dari banyak tanaman merambat. Ia merenggangkan ototnya dan memperhatikan sekitar.
Hari ternyata sudah pagi. Ia menguap lebar dan masih sedikit mengantuk. Tubuhnya lengket dan ingin mandi. Setelah Roh Bunga menurunkannya, mereka menuju mata air panas terdekat. Pria itu membuat dinding dari tanaman merambatnya untuk melindungi Fu Chan Yin saat mandi.
"Pemandian air panas yang bagus. Apa gunung berapi di sekitar hutan?" tanyanya penasaran.
Roh Bunga menggelengkan kepalanya. "Ini bukan mata air panas dari gunung, melainkan bebatuan yang mengandung elemen api di bawah tanah."
"Ada bebatuan seperti itu?"
"Ya. Mirip dengan batu api tapi lebih lemah energinya. Jika terkumpul dalam jumlah besar, bisa memanaskan air bahkan mendidihkannya. Suhu di kolam ini pas."
Fu Chan Yin tidak melanjutkan topik itu lagi dan mulai berendam.
Menunggu gadis itu selesai mandi, Roh Bunga mengakses peralatan masak dari ruang spiritual. Fu Chan Yin mengeluarkan Bluewy untuk membantunya. Meskipun Roh Bunga itu seorang pria, tapi ingatannya sangat tajam ketika meniru cara masak Fu Chan Yin.
Bluewy tidak banyak membantu, tapi sesekali memotong sayuran dan mencoba untuk membuat api menjadi sedikit besar. Tapi lupa satu hal, dia adalah phoenix biru, unsur es. Api hanya padam jika diurus olehnya.
"...." Apa salahnya, pikir Bluewy.
"Kamu memang tidak cocok dengan pekerjaan ini. Memotong bawang saja," kata Roh Bunga mendesah. Dan dia harus menyalakan api lagi.
Tak butuh waktu lama, aroma harum sup dan daging panggang barbeque siap. Saat itu pula Fu Chan Yin keluar dari area kolam dengan rambut sedikit basah. Bluewy membantu mengeringkan rambutnya dengan sekali jentikan jari.
Sayangnya, keempat makhluk suci kuno tidak terlalu menyukai makanan manusia. Hari ini tidak ingin makan apapun. Mereka lebih cenderung memakan tanaman herbal dan buah roh. Jadi, setelah selesai memasak, Bluewy kembali ke ruang spiritual. Sementara Roh Bunga ikut makan dengan Fu Chan Yin.
"Semalam aku tertidur karena terlalu lelah. Apa kau tahu apa yang dilakukan pria berhanfu hitam itu tadi malam?"
Roh Bunga mengingat-ingat. "Setelah mendapatkan bunga aster api dan Tuan Majikan tertidur, dia bilang akan membayar harga bunga dengan harga sepadan."
"Ada lagi??"
Pria cantik itu menyumpit daging dan menggeleng kecil. "Bunga itu tampaknya sudah digunakan. Aku merasa bahwa kekuatan dari bunga aster api telah menghilang sebelum menjelang pagi."
Sebagai tanaman spiritual yang terhubung dengan berbagai bunga di bawah naungannya, ia bisa merasakan kondisi dari bunga tersebut. Oleh karenanya ia tahu jika aster api yang Fu Chan Yin berikan semalam sudah digunakan.
"Benarkah? Cepat sekali. Sepertinya itu sangat mendadak. Aku yakin jika tidak memberinya bunga, dipastikan akan merampok!" Ia mencibir.
"Oh! Aku ingat!" Roh Bunga tiba-tiba memikirkan pria berhanfu hitam itu sebelum pergi. "Sepertinya ia tahu tentang Pagoda Neraka dan air penidur yang diderita Tuan."
Fu Chan Yin hampir tersedak, memelototi Roh Bunga. "APA?? Bagaimana itu mungkin? Pasti salah. Efek air penidur tidak bisa terdeteksi oleh siapapun!"
"Tapi dia bisa!" Pria berpakaian merah muda itu memasang wajah memelas. "Reddish dan Blacky memiliki spekulasi jika pria itu adalah ras iblis."
"Ras iblis? Pantas saja kecepatannya di luar nalar ku. Ternyata menjadi ras iblis!" Dia menggertakkan giginya.
"Ras iblis telah memiliki bakat kultivasi bawaan sejak mereka dilahirkan. Bahkan kekuatannya bisa meningkat berkali-kali lipat. Di Dunia Atas yang kecil ini, mereka tidak tertarik sama sekali untuk tinggal."
Penjelasan itu malah membuat Fu Chan Yin hampir tercekik. Bagaimana mungkin terhubung ke iblis? Jelas-jelas tak ada aura iblis di tubuh pria berpakaian hitam semalam. Tapi gerakannya saat menghindar memang sangat cepat dan akurat, seolah-olah tahu kemana arah akan mencambuk.
Melihat ke atas, ia menyadari jika permukaan beberapa pohon dan dahan telah dipenuhi bekas cambuk. Semalam dia sangat kesal sehingga menyerang lebih brutal.
"Pria itu terkena racun dingin. Diperkirakan semalam efeknya masih ada saat aku menyerangnya. Tapi dia sangat gesit dan kuat bahkan saat sakit seperti itu. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang. Yah, mungkin akan baik-baik saja," jelas Fu Chan Yin agak penasaran. Ini kali pertamanya ia melihat seseorang yang terkena racun dingin.
"Jika benar itu seorang raja, maka wajar saja." Roh Bunga berkata apa adanya.
Menurut penjelasan dalam buku, racun dingin cukup berbahaya. Aster api memang satu-satunya cara untuk mengatasinya. Tapi tidak tahu dengan efek pemulihannya.
Mengingat itu, Fu Chan Yin teringat pada tiga saudara Huang dan juga Yun Yilan. Ia tidak tahu banyak tentang dunia langit ini dan tidak pernah berniat untuk menetap di salah satu kota pada awalnya.
ibu fu can yin
ceritamu seru keren 😘😘😘😘😘😘