"aku akan mempertahankan anak ini,dia bayiku," kata Bella.
" kalau begitu pergi dari rumah ini, kau bukan putri kami lagi, kau hanya membuat malu dengan kelakuanmu ini!" teriak pak Kuncoro marah.
Bella pun pergi meninggalkan rumah yang sudah dia tempati dari dia lahir, dia meninggalkan orang tuanya yang merasa malu atas keadaannya.
bahkan Bella tak tau pria yang telah menghadirkan janin di rahimnya, mereka berpisah begitu saja.
apakah Bella bisa bertahan?
apakah Bella bisa bersatu dengan ayah anaknya, atau menemukan cinta baru?
ikuti kisahnya..
follow @wulandari67
mohon dukungannya ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tempat baru
Mak Siti dan pak Bahar tak membawa Bella ke kampungnya, tapi mereka menuju ke Kalimantan tempat kelahiran pak Bahar, di sana masih ada orang tua pak Bahar yang sudah lama tak bertemu.
Mak Siti sudah membawa semua perhiasan yang di berikan oleh Bu Desi, dan beliau juga tau jika Bu Desi mentransfer uang yang cukup besar untuk hidup mereka bertiga dan untuk calon cucunya.
setelah penerbangan yang membutuhkan waktu dua jam itu, kini mereka sampai di bandara IATA.
mereka sampai di kota Samarinda, pak Bahar mencari taksi untuk mengantar mereka ke rumah milik ibu pak Bahar.
mereka menempuh perjalanan yang lumayan jauh sekitar dua jam dari bandara, Bella terus berdiam diri, tak terasa taksi mereka memasuki kawasan perkampungan yang cukup asri.
mobil berhenti di sebuah rumah yang cukup sederhana, di sana ibu pak Bahar tinggal.
(photo by Google)
mereka berdiri di depan rumah, pak Bahar mengetuk pintu dan mengucap salam.
" assalamualaikum Mak, ini Baharudin Mak," kata pak Bahar.
" waalaikum salam... Baharudin anak Mak," kata ibu pak Bahar.
"Mak," sapa pak Bahar yang langsung menghampiri sang ibu.
mereka berdua berpelukan begitu erat, eyang ipah juga memeluk Mak Siti, eyang ipah melihat Bella yang terlihat benggong.
" loh, ini nak Bella ya, yang sering kalian ceritakan itu ya," kata eyang ipah.
" iya Mak, dan sekarang nona Bella akan tinggal bareng kita," kata Mak Siti.
pak Bahar mengangguk, eyang Ipah mengerti dan akan bertanya nanti.
" ya udah sekarang kalian masuk, dan istirahat ya, kalian pasti lelah," kata eyang Ipah.
semua orang masuk ke dalam, Bella di berikan kamar yang di tengah, sedang kamar ke tiga yang di belakang kamar pak Bahar.
saat Bella istirahat, pak Bahar dan Mak Siti mulai menceritakan kejadian dan kemalangan Bella, eyang ipah menangis mendengar cerita itu.
eyang ipah mengambil obat tradisional dan menemui Bella, saat itu Bella sedang berganti pakaian saat eyang ipah masuk.
" nak, ini obat buat luka nya," kata eyang ipah menangis melihat tubuh Bella penuh dengan memar.
"maaf ya eyang Bella tak tau," kata Bella tersenyum.
"iya nak, sini eyang bantu ngobatin ya," kata Mak Ipah mulai mengoleskan obat di bagian punggung Bella.
Bella hanya bisa mengigit bibirnya menahan rasa perih yang menjalar, Bella menangis saat ingat kepahitan hidupnya.
eyang ipah yang mendengar Isak tangis Bella pun memeluk gadis itu, eyang ipah tak menyangka Bella sudah mengalami kejadian buruk, mulai dari hamil dan di usir dari rumah.
" Bella, mulai sekarang kamu cucu eyang ya, dan mulai sekarang kamu gak boleh nangis, di sini ada Mak dan bapak mu," kata eyang Ipah.
" iya eyang, terima kasih sudah mau menerimaku, di saat orang tuaku sendiri mengusirku," kata Bella.
" mulai sekarang Bella jadi keluarga kami, sekarang Bella adalah putri dari Mak Siti dan pak Bahar, jadi jangan bilang kalau Bella sendiri ya," kata Mak Siti.
" iya Mak, terima kasih," kata Bella menangis di pelukan Mak Siti.
pak Bahar ikut menangis di luar kamar Bella, kemudian Bella pun tidur dengan di temani eyang ipah.
Mak Siti dan pak Bahar beruntung dengan adanya bella, mereka merasa memiliki putri mereka sendiri.
sedang Reino memerintah orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Bella, dia tak bisa pulang sampai satu tahun ke depan, karena ada masalah yang harus di selesaikan di perusahaan tempatnya bekerja.
Reino mengalami hal hal aneh menurut semua teman teman nya, Reino mulai menyukai masakan yang instan padahal dulu menghindarinya.
Seno pernah di buat binggung saat Reino ingin makan manga muda, dan parah nya dia yang harus mengambilnya dari pohon.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
pagi hari ini Bella sedang santai di teras karena tak di perbolehkan untuk membantu, karena takut kandungannya terganggu,
saat melihat pak Bahar akan ke ladang Bella sangat antusias.
" pak Bella ikut ya, habis Bella bosan," kata Bella.
" boleh tapi izin Mak dulu ya," kata pak Bahar.
Bella pun menuju dapur, di sana Mak Siti dan eyang ipah sedang membuat makanan khas Samarinda ayam cincane.
(photo by Google)
" Mak, eyang, Bella boleh ikut bapak ke ladang ya," tanya Bella.
" boleh, tapi jangan capek ya, dan ini bawa minum, nanti Mak dan eyang nyusul kalau makanannya selesai," kata Mak Siti.
" siap Mak," kata Bella sudah mencium tangan Mak Siti dan eyang Ipah bergiliran.
Bella berjalan bersama pak Bahar, karena ladang yang letaknya dekat dengan rumah, jadi cukup berjalan.
Bella tetap menjadi gadis ceria meski keadaannya sedang hamil, karena Bella tak mengalami morning sicknees atau sering di sebut hamil kebo( kebal dan semua bisa makan).
Bella dan pak Bahar sampai di ladang, Bella duduk di saung yang ada di pinggir ladang, sedang pak Bahar mulai membersihkan rumput.
Bella pun mengedarkan pandangan, dan melihat ada ladang yang sedang panen singkong, Bella pun menghampiri petani yang bernama pak juri itu.
" pagi pak, ibu, panen singkong ya," sapa Bella sopan.
" eh.. ada neng cantik, iya neng, neng orang baru ya?" tanya pak juri.
" iya pak baru pindah," jawab Bella.
" Bella! bell!" teriak pak Bahar.
" di sini pak," kata Bella melambaikan tangannya pada pak Bahar.
" ya Alloh tak kira hilang, bisa di amuk Mak kalau sampai hilang kamu Bella," kata pak Bahar.
" maaf pak, habis Bella lihat bapak ini panen singkong," kata Bella.
" Baharudin," kata pak juri.
" Bajuri," kata pak Bahar.
mereka pun langsung berpelukan sangat erat, seperti melepas rindu yang telah lama terpendam.
" kapan kamu pulang, dan gadis ini siapa?" tanya pak juri.
" kemarin juri, ini anak angkat ku, dan dia baru saja di tinggal pergi suaminya, dan sekarang sedang hamil," kata pak Bahar.
" aku tak tau, aku turut berdukacita ya, dan anak mu cantik, namanya siapa neng?" tanya pak juri.
" Isabella pak, panggil Bella saja," jawab Bella.
" nama yang bagus neng, kenalkan nama ibu painem, biasa di panggil Mak inem," kata Mak inem istri pak juri.
" salam kenal bapak dan Mak," kata Bella.
saat mereka sedang berbincang datang gadis yang seumuran Bella, dia membawa makanan untuk orang tuanya.
" Mak, pak, ini Wiwit bawakan makanannya," kata Wiwit.
" loh ini Wiwit ya, wah sudah besar dan cantik," kata pak Bahar.
" wiwit, ini kenalkan pak Bahar dan putrinya Bella," kata pak juri.
" wiwit mau gak jadi temen Bella, kasihan baru pertama ke desa ini, jadi kamu bisa mengajaknya berkeliling," tambak Mak inem.
" mau aja Mak, lagian Wiwit juga gak punya temen, habis semua temen Wiwit pada bekerja di luar daerah," kata Wiwit.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
Semoga menulis cerita yang berbobot buat Author 💪🙏
kayak gx tanggung jawab gitu...
bella biar single ajalah..