NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.

Alvian nampak memucat, sekarang ia ingat siapa sosok di depannya ini. Iblis dari segala iblis, tidak memiliki hati nurani tidak bisa membedakan wanita dan pria. Jika berani di usik berarti berani di hancurkan.

"Bercanda?" Alvian sedikit terkekeh, menghilangkan rasa gundah di hatinya.

Venter menatap tajam. "Apa dalam kamusku ada arti bercanda?" tanyanya dengan dingin.

Alvian menelan saliva nya kasar. "Tidak mungkin wanita miskin itu bisa mengenal mu," ucapnya sambil tertawa kecil.

Nick menggeram kesal rasanya ia ingin memukul pria tua di depannya hingga kehilangan nyawa.

Venter menatap remeh. "Lalu? Wanita yang seperti apa yang pantas mengenalku? Apa anakmu itu? Yang selalu keluar masuk rumah bordil?" ucap nya sambil menatap Sabella dengan tatapan jijik.

Alvian menatap Sabella dengan tatapan terkejut begitu pula Sabella. "Tidak! kau jangan mengarang!" teriak Sabella tidak terima.

Venter tertawa pelan. "Aku akan mempermalukan keluargaku jika mengarang banyak cerita," ucapnya sambil melangkah mendekati Sabella. Ia menatap Sabella dari atas hingga bawah dengan tatapan remeh.

"Bahkan Vee lebih memiliki harganya dari pada kau," ucap Venter dengan pedas membuat Sabella menahan amarahnya dengan tangan terkepal.

"Apa karena dia melahirkan putramu? Aku juga bisa seperti itu!" teriak Sabella saat Venter melangkah menjauh.

Langkah Venter terhenti, ia pun berbalik. "Apa kau mau menyamakan berlian dengan kerikil seperti mu?" ucapnya dengan seringai. "Bahkan seujung kukumu saja tidak berarti untuk Vee. Tidak ada harganya," sambungnya.

Venter menatap Alvian. "Aku tau kau. Alvian Devaro, kau bawahan Xavier. Jangan di pikir aku tidak bisa menyentuh kau karena ada Xavier," ucapnya sambil mendesis.

"Bahkan menghancurkan kau dan Xavier hal mudah bagiku. Seperti membalikkan telapak tangan! Ucapkan selamat tinggal pada kekayaanmu Alvian Devaro dan Sabella Alysa Devaro,"

...∆∆∆...

"Eh," Vee terkejut saat sebuah tangan menyentuh rambutnya lalu mengikatnya.

Ia menemani neneknya yang tengah beristirahat di kamar yang kosong di rumah Venter.

"Kau sudah kembali," ucap Vee tanpa menatap Venter karena dirinya sibuk menatap neneknya sambil menggenggam tangannya.

"Untuk apa berlama lama? Membasmi hama seperti itu tidak membutuhkan banyak waktu," ucap Venter membuat Vee menatap jengah.

"Untuk orang yang memiliki kekuasaan seperti mu memang mudah," ucap Vee sambil menyindir dan menatap wajah Venter.

Venter menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman yang manis. "Dan itu berlaku untukmu juga," ucapnya pada Vee namun wanita itu menatapnya bingung.

Venter menyentuh tangan Vee lalu mengecup punggung tangan nya. "Siapa pun yang ingin kau hancurkan. Kau hanya perlu perintahkan aku! Aku bisa melakukannya untukmu," ucapnya. Wajah Vee memerah karena perlakuan Venter padanya.

Vee menarik tangannya dengan cepat. "Kita tidak sedekat itu," ucapnya gelagapan.

Venter menyeringai. "Apa kita harus mengulangi malam tiga tahun yang lalu Vee? Apa kau masih bisa mengatakan hubungan kita tidak sedekat itu?" ucapnya membuat wajah Vee semakin memerah.

"Tidak sedekat itu ya," gumam Venter membuat Vee mendadak pucat saat pria itu mendekatinya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Venter mendekatkan wajahnya kearah Vee, lalu berbisik, "Kalau kau ingin melakukan itu lagi dengan senang hati akan aku lakukan Vee. Bahkan dengan gaya lain maybe,"

...∆∆∆...

Venter terkekeh saat mengingat tingkah Vee. Wanita memang memiliki banyak hal yang membuatnya candu. Baiklah ini mungkin yang di namakan virus cinta, bisa membuat seseorang menjadi gila.

"Kau terlihat senang," Venter menoleh saat Nick masuk dengan membawa dokumen.

"Buang itu," ucap Venter datar. Ia tidak mau suasana hatinya yang baik akan hancur begitu saja saat membaca dokumen.

Nick melongo. "Your stupid?! ini dokumen dari keluargamu bodoh," ucapnya.

"Aku tau," ucap Venter santai. "Karena itu aku menyuruhmu membuangnya," sambungnya.

Nick tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak Venter. "Baca! Aku memintamu membacanya! Bukan berkomentar!" ocehnya.

Venter memutar bola matanya dengan malas. "Kau saja. Aku malas," ucapnya.

"What the hell! Kau--"

Drtt'

Ponsel Venter berdering, ia menatap malas saat melihat nama ayahnya ada disana.

"Kau saja yang angkat!' ucapnya pada Nick.

Nick menoleh terkejut. "Kau gila ya? aku bisa habis nanti bodoh! Kau saja. kalau kau mengajak aku mati bukan begini caranya," dengusnya dengan kesal.

Venter berdecih, ia mematikan ponselnya. "Sampai kapan kau menghindari keluargamu? Semenjak berita itu ada. Kau sudah menjadi buronan Venson, keluargamu sendiri," ucap Nick pada Venter.

Venter mengangkat bahunya dengan acuh. "Terserah. Aku tidak mau mendengar protes apapun selain mereka menerima Vee dan kedua putra ku," ucapnya.

"Jika mereka mengeluarkan ku dari Venson. Aku akan membuat marga baru dan menghancurkan mereka. Itu mudah, sangat. jika bersangkutan tentang Vee dan kedua anakku,"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!