NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Badai Baru di Cakrawala

Sinar matahari pagi yang cerah menerobos masuk melalui jendela kaca raksasa di lantai teratas Gedung Konsorsium Naga Hitam ibu kota. Ruangan kerja Pemimpin Tertinggi itu begitu luas, didominasi warna marmer putih dan aksen emas tersembunyi, memancarkan kemewahan yang tenang namun mengintimidasi.

Reno berdiri membelakangi meja kerjanya yang luas, menatap hamparan pemandangan kota di bawahnya. Setelan jas hitam *custom-made* membungkus tubuh tegapnya dengan sempurna. Tidak ada lagi jejak "Reno si menantu benalu" yang dulu selalu mengenakan pakaian murahan dan celemek dapur. Kini, setiap jengkal penampilannya meneriakkan kekuasaan dan otoritas mutlak.

Wajahnya datar, setenang permukaan telaga, namun sepasang matanya yang tajam bak elang menyimpan kedalaman samudra yang tak terduga. Penyamaran tiga tahunnya telah usai. Musuh-musuh yang dulu meremehkannya—Keluarga Pratama, Keluarga Surya, hingga Klan Cendana yang angkuh—telah runtuh berkeping-keping di bawah kakinya.

Namun, Reno tahu betul bahwa puncak kekuasaan adalah tempat yang paling berangin. Kebangkitan Naga Hitam yang begitu agresif di bawah kepemimpinannya telah mengusik keseimbangan kekuatan global.

*Klek.*

Pintu ekaseral yang tebal terbuka perlahan. Bagas masuk dengan langkah tegap, wajahnya tampak lebih tegang dari biasanya. Ia membawa sebuah tablet digital tipis yang menampilkan data terenkripsi tingkat tinggi.

"Tuan Muda," sapa Bagas seraya membungkuk hormat.

"Bicaralah, Bagas. Apa laporan dari intelijen pusat?" suara Reno mengalun rendah, dingin, namun penuh penekanan.

Bagas mengaktifkan layar proyektor holografik di tengah ruangan. Sebuah peta dunia muncul, dengan beberapa titik merah yang berkedip cepat di kawasan Eropa dan Amerika Utara.

"Penghancuran Klan Cendana ternyata memicu efek domino yang lebih besar dari perkiraan kita, Tuan Muda," Bagas memulai laporannya. "Klan Cendana ternyata memiliki ikatan bisnis rahasia dan merupakan pemasok dana utama bagi 'Sirkuit Ouroboros'."

Mendengar nama itu, kening Reno sedikit berkerut. Matanya menyipit berbahaya. Sirkuit Ouroboros bukanlah klan bisnis biasa. Mereka adalah sindikat perdagangan gelap global yang menguasai jalur logistik ilegal, pencucian uang tingkat tinggi, dan spionase industri. Mereka beroperasi di bayang-bayang, jauh lebih licin dan kejam daripada Klan Cendana.

"Lanjutkan," perintah Reno singkat.

"Ouroboros merasa terancam dengan dominasi Naga Hitam yang bersih dan transparan. Mereka telah kehilangan jalur distribusi utama mereka di Asia Tenggara akibat jatuhnya Cendana," Bagas menggeser tampilan hologram, memunculkan profil seorang pria paruh baya berambut perak dengan tatapan dingin mata biru. "Ini adalah Valerius Stone, salah satu petinggi Ouroboros. Sumber kami menyebutkan, Stone telah mengeluarkan dana tak terbatas untuk menyewa tentara bayaran elit dan peretas tingkat dewa."

Bagas menatap Reno dengan serius. "Target mereka bukan untuk bersaing secara bisnis, Tuan Muda. Target mereka adalah sabotase total, pelumpuhan sistem keuangan Naga Hitam, dan... likuidasi fisik terhadap Anda dan Nona Alya."

Aura dingin yang pekat mendadak menguar dari tubuh Reno, membuat suhu di ruangan mewah itu terasa anehnya menurun drastis. Jika Ouroboros hanya mengincarnya, Reno tidak akan berkedip. Namun, ketika nama Alya disebut, naga di dalam dirinya terbangun.

Alya adalah kelemahannya, sekaligus kekuatan terbesarnya. Wanita yang baru saja ia nikahi kembali dengan janji suci untuk melindunginya seumur hidup.

"Mereka berani menyentuh wanitaku?" desis Reno, suaranya terdengar bagaikan *geraman* rendah yang mematikan.

