NovelToon NovelToon
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:940k
Nilai: 4.8
Nama Author: weni3

Sekuel dari cerita "one night with duda"
"Gue nggak akan biarin loe jadi milik siapapun!"
"Egois loe kak! loe pikir loe siapa?"
Mencintai sepupu sendiri adalah tantangan terbesar dalam hidup Rafkha. Penolakan jelas ia dapatkan, apa lagi pihak keluarga yang menentang keras. Hingga mereka berusaha untuk memisahkan keduanya.
Tapi bagaimana jika hanya dirinya lah yang di takuti oleh Tiara, gadis nakal yang banyak tingkah hingga membuat kedua orang tuanya kewalahan.

Ig : weni0192

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toa Masjid

Tanpa memperdulikan panggilan Lily dan juga Aara, Tiara segera keluar dari cafe. Ia enggan duduk bersama dengan Zea dan memilih untuk pulang. Tiara selalu menghindar dan tak ingin bersinggungan. Selalu ada rasa sakit di hatinya setiap kali melihat wajah Zea.

"Semua tak sepolos yang terlihat ....."

Taksi mengantarkannya pulang, Tiara turun dan masuk gerbang. Sempat heran dengan mobil yang terparkir di sana, tetapi setelahnya ia segera masuk dan memastikan sesuatu.

"Sayang kamu dari mana?"

Langkah Tiara terhenti, menatap pria yang kini melangkah dengan santai dan tiba-tiba memeluk dirinya. Bukan hanya memeluk bahkan Vero ingin kembali mengecup keningnya tetapi Tiara segara menghindar.

"Kenapa?" tanya Vero heran.

"Nggak, aku abis dari luar jadi masih kotor kena debu." Tiara segera melangkah menuju kamar, sempat bertemu pandang dengan Gibran tapi Tiara segera melengos begitu saja. Tiara kesal, kenapa saat kedua orangtuanya tidak di rumah Gibran justru membawa teman-temannya. Rasanya dia tidak aman karena hanya perempuan sendiri di rumah.

Brugh

Tiara melemparkan tubuhnya di ranjang. Hari ini cukup kacau, dari pagi sudah berdebat dengan Rafkha dan kini ada Vero di rumah. Padahal ia pulang ingin tenang dan sudah di pastikan olehnya jika Rafkha sudah pulang.

Tiara meraih ponsel, ia segera menghubungi kedua orangtuanya. Bisa bahaya jika mereka berlama-lama di sana. Rumahnya bisa di buat tongkrongan oleh Gibran n the gang.

"Mamah...." rengek Tiara setelah panggilannya di terima.

"Kenapa sayang?"

"Mamah kapan pulang? Tiara kangen! Papah juga mana mah?" tanya si manja yang selalu gelisah jika jauh dari orang tuanya.

"Ada apa sayang? Besok mamah dan Papah pulang." Sahut Andika di seberang sana.

"Gibran membawa semua temannya ke rumah Pah, Tiara tidak betah di rumah Pah, Tiara susul kalian saja ya. Papah sama Mamah di rumah Oma kan?" tanyanya dengan mata berbinar.

"Eh, ngapain nyusul-nyusul Papah! kamu mengganggu saja. Sudah besar jangan ikut-ikutan orang tua mau kemana. Pokoknya tunggu Papah di rumah atau kamu pergi kerumah Tante Andin dan menginap di sana! awas nyusulin Papah, kayak tau jalan aja!"

"Papah pelit! awas ya kalo pulang oleh-olehnya debay, Tiara nggak mau!" ucapnya dengan bibir cemberut.

"Tidak kasian kamu, adik-adik kamu di buang gitu aja! hhuuhhff ya sudah hati-hati ya sayang! jangan membuat masalah. Minta jemput Rafkha jika kamu mau kerumahnya. Dia pasti sedang di rumah membantu Om Rai."

"Tiara bisa sendiri Pah! nggak akan nyasar jika hanya ke rumah Tante Andin. Ya sudah Tiara tutup telponnya, dadah Papah Mamah .....muach...."

"Muuaach....jangan nakal sayang!" ucap Erna dan Andika berbarengan.

Andika menarik nafas dalam, menatap Erna dengan tatapan penuh makna. Kemudian menatap ke arah ranjang.

"Yakin besok kita pulang?" tanya Erna dengan wajah sendu.

"Iya kasian anak-anak," jawabnya.

"Tiara pasti tumbuh menjadi anak yang cantik." Erna dan Andika tak menjawab, keduanya hanya bisa tersenyum di balik kesedihan.

Jika Tiara sudah merengek, mereka tak dapat lama-lama meninggalkan. Menitipkan pada Rafkha pun percuma jika Tiara sudah menghubungi seperti ini. Anak manja yang selalu mereka rindukan, sifatnya pun bertolak belakang dengan Gibran. Mungkin karena Gibran laki-laki sehingga lebih dewasa dalam menyikapi keadaan. Dia akan sibuk dengan teman-temannya jika di tinggal.

"Mau kemana?" tanya Gibran saat melihat Tiara keluar kamar dengan tas ransel di punggungnya.

"Mau ngungsi, dari pada di sini udah kayak tumpeng!" celetuk Tiara bergidik ngeri. Hampir sepuluh orang teman-teman Gibran memenuhi rumahnya. Meskipun ada Vero yang notabene adalah pacarnya tetapi justru itu yang menakutkan.

"Ck, emang gue setega itu mau jadiin loe sajen! kesana sama siapa loe?" meskipun cuek tapi Gibran cukup perhatian.

