Apa yang akan terjadi dan akan kamu lakukan jika, pria yang menikahimu selama beberapa bulan ini sama sekali tidak berniat untuk menyentuh dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang tidak ingin memberikan nafkah batin untuk istrinya itu.
"Abang Fahri Hamzah Noel apa kurangnya aku di matamu,apa aku tidak cantik tidak menarik lagi atau Abang sudah bosan denganku atau kah ada wanita lain di luar sana yang Abang cintai?" tanyanya Aida Izzatih Jasmine Aziz.
"Maaf aku tidak bisa,"
Hanya kata itu yang selalu meluncur dari mulutnya Fahri hingga setahun pernikahan keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11
"Semoga imanku selalu kuat untuk selalu mencintai satu istriku saja seperti ayah mencintai ibu hingga akhir waktunya, semoga aku termasuk pria yang setia pada satu pasangan saja," Fariz Shiddiq membatin.
"Stop!!" Teriaknya Aulia Alvi Damayanti sambil memukul-mukul pelan punggungnya pria yang memboncengnya itu.
Aulia sedari tadi berusaha untuk menyuruh Fariz untuk menghentikan laju motornya, tapi Fariz yang sedang banyak pikiran sehingga tidak menyadari suaranya Aulia. Dengan terpaksa Aulia berteriak kencang karena rumah sakit tempat ia bekerja sudah lewat beberapa meter jauhnya.
Fariz langsung ngerem mendadak, hingga tubuhnya Aulia Alvi Damayanti yang sejak tadi cukup jauh ke belakang hingga tubuh keduanya saling berhimpitan tanpa sekat.
"Aaahhh!!" Teriaknya Aulia seraya memegang erat perutnya Fariz pria yang diam-diam ia sukai dan cintai itu.
"Kenapa meski teriak segala sih!? Kamu kan bisa tinggal tepuk pundakku saja tanpa berteriak histeris seperti Tarzan masuk kota saja," sarkasnya Fariz.
Aulia segera turun dari atas motor sambil mendelikkan kedua bola matanya itu," ya elah… hey aku tadi sudah melakukan hal seperti itu tapi, kamu saja yang budeg sampai-sampai suara indahku kau enggak dengar," kesalnya Aulia.
"Kalau gitu karena kamu sudah turun sebaiknya aku ke kampus sudah hampir telat soalnya, semoga besok-besok aku tidak bertemu dengan dokter cerewet sepertimu lagi, assalamualaikum," ujarnya Fariz.
Aulia segera menghindar dari asap knalpot mesin motornya Fariz yang sengaja ia bunyikan dengan cukup keras sehingga menimbulkan kepulan asap tebal hampir saja mengenai wajahnya yang glowing itu.
"Hey, aku sumpahin kamu akan jatuh cinta padaku!" Jeritnya Aulia untungnya tempat ia berdiri bukanlah tempat yang ramai dilalui oleh banyak orang sehingga bebas mengekspresikan dirinya.
Perusahaan AH, pukul 09:32…
Aidah Izzati Jasmine segera berjalan ke arah meja kerjanya. Sedangkan Fatih Shafiq Akmal Himawan berdua di dalam kantor pribadinya dengan Fadli Emire Sadana Yuzril.
"Gimana dengan perkembangan penyelidikan yang kamu lakukan,apa sudah ada bukti kuat yang kamu dapatkan?" Tanyanya Fatih yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
"Kami sudah mendapatkan beberapa rekaman cctv di tempat hotel yang Tuan Muda tempati,tapi ada beberapa rekaman video itu dihapus sehingga bukti kuat itu harus hilang," jelas Fadli.
"Kalau seperti ini sia-sia apa yang kamu lakukan, apalagi sudah hampir tiga bulan kalian selidiki tapi, hasilnya gagal lagi kamu hubungi segera nomor hpnya Fauzan Aksa Kim untuk segera pulang ke Indonesia, hanya dia yang bisa kita andalkan dengan situasi seperti ini," perintahnya Fatih.
"Tapi, sepertinya ia masih mengikuti wajib militer di Korea Selatan sesuai informasi yang aku dengar terakhir kalinya masih menjalani wajib militernya," terangnya Fadli.
"Feeling aku dia sudah selesai, kamu atur saja masalah pekerjaan yang cocok ia kerjakan di perusahaan kita berikan pekerjaan yang cocok dengan kapasitas dan kredibilitas skill dan ijazahnya agar Pak Haris dan Pak Hafid tidak mencurigai orang-orang kita yang kita tempatkan, ingat kerjakan dengan hati-hati masalah Fauzan berikan padaku aku yang akan menelponnya,"
"Baik Tuan Muda," ucapnya Fadli Emir Sadana Yusril.
Fatih segera meraih hpnya lalu menelpon sahabatnya itu yang sekitar dua tahun lalu memilih untuk menjadi warga negara Korea Selatan mengikuti jejak papanya yang asli Korsel sedangkan almarhum mamanya asli Betawi Jakarta.
Fatih tersenyum penuh kemenangan karena, sahabatnya siap membantunya itu untuk membongkar kejahatan kedua adik dari almarhum mamanya.
"Saya yakin kedatangan Fauzan Aksa Kim akan menjadi titik terang dari pencarian kami selama ini, jika memang benar mereka lah otak di dalam kejadian kecelakan maka aku akan memberikan kehidupan yang lebih memilih untuk mati saja daripada siksaan yang akan aku berikan, gara-gara mereka aku harus hidup dengan status dan identitas pria beristri," gumamnya Fatih.
Sedangkan di tempat lain jalan xx, seorang perempuan yang berusia sekitar 26 tahun lebih tua beberapa bulan dari istri kakaknya. Perempuan itu baru saja pulang dari mengantar kedua putrinya ke sekolahnya masing-masing. Azumi dan Aisyah sama sekali tidak mengetahui jika, perempuan yang dihormati itu bukanlah ibu kandungnya. Melainkan ibu sambungnya saja.
ibunya selama ini tidak mengatakan sejujurnya kepada mereka termasuk Fahri sendiri walaupun, Fahri diam-diam mengetahui hal tersebut jika Bu Mariana Hashim bukanlah Ibu kandungnya sendiri hingga rahasia itu ia bawa ke dalam kuburnya.
Aliya Azumi Noel mematikan mesin motornya itu," sepertinya Mas Fajri Hamid Karzai sudah berangkat ke kantornya," gumamnya Aliyah sambil melepas helmnya.
Aliya Azumi sudah menikah dengan suaminya sekitar enam tahun lalu sejak usianya baru 19 tahun mereka sudah menikah. Aliya segera memutar knop pintu rumahnya itu. Telinganya tanpa sengaja mendengar suara yang sangat aneh di telinganya.
"Suara siapa itu,terus lagi ngapain seingatku Mama belum pulang dari Bandung," cicitnya Aliya.
Aliya yang kepo dengan hal tersebut, ia melangkahkan mengendap-endap menuju ke paling terdalam rumahnya itu.
"Apa jangan-jangan itu pencuri yang ingin maling di dalam rumahku, tapi kayaknya sumber suaranya dari dalam kamarnya Mama deh," lirihnya Aliya yang segera meraih payung dibalik pintu rumahnya.
Aliya menaiki motor undakan tangga satu persatu. Ia sebenarnya mulai ketakutan juga dengan suara tidak jelas itu.
"Ya Allah semoga saja itu bukan orang yang berniat jahat, bismillahirrahmanirrahim," batinnya Aliya yang segera memutar knop pintu kamarnya.
Hingga matanya terbelalak dan mulutnya menganga melihat siapa orang yang berada di dalam kamar mamanya itu. Air matanya luruh seketika itu juga, ia tidak berbicara sepatah katapun juga. Aliya berjalan ke arah luar kamarnya tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
lanjoot