"Kami telah meningkatkan pengamanan super ketat di sekitar Nona Alya, Tuan Muda. Tim elit Naga Hitam menjaganya dua puluh empat jam tanpa mengganggu privasinya," Bagas meyakinkan cepat.

Reno mengepalkan tangannya di belakang punggung. "Ouroboros berpikir mereka bisa bermain di bayang-bayang melawanku. Bagas, aktifkan 'Protokol Gerhana'."

Bagas tertegun sejenak. Protokol Gerhana adalah operasi spionase dan *counter-attack* tingkat tertinggi Naga Hitam, yang hanya digunakan dalam situasi perang total.

"Siap, Tuan Muda. Pelaksanaan Protokol Gerhana segera dimulai," jawab Bagas tegap, menyadari bahwa Tuan Mudanya tidak akan memberikan ampun sedikit pun.

"Aku ingin Valerius Stone tahu, bahwa dia tidak sedang berhadapan dengan pengusaha. Dia sedang berhadapan dengan seekor naga yang siap menghanguskan siapa saja yang berani mengusik sarangnya," pukas Reno dingin.

Di waktu yang bersamaan, di lantai yang berbeda di Gedung Konsorsium Naga Hitam, Alya duduk di ruang rapat yang elegan dan cerah. Sebagai Direktur Eksekutif Divisi Pengembangan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Global Naga Hitam, ia memimpin rapat perdana untuk program investasi sosial senilai seratus triliun rupiah yang diumumkan Reno saat penobatan.

Alya mengenakan setelan blazer berwarna putih gading yang *chic* dan profesional. Rambutnya ditata rapi, memancarkan aura kecantikan yang murni, cerdas, dan bermartabat. Di jari manisnya, cincin emas putih sederhana—simbol cinta tulus Reno—berkilau lembut.

Di hadapannya duduk para kepala divisi dari berbagai negara, mendengarkan pemaparannya dengan penuh rasa hormat. Alya bukan lagi wanita penakut yang mudah goyah oleh gertakan ibunya. Konflik demi konflik yang ia lalui telah menempanya menjadi pemimpin yang tegas namun tetap memiliki hati yang tulus.

"Program ini bukan tentang memberi sumbangan," ujar Alya, suaranya terdengar merdu namun penuh keyakinan. "Ini tentang membangun kemandirian. Fokus kita adalah pendidikan gratis berkualitas, fasilitas kesehatan di daerah terpencil, dan pemberdayaan ekonomi mikro untuk wanita. Kita harus memastikan dana seratus triliun ini menjadi fondasi yang kuat bagi era baru Naga Hitam yang berkeadilan."

Pemaparan Alya disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta rapat. Mereka kagum bukan hanya karena ia istri Pemimpin Tertinggi, melainkan karena visi dan kecerdasannya yang nyata.

Setelah rapat usai, Alya melangkah menuju ruangan kerjanya. Pintu terbuka, dan hatinya menghangat saat melihat Reno sudah duduk di sofa santai di sudut ruangan, menunggunya.

"Reno? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Alya manis seraya menghampirinya.

Reno berdiri, senyuman hangat yang hanya ia reservasi untuk Alya terbit di bibirnya. Aura dingin yang tadi ia tunjukkan pada Bagas menguap tanpa sisa.

"Baru saja. Aku ingin menjemput istriku untuk makan siang," ujar Reno lembut, melingkarkan lengannya di pinggang Alya, menariknya ke dalam pelukan hangat.

Alya menyandarkan kepalanya di dada bidang Reno, menghirup aroma maskulin yang menenangkan. "Rapat perdananya lancar. Aku harap program ini bisa berjalan sesuai visi kita."

Reno mencium kening Alya dengan penuh kasih sayang. "Aku tidak pernah meragukan kemampuanmu, Alya. Kamu adalah Permaisuri Naga Hitam yang paling tangguh."

Reno menatap mata jernih Alya. Di balik kelembutan itu, ia melihat kebahagiaan yang begitu murni. Kebahagiaan yang akan ia pertahankan dengan cara apa pun, bahkan jika ia harus menghancurkan dunia untuk itu.

Badai baru mungkin sedang menuju cakrawala mereka. Ouroboros mungkin sindikat paling kejam di dunia. Namun, saat Reno mendekap Alya erat-erat, ia tahu satu hal:

Dia adalah Reno, Pemimpin Tertinggi Naga Hitam. Tidak ada badai yang terlalu besar untuk ia taklukkan, dan tidak ada musuh yang terlalu kuat untuk ia hancurkan, demi melindungi cinta sejatinya. Badai boleh datang, namun Naga Hitam siap mengamuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!