Tiara menengadah tangan dengan tersenyum manis, "kunci motor!" lalu menggoyangkan tangannya dengan menaik turunkan alis.

"Ck motor gue, motor laki! jangan nyari mati!" ucapnya memperingati. Lagi pula Tiara mau ke rumah Tante Andini, apa tidak mencari masalah jika menggunakan motornya.

"Gue masih waras, umur gue masih muda dan belum tau rasanya menikah, masih pengen tau rasanya di masukin geraga. Nggak mungkin gue nyari mati sekarang! Udah mana kuncinya sini keburu sore jangan kelamaan mikir dech!" Tiara segera meraih kunci motor yang baru saja Gibran keluarkan dari sakunya. Dan segera turun melewati semua teman-teman Gibran termasuk Vero.

"Sayang mau kemana lagi?" tanya Vero segera mendekati.

"Mau main bye..." Tanpa menghentikan langkahnya Tiara segera melangkah menuju garasi dan naik ke motor Gibran. Tak lupa mengenakan helm dan jaket milik Rafkha. "Udah kayak pembalap belum nich gue..." batinnya.

War.....

War ...

war.....

Andini melangkah keluar rumah saat mendengar suara motor bising di halamannya. Dia merasa heran, pasalnya Rafkha di rumah lalu siapa yang datang seperti mengajak perang. Sedangkan Rafkha dan Raihan yang sedang sibuk dengan laptop masing-masing di teras rumah, hanya menatap penuh selidik tetapi tidak mendekati.

"Siapa sich sore-sore ngajak ribut!" Andini melangkah membawa spatula diikuti oleh Aara dan Lily di belakangnya. Mereka juga ikut penasaran pada tamu yang tak di undang tetapi cukup membuat yang punya rumah naik darah.

"Itu jaket Rafkha, tapi Rafkha di sana." Gumam Andini kemudian kembali melangkah mendekat. Berbeda dengan Rafkha, ia sudah dapat mengenali orang itu dari jaketnya.

Tanpa dosa dan bersalah Tiara membuka helm dan mengibaskan rambutnya bak model sampo. Membuka kaca mata kemudian memamerkan senyum imutnya pada semua.

"Tiaraaaaaaaaa!" teriak Andini membuat semua orang menutup telinga termasuk Tiara yang kini sudah turun dari motor dan berlari ke belakang tubuh Aara dan Lily.

"Mommy berisik banget ikh! bentar lagi tuh magrib, pulangin itu toa ke masjid!" celetuk Aara.

"Ini laklakkan Mommy seenaknya aja kamu samain sama toa! mana itu ponakan gue yang ngajak ribut, sini maju! dateng-dateng bukannya salam malah bikin orang marah!" Andini maju dan menjewer telinga Tiara hingga si empunya meringis kesakitan.

"Aduh duh.....Tante kekerasan pada anak di bawah umur ikh! sakit kuping Tiara. Ini lagi turunin spatulanya, Tante udah kayak Spongebob dech kemana-mana bawa spatula." Tiara mencebikan bibirnya merasakan panas di telinga yang sudah si lepaskan oleh Andini.

"Makanya jangan suka aneh-aneh jadi bocah! bahaya banget sich, kamu kan bisa telpon Rafkha buat jemput, kenapa harus datang sendiri? Gibran juga bukan adiknya di antar malah di diemin aja," sewot Andini.

"Sudah Mom, berisik di denger tetangga. Mommy ini suka banget jadi bahan ghibah. Ayo masuk, tadi mommy lagi ngapain di dapur?" tanya Lily yang mencoba menyadarkan mommynya agar segera masuk dan menyudahi keributan.

"Astagfirullah.....ikan mommy apa kabarnya?"

1
Diny Julianti (Dy)
tiara ngeselin
Grace Lee
bagus ceritanya. saya suka. semngat thor
Fina Nilna
mesun si om dika
Fina Nilna
jangann ydek ya.masih skolh
Fina Nilna
waduh ketahuan g yah
Fina Nilna
wow skarang udah brani terus trang
Nurwana
ini Tiara bego bin bodoh... pacaran itu yang sehat... mau maunya diajak bolos... mau dipake aja mau mau aja. dijebol baru kapok. kalau sudah kejadian baru nangis nangis. bego kok dipiara. maaf thor baper saya.
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Ima Kristina
sebenarnya apa alasan dibalik perjodohan Rafka dan zea jadi penasaran
Ima Kristina
apapun alasannya tapi gak seharusnya urusan ortu dibebankan pada anaknya....iya gak
Ima Kristina
jaman modern masih aja ada acara menjodohkan anak ...ya kalau anaknya saling suka gak papa tapi malah suka yang lain gimana
Ima Kristina
kenapa sich orang tua suka sekali menjodohkan anak2 nya yang masih kecil nanti kalau sudah besar Yach kalau saling suka kalau malah suka sama yang lain gimana
Ima Kristina
untungnya Daddy Rai sudah tau perasaan Rafka jadi gak akan memaksakan perjodohan dengan Zee
Ima Kristina
next kakaaa
Ima Kristina
masa2 SMA memang masa yang paling menyenangkan apalagi datangnya rasa pada lain jenis makin mengesankan
Ima Kristina
waduh siapa itu Thor muga Tiara gak dijahatin orang
Ima Kristina
makin seru ceritanya Thorr lanjutttt kakaaa
Ima Kristina
Rafka gimana sich katanya cinta Tiara tapi bikin salah paham lagi
Ima Kristina
Tiara memang minta dihukum sama Rafka
Ima Kristina
astaga Nagasaki itu mulutnya mommy Andin masih aja sama kayak mulut Